NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:845
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang hampir meleleh.

Aku mendapat informasi dari Mike, bahwa Aldrik sangat kekanak-kanakan, dia memang periang dan playboys. Tapi setiap jejak di media sosialnya, terpampang jelas postingan dan komentar yang tak perlu dan terkesan konyol.

Aldrik tampak sangat tangguh, nyatanya dia itu rapuh. Entah apa penyebabnya dia menjadi orang yang bermulut tajam. Aldrik lebih muda 2 tahun dariku, tampak dia sangat merindukan sesosok ibu yang telah hilang darinya. Setiap postingannya di media sosial, dia selalu menyelipkan kata-kata kerinduan pada wanita yang melahirkannya itu.

Aku mendengar informasinya dari Mike, kalau Aldrik kehilangan ibunya saat dia berusia 8 tahun. Sejak saat itu dia murung dan menghabiskan waktunya di depan layar komputer. Menjadi seorang hacker adalah satu-satunya peralihan baginya, agar dia diperhatikan oleh dunia.

"Aku jadi semakin tertarik dengan keluarga Starling. Dibalik sikap mereka pasti menyimpan satu rahasia masa lalu yang tak bisa dipecahkan oleh mata-mata terbaik asosiasi. Aku pastikan akan secepatnya menaklukkan mereka. " Tekatku dalam hati.

Aku duduk di depan mereka berdua, lalu mengiris pelan daging steak dengan anggun. Ku tusuk dengan garpu lalu ku arahkan irisan itu ke mulut Aldrik.

"A.aaaa..... buka mulutmu!" pintaku manja.

Aldrik tampak malu-malu. Dia membuang muka dengan sinis. Aku hendak menyuapinya dengan tulus. Bagaimanapun, aku merasakan bagaimana rasanya kehilangan hingga membuatku melarikan diri menjadi mata-mata asosiasi.

Dua kali aku menyodorkan irisan daging berair itu ke mulutnya, tapi Aldrik tampak mempertahankan egonya tak ingin menerima suapanku, lebih tepatnya dia gengsi.

Zane yang melihat sedikit risih, dia mengepalkan tangan erat. Tampak dia sedikit cemburu dengan perlakuanku pada adiknya itu. Tak ingin membuang kesempatan, pria bertubuh kekar itu menarik tanganku dan memasukkan steak itu ke dalam mulutnya.

 Tatapan mata Zane semakin hari semakin berubah kepadaku, tiga hari yang lalu tatapannya masih terasa dingin, kali ini dia benar-benar terasa hangat. Sepertinya jurus keduaku ini benar-benar menaklukkan hatinya.

Jurus yang ku baca mengajarkan, penuhi hasrat rasa lapar di perutnya. Tebarkan rasa cinta di hatinya, dan ya berikan kata-kata manis yang menggodanya. Itulah jurus yang aku pelajari dari buku yang aku baca kemarin.

Setelah ku pratekan pada Zane kemarin, jelas saja itu sangat efektif untuk menaklukan banteng arena itu. Tapi aku melirik ke arah Aldrik, sepertinya jurus seperti itu tidak akan berlaku kepadanya.

"Menghadapi anak kecil memang agak sulit kelihatannya. " Gumamku pelan.

Kulihat Zane mengunyah stik itu dengan pelan dan teratur, wajahnya sangat menawan walaupun sedang makan. Lekukan lehernya yang di tumbuhi bulu-bulu halus membuatku merasa aneh. Ah ... aku hampir meleleh lagi melihatnya menelan makanan itu.

Sisa-sisa dari minyak saus steak itu tak beraturan di bibirnya alias belepotan. Aku tersenyum kecil. Kesempatan untuk menerapkan ilmu baruku muncul.

"Zane, kau seperti anak kecil. Apa kau tidak bisa makan dengan benar?" ejekku kepadanya sambil tertawa.

Zane malu, dia mengambil tisu namun ku hentikan. Ku gemgam tangannya dengan erat. Aku lalu berinisiatif untuk membersihkan kotoran itu dari bibirnya, tak ingin menggunakan tisu yang di ambilnya tadi. Aku menggunakan Ibu jariku sendiri.

