NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:139.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

"Kenapa Turun di sini, sepertinya tadi ini juga bukan arah pulang ke rumah mu?" Tanya Niana setelah turun dari motor Raksa dan tidak mendapat jawaban lagi dari nya. Raksa masih membuka helemnya lalu sedikit merapihkan rambutnya menyisirkan rambutnya kebelakan denan jari-jarinya.

"Kamu kalo di tanya jawab." Niana sedikit kesal melihat kelakuan pria di hadapannya.

"Kamu terlalu banyak bertanya, kalou kamu mau tau dari pada banyak bertanya ikut aku, matamu akan melihat jawabannya." Tutur Raksa lalu mendahuli langkahnya meninggalkan gadis yang sedang kesal pada nya itu.

Niana mengikuti langkah Raksa dari belakang terlihat satu persatu kotak kue dan roti, Raksa bagikan ke gelandangan, pengamen dan pengemis yang nampaknya tinggal di daerah sana.

"Aku bantu ya.." Niana mengambil beberapa kue dan roti dari Raksa dan ikun membagikannya.

Setelah selesai, mereka berdua kemudian kembali menuju tempat terparkir motor mereka tadi.

"Seneng banget ya.." Niana tersenyum. " Baru kali ini aku ngerasain prasaan seperti ini, ternyata berbagi itu sangat menyenangkan dan membuat bahagia."

"Waloupun hanya sepotong kue dan roti tapi itu sangat berarti untuk mereka." Ucapan Raksa yang kembali membuat Niana tersenyum lebar melihat pria di sampingnya.

"Aku sangat malu, selama ini aku bahkan memiliki segalanya tapi tidak pernah berbagi dan merasakan begitu indahnya berbagi." gumam batin Niana

Gruuwuk...

Raksa menyerengitkan alisnya melihat Niana,

"Kamu lapar?"

Niana mengaguk malu melihat ke sembarang arah.

"Pake helemnya." Niana meraih helem dari tangan Raksa kemudian naik ke motor yang akan melaju itu.

"Turun.." Tidak berapa lama Raksa membehentikan lagi motornya, Niana tidak banyak bertannya karna Raksa pasti tidak akan menjawab.

"Bang nasi gorengnya dua.." Raksa setelah duduk di kursi jongkok yang terletak dekat grobak nasi goreng.

"Kita makan di sini?" Tanya Niana

"Menurut kamu apa, ayo duduk." Niana pun duduk di samping Raksa yang tidak berapa lama satu porsi nasi goreng di pegang nya.

"Ayo makan, kenapa gak suka?" Tanya Raksa yang melihat Niana hanya memandangi nasi goreng di hadapanha.

"Enggak.. suka ko, Cuma ini baru pertama kali aku makan di tempat seperti ini."

"Oyah.. sepertinya dugaan ku bener dari gerak-gerikmu, kamu memang seperti bukan orang biasa. Mau cari restoran?" Ucap Raksa dengan mengunyah nasi goreng dalam mulutnya.

"Engga ini enak ko.." Niana langsung menyendok nasi goreng kedalam mulutnya

"ini beneran enak.." batinnya.

"Baguslah, aku gak suka gadis yang manja." Ucap Raksa membuat Niana menengok melihatnya.

"Maksud kamu?"

"Sebenarnya aku malas bertanya, tapi siapa kamu sebenarnya?" Tanya Raksa kembali membuat Niana gugup bingung dengan jawabanya. "Kamu bilang banyak hutang itu sepertinya tidak mungkin."

"Akuu..."

"Sudahlah, kalo tidak mau menjawabnya tidak usah."

"Apa boleh aku menceritakannya pada mu." Tatapan Niana membuat Raksa terdiam seperti melihat banyak kesedihan yang tersimpan dari matanya, Raksa pun menggaguk sebagai jawaban iya.

"Aku hanya ingin merasakan sebuah kebebasan aku ingin merasakan hidup layaknya gadis biasa, walou pun sekarang ayah sudah mengurangi pengawalan terhadapku tapi aku tetap di perlakukan seperti seorang putri yang terbatas melihat dunia luar dan melakukan hal yang ku ingin kan. Aku tidak pernah punya teman dekat. Setelah ibu pergi aku seakan lupa indahnya sinar mentari sore hari itu seperti apa." kini genangan cairan bening yang tertahan di dalam mata Niana mulai menetes dan segera ia usap dengan punggung tangan nya.

"Ayah bilang akan mengirim ku masuk Universitas di Amerika, Karna aku harus sudah belajar sebagai pewaris ayah. Tapi aku benar-benar belum siap. Aku ingin bertemu seseorang terlebih dulu sebelum aku pergi, itu alasan sebenarnya aku ada di sini." Niana melihat Raksa dengan memaksakan senyumnya.

