NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Bertemu sebagai musuh berakhir di pelaminan.

Kisah perjodohan untuk mempererat hubungan kedua keluarga.

Janganlah terlalu mencintai, siapa tau menjadi musuh.
Jangan terlalu membenci, mana tau jadi cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Hari minggu ia menempati janjinya terhadap sahabat sekaligus asisten pribadinya, Tari. Mereka berjalan ke sebuah mall untuk shopping.

Mereka membeli beberapa tas, baju sampai sepatu branded. Mereka membelinya bukan dari hasil menadah uang dari orangtuanya. Tapi mereka memperoleh uang dari hasil kerja keras mereka.

Tari berjalan sambil melihat isi dompetnya hingga ia menabrak seseorang yang sedang berjalan hingga membuat semua belanjaannya jatuh.

Brakk..

"Maaf!" ucap Adit menoleh Tari.

"Ganteng banget"gumam Tari terpana melihat wajah tampan Adit.

Shofi terkejut melihat Adit bersama dengan Tari. "Gila, Adit. Gue harus sembunyi" bathin Shofi sambil melangkahkan kakinya perlahan dan lari bersembunyi.

"Mbak, gak apa-apa?" tanya Adit melambai tangannya ke arah mata Tari. Membuat lamunan Tari membuyar.

"Hah? Gak apa-apa kok" ucap Tari gugup.

"Biar saya bantu, Mbak" ucap Adit menjongkok sambil mengambil barang belanjaan Tari yang jatuh ke lantai.

Tari hanya terdiam sambi tersenyum melihat Adit.

"Nah ini, Mbak" ucap Adit mengembalikan barang belanjaan Tari.

"Terima kasih, Mas" ucap Tari sambil mengambil barang belanjaannya dari tangan Adit.

"Seharusnya saya yang minta maaf karena sudah menabrak, Mbak" ucap Adit merasa bersalah.

"Oh, gak apa-apa kok." ucap Tari sambil menggeleng sedikit kepalanya.

"Apalagi di tabrak cogan seperti Mas, di tabrak berkali-kali pun gue mau" ucap Tari menurunkan nada suaranya sambil cengar-cengir.

"Mbak! bilang apa tadi?" tanya Adit bingung karena tidak jelas mendengar ucapan Tari.

"Hah? eng..gak kok" ucap Tari gugup menatap wajah cogan yang berdiri di depannya.

"Kalau begitu saya permisi dulu" pamit Adit beranjak meninggalkannya.

Tari merasa kelupaan dan menatap Adit yang sudah berjalan menjauhi dirinya.

"Yah..! Lupa tanya namanya siapa" ucap Tari kesal.

Shofi yang dari tadi melihat mereka berduaan dari jauh merasa kesal. "uhuuhh.. Ngapain sii mereka lama banget, gak tau apa gue udah lama disini".

"Nah..nah..nah.. Akhirnya pergi juga tu anak" ucap Shofi senang sambil berjalan menghampiri Tari yang sedang berdiri melihat kepergian Adit.

"Lo lihat apa?" tanya Shofi melihat Tari dan kemudian ia melihat arah mata Tari.

"Lo lihat apaan si?" tanya Shofi penasaran melihat arah mata Tari yang tidak menemukan siapapun yang ia kenal.

"Cogan, Fi.. Tubuhnya sixpack, tinggi, kulit putih, hidung mancung, bulu matanya yang lentik, bola matanya coklat, alisnya yang tebal, bibirnya yang aduhai begitu menggoda" ucap Tari tersenyum sambil membayangkan Adit.

Shofi merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu, kemudian ia letakkan tangannya di atas dahi Tari.

"Gak panas" ucap Shofi memegang dahi Tari.

"Gue baik-baik aja" ucap Tari menatap Shofi.

"Gue cuma cek lo doang" ucap Shofi melepas tangannya dari dahi Tari.

"Tapi, kenapa kamu cengar-cengir gitu?" tanya Shofi bingung dengan perubahan sifat Tari yang terlalu tiba-tiba.

"Gue ketemu cogan, Fi. Wow.. Gue rasa gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama dia" ucap Tari senyum senyum sendiri membayangkan wajah Adit.

"Cogan..cogan.. Mana?" tanya Shofi melihat sekelilingnya.

"Baru aja pergi" ucap Tari menatap Shofi.

"Siapa nama cogan yang bikin sahabat gue hilang akal begini?" tanya Shofi menatap tubuh Tari secara keseluruhan.

"Itu dia, Fi. Gue lupa tanya namanya siapa" ucap Tari kesal.

"Kasihan.. Berarti lo gak jodoh sama tu cogan" ucap Shofi tersenyum bahagia.

"Iya.. Bahagia lo ya lihat sahabat lo ini kesusahan" ucap Tari kesal.

"Kesusahan apaa?" tanya Shofi bingung.

"Iya kesusahan gak dapat namanya cogan lah" ucap Tari mengalih pandangannya.

