Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My First rst Friend riend
Saat ini Billby sedang berada di atas ranjang king size-nya yang terbalut sprei berwarna pink. Ia baru saja selesai mandi, bahkan rambutnya masih terbungkus handuk yang juga berwarna pink.
Di depannya sudah berjejer banyak sekali barang bawaan yang pasti harganya sangat mahal, lengkap dengan cokelat-cokelat impor berbagai macam jenis.
Ia membuka semuanya satu per satu dengan penuh semangat. Butuh waktu yang cukup lama hingga akhirnya acara per-unboxing-an itu selesai juga.
Billby langsung berlari ke balkon kamarnya, lalu berteriak kencang, "NENEK BILLBY TERCINTAAAA... MAKASIH OLEH-OLEHNYA! BILLBY SAYANG NENEK!"
Entah neneknya mendengar teriakan itu atau tidak, Billby tidak peduli. Ia hanya ingin meluapkan kegembiraannya.
"Berisik, anak orang."
Itu suara Jack.
"Eh, Om..." Billby memegang dadanya, terkejut saat menyadari Jack ternyata juga sedang berada di balkon. Bukan balkon kamarnya, melainkan balkon kamar Jack sendiri yang posisinya bersebelahan.
"Bukannya tadi kamu sendiri yang nyuruh Nenek istirahat, ya? Kenapa sekarang malah kamunya yang teriak-teriak?" sindir Jack.
Billby hanya menyengir kuda. "Khekhekhekhe..." tawa yang sengaja dibuat-buat. "Billby masuk dulu, ya. Babay!" Ia melambaikan tangan sekilas lalu segera berlari masuk ke dalam kamar.
Tiba-tiba, ia teringat kalau Vahan sempat memberinya sebuah paper bag tadi pagi. Ia harus meng-unboxing hadiah itu sekarang juga. Dengan terburu-buru, ia mengambil barang yang dimaksud.
Setelah mendapatkannya, Billby kembali naik ke atas ranjang dengan lompatan kecil. Ada lipatan surat berukuran kecil di luar kotak. Tulisan tangan Vahan yang agak berantakan tertera di sana:
Gue bingung banget mau ngasih lo apa. Udah keliling banyak toko gak nemu yang cocok. Akhirnya gue asal beli aja. Barang itu... gue rasa lucu, jadi gue pilih itu.
Billby menggumam penasaran. "Apa isinya, ya?"
Ia sudah tidak sabar untuk melihat bentuknya. Tanpa membuang waktu lagi, Billby segera menguliti setiap lapisan yang melindungi inti barang—mulai dari plastik pelindung, kardus tipis, hingga lapisan terakhir berupa bubble wrap tipis.
Hingga akhirnya, barang tersebut tampak jelas tanpa penutup apa pun di tangannya.
Sebuah jam weker roda digital berwarna pink kombinasi putih.
Eh, tunggu... pink? Apa Vahan tahu warna favorit aku? Ah, udahlah, gak usah ke-PD-an, batin Billby menepis pikirannya.
Masalahnya sekarang adalah Billby tahu betul cara kerja jam yang ada di tangannya ini. Ini adalah jam weker yang cukup unik. Sangat cocok digunakan untuk orang yang susah dibangunkan karena jam ini tidak hanya berbunyi, tetapi lebih ke... memaksa pemiliknya untuk bangun.
Jack sebenarnya sempat berniat membelikannya jam model ini karena Billby terkenal sangat susah dibangunkan. Ya, bagaimana lagi? Billby biasanya baru bisa tidur di bawah jam tiga pagi. Jack sering kali kesal karena keponakannya itu kerap membuatnya terlambat pergi mengajar akibat jam tidur yang terbalik.
Entah dia mengalami insomnia atau gangguan tidur lainnya, yang jelas Billby memang memiliki masalah tidur. Saat malam hari ketika ia tidak bisa memejamkan mata, ia akan memanfaatkannya untuk belajar sampai pagi. Begitu matahari terbit, rasa kantuk akibat begadang semalaman langsung menyerangnya dengan hebat, membuat gadis itu tertidur pulas di sekolah.
