Bukan CEO, Bukan Mafia, Bukan juga kisah pria kaya raya yang menikahi gadis biasa.
Hanya menceritakan tentang kisah cinta orang biasa, Yang tidak jarang kita temui di kehidupan sehari-hari sekitar kita.
Shanti tidak pernah berpikir untuk membagi cintanya kepada lelaki lain selain suaminya (Farhan), Terlebih kepada adik iparnya sendiri (Farzan). Namun peristiwa semalam yang terjadi di antara Shanti dan Farzan membuat perasaan keduanya berubah.
Akankah Shanti mempertahankan rumah tangga yang telah ia bina hampir sepuluh tahun?
Atau justru Shanti memilih adik iparnya yang selalu ada untuk dirinya?
Terus ikuti Novel ini untuk membaca cerita selengkapnya 🤗
Follow IG @_itsmenoor
Add FB I'tsmenoor
Terimakasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tegang
Farhan yang berhasil membujuk Ajeng dengan dalih mengurus persiapan bulan madu dan akan menginap di rumah saudaranya untuk menagih uang yang di pinjam, Membuat Farhan bisa pulang ke kampung halamannya tanpa Ajeng mengetahuinya.
Dan tanpa rasa curiga Ajeng pun begitu tak sabar menantikan kembali kepulangan suaminya hingga ia mulai mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Namun alangkah paniknya ia ketika mendapati perhiasannya tak ada di dalam kotaknya.
"Kemana perhiasan ku," ucap Ajeng sembari mengacak-acak seluruh lemari pakaiannya.
Tidak menemukan dimanapun, Ajeng mengingat-ingat saat Farhan pernah bertanya tentang nilai jual perhiasan yang ia beli sebelum menikah dengan Farhan.
"Apa Bang Farhan yang mengambilnya." Ajeng segera mencari ponselnya dan berusaha menghubungi Farhan. Namun ponsel Farhan tidak aktif sehingga Ajeng semakin curiga jika perhiasan miliknya di ambil oleh Farhan.
"Apa jangan-jangan Bang Farhan mengambil perhiasan ku? Tapi untuk apa?" batin Ajeng yang masih mencoba menepis keraguan di hatinya.
•••
Sementara Farhan di kampung halamannya tengah menikmati teh hangat yang Shanti buatkan untuk nya. Setelah menyeruput teh tersebut Farhan menatap Shanti dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Istri yang sudah lebih dari satu tahun ini tidak ia lihat, Kini nampak terlihat semakin cantik dan seksi di matanya.
Shanti begitu kaget saat tiba-tiba Farhan memegang tangannya.
Rasanya begitu aneh saat tangan yang sudah lama tidak menjamahnya, Kini kembali menyentuhnya.
"Mas rindu Dek..." ucap Farhan yang semakin mendekat.
Shanti semakin merasa tidak nyaman. Hati kecilnya merasa tidak mau menerima sentuhan dari Farhan yang masih sah menjadi suaminya itu.
"Mas bau kendaraan, Pergilah mandi dulu," ucap Shanti mencoba mengulur waktu.
"Nanti saja sekalian," ucap Farhan yang langsung menci'umi wajah Shanti.
Shanti terus memalingkan wajahnya ke sana kemari menghindari cumb'uan itu, Rasa cinta yang tidak ada serta bau badan yang tercium di hidung membuat Shanti benar-benar merasa tidak nyaman.
Farhan yang membuat Shanti berbaring langsung di dorong kembali oleh Shanti.
"Aku gak mau Mas!" tegas Shanti yang kembali duduk.
"Sebentar saja Dek."
Belum sempat Shanti menjawabnya mereka di buat kaget oleh Fakhri yang terbangun dari tidurnya.
"Mama..."
Farhan dan Shanti menoleh ke arah Fakhri yang memang tidur di sebelahnya.
"Bapak?"
"Hey..." Farhan mendekati putranya dan memeluknya.
"Bapak pulang kapan?"
Melihat Farhan dan Fakhri saling bertanya kabar satu sama lain, Membuat Shanti lega dan segera meninggalkan kamar.
Hatinya menjadi semakin resah ketika ia akan kembali memperbaiki hubungannya dengan Farzan setelah cukup lama mendiamkannya. Justru suaminya pulang tanpa ia duga sebelumnya.
"Mbak Shanti... Tok... Tok..."
Suara Farzan dari luar pintu mengagetkan Shanti.
Ia bergegas membukakan pintu untuknya. Nampak Farzan yang tersenyum sumringah dengan pakaian yang sudah rapi.
"Fakhri sudah siap belum Mbak?"
"E... Fakhri..."
"Ada apa Mbak?"
Belum sempat Shanti menjawabnya, Farzan di kejutkan oleh Fakhri yang berlari dari kamar dan di kejar oleh Farhan Ayahnya.
"Mas Farhan." lirih Farzan yang suaranya tak dapat di dengar oleh siapapun.
Farzan menatap Shanti yang terlihat menunduk. Kemudian melihat Kakaknya yang tertawa ceria bersama anak semata wayangnya.
Setelah menyadari kedatangan Farzan, Farhan berhenti mengejar Fakhri dan mendekati adiknya itu.
"Hey Farzan."
"Mas..." Farzan memaksakan senyumnya ketika Farhan semakin dekat dan memeluknya.
"Bagaimana kabar mu? Masih pagi banget udah apelin kakak ipar aja."
Celetukan Farhan membuat Farzan dan Shanti tegang dan memandang satu sama lain.
"E-a-aku..."
"Kenapa kamu jadi gugup, Aku hanya bercanda," ucap Farhan tertawa.
Farzan kembali memaksakan senyumnya, Hatinya benar-benar merasa khawatir jika Kakaknya itu mengetahui apa yang pernah ia lakukan dengan Shanti istrinya.
Bersambung...
📌 Terimakasih buat yang sudah favorit, Terutama yang sudah like komen dan memberikan hadiah. Terimakasih semangatnya, Meskipun view masih rendah, Author akan tetap lanjut untuk kalian yang sudah memberikan semangat 😘❤️
*seorang istri yang berkoar2 merasa tersakiti dan melaknat perbuatan suaminya tapi dia sendiri melakukan perbuatan menjijikan itu
ini ibarat memandang jijik pada kotoran tapi dia sendiri yang memakannya