Cerita ini lagi-lagi hanya halunya si author jadi,nikmati kehaluan nya dengan santai..
Kalau nggak suka SKIP saja nggak perlu tinggalkan jejak.
"Aku akan menikahi Cahaya."
"Bang Gaga,jangan ngaco..!!"
"Aku nggak pernah main-main Cha.."
Pernikahan yang sejatinya adalah pernikahan antara Cahaya Aurora dengan Bayu Pamungkas kini hanya tinggal kenangan.
Hari dimana Cahaya nantikan selama enam tahun kini sirna ketika Bayu dengan teganya meninggalkan Cahaya dengan hanya memberikan sepucuk surat Bayu membatalkan pernikahan nya.
Bagaimana nasib gadis yang bernama Cahaya Aurora menghadapi pengkhianatan calon suaminya,mampukah Cahaya mengikis cinta dalam hatinya yang dia pupuk selama 6th dan ternyata hanya mimpi semata, ikuti kisahnya ..
Cuss ...💛💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Caca yang Polos
Tamu undangan di acara pernikahan Caca semakin lama semakin berkurang.Acara memang di batasi sampai Jam sembilan malam.Alka yang selama acara nempel kayak prangko pada Caca kini pun sudah mulai ngantuk.
Bocah itu sepertinya tahu jika dirinya sudah dapat bunda baru.Segala yang di lakukan hari ini hanya bersama Caca.
" Alka sudah ngantuk,bobo sama aunty Revi dulu yaa," ucap Caca melihat putra sambungnya mulai tak tenang.
" Nggak mau,Alka mau sama bunda."
tolak Alka malah makin mengeratkan pelukannya di leher Caca.
"Eh bocil sama aunty dulu ,nanti sama bunda lagi ," bujuk Revi pada ponakannya.
"Nggak mau bunda ,aunty maksa maksa aku." adu Alka dengan tatapan garangnya pada sang aunty.
Semua yang mendengar ucapan bocah itu pun cuma bisa geleng-geleng.
"Ya sudah Alka sama bunda saja."ucap Caca akhirnya.
"Dek, keperluan Alka taruh kamar kakak ya.." ucap Caca lagi pada adik iparnya.
"Kakak serius mau bawa Alka tidur sama kalian,ini kan malam pertama kakak sama abang," ceplos Revi menyadari ucapannya yang frontal dan mendapatkan pelototan dari abangnya cepat-cepat Revi menutup mulutnya.
Tanpa basa-basi akhirnya dia pun pergi untuk menyiapkan keperluan Alka.
Melihat tingkah Revi bukannya marah malah mereka mengulum senyum mereka dan melemparkan pandangannya pada pasangan pengantin baru itu.
"Sayang,kamu yakin mau bawa Alka.Kalian...
"Umma please deh,Caca juga tahu..kalau dia nikah sama aku dia dapet bonus si bocil ini.Sudahlah jangan khawatir kita bisa spill dikit_dikit." ucap Gatra dengan melontarkan kata-kata absurd nya.
Mendengar ucapan Gatra semuanya para orang tua hanya tertawa karena omongan Gatra itu namun,lain halnya dengan Caca dia bingung dengan apa yang orang-orang tertawa kan.
" Bang Gaga,mereka ngetawain apa sih, sampe heboh gitu?" tanya Caca dengan suara lirih nya.
Mendengar ucapan istrinya sontak membuat Gatra mengernyit heran dan mulai berfikir bahwa ternyata istrinya sepolos itu atau dia belum ngeh aja dengan omongan mereka.
"Bang Gatra ,aku kasih tahu soal sahabat ku ini, otaknya masih bergaransi soal itu,walaupun dia pintar dia nggak pernah mikirin sampai kesana.Jiwanya masih bersih belum terkontaminasi."ucap Tata yang mendengar ucapan sahabat nya walaupun lirih tapi,Tata yang tahu kehidupan dan pergaulan Caca selama ini.
Mendengar perkataan Tata, Gatra mengacungkan jempol nya pada Tata.
Jam sepuluh malam Gatra menggendong anaknya menuju kamar dimana dia dan Caca akan beristirahat.
"Ba_bang Gaga bisa bersih-bersih dulu saja,aku mau lapin dan ganti baju Alka dulu."ucap Caca dengan tergagap.
"Baiklah,aku mandi dulu.Kamu yakin bisa ngurus Alka sendiri,kalau nggak biar aku...
"Bangggg..cepetan bersih-bersih."potong Caca dengan tatapan garangnya.
"I_iya.." jawab Gatra dengan tergagap melihat wajah Caca yang sudah tidak bersahabat.
