Niat hati hanya membantu Veronica sang pelayan Cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri, Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta pada Veronica.
Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka akan menikah secara resmi? nantikan kisah gaje mereka yang segaje-gajenya😁
Follow👇
IG: istikomah50651
Fb: ISTI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 09
Hari-hari berlalu dilewati Veronica dengan penuh warna karena saat ini ia merasa ada yang memperdulikan dirinya, ia merasa sedikit beban dipundaknya terasa berkurang dengan adanya Agam disampingnya membuat Veronica terkadang melupakan perasaannya yang ia kunci rapat-rapat kini mulai mengendor.
Pagi hari yang cerah saat ia sedang mengunci pintunya untuk berangkat kerumah sakit tiba-tiba ada seorang wanita cantik nan seksi datang menghampirinya, wanita tersebut adalah Nadira seorang model selalu mengejar-ngejar Agam
"Apa kamu wanita yang bernama Veronica?" tanya Nadira dari belakang Veronica membuat Veronica terkejut.
"Ya anda siapa?" jawab Veronica bertanya kembali.
"Tak perlu kau tahu siapa aku yang ingin kukatakan adalah jauhi dokter Agam dia hanya milikku seorang, jangan harap dokter Agam akan jatuh cinta pada gadis miskin sepertimu itu hanya akan terjadi dalam mimpimu," ucap Nadira melihat sinis Veronica dibalik kacamata hitamnya.
"Maaf saya tak tahu maksud anda, saya harus kerumah sakit, permisi." Veronica melewati Nadira namun tangannya dipegang oleh Nadira.
"Kamu jangan macam-macam dengan saya, jika saya lihat kamu masih mendekati dokter Agam saya akan...."
"Akan apa?" ucap Agam memotong perkataan Nadira dan berjalan kearah Veronica.
"Kamu akan melakukan apa pada calon istriku hah," sambùng Agam kembali.
"Dokter ganteng aku mencintai mu, bagaimana bisa kamu malah memilih dia dari pada aku, dia tak pantas berada disampingmu dokter." Nadira meraih tangan Agam.
"Lalu siapa wanita yang pantas berada disampingaku? apa itu kamu?" tanya Agam.
"Yah hanya aku yang pantas berada disamping mu dokter hanya aku seorang, aku cantik, terkenal dan sepadan denganmu, yang paling penting aku sangat mencintaimu dokter," jawab Nadira dengan mata berbinar.
"Mimpi." Agam menghempaskan tangannya yang diggenggam Nadira.
"Veronica jauh lebih baik dan lebih terhormat dibanding denganmu wanita *** *** yang menjual tubuhnya demi sebuah ketenaran semata, aku tak berselera dengan bekas jamahan orang sepertimu," ucap Agam dan membuat Nadira seketika tak bisa berkata apa-apa.
"Ayu ay kita pergi kerumah sakit sudah siang nanti kamu kesiangan." Agam menggenggam tangan Veronica dan berjalan menuju mobilnya meninggalkan Nadira yang masih mematung karena syok dengan perkataan Agam.
Agam membukakan pintu mobil untuk Veronica dan menuntunnya masuk, setelah Veronica masuk Agam memutar dan masuk kedalam kursi kemudi, dia diam sejenak menarik napasnya dan membuang perlahan lalu tersenyum.
"Kamu pasti terkejut yah, maaf yah udah bikin kamu terkejut," ucap Agam mengacak rambut Veronica, Veronica hanya tersenyum.
Veronica masih terkejut dengan perlakuan Agam padanya hari ini, dari panggilan yang Agam gunakan pada saat dihadapan Nadira sampai genggaman tangan Agam dan sekarang Agam mengusap kepalanya, belum lagi ciuman pertamanya beberapa hari lalu yang diambil oleh Agam tanpa permisi darinya semua ini masih membuat Veronica terkejut.
"Agam, kau jangan terlalu sering berbuat seperti tadi padaku, aku takut jika aku akan lupa diri pada diriku sendiri," ucap Veronica.
"Memang aku berbuat apa sih?" tanya Agam bingung.
"Panggilan tadi, genggaman tanganmu dan mengusap rambutku serta ciuman pertamaku yang kau ambil tampa permisi, aku tak ingin menjadi lupa diri dan menganggap bahwa kau menyukaiku, hubungan kita hanya kesepakatan aku tak ingin kecewa dan sakit jika semua ini berakhir jadi tolong jangan melakukan kontak fisik apapun," jelas Veronica seraya menundukkan kepalanya.
