Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Keesokan harinya
"Mbak ayo makan bakso di warung, enak lo," ajak Cyra sambil menarik tangan Gina.
Gina melihat Cyra yang sudah kembali seperti dulu.
"Iya ayo," kata Gina
Mereka berjalan menuju warung bakso yang memang gak jauh dari rumah Aki.
Cyra langsung memesan 2 mangkuk bakso dan 2 gelas minum segera setelah sampai di warung.
Mereka langsung duduk.
"Oh ya Cyra kata Bunda, Cyra menolak lamaran Bang Rendy, alasannya kenapa?" tanya Gina dengan hati-hati.
"Mbak kita jangan bahas hal lain di sini ya," ucap Cyra dengan wajahnya yang mulai berubah.
"Ah iya, maaf ya," kata Gina
Bakso mereka pun sudah jadi, Cyra tersenyum saat mengucapkan terima kasih pada pemilik warung.
"Ayo mbak cepat dimakan nanti sudah dingin gak enak," kata Cyra
Gina tersenyum lalu mulai memakannya.
Cyra juga ikut tersenyum.
Beberapa hari ini Cyra ingin melupakan semuanya batin Cyra
*
Di tempat lain, di halaman rumah.
"Kak semasa Mama dan Papa hidup, mereka gak pernah mengajari kita hal keji seperti ini," ucap Dinda perempuan lumpuh yang duduk di kursi roda.
Air mata Dinda terus mengalir.
"Kalau karna Dinda, Kakak berubah jadi ******** seperti ini lebih baik waktu itu Dinda mati aja," ucap Dinda dengan tangisan bergetar.
"Apa Anton yang memberitahumu?" tanya Geral kakaknya Dinda.
"Gak peduli siapa yang ngasih tau Dinda, yang penting sekarang Dinda mau kakak berhenti jadi pengecut, kakak harus tanggung jawab, pasti gadis itu sangat menderita," ucap Dinda emosi
"Orang yang paling menderita adalah kamu," ucap kakaknya
"Kak berhenti menyalahkan orang lain, ini salah Dinda sendiri gak ada kaitannya sama orang lain," ucap Dinda masih dengan suara keras.
Geral nyengir dan langsung pergi dengan kesal.
"Mana kakak yang Dinda kenal dulu," teriak Dinda
Geral berhenti mendengarnya.
"Kakak gak pernah menyakiti hati siapapun, kakak gak pernah jahat pada siapapun, mana kakak kebanggaan Dinda?" tanya Dinda masih dengan air mata yang menetes.
"Sudah mati," ucap Geral lalu berjalan pergi.
Dinda menangis tersedu-sedu sambil memukul kakinya terus-terusan.
Tanpa disadarinya Geral masih melihatnya dari balik tembok.
Pembantunya Ina berlari ke arah Dinda menghentikan tangan Dinda.
"Ina karna kaki ini kak Geral berubah, Dinda gak mau kakak jadi seperti itu," ucap Dinda masih dengan tangisannya.
"Mbak Dinda jangan menyalahkan diri seperti ini, Mas Geral sayang sama Mbak Dinda makanya mau melakukan apapun untuk mbak Dinda," kata Ina menenangkan.
"Ina, saya seperti ini bukan salahnya Alwi, dia juga gak tau apa-apa tentang ini, setelah dia menolak saya, saya berlari di jalan hingga tertabrak mobil tapi Alwi gak lihat," Dinda menceritakannya pada Ina.
Ina hanya diam mendengarnya.
"Ina bawa saya ke kamar ya," ucap Dinda
Ina mengangguk lalu mendorong kursi roda Dinda masuk ke dalam rumah.
*
Di dalam mobil, Geral memukul stir mobilnya.
Dia menyebabkan kamu lumpuh, dulu kamu gadis yang ceria sama seperti adiknya, kakak gak rela adiknya hidup bahagia sedangkan kamu menderita Dinda batin Geral
Geral langsung melaju ke kantornya yang agak sedikit jauh.
*
Beberapa hari berlalu, Alwi, Gina dan Cyra sudah kembali, saat Cyra berjalan duluan di bandara.
Cyra melihat Geral jauh di depannya, Geral yang sedang sibuk dengan ponselnya tidak melihat ke arah Cyra, tapi saat Cyra mulai terisak dan berjalan mundur, Geral langsung menatap ke depan dan melihat Cyra yang mulai ketakutan.