 Ku usap bibirnya yang terasa lembut dan basah itu dengan ujung Ibu jariku. Kuputar-putar berapa kali sehingga sentuhannya terasa intens. Mata Zane tak berkedip, dia terus menatapku. Jantungku berdebar.

Deg ... deg ... deg ... seolah detak jantungku yang tak normal itu bisa terdengar. Tatapan mata Zane seketika membiusku. Hatiku berkata-kata sendiri. Matanya terus menatapku membuatku hampir meleleh.

"Oh ... God ... ingin rasanya aku mengecap bibir ini. "

Aldrik mengepalkan tangan. Praaaannkkk.. dia sengaja menjatuhkan garpu ke lantai membuyarkan romansa palsuku.

"Ah maaf ... aku hanya reflek." Aku berpura-pura di depannya, sebenarnya tujuanku adalah untuk menurunkan kewaspadaannya saja dan memancing ego Aldrik.

Tapi siapa sangka tingkahku seperti tadi malah membuat Aldrik merasa cemburu.

"Apa-apaan kau ini? jika kau ingin bermesraan jangan lakukan di depanku. Aku sangat tidak menyukai ini, Zane."

"Kau cemburu?" Tanya balik Zane.

"Siapa yang cemburu. Dia bukan kekasihku, juga bukan saudaraku, bukan pacarku dan bukan milikku, untuk apa aku cemburu? Aku hanya tidak mau jadi orang ketiga di antara kalian."

"Oh ya ... aku melihat ada seseorang yang ingin dibelai juga." Ucap Zane mengejeknya lagi sambil menjilat bibirnya bekas sentuhan jariku.

Aku menggelar pelan. Aku lalu mengiris steak dan mengacungkannya lagi kepada Aldrik. Aku tersenyum lebar yang tak dapat di tolaknya.

"Ayo buka mulutmu, anak baik."

"Sial ... senyumnya itu." Batin Aldrik.

Walaupun tampak malu-malu, tapi dia melahapnya dengan santap. Aldrik mengalihkan pandangan dan membuang muka. Aku terkekeh kecil begitupun Zane.

 Aldrik menghabiskan steaknya dengan lahap, bagai orang kelaparan, aku memandang wajahnya dengan rasa kasihan. Dia benar-benar konyol, seperti anak-anak yang sangat ingin diperhatikan.

 Sementara Pak Jojo dan mr Cp melihatku dari jauh, mereka tertawa kecil. Mereka lalu memanggil Nova dan berbincang sebentar sambil memberikan sebuah buku besar. Aku hanya melirik dari kejauhan.

"Apa itu berkas otopsi kakakku yang ku pinta?" batinku menduga.

Aku tidak tahu apa yang mereka perbincangkan, tapi kali ini aku telah berhasil mengetahui kelemahan dari si Hacker itu. Aldrik tampak seperti seorang yang sangat mudah di dekati.

 Tak lama, mr Cp dan pak Jojo pergi dari restoran.

Aku menghampiri pak Menteri yang masih menyamar. Beliau memberikanku secarik kertas di bawah uang tunai untuk membayar.

"Tuan ... jika sudah selesai.. bayarnya di kasir." Kataku mengalihkan perhatian.

"Nona ... steaknya sangat enak, tapi aku hanya punya sepuluh dolar untuk membayar. Sisanya ku bayar dengan doa, semoga usahamu semakin lancar."

"Baik, terimakasih. "

"Apa itu... membayar dengan doa? Bulsit! Masukan ke tagihanku saja, dari pada membuat malu, setelah makan tidak mampu bayar!" Teriak Aldrik kembali merendahkan.

"ckckckck ... Aldrik, kau,"

"Cukup Aldrik, jangan gunakan mulutmu untuk menghina orang lain. Kalau kau memang mau membayar tagihannya, jangan merendahkan." Tegur Zane tegas.

Pria muda itu lalu melemparkan black card miliknya di atas meja dengan wajah yang tak senang. Nova pergi ke meja Aldrik dan mengambil black card miliknya untuk di gesekan pembayaran.

