NovelToon NovelToon
It'S Perfect

It'S Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Perjodohan / Cintamanis
Popularitas:229.8k
Nilai: 5
Nama Author: RayyanSA

Dua keluarga ternama yang ingin memperkuat hubungan memutuskan untuk menjodohkan anak mereka. namun apakah rencana itu akan berjalan lancar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RayyanSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Arvin?

Matahari sudah menyembul, sinar matahari pun memasuki kamar Saga melalui celah jendela.

sreekk...

Saga membuka tirai jendela, dengan semangkuk bubur yang ada di nampan yang ia bawa. ia meletakkan mangkuk bubur tersebut di atas nakas lengkap dengan beberapa butir obat yang sudah di sediakan.

"mba Lesya.. bangunlah" Saga membangunkan Lesya dengan suara lembutnya. kini Saga kembali memanggil Lesya dengan sebutan 'Mba' . ia hanya memanggil istrinya dengan sebutan 'Lesya' hanya jika ada orang tuanya ataupun saat ia ingin membuat Lesya kesal.

"emmhh" Lesya mulai membuka matanya dan sedikit menggeliat. "Saga.." ucap Lesya dengan suara paraunya khas bangun tidur .

"udah bangun mba?"

"heemm" balas Lesya seraya bangkit dari tidurnya dan di bantu oleh Saga.

"makan bubur ini, dan setelah itu minum obat ini"

"kau yang menyiapkan ini?" Lesya menatap Saga yang tengah mengambilkan bubur dari atas nakas.

dan hal itu di jawab dengan anggukan kepala dari Saga.

seusai Lesya menghabiskan bubur dan meminum obatnya, kini Saga menaruh kembali mangkuknya di atas nakas. kemudian ia duduk di ranjang di samping Lesya duduk. Lesya mengerutkan dahinya saat melihat Saga yang tiba-tiba mendekat.

'aduh ini kenapa mulut gua kaya gak bisa kebuka? kenapa gua jadi bisu gini si cuman mau minta maaf.'

"ada apa Saga? apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Lesya.

"gua ingin menanyakan kenapa semalam lu mencium Dikta, katakan apa lu menyukai Dikta?" Saga bertanya dengan intonasi yang sedikit meninggi, entah kenapa ia mendadak panas saat mengingat kejadian di rumah Liyora kemarin malam.

Lesya mengerutkan dahinya 'Apa bener semalem aku cium si Dikta? dan kenapa ni bocah udah balik ke asal, pakek lu gua lagi manggilnya?!"

"aku gak inget apa-apa Saga, dan aku gak bermaksud kok buat cium Dikta! kemarin malam itu aku hanya minum minuman yang ada disana! aki gak tau kalo itu bikin aku mabuk!"

'ya emang lu gak maksud nyium Dikta, orang yang mau lo cium kan Arvin!" Saga masih menggerutu di dalam benaknya "oh iya Arvin, siapa si Arvin itu?'

Saga pun mengangguk pelan dan,"lalu siapa Arvin?"

"Arvin?" seketika Lesya terkejut saat Saga menyebut nama seseorang yang sangat ingin ia lupakan.

"iyalah, dia pacar lu mba?"

Lesya terhenyak mendengar pertanyaan dari Saga yang saat ini masih antusias menunggu jawaban dari Lesya.

"aku tidak ingin membahasnya, lebih baik kamu keluar dari kamar ini aku akan bersiap untuk ke kantor."

"nggak bisa, jawab gua siapa si Arvin?" Saga mencengkeram lengan Lesya cukup kuat.

"aakkk.."

Saga yang menyadari menyakiti Lesya, ia segera melepas cengkeraman tangannya. "apa ini sakit?" Saga menyentuh lengan Lesya yang terkena bangku saat melindungi Dikta.

"sudahlah, cepat menyingkir" Lesya mendorong Saga kemudian ia bergegas ke kamar mandi dengan langkah yang sesikit gontai.

"gua bantu mba"

Saga pun meluoakan pertanyaannya dan kini ia membantu Lesya pergi ke kamar mandi.

'ini bocah labil banget si, kqdang baik kadang juga ngeselin banget! tapi banyakan ngeselinanya si' pikiran Lesya kini sedikit bingung dengan sikap Saga yang mudah berubah-ubah seperti halnya anak seusianya yang masih sering labil.

Selang beberapa Lesya telah selesai untuk bersiap berangkat ke kantornya. ia lalu menuruni anak tangga sembari memeeoksa berkasnya yang ia bawa, tanpa ia sadari seseorang memperhatikan dari arah depannya yang bersedakap.

"siapa Arvin?"

suara itu membuat Lesya menjatuhkan file-filenya karena terkejut.

"Saka! ini semua gara-gara kau mengejutkanku, semuanya jadi berantakan kan!" ucap Lesya yang sangat kesal denan Saka sembari memunguti berkasnya di lantai.

seusai ia menata kembali berkasnya, kini ia jendak melewati Saka, namun lengannya di tahan oleh tangan Saka sehingga tubuhnya bersandar pada dada bidang Saka.

"Sayang.." suara Ella menggelegar seprti petir yang menyambar membuat penging di telinga Lesya dan juga Saka.