"Udah, gak usah lo pikirin tu cogan, palingan dia udah punya pacarnya sendiri, bahkan udah punya istri" ucap Shofi memanas-manasi Tari.

"Moga aja gak" ucap Tari beranjak pergi.

"Idih! anak ni. Main tinggalin gue" ucap Shofi mengikuti Tari.

"Lagian lo tadi kemana?" tanya Tari melirik Shofi sekilas kemudian melanjutkan langkahnya.

"Gu..gue.. Tadi kebelet. Iya kebelet" ucap Shofi gugup.

"Hmm.. Kebelet apa kebelet?" tanya Tari melirik Shofi dengan sinis.

"Iya ee.. Gue kebelet" ucap Shofi meyakini Tari.

"Maunya lo tadi sama gue biar lo bisa lihat cogan gue" ucap Tari kesal.

"Cogan?" tanya Shofi bingung.

"Iya, cogan yang nabrak gue tadi" ucap Tari menghentikan langkahnya di sebuah lift.

"Cogan yang nabrak lo?" ucap Shofi mencoba mengingat.

"Ya Allah, Adit. Oh My God parah..parah.. parah.. Ternyata cogan yang dimaksud Tari itu.. Adit.. Si rubah licik itu" bathin Shofi kaget.

"Udah ah, ngapain juga gue ngomong sama lo. Toh lo sendiri gak ada disana, ya mana tau lah cogan gue yang mana" ucap Tari sambil berjalan masuk ke lift.

"Gila! Dia pikir gue gak kenal sama cogan dia. Hello.. Gue udah kenal sama dia jauh sebelum gue kenal sama lo" bathin Shofi kesal.

Shofi berjalan memasuki lift. Mereka menekan tombol paling dasar untuk mengambil mobil mereka yang terparkir di sana.

Tidak lama kemudian lift terbuka dan ia melihat Adit berjalan masuk ke lift yang mereka naiki.

"Gila, Adit! gue harus gimana ni?" bathin Shofi panik sambil menundukkan wajahnya dan bergeser ke belakang tubuh Tari. Kemudian ia meletakkan barang belanjaannya dan mengambil sisa pashmina kemudian ia pakai untuk menutup hidung dan mulutnya. Ia seperti orang yanh sedang memakai cadar.

"Gila, Fi! Cogan gue mau masuk kesini" ucap excited.

"Semoga sukses. Gue berdiri di belakang lo, biar lo gak terganggu sama gue" bisik Shofi.

"Lo memang sahabat gue paling pengertian" ucap Tari merasa senang.

"Asal lo tau aja, gue kaya gini karena gue malas ketemu sama si rubah licik itu" bathin Shofi tersenyum tipis.

Adit berjalan masuk ke dalam lift dan berdiri di samping Tari.

"Hai..! Kita ketemu lagi" ucap Tari menatap wajah Adit di sampingnya.

"Orang ini ngomong sama siapa?" bathin Adit melihat ke kiri dan kanan, ternyata cuma mereka bertiga.

"Wanita di belakang gak mungkin, toh dari tadi menunduk dan menutupi mulutnya" bathin Adit menatap Shofi.

"Maaf! Mbak bicara sama saya?" tanya Adit menatap Tari.

"Ya iyalah Mas, gak lihat dari tadi cuma ada kita" ucap Tari kesal.

"Oh maaf. Tadi Mbak tanya apa ke saya?" tanya Adit lembut.

"Mas! gak ingat saya?" tanya Tari menatap mata coklat Adit.

Adit menggeleng kepalanya.

"Rasain lo, cogan lo gak ingat sama lo" bathin Shofi tersenyum sambil melihat mereka sekilas lalu menundukan wajahnya kembali.

"Ya Allah, Mas! Aku ini orang yang Mas tabrak tadi" jelas Tari.

"Oh iya! Saya ingat. Iya kenapa Mbak? Ada masalah apa tadi? Apa barangnya ada yang tercecer?" tanya Adit penuh perhatian.

"Idih! Sok perhatian kali sama orang luar. Coba kalau sama gue. Gak ada sehari kita dimanis-manasin, yang ada selalu ngerjain gue" bathin Shofi kesal.

"Gak, mas! Cuma.." ucap Tari gugup menatap wajah ganteng Adit.

"Cuma apa, Mbak?" tanya Adit menaikkan alisnya.

"Ni anak pake drama lagi, bukannya to the point aja" bathin Shofi kesal.

"Cuma mau nanya nama Mas" ucap Tari cengar-cengir.

"Nama saya Adit" ucap Adit lembut sambil tersenyum.

"Nama saya Tari" ucap Tari menjulur tangannya. Namun segera Tari kembali tangannya karena Adit hanya membalas uluran tangan Tari dengan menutup kedua tangannya di dadanya.