Gatra masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya sementara Caca dengan cekatan dia mengelap tubuh putra sambungnya.Selesai membersihkan tubuh Alka Caca memberikan minyak telon di tubuh Alka dan juga mengganti pakaian nya dengan baju tidur nya.Selesai dengan membersihkan Alka.Caca langsung membuka aksesoris yang ada di tubuhnya.
Tepat saat Gatra keluar dari kamar mandi dengan betelan*ang dada membuat Caca terkejut.
"Abang apa-apaan sih,pake bajunya !!" ucap Caca dengan sedikit berteriak.
Mendengar teriakan Caca sontak membuat Gatra terkejut.Ternyata istrinya kalau sedang mode galak itu menakutkan.
"Ssssstttt,jangan teriak-teriak nanti anaknya bangun." ucap Gatra menunjuk pada Alka yang sedikit terusik.
"Lagian abang ngapain nggak pake baju sih,Caca risih lihat nya." protes Caca pada Gatra.
Gatra menghela nafas dan menatap istrinya dari belakang." Mulai sekarang biasain kalau gitu." ucap Gatra dengan santai.
" Terserah deh,aku mau mandi ." ucap Caca setelah berhasil dengan susah payah mencopot semua aksesoris di kepala dan di bajunya
Caca masuk ke kamar mandi dan langsung membersihkan diri.Sementara Gatra duduk di tempat tidur di samping putranya.
"Kamu pasti bahagia punya bunda boy,maafin daddy.. selama ini nggak selalu ada buat kamu." gumam Gatra mencium kening putranya.
Tak lama Kemudian Caca keluar dari kamar mandi dengan baju tidur panjangnya dan hijab instan nya.
"Emang nyaman kalau kamu tidur pake kerudung gitu,disini juga cuma ada aku sama Alka.Kita sudah suami istri,inget itu !!" ucap Gatra dengan tetap memandang ponselnya.
Mendengarka ucapan suaminya Caca pun akhirnya membuka hijab nya.Terlihatlah rambut panjang lurus dengan warna hitam alami seperti nya sangat terawat.
Deg
Melihat pemandangan itu pun membuat Gatra kelabakan karena memang Gatra baru melihat rupa Caca yang menampilkan tanpa Hijab.
Gatra dengan susah payah menelan silvanya dan sungguh baru kali ini rasanya Gatra seperti serangan jantung.Karena detak jantung nya sangat tidak normal.
Saat ponselnya bergetar dengan cepat Gatra angkat dan menuju balkon.
Sedangkan Caca yang melihat tingkah Gatra hanya mengernyit heran.
"Hallo ,gimana?" tanya Gatra saat mengangkat panggilan dari seseorang.
"Sudah ketemu bos,dia ada di Apartement di daerah Setia Budi." ucap orang yang di sebrang sana.
" Pantau terus,nanti saya hubungi kamu lagi."ucap Gatra pada orang suruhannya .
" Baik Bos." balas dari sang suruhan.
" Hemm.." jawab singkat Gatra.
Gatra mengakhiri panggilannya dengan seseorang itu.Dia menarik nafas dalam.Di pandangnya langit malam yang kini penuh bintang-bintang.Dia tak pernah menyangka bahwa dia akan menikah lagi.
Mengingat kembali ucapan sang Umma yang selalu menyuruh nya menikah setelah sang istri meninggal.
"Maafkan aku nggak bisa jaga Alka sendiri ,aku butuh orang yang menjadikan anak kita seperti anaknya juga.Caca juga wanita baik,aku bukan tidak mencintai kamu lagi.Nama kamu akan selalu ada di sudut hati ku yang tersembunyi.Doakan aku dan Caca bisa mendidik Alka dengan baik.Sepanjang hari ini Caca sangat menjaga Alka.Bahagialah di sana," gumam Gatra memandang langit malam.
Setelah beberapa Gatra di Balkon menyendiri akhirnya dia masuk ke dalam kamar terlihat Caca dengan wajah polos tanpa make up kini tertidur di samping Alka.Keduanya saling berpelukan.Sangat manis jika di lihat.Mereka seperti anak dan ibu kandung.Saling menyayangi dalam waktu sangat singkat.
Mungkin dalam alam bawah sadar Alka menginginkan seorang bunda.Apalagi saat mereka pergi dan melihat anak kecil yang sedang di gendong atau di gandeng ibunya raut wajahnya berubah sedih namun, Gatra selalu takut jika ingin menanyakannya karena dia takut jika Alka menginginkan seorang Ibu tapi, kini anaknya sudah memiliki Caca yang terlihat menyayanginya.
Bersambung
emang ennak, tak di hargai....
nyesel lo yaaxh Batu....😂😂😂