Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
"Sama gimana bunda?"ucapan Danyal yang Menatap putrinya.
"Nenek kami itu berbeda tahu"ucapan Lexia yang manyun-manyun gitu.
"Bedanya apa sayang"ucapan Bunda Rania yang senyum ke sang cucu.
"Lexia anak perempuan sedangkan daddy kan pria"ucapan Lexia yang sambil berpikir dan melihat sang Daddy nya.
"Apa hubungannya Lexia sayang?"tanya Danyal kepada putri kecilnya
"Ada daddy"ucapan Lexia yang selalu benar.
"Sepertinya daddy selalu salah di mata Xia"ucapan Danyal yang berpura-pura sedih.
Semua orang yang berada dikamar milik Danyal pun tertawa karena pertengkaran keluarga melvin, "Sudah-sudah bunda, lexia dan danyal kalian bertiga tidak malu disini masih ada tamu"ucapan Ayah Ryan yang sedikit senyum ke tamu-tamunya.
"Eh ya lupa kalau masih ada tamu"gumam Bunda Rania yang menghampiri sang suami dan memeluk suaminya.
"Bunda kamu kenapa?"ucapan Danyal yang bingung melihat bundanya.
"Tidak apa-apa"ucapan Bunda Rania yang langsung pergi ke ruang keluarga kembali.
"Gendong calon istri kamu danyal"ucapan Ayah Ryan yang mengikuti istri.
"APA!"ucapan Danyal yang teriak lalu menatap Shisil.
Semua keluarga Alexander pun ikut pergi ke ruang keluarga, Tapi kecuali Shisil dan Danyal di kamarnya, "Tuan cuma kita berdua yang berada di sini"ucapan Shisil yang wajah sudah memerah.
"Memang kenapa?, sebentar lagi kau akan jadi istri aku"ucapan Danyal yang sedikit menggoda Shisil.
"Sebaiknya aku keluar kamar kamu saja" ucapan Shisil yang malu pun keluar.
"Imut sekali calon istri baru aku ini, ketika dia lagi malu begitu"ucapan Danyal yang ketawa melihat tingkah laku calon istrinya.
"Daddy, aku sama om Revan menyusul nenek dan kakek ya"ucapan Lexia yang masih digendong Revan.
"Danyal dan putri kecilmu aku bawa dulu"ucapan Revan yang buru-buru keluar.
"Lah malah keluar semua"ucapan Shisil yang duduk di ranjang dan menatap Danyal.
Danyal pun mengendong Shisil yang jalan masih terhuyung-huyung lemas.
"Kita ikut keluar yuk, mau di gendong apa jalan sendiri"ucapan Danyal yang menatap balik kepada Shisil.
"Jalan sendiri saja"ucapan Shisil yang tersenyum canggung.
"Oke deh, saya apa saja"ucapan Danyal Yang pegang tangannya Shisil.
Danyal yang memapah shisil ke ruang keluarga, "Ekhem, ada pengantin baru datang"Ucapan Revan yang menyindir Danyal.
"Apaan sih Revan, makanya nikah dong"ucapan Danyal yang balik menyindir Revan.
"Tidak danyal aku keselek rumahnya nenek gayung"ucapan Revan yang masih gendong Lexia
"Om Evan kenapa bawa oma gayung sih, kan serem om"ucapan Lexia yang masih polos.
"Hadeh anak aku masih polos tidak tertolong"didalam hati Danyal yang menatap anaknya.
"Calon anakku kok lucu pingin aku gigit kepolosannya"gumam Shisil yang menahan tawa.
"Ternyata kau cocok jadi ibu barunya Xia putriku"ucapan Danyal yang menatap calon istri.
"Woy disini ada jomblo suka iri, jangan bermesraan disini"ucapan Revan yang menunjuk Miranda sudah marah.
Miranda yang melihat tatapan Revan pun berteriak didepan para orang tua, "Hay siapa yang jomblo iri"ucapan Miranda yang marah lalu menatap balik Revan.
"Wah hebat banget kau, memang kau punya pasangan apa?"ucapan Miranda Yang balik nunjuk Revan.
"Aku sudah punya calon istri"ucapan Revan sambil mengejek Miranda.
"APA!kau bilang aku ini jomblo maksudmu"ucapan Miranda yang langsung dan berjalan ke arah Revan.
"Ya memang kau itu sudah tidak perawan nona Miranda"ucapan Revan yang mengejek Miranda.
"Apa!,kok bisa tahu"didalam hati miranda yang terkejut dengan ucapan revan.
Tuan Alexander pun terkejut dengan ucapan Revan, "MIRANDA KATAKAN YANG BENAR" ucapan Papi Marcello yang sudah marah.
"Papi jangan marah-marah lagi "ucapan Mami Clara yang menenangkan suaminya.
"Tuan Marcello Alexander bicara ini dengan putri kedua kamu nanti saja"ucapan Danyal yang begitu tegas sambil menatap tajam Miranda
"Benar juga, kita lanjut saja obralan ini nyonya Clara"ucapan Bunda Rania yang langsung memapah calon menantunya.
"Ya benar ini kan di mansion orang bukan saat aku marah-marah"ucapan Papi Marcello yang menatap putri kandungnya.