"Terimakasih, Aku sangat berterimakasih kamu mau menolongku. Aku sangat bahagia bisa bertemu orang-orang baik seperti kalian, aku seperti punya sebuah keluarga yang begitu hangat yang selalu aku impikan." Tiba-tiba tangan Raksa repleks meraih wajah Niana mengusap pipi Niana yang masih basah dengan ibu jarinya

"Kamu sudah bicara panjang lebar, ayo habiskan makan mu. Kita pulang sudah malam." Tanggapan Raksa, cukup mendengar saja masalah Niana, tidak perlu memberi tanggapan apa-apa, waloupun dia sangat merasa iba pada gadis itu.

"Boleh aku memohon satu hal pada mu?" Pertanyaan Niana memecah kesunyian malam di atas motor itu.

"Apa?" jawab Raksa Singkat.

"Boleh aku minta tinggal sementara lagi saja di rumah mu, aku ingin mencari seseorang. Setelah itu aku akan pergi." Raksa tidak menjawab tetap fokus mengemudikan motornya. Diamnya Raksa, Niana menganggapnya sebagai jawaban iya. Tidak ada kata-kata lagi yang terucap dianatara mereka, Keheningan yang di iringi suara kenalpot motor di setiap sela perjalan mereka.

Sampai di rumah di dapati Safira sedang menunggu kepulanga Niana dan Raksa.

"Kenapa kalian pulang begitu larut malam." Tanya Safira.

"Aku bagiin dulu sisa kue ke orang-orang bu di jln bu, terus nyari makan dulu karna Ana udah kelaperan tadi." jawab Raksa dengan melengkungkan senyumnya untuk Safira.

"Ya sudah kalo begitu kalian mandi dulu sana terus istirahat." Ucap Safira yang di susul anggukan dari Niana dan Raksa lalu masuk ke kamar mereka masing masing.

toktoktok...

Setelah Niana membersihkan diri dan bersiap untuk Tidur terdengar ketukan pintu kamar Niana, Niana segera menghampiri lalu meraih hendel pintu.

"Maaf tante mengganggu, tante bawaain teh hangat buat kamu. Boleh tante masuk." Niana langsung mempersilahkan Safira masuk, kini kedua wanita itu duduk di tepi tempat tidur dan berbincang.

"Apa orangtua mu tidak akan menghawatirkanmu Ana?" tanya Safira sembari meraih tangan Niana.

"Sepertinya tidak tante." jawab Niana

"Tidak ada orang tua yang tidak menghawatirkan anaknya nak, apalagi seorang ibu, tante tidak bisa bayangkan kalo anak gadis tante pergi dari rumah." Tutur Safira yang membuat Niana terdiam tak langsung menjawab.

"Ibuku sudah meninggal tan.." jawab Niana singkat.

"Innalollahiwainaillaihiraziun.. maaf Nak tante tidak tau."

"Gak apa ko tan. Apa tante keberatan aku tinggal di sini.."

"Enggak sayang, tante justru senang tapi walou bagai manapun kamu pasti punya keluarga tante hanya hawatir keluarga mu mencari dan menghawatirkan mu. Apa tante boleh tau masalah kamu nak?" ucap Safira sembali meggenggam tangan Niana mengelus ngelus punggung tangan nya.

"Aku minta maaf sudah merepotkan, aku sangat senang bisa tinggal di sini aku senang bisa bertemu tante Alea Alia. Kalo boleh aku minta ijin untuk sementara tinggal disini sampai urusan aku benar-benar selesai tante." Pinta Niana penuh harap, dengan mengatupkan kedua tangan nya sebagai permohonan.

"Baiklah.." Jawab Safira dengan senyuman dan tanganya langsung menggengam Tangan Niana.

"Boleh aku peluk tante."

"Tentu." Safira merentangkan keduaa tangannya siap menerima Niana dalam pelukanya. Niana sangat bahagia dalam pelukan Safira, sedikit mengobati rasa rindu pada ibunya.

****

Pagi hari begitu cerah, remang-remang cahaya mulai menyelusup masuk ke kamar Niana membuat gadis itu terbangun, badan yang masih lelah dan belum lagi semalam tidur terlalu larut malam membuat Niana sangat malas untuk beranjak dari tempat Tidurnya.

tok tok tok...

"Woy pemalas, ayo bangun sarapan kita sudah nunggu di meja makan dari tadi."

Teriakan Raksa dari balik pintu membuat Niana segera bergegas membersihkan diri lalu menghampiri keluarga yang sudah menunggunya sarapan.

"Maaf aku kesiangan." Ucap Ana.

"Aku sudah kelaparan dari tadi nungguin kamu.." Gerutu Raksa.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
kalea rizuky
bapaknya tolol
kalea rizuky
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
kalea rizuky
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
kalea rizuky
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
kalea rizuky
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!