"kalian selingkuh?" Ella kembali memekik . namun Saka dan Lesya tak sadar dengan posisinya dan di tambah tangannya yang melingkar di pinggang Lesya layaknya pasangan suami istri.

Ella langsung menarik Saka, sehingga kini Lesya dan Saka sadar akan sesuatu yang membuat Ella meradang.

"kamu jelasin sama istri kamu, aku harus ke kantor!" ucap Lesya seraya berjalan keluar.

Lesya melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang. namun di tengah perjalanan ada sesuatu yang mengganggunya.

"loh kok..?"

"hai mba Lesya" ucap Saga yang saat itu memperlihatkan senyum lebar di wajahnya.

"astaga Saga, kenapa kamu ada di dalam mobilku?"

"aku akan ikut kemanapun mba Lesya pergi untuk hari ini!" sabut Saga yang berpindah ke jok depan samping kemudi.

"aku akan ikut mba Lesya ke kantor sebelum mba Leaya bilang siapa tu yang namanya Arvin!" sambungnya lagi.

"ya udah terserah kamu!"

setelah 30 menit kini sampai di sebuah perusahaan besar, yaitu GPro Cprporation. dimana Lesya sebagai CEO di kantor tersebut. sehingga di setiap langkahnya semua orang menundukkan kepala sembari memberi salam.

setelah sampai di ruangan milik Lesya, Saga langsung menjatuhkan tubuhnya di atas soga empuk yang ada di ruangan tersebut.

tok tok

"masuk"

ketika seseorang masuk, yang terpikir di benak Saga hanya berkomentar tentang orang yang baru saja masuk.

'pria ini sebagai pegawai cukup tampan, dia juga terlihat sangat pintar! apa jangan-jangan dia yang bernama Arvin?'

"baik Andi, aku harus ke dalam dulu untuk memyimpannya. kau boleh kembali ke meja kamu!"

"baik bu, saya permisi"

setelah melihat Lesya memasuki kamar yang ada di ruangan kantornya, Saga segera berlari dan menahan pegawai Lesya.

"tunggu gu- emm, saya mau tanya apa anda tau yang namanya Arvin?"

"maaf saya tidak mengenal seseorang yang bernama Arvin, kalau gitu saya permisi."

"hemm"

'untung saja aku tidak keceplosan, jika aku sampai kebablasan, aku akan di pecat' batin Andi yang baru saja keluar dari ruangan Lesya.

"ah mending gua nyusul ajalah ke dalem" Saga bergegas masuk ke kamar milik Lesya.

"enak juga ya kalo jadi CEO, jadi punya kamar di kantor!" celetukan Saga membuat Lesya yang masih mengamati sesuatu di laptopnya terdiatraksi.

"apa kamu tidak bosan mengikutiku terus sejak tadi pagi Saga?"

"gua kan udah bilang, gua bakal ngikutin lu terus sebelum lu bilang siapa Arvin itu mba Lesya" Saga masih bersikukuh untuk mengetahui seorang yang venama Arvin itu siapa. "kalau dia pacar lu, mungkin gua bisa bantu biar kalian bisa bersatu" tambahnya lagi.

"atau jangan-jangan dia pernah ngapa-ngapain lu ya mba? terus dia gak mau tanggung jawab, terus lu mau di jodohin sama kak Saka. dan kak Saka akhirnya yang nolak dan gua yang harus gantiin, dan lu tetep mau, karena lu bunting ya mba?"

brakk..

"jangan melampuai batasan saat kamu berbicara Saga!" Lesya membanting beberapa map yang saat itu ada di tangannya hingga berserakan. ucapan Saga kali ini memang sangat keterlaluan sehingga membuat Lesya begitu meradang.

"santai ajalah mba, gak usah malu kali mba. itu biasa kali sama cewe jaman sekarang!"

"jaga bicaramu Saga, jangan samakan aku dengan dirimu ataupun pacar dan temanmu karena aku bukan perempuan seperti itu!"

"ehh ngapain lu bawa-bawa pacar gua mba? yang pasti dia itu lebih baik dari lu, karna dia gak sembarangan nerima penikahan sama orang yang bahkan umurnya jauh dari dia!"

Lesya membelalakkan kedua matanya, ucapan Saga berhasil menyulut emosi di hatinya.

namun inilah Lesya, jika ia sangat marah ia hanya diam tanpa berucap apapun. bahkan ia akan malas menatap seseorang yang membuatnya sangat marah.

klek

Lesya membuka pintunya dan memilih melanjutkan pekerjaannya yang sempat ia tinggalkan.

"jawab pertanyaan gua Lesya, jangan bikin gua marah!" lagi-lagi Saga mencecar Lesya dengan pertanyaan yang sama. namun kali ini di sertai dengan amarahnya.

Tapi Saka tidak mendapatkan jawaban apapun, hingga sampai waktu menjelang malam Lesya tak berkata apapun untuk Saga. bahkan saat Saga keluar untuk makan , Lesya hanya di dalam ruangannya tanpa memakan apapun.

'harus pakek cara apalagi supaya gua tau