namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kupu kupu di hati Mahendra
sebenarnya manusia itu terlahir dalam keadaan suci tanpa dosa, dosa terbuat ketika usia bertambah dan hati yang menyerap suatu energi negatif , yang positif akan menghasilkan kebajikan, positif dan negatif itu di peroleh dari pola asuh dan lingkungan, sebuah kesombongan di peroleh dari ketika usia muda manusia tersebut menyerap hal hal yang di tanamkan lingkungannya dan point paling penting adalah keluarga ,antara sombong dan bodoh itu hanya beda tipis.
Seperti halnya si wanita menor yang sok cantik ketika Kiara menyebutnya dengan panggilan nenek wanita tersebut tambah makin murka.
"Nenek? Kapan aku menikah dengan kakekmu, secantik ini di panggil nenek, kalau aku nenek kamu buyut". Teriak wanita bernama Yulia itu yang nampaknya akan menjadi korban buaya darat si Anton.
"idih, cantik apaan! Norak banget". ledek Kia sambil mencibir.
"awas ya kamu ku laporkan pada adik laki laki ku yang jadi manager di gedung ini biar orang kurang ajar seperti kalian di black list dari tempat ini, kalau perlu aku akan suruh adikku yang koneksinya luas agar melarang kalian orang² miskin yang sok kaya ini belanja di tempat ini". Sombong sekali si Yulia menor.
Kiara cuma tersenyum dan.
"coba aja kalau bisa". Ucap Kiara sambil memeluk Checil yang sepertinya ketakutan, niat jalan jalan malah ketemu monster.
Sementara di tempat lain Mahendra yang sudah jengah meninggalkan begitu saja si Anton yang masih saja ngomel sambil mencaci makinya, tetapi ketika harga diri nya di lukai dengan ucapan Anton yang menyuruh Hendra kembali pada mantan istrinya yang sudah dia peras dan buang, otak Hendra meradang dengan muka merah padam sebuah tonjokan kembali mendarat di hidung Anton dan membuat lelaki itu langsung mimisan dengan keluarnya banyak darah dari hidungnya.
Si Yulia menor mendekati partner ranjangnya dan marah bukan kepalang sambil menunggu adiknya yang seorang manager di mall tersebut datang.
"Jangan belagu kamu Hendra, tak akan ada wanita yang mau kamu nikahi , lelaki pecundang miskin sepertimu mana ada yang mau, sana kembali pada mantan istrimu, itupun kalau dia mau, ha ha ha selama ini kamu selalu mendapatkan sisa dariku". Teriaknya menyombongkan diri.
Kebetulan tempat ini adalah tempat elite yang hanya para turis dan orang kaya yang tak mau tahu menahu urusan orang, kala terjadi empat orang terlibat cekcok, tak seorangpun yang berkerumun, tidak seperti ketika orang kelas bawah adu mulut, pasti banyak yang kepo berkerumun ingin tahu sambil membawa handphone bikin vidio dan di viral kan di upload sosmed nya, sungguh jaman yang penuh fitnah.
"siapa yang mau kembali ke mantannya, aku adalah calon istrinya". Ucap seseorang sambil bergelayut di lengan Mahendra, Mahendra menoleh kikuk hatinya bergetar seperti ada kupu kupu berterbangan di suatu taman bunga, dia lalu tersenyum pasti ini hanyalah suatu hal untuk menyelamatkan situasi saat ini.
Anton ternganga, melihat kecantikan wanita di depannya yang sedang tersenyum manis sambil menatap wajah Mahendra, Karina memberi isyarat dengan kedipan matanya lalu Hendra pun mengangguk faham.
Si Yulia menor yang melihat kekasihnya terpana pada pesona wanita lain jadi meradang pula, sementara si Kia dan Checilia sudah menjauh ketempat lain karena Kia tak mau anak kecil menyaksikan keributan orang dewasa tersebut, pastilah banyak ucapan ucapan yang belum patut di dengar oleh anak sekecil itu
Si Yulia langsung menggandeng lengan Anton seakan akan dia mengklaim bahwa lelaki itu miliknya saat ini, Hendra melirik jengah dan Anton kikuk dan risih.
"klop sekali, sungguh pasangan yang sangat serasi". ejek Hendra, kemudian dari jauh terlihat seorang lelaki berpakaian rapi petentang petenteng dengan dua anak buah mengikutinya.