Karena satu dan lain hal, Jack wajib membawa Billby bersamanya ke sekolah setiap pagi. Alhasil, setiap subuh Jack harus bersusah payah bolak-balik ke kamar Billby hanya untuk membangunkannya. Saat melihat jam weker yang semodel dengan yang dipegang Billby saat ini di internet, Jack langsung tergugah untuk membelinya.
Jam ini bisa berlari ke sana kemari dengan gerakan acak yang sulit ditebak, disertai efek suara robot R2-D2 di film Star Wars yang mampu menciptakan suasana tegang. Jam ini akan memaksa pemiliknya untuk bangun dan mengejar fisiknya yang sibuk berlarian ke mana-mana demi mematikan suaranya yang bising.
"Lucu juga," komentar Billby sambil mengamati detail barang tersebut.
Padahal, dulu saat Jack berniat membelikannya jam seperti itu, Billby langsung marah-marah dan menolak dengan keras. Tapi entah kenapa, saat benda itu bersumber dari Vahan, ia justru merasa senang. Ada kehangatan asing yang sulit untuk dijelaskan merayap di hatinya.
"Gini ya rasanya dikasih barang sama temen," gumam Billby sambil tersenyum tipis. "Gue gak pernah punya temen sebelumnya. Ini pertama kalinya gue dikasih sesuatu sama orang lain."
"Kamu... temen pertama gue."
*Eh? Emang mereka beneran udah temenan?*
Billby tiba-tiba tertawa sendiri saat teringat ucapannya pada Vahan tadi pagi. “Kenapa? Baru sekali gue ajak ngomong, langsung sok akrab?”
"Kenapa sekarang malah jadi aku yang sok akrab?" gumamnya lagi, menertawakan diri sendiri.
Sejujurnya, Billby ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada cowok itu dengan cara berteriak kencang dari balkon seperti yang dilakukannya pada sang nenek tadi. Namun, ia tidak bisa membayangkan bagaimana respons jengkel Jack jika ia nekat melakukannya. Akhirnya, keinginan itu ia kubur dalam-dalam.
***
Pukul 16.30 WIB
Billby membuka aplikasi WhatsApp di ponselnya lalu mencari kontak sang mama. Ia mendadak rindu. Entah karena alasan apa, padahal mereka berdua jarang sekali mengobrol hangat. Bahkan jika ada percakapan online yang terjadi, dapat dipastikan Billby-lah yang selalu memulainya duluan.
Mamanya Billby^^
> Mama...
> Apa kabar?
> Mama lagi sibuk ya?
> Billby kangen.
> Mama kapan pulang?
> Nenek Anan baru pulang dari Inggris, bawa hadiah buat Mama.
'Anan' adalah panggilan khusus dari Billby untuk Nenek Angel. Panggilan itu diambil dari dua huruf awal nama sang nenek yang diulang dua kali. Tidak hanya untuk Angel, semua anggota keluarganya dipanggil dengan pola serupa—dua huruf awal yang diulang.
***
Malam harinya, seperti biasa Billby kembali berkutat dengan buku-buku pelajarannya setelah selesai makan malam. Ia mempelajari berbagai macam materi pelajaran tingkat lanjut yang ia inginkan.
Sambil belajar, sesekali matanya melirik ke arah ponsel, berharap ada notifikasi balasan dari Jiza. Biasanya, mamanya baru akan membalas pesan di atas jam sebelas malam.
Inilah salah satu alasan utama kenapa Billby sering tertidur terlalu pagi. Ia sengaja terjaga hanya demi menunggu balasan pesan dari mamanya. Bukan hanya itu, di usianya yang mulai beranjak dewasa, ia sering kali terjebak dalam lingkaran overthinking tentang kehidupan, terutama tentang hubungan rumit kedua orang tuanya.
Pikiran-pikiran berat itu biasanya selalu datang mengetuk kepalanya di malam hari. Untuk mengalihkannya, Billby memilih untuk belajar hingga tanpa sadar waktu sudah menjelang pagi. Lama-kelamaan, pola tidur Billby menjadi rusak dan berantakan. Ia akan didera kantuk hebat di pagi hari, dan malah mendadak produktif serta aktif di malam hari.