Saat Geral ingin mendekatinya, Alwi dan Gina berlari ke arah Cyra yang langsung pingsan.
Geral buru-buru pergi tapi setelah agak jauh, Ia kembali melihat ke arah Cyra yang lagi diangkat Alwi.
Gina membawa ranselnya Cyra dan menarik koper.
Alwi buru-buru membawa Cyra keluar dari bandara.
Mereka langsung masuk ke taxi yang berhenti.
"Pak ke rumah sakit terdekat," ucap Alwi
*
Saat di rumah sakit, Hana dan Arka buru-buru mencari ruangan Cyra dirawat.
Hana melihat Alwi keluar dari ruangan, Hana langsung mendekati putranya itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Hana
"Kata Dokter Cyra cuma kecapean," kata Alwi
"Apa gak ada yang lainnya?" tanya Arka
"Gak Yah, sekarang Cyra juga sudah sadar, dia lagi sama Gina di dalam," ucap Alwi
Hana langsung membuka pintu ruangan itu dan mendekati Cyra.
"Apa yang sakit?" tanya Hana sambil memeluk Cyra
"Gak kok Bun, Cyra hanya capek, sekarang kita pulang saja, Cyra mau istirahat di rumah," kata Cyra
"Kan masih lemah," ucap Gina
Cyra langsung turun dari ranjang pasien.
"Gak kok, ayo pulang," ajak Cyra yang masih lemah
Hana dan Gina memegangnya saat berjalan keluar.
Alwi dan Arka kaget karna Cyra sudah akan pulang.
"Cyra mau istirahat di rumah," ucap Hana
"Ya sudah Ayah bayar dulu, kalian ke depan saja, ini kuncinya," kata Arka yang langsung berjalan pergi
Alwi langsung mengangkat Cyra karna jalan Cyra gak benar.
Cyra tersenyum, "Terima kasih Bang,"
Mereka berjalan keluar menuju mobil Arka.
Arka yang sudah membayar biayanya langsung menyusul masuk ke mobil.
Mereka melaju pulang ke rumah.
Sesampainya di depan rumah, Alwi kembali mengangkat Cyra masuk.
"Langsung istirahat di kamar ya," ucap Alwi
Cyra mengangguk.
Alwi menurunkan Cyra di tempat tidur.
"Terima kasih Bang Alwi sayang," ucap Cyra
"Sama-sama dedek kecil," ucap Alwi yang sontak membuat senyum Cyra merekah.
"Bang Alwi keluar dulu, istirahat ya," ucap Alwi
Cyra mengangguk.
"Gitu dong senyum," ucap Alwi
Cyra kembali tersenyum, Alwi langsung berjalan keluar, di depan kamar keluarga Cyra juga terlihat bahagia melihat senyum Cyra.
Alwi langsung menutup pintu kamar Cyra.
Seketika itu juga senyum Cyra berubah jadi kesedihan.
Cyra langsung berbaring dan menangis sambil menutup mulutnya.
Ia menangis tersedu-sedu saat mengingat wajah Geral.
*
Beberapa hari berlalu, sore hari Geral sedang menggambar desain bangunan, saat Ia ingat wajah Cyra yang selalu ketakutan, Ia langsung mencoret-coret gambarnya lalu bangkit dari duduknya.
Geral berjalan keluar kantor lalu masuk ke mobil dan melaju.
Di tengah jalan Geral memegang kening lalu menyibak rambutnya ke atas karna pusing.
Yang ada di pikirinnya hanya saat Dinda kecewa padanya.
Geral melaju dan langsung berhenti di depan rumah Cyra.
Bu Hera sedang menyapu di depan dan melihat Geral.
Bu Hera langsung membuka pagar.
"Cari siapa ya?" tanya Bu Hera
"Cari gadis muda," ucap Geral karna tidak tau nama Cyra.
"Oh Non Cyra maksudnya, ayo masuk," ajak Bu Hera
Geral langsung berjalan mengikuti Bu Hera masuk ke dalam rumah.
Bu Hera mempersilakan Geral duduk.
"Saya panggil Non Cyra dulu, tunggu ya," ucap Bu Hera
Geral mengangguk.
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