DI LARANG KERAS PLAGIAT, TAMBAL SULAM DLL !! YANG NEKAT PLAGIAT SEMOGA KENA AZAB PEDIH DARI TUHAN
Pernikahan dengan menjalani LDR an sungguh berat dan rawan godaan.
Suatu rumah tangga ketika bertemu Pelakor atau Pebinor adalah suatu momok yang menakutkan. Konflik dilema cinta dan kebucinan non hakiki yang membutakan mata hati serta logika manusia sehingga mengorbankan pasangan dan anak serta menggoyahkan keutuhan rumah tangga.
Jessy seorang ibu rumah tangga punya dua buah hati kembar bernama Graham dan Gisella yang masih berusia lima tahun harus menelan pil pahit kala ia mendapati Revan suaminya ternyata memiliki wanita idaman lain. Apalagi sang pelakor tersebut adalah istri dari pemilik kebun teh tempat suaminya bekerja yang haus akan belaian kasih sayang lelaki dengan teganya merebut suami dari wanita lain. Sebuah kesetiaan cinta dalam maghligai pernikahan tengah dipertaruhkan atas suatu pengkhianatan cinta.
Bagaimana nasib rumah tangga keduanya? Simak kisah mereka📌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melewati Batas
Tring..Tring...
Beberapa notif muncul di ponsel Revan dan senyum sumringah tampak di bibirnya kala membaca transferan uang dari Imel sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah padahal dirinya tadi hanya meminjam satu juta rupiah saja. Pesan chat dari Imel pun masuk :
"Aa uangnya sudah aku transfer semoga putrimu lekas sembuh dan jangan lupa nanti malam temani aku di rumah ya"
Revan pun membalas :
"Makasih banyak Imel cantik, Aa selalu ready untukmu dan kapanpun. Dandan yang cantik ya nanti malam. Sampai jumpa cantik"
Imelpun yang membaca pesan-pesan Revan yang selalu romantis dan perhatian padanya selalu membuatnya terbang ke angkasa. Akhir-akhir ini pun Imel sering berdandan baik sebelum tidur maupun saat jam kerja karena dua waktu itu lah dirinya bertemu dengan Revan. Saat jam kerja bertemu secara langsung dan saat larut malam bertemu secara tidak langsung melalu video call maupun telepon biasa.
🍁🍁🍁
Tak lama Jessy pun menerima notifikasi banking dari suaminya bahwa ada uang masuk senilai satu juta rupiah. Revan pun menghubungi Jessy dan langsung diangkat oleh istrinya itu.
"Halo Jess, uangnya sudah aku transfer barusan dan kamu hematlah karena aku belum gajian. Itu aku hutang ke temanku nanti gajian aku bayar dia. Lima ratus ribu kamu kembalikan pada ibu. Jangan pernah meminjam uang lagi pada kedua orang tuaku. Jangan jadi beban di rumahku Jess. Kamu paham kan?" ucap Revan tegas dan penuh intimidasi.
"Iya Mas, aku paham. Maaf jika selama ini aku belum bisa membuat Mas bangga dan hanya jadi bebanmu saja. Terima kasih atas uangnya untuk Gisella" ucap Jessy lirih sambil lelehan air mata itu tanpa sengaja mengucur sendiri karena hatinya pedih atas ucapan suaminya sendiri.
Tut..Tut...Revan memutus sambungan telepon tersebut secara sepihak.
Hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan Revan keluar dari kamar mandi di rumah Imel. Ia tak langsung pulang ke kosan karena sudah ditarik Imel untuk membersihkan diri di rumahnya saja daripada bolak balik dari kosan ke rumah Imel.
Alhasil Revan tak bisa menolak dan setelah mandi pun, Revan mendadak bingung mencari bajunya yang ia letakkan di atas tempat tidur Imel tiba-tiba tak ada. Jadilah ia keluar kamar Imel hanya berbalut handuk yang hanya menutup bagian bawah perutnya untuk menutupi senjata laras panjang miliknya yang telah lama tak diasah.
Imel keluar dari dapur menuju kamarnya begitu terkejut melihat Revan yang sungguh gagah dan tampan dengan beberapa air menetes di dadanya dan hanya berbalut handuk putih menutupi bagian bawahnya membuat makin perkasa dan seksi menurut Imel.
"Ah..Aa bikin kaget saja. Tadi bajunya sudah Imel siapkan di atas tempat tidur kok gak dipakai?" tanya Imel dengan muka cemberut karena baju pemberiannya belum dikenakan oleh lelaki itu.