"siapa yang telah mengganggu kakak ku". Teriak lelaki itu sambil tolak pinggang".
" Diki, akhirnya kamu datang juga, dia yang telah menghina ku". Ucap Yulia manja di lebay lebay kan sambil menunjuk Kiara yang sedang duduk sebuah sofa, laki-laki bernama Diki itu mendekat dan melotot sambi tangannya hendak menampar Kiara tanpa tanya masalah yang sebenarnya.
" Sekali kamu menyentuh kulit adikku maka tak kan kubiarkan kamu hidup ". ucap lembut Karina tetapi bagaikan petir di siang bolong bagi Diki.
"Bu Karina, maafkan saya , benarkah ini saudari ibu, cantik sekali". dengan gemetar dan gugup Diki yang berbadan gemoy dengan perut buncitnya itu malah berusaha mengelus punggung Kiara, Kiara muak dan mundur kebelakang menghindari laki-laki tersebut.
" jangan biarkan dia masuk di mall ini Diki, kalau perlu suruh teman seprofesi mu untuk melarang mereka masuk , dia telah menghina dan menyakiti aku". Yulia playing victim, tersangka akting jadi korban.
"Hmmm sana Diki, larang kami masuk ke mall ini memang kamu berani?' tantang Karina.
" Emang kamu siapa kok adikku sampai tak berani melarang mu?" pertanyaan konyol dari Yulia sungguh memalukan dirinya sendiri.
" Maaf Bu Karin, maafkan kakak saya". Suara sang manager terbata bata.
" Siapa dia Dik,i sampai kamu tunduk kepadanya?" tanya Yulia penuh selidik.
" Kak, dia yang punya mall ini, bukan ini saja dia putri dari keluarga Pambudi dan pemilik serta pewaris satu satunya dari group Pambudi, bukan mall ini saja dia masih punya hotel rumah sakit dan otomotif ". Diki menjelaskan siapa Karina Maharani Pambudi.
Anton dan Yuli melongo dan melotot tak percayalah, sungguh konyol si Yulia masa iya si pemiliknya mau di usir?.
"kamu sudah tahu, dan juga Kam lu yang tadi menghina tunanganku, kamu sekarang tahu kan bahwa mas Hendra bukan orang miskin seperti yang kamu tuduhkan, kamu juga tidak tahu usaha mas Hendra saat ini sudah maju dan makin berkembang?" Karina menjelaskan semuanya dan membuat Anton makin sakit hati, dia kalah sejauh jauh nya, yang di peras hanyalah wanita yang punya uang ecek ecek tapi Mahendra? dia tidak pernah dan tidak akan pernah memeras wanita karena bagi Mahendra lelaki yang punya harga diri itu yang mampu melindungi dan menghidupi seorang wanita bukan lelaki yang pelit bermodalkan t*t*t doang demi mendapatkan harta dengan mudah tanpa usaha, sungguh lelaki macam Anton ini perlu di eliminasi, tetapi heran nya kenapa masih saja banyak wanita yang kesengsem dengan pesona buayanya.
"Diki, mulai saat ini kamu di pecat karena ada laporan juga kamu menilep uang kantor, jika mau protes silahkan protes ke pak Arman ". Ucap tegas Karina membuat Diki makin terkejut, dikira selama ini apa yang dia lakukan tak di pantau oleh atasannya.
" sekarang kalian berdua juga silakan keluar sebelum aku memanggil sekuriti untuk menyeret kalian". Karina dengan tegas pula menyuruh kedua pecundang itu untuk pergi.
Setelah keduanya pergi mereka kembali melanjutkan jalan jalannya, dengan beribu pertanyaan di hati Mahendra, sungguh kah om Jonathan sekeluarga sekaya ini?" dikiranya.
"maaf Hendra maafkan aku tadi ya, karena terlalu impulsif untuk melindungi mas Hendra ".
"nggak apa apa mbak Karin, justru aku yang berterimakasih aku berjanji akan cerita pada Mbak siapa lelaki bernama Anton itu, kapan kapan".
Diki keluar kantor penuh penyesalan, jika tadi tidak terbujuk rayuan kakaknya pasti dia tak akan menyinggung perasaan keluarga Bu Karina, dan setidaknya dia masih bisa bekerja sebagai manager di tempat ini.
****