Tak lama setelahnya aku meninggalkan mereka berdua untuk ke toilet. Aku memasukan uang dan secarik kertas tadi ke saku rok sepanku.

Aku buru-buru ke toilet dan menekan telingaku.

" Mike ... Segera kirimkan aku informasi tambahan mengenai dua orang lainnya. Aku Ingin secepatnya agar bisa menaklukkan mereka, saat ini misi penaklukanku kepada Zane baru 20%, aku masih belum mengetahui apapun tentangnya. Begitupun tiga orang lainnya, aku ingin kau menemukan celah. Bagaimana caranya agar aku bisa mendekati Markus dan Caspian?"

"Bagaimana dengan si Hacker itu? Sekalipun dia tampak konyol, dia orang paling berbahaya bagimu."

" Aku pasti akan menaklukkan Aldrik di hari yang berbeda. Aku tak ingin membuang waktu, saat ini Pak Jojo dan mr Cp sedang memantauku secara langsung. Mereka pasti ingin laporan setiap minggunya harus ada perkembangan. Aku tidak ingin gagal dan dikeluarkan dari misi ini."

"Oke ... beri aku waktu satu jam kau akan menerima pesan. " Jawab Mike lalu memutus koneksi panggilan di telingaku.

Tok ... tok ... tok ... tiba-tiba suara pintu toilet berbunyi keras. Aku terperanjat. Ada seseorang mengetuk pintu dari luar, aku perlahan membukanya dengan waspada.

"Zane!" Ucapku kaget. Aku heran, kenapa pria ini sampai mengejarku kemari. Aku berpura-pura malu di depannya.

"Zane, ini toilet wanita. Kenapa kau kemari?"

"Aku melihat kau sangat lama, aku ingin menelponmu tadi, tapi aku lupa, aku tidak meminta nomor teleponmu. Apa kita bisa bertukar nomor telepon?"

Aku pun tersenyum, di depan pintu toilet itu kami pun bertukar nomor whatsapp. Ternyata 24 jam bersama Zane kemarin, tidak sempat untuk membagikan nomor whatsapp-ku kepadanya.

 Sangat konyol bukan? Sesaat sebelum aku keluar dari pintu toilet, Zane mendorong tubuhku ke atas pintu.

"Irish... jadilah wanitaku!" Katan-katanya serius.

 "Maaf tuan Zane. Aku masih belum ingin menjalin hubungan. "

"Apa aku tidak punya kesempatan?" Tanya Zane sedikit kecewa.

"Tenanglah. Aku ingin lebih mengenalmu, boleh kan?"

Aku bisikan kata-kata manis kepada pria bertubuh kekar itu. Telinganya memerah. Zane mendekatkan wajahnya kepadaku, dengan cepat aku menolaknya.

"Sorry ... saat ini aku masih ingin sendiri."

"Oke ... aku akan terus mengejarmu."

Zane mengecup keningku dengan sentuhan lembut yang menyisakan getaran hebat dalam hatiku. Aku marah, tapi aku pura-pura tegar. Gigiku mengertak menahan gigil tubuhku. Rasanya menjijikan saat dia inisiatif menyentuhku.

 Siapa juga yang mau menjadi kekasih dari musuhnya.Tentu saja akal sehatku sangat menentang hal itu. Sekalipun timbul perasaan aneh di dalam diriku, aku pasti akan membuangnya jauh-jauh.

Aku mendorong tubuh Zane menjauh. Aku sedikit gemetaran. Zane melihat ekspresi wajahku yang kaku dan sedikit takut dengan sentuhannya. Untuk mendekatinya, aku menggunakan banyak trik, tapi kenapa saat dia menyentuhku rasanya sangat menakutkan.

"Oke baiklah. Aku tidak akan memaksa. Weekend nanti datanglah ke boxing hole. Aku akan menyiapkan sesuatu untukmu."

"Oke." jawabku singkat. "Aku memang akan kesana Zane, untuk mencari lantai bawah itu." Batinku.

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!