"Haishh.. rubah ini gak mau bersalaman dengan Tari?" bathin Shofi dibuat kaget dengan sikap Adit sehingga matanya membelalak dan bercampur rasa tak percaya.

"Mas, gak bisa salaman dengan wanita?" tanya Tari menatap wajah Adit meskipun sedikit gugup.

"Bisa. Sama yang halal bagi saya" ucap Adit lembut.

"OMG, laki banget. Udah ganteng, penampilan keren, sholeh lagi" bathin Tari tertegun.

"Hah? Gue gak salah dengar? Sejak kapan si rubah ini alim?" bathin Shofi kaget dan tak percaya.

"Wah.. Mas ini tipe yang komplit ya" ucap Tari tersenyum malu.

"Komplit? Maksudnya?" tanya Adit bingung.

"Iya. Mas selain ganteng, sholeh lagi" ucap Tari sambil tersenyum.

"Huk..huk..huk.." Shofi tiba-tiba tersedak dengan air liurnya sendiri.

"Mba! Gak apa-apa?" tanya Adit menoleh ke arah Shofi.

"Gak apa-apa, Mas. Tenggorokan saya lagi kering saja" ucap Shofi mengubah suaranya dan menatap mata coklat milik Adit.

"Masyaa Allah, cantik sekali wanita ini". Adit terpana melihat kecantikan mata Shofi.

Shofi merasa wajahnya dipandang oleh Adit, ia langsung menunduk wajahnya kembali. Seketika itu membuat lamunayan Adit membuyar.

"Ini lift kok lemot banget! Gak tau apa gue dari tadi udah gerah disini" bathin Shofi kesal.

Adit merogoh kantong plastiknya. "Ini minuman untuk Mbak" ucap Adit memberi botol minuman untuk Shofi.

"Terima kasih, Mas" ucap Shofi sambil mengambil botol minuman dari tangan Adit.

"Sama-sama" ucap Adit sambil tersenyum.

Ting.. Pintu lift terbuka, dengan segera Shofi pergi meninggalkan Adit.

"Haishh.. Lupa tanya namanya lagi" bathin Adit.

"Duluan ya, Mas Adit" pamit Tari tersenyum sambil melangkah pergi.

"Oh! iya ya" ucap Adit membalas senyuman.

"Aku harap, pertemuan ini menjadi tanda jodoh" bathin Adit tersenyum melihat kepergian Shofi.

1
Bilqis Salsabila
sangat suka top markotop
Mai
i like Shofi...🥰🥰🥰 Dewi harus dibasmi 🤭🤭
Windy 2613
penasaran yg bucin duluan siapa kira²
king1718
bagus ceritanya
Neni Sumarni
ngidam g segitu nyakali.....
Roewina
Thor jangan kebanyakan bahas adegan ranjang , dan ciuman soalnya dari awal " adegan romantisnya tulisannya kek gitu jadi bosen bacanya 🙏🙏
Roewina
malam pertama masa sampe sebegitunya, othor berlebihan banget,
Roewina
hadeeh 🤦 udah 87 episod ceritanya kek gitu Mulu kapan kelarnya , kalau ceritanya dibolak' balik terus ntar yg baca pada bosen loh Thor
Roewina
lah itu Sofi ma mantan pacarnya bisa bersikap dewasa , ngomongnya juga aku , kamu tapi kalau ma Adit cs ko ga da sopan - sopannya ngomongnya Lo , gue , manggil nama pula padahal Sofi kan jauh lebih muda dari Adit cs hadeehh 🤦 gimna sih Thor?
Roewina
Thor karakter gadis Solehah buat sofi ga cocok , ga pas ma kelakuan , omongan, dan bahasanya kasar kurang sopan TDK mencerminkan gadis Solehah 🙏🙏🙏🙏
Roewina
hadeeh 🤦
Roewina
mulai seru nihh, lanjut thor
Roewina
Thor si Sofi kan berhijab jadi q ngebayangin si Sofi anaknya kalem , lemah lembut sopan, tapi kok kalau ngomong kata - katanya kurang pas maaf ya Thor, tapi ceritanya bagus q suka 👍🙏
Roewina
mau dong resepnya jus poligami 😄☺️☺️
Roewina
lupa ya Thor .... tadi nyebut mamanya Adit kok mama Yanti😄😄😄
Markhatus Mbok Ane Joevika
ws thoooorrr sepurane aq Moh Moco novel.. critone mbulet mumet garai Sirah ngeluuuuu
Markhatus Mbok Ane Joevika
critone blas gk bermutu mumet koyo kotoran.. mboseni🥴🥴🥴🥴🥴
Markhatus Mbok Ane Joevika
kecewa mbik sopo thoooorrr.. Ra sumbut mbik jilbape.. ogak Reti kewajiban dadi wong ws duwe bojo... critone membosankan
Markhatus Mbok Ane Joevika
kesuwen thoooorrr critane mumetttt... maap y thoorr
Saenab
terlambat Rian mengungkapkan perasaannya sama tari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!