"Eh, maaf Imel tadi saya kira baju itu bukan untuk Aa. Jadi Aa cari baju milik sendiri gak ketemu-ketemu hehe..."ucap Revan sambil cengar cengir tak berdosa.
"Ya sudah Aa masuk kamar lagi pakai baju dan celana pendek yang Imel sudah siapkan dan itu semua baru. Imel sengaja beli buat Aa" ucap Imel malu-malu.
"Makasih Imel cantik tahu saja ukuran Aa, jangan-jangan suka intip ya?" ucap Revan menggoda.
"Ah Aa, intip apaan sih. Bentuk dan ukurannya secara valid saja Imel belum tahu karena belum Imel ukur wleekkkk" ucap Imel seraya tertawa sambil menjulurkan lidah ke Revan guna mengejek lelaki itu.
Keduanya larut tertawa bahagia bersama namun keduanya tak menyadari apa yang mereka berdua lakukan sudah melewati batas sebuah pertemanan. Terutama berteman dengan lawan jenis dan keduanya sudah memiliki kehidupan rumah tangga masing-masing yang harus dijaga bukannya mengundang tamu lain masuk dalam kehidupan mereka yang bisa membuat karang itu terkikis dan tertiup angin membawanya pergi entah kemana.
Selepas makan malam keduanya duduk ruang keluarga sambil menonton bola piala dunia karena Revan hobi dengan dunia sepak bola. Imel datang membawa nampan berisi cemilan dan kopi hitam tanpa gula kesukaan Revan. Tentunya dari seringnya curhat malam yang terjadi diantara mereka sebelum tidur sehingga keduanya tahu selera masing-masing.
Saat ini mereka berdua tengah menyaksikan siaran sepak bola piala dunia 2022 antara Portugal vs Maroko. Dan saat tim Maroko menyerang pertahanan gawang Portugal dan berhasil membuat gol serangan dadakan mereka sehingga membuat keunggulan 1-0 atas kemenangan Maroko yang dijuluki si kuda hitam selama ajang Piala Dunia 2022 berlangsung. Hal itu membuat Revan bersedih dan terkejut karena tim unggulannya kebobolan. Revan adalah salah satu fans berat Portugal dalam ajang sepak bola dunia bergengsi tersebut.
"Yahh...kebobolan" ucap Revan mendadak lesu.
"Apanya yang kebobolan Aa?" tanya Imel polos sambil menatap Revan yang tengah duduk disampingnya. Imel memang tak paham akan dunia sepak bola karena tidak seberapa suka dengan olahraga.
Melihat Revan lesu akhirnya Imel mengelus pundak Revan sembari memijit pelan. Bak bensin menyambar api maka seketika hal itu membangkitkan h@srat lelaki brondong di sebelahnya ini. Revan langsung mengangkat kepala dan menoleh ke arah Imel sungguh ia terpesona dengan bibir merah delima yang sebelumnya memang diberi polesan lipgloss oleh Imel.
"Kenap...hmphh..eumm" ucapan Imel terputus kala Revan yang tak tahan langsung meraup bibir istri bosnya itu.
Pertautan bibir keduanya terus berlangsung di sofa sembari Revan menekan tengkuk Imel agar pagutannya lebih dalam sehingga Imel pun tak bisa berkutik justru ia kini merasakan desir yang tak biasa di hatinya walau itu adalah sebuah desir terlarang yang tak seharusnya tumbuh di kalbunya.
Hujan di luar seolah membuat suasana makin kian mendukung karena hawa dingin menyeruak dan malam ini sesuatu hal melewati batas akhirnya terjadi dan dinding pembatas itu pun roboh seketika saat keduanya menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Entah apa yang terjadi esok ketika mereka bangun. Apa bahagia atau menyesal hanya hati mereka yang tahu?
🍁🍁🍁
"Kepercayaan dan Kesetiaan itu mahal harganya tak bisa dinilai oleh lembaran rupiah maupun harta berlimpah sebagai jaminan"
1. cepat karna ada yang dikejar (kejar jodoh meski untuk keduakalinya takup kena salip)
2. cepat karna udah kebelet service jangan sampai turun mesin
😅😅😅😅
sesama yang disakiti mau mencoba bersatu (kasian deh loh para mantan)
cerita nya juga menarik, singkat, dan padat... gak bertele-tele.. seneng bacanya 👍👍👍👍🤗🤗🤗
banyak hikmah dan pembelajaran yg bisa dipetik 👍👍👍👍🤗