Sebenarnya Billby sudah berusaha keras untuk mengembalikan waktu tidurnya agar kembali normal. Namun, ternyata membenahi jam biologis yang sudah telanjur rusak bukan perkara mudah.
Pukul 23.59 WIB
Centang dua biru.
Billby seketika tersenyum senang. Terlihat di bawah nama kontak Jiza, statusnya sedang berubah menjadi 'mengetik...'.
Cklek!
Pintu kamarnya mendadak terbuka tanpa ketukan, menampilkan sosok Jack yang mengenakan kaus rumahan santai dan celana pendek.
"Tidur," perintah Jack singkat dan dingin, lalu langsung menutup kembali pintu kamar Billby.
Billby terdiam cukup lama, menatap pintu kamarnya yang sudah kembali rapat. Ia kemudian buru-buru menurunkan pandangannya ke layar ponsel. Belum ada pesan masuk, tetapi info 'mengetik...' yang tadi sempat memunculkan binar di matanya kini sudah lenyap. Tepat sebelum Jack menginterupsinya tadi.
Hmm, Om Jack ini emang biang sial kayaknya, gerutu Billby kesal.
Akhirnya Billby memutuskan untuk mengirimkan satu pesan lagi guna memancing balasan sang mama.
Mamanya Billby^^
> Mama lagi ngapain?
Centang satu. Wait, what?
Billby segera menutup aplikasi WhatsApp dan beralih membuka peramban Google. Ia mengetikkan sesuatu di sana secara acak, namun yang muncul justru peringatan:
Anda sedang offline.
Billby menggeram kesal setengah mati. Sialan! Jack benar-benar merusak momennya. Omnya itu sengaja mematikan jaringan Wi-Fi rumah.
Billby langsung berlari menuju balkon kamarnya, lalu menatap tajam ke arah kamar Jack yang jendelanya sudah tampak gelap gulita.
"OMMMMM... BILLBY LAGI CHAT MAMA! NYALAIN WI-FI-NYA SEBENTAR, OKEEEE?!" teriak Billby sekuat tenaga memecah keheningan malam.
Tidak ada balasan sama sekali dari kamar sebelah. Billby seketika menundukkan kepalanya dalam-dalam, dirundung rasa sedih dan kecewa. Namun, saat ia kembali mengangkat wajahnya, tiba-tiba saja sosok Jack sudah berdiri tegak di depannya.
Billby tersentak hingga terlonjak kaget. "Astaga... ini beneran Om?!" Ia refleks menatap ke arah kaki omnya untuk memastikan bahwa sosok di hadapannya saat ini adalah Jack yang asli, bukan hantu.
"Tidur sekarang. Atau... perlu Om matiin juga saklar listrik rumah kita?" perintah Jack mutlak, lengkap dengan ancaman dinginnya.
Sial! Billby paling benci jika Jack sudah masuk ke dalam mode tidak terbantahkan seperti ini. Mana mengancam ingin mematikan saklar rumah segala, itu artinya ia tidak bisa menyalakan AC kamarnya.
Billby terpaksa mengulas senyum manis yang dipaksakan. "Aku chat Mama dulu bentar aja, ya?" tawar Billby mencoba bernegosiasi.
"Besok Om anterin kamu ke apartemen Mama, kalau kamu nurut malam ini. Kalau gak..."
"Ya udah, iya! Billby bobo sekarang!" balas Billby lesu, memotong ancaman Jack.
Ia menutup pintu balkon kamarnya dengan cukup kasar. "Jack ta*k," umpat Billby pelan, tidak bisa lagi menahan kekesalannya.
Satu pertanyaan besar yang sejak dulu selalu berputar-putar di kepalanya: kenapa dari sekian banyak orang di dunia, ia harus dikaruniai seorang om yang teramat protektif dan meresahkan seperti Jack? Why? Whyyyyy?!
tp jangan lupa mimpir di karya ku juga
#Tanah_Luka_dan_Persahabatan.
good story