"Kau boleh menganggapku menyukaimu, kaupun mempunyai hak untuk menyukaiku, aku tak pernah berniat untuk membuangmu meskipun ibumu telah sembuh dari penyakitnya, aku tau aku salah ingin mengikatmu disisiku dengan cara menikahimu secara siri, tapi untuk saat ini hanya itu yang bisa kulakukan, anggap saja aku menyukaimu oke karena memang aku menyukaimu ay." Agam meraih tangan Veronica dan menciumnya, Veronica meneteskan air mata ntah ia bahagia atau bersedih hanya Veronica saja yang tahu.(othor gak tahu loh yah😁)
Agam melajukan mobilnya menuju rumah sakit setelah mengusap air mata yang membasahi pipi Veronica, mobil berhenti diparkiran rumah sakit, Veronica turun terlebih dahulu seperti biasa setelah selang waktu lima menit disusul oleh Agam.
Agam bukan tak ingin orang lain mengetahui kedekatannya dengan Veronica, tapi ini adalah permintaan Veronica, Agam hanya menurutinya saja sebelum ia menikah dengannya, tapi nanti setelah menikah Agam akan mulai mengekspose hubungannya dengan Veronica secara perlahan.
Veronica telah sampai di kamar rawat sang ibu, ia membersihkan tubuh sang ibu menggunakan kain basah dan kemudian dikeringkan dengan handuk kering, begitulah kegiatan pagi Veronica sebelum berangkat kerja.
"Apa kabar ibu hari ini? bu, jika seandainya aku menyukai laki-laki yang derajatnya jauh berbeda dari kita bu kira-kira apa ibu akan merestui aku bu?" ucap Veronica bertanya pada sang ibu yang masih setia dalam tidur panjangnya.
"Dia baik bu, dia yang membayar seluruh pengobatan ibu, ibu cepat sadar yah biar bu, Ve kangen sama ibu," ucap Veronica dengan air mata yang mulai menetes.
Saat sedang asik mengelap sang ibu tiba-tiba ponselnya berdering, Veronica meraih ponselnya didalam tas usangnya, ia melihat sang penelfon dilayarnya dan senyumnya tersungging manis dibibirnya.
"Hallo Gam, ada apa?" tanya Veronica sesaat setelah menjawab panggilan tersebut.
"Aku diparkiran, kesini segera yah aku akan mengantarmu kecafe," ucap Veronica disebrang sana.
"Baik Gam sepuluh menit lagi saya sampe diparkiran," ucap Veronica dan kemudian panggilan tersebut terputus.
Veronica bergegas membereskan peralatan yang ia gunakan untuk mengelap sang ibu, setelah semua beres dan rapi ia bergegas menuju parkiran rumah sakit.
"Ini untukmu." Agam memberikan paper bag kepada Veronica.
"Apa ini Gam?" tanya Veronica penasaran dengan apa yang diberikan oleh Agam.
Veronica membuka paper bag tersebut dan mengeluarkan isinya, ia terkejut kala membuka pembungkusnya, tas selempang yang terbilang mahal namun bergaya sederhana sesuai dengan selera Veronica.
"Apa kau suka?" tanya Agam yang sudah mulai menjalankan mobilnya.
"Hmm suka, tapi apa ini mahal?" Veronica menganggukkan kepalanya dan bertanya kembali.
"Tidak, itu tidak mahal, kau pakailah dan simpan tas lamamu sebagai kenangan," ucap Agam berbohong.
"Baiklah, aku pakai yah," ucap Veronica seraya memindahkan barang yang ada didalam tasnya.
"Makasih yah hadiahnya," imbuh Veronica.
"Apa kau tak akan memberikan hadiah padaku karena aku sudah memberimu hadiah ay?" tanya Agam dengan nada mengharap.
"Apa yang kau inginkan sebagai balasannya?" tanya Veronica kembali.
"Mungkin kau bisa berinisiatif menciumku maka aku akan dengan senang hati menerima hadiahmu itu," ucap Agam seketika itu pula membuag wajah Veronica memerah karena mengingat ciuman pertamanya dengan Agam.
"Kau mesum Gam," ucap Veronica lirih seraya menundukan kepalanya malu.
Mobil sudah berhenti ditempat biasa mereka bertemu, Agam meraih wajah Veronica dengan kedua tangannya u tuk menghadap padanya, Agam mendekatkan wajahnya perlahan kewajah Veronica sehingga bibirnya menyentuh bibir Veronica, seketika itu pula Veronica memejamkan matanya.
Tak merasakan adanya penolakan dari Veronica Agam melanjutkannya, ia memagut bibir Veronica lembut dan memperdalam ciuman mereka, lidah Agam menerobos masuk kedalam rongga mulut Veronica dan mengabsen satu persatu isinya, lama Agam memainkan lidahnya disana lalu ia melepaskan pagutannya karena Veronica kehabisan napas.
"Bernapas ay," bisik Agam ditelinga Veronica, ibu jarinya mengusap bibir Veronica dari sisa liurnya akibat ulahnya.
*****
Selamat membaca semuanya jangan lupa tinggalin like kalian untuk mendukung othor yah🙏😊
Salam hangat dariku untuk kalian🙏😊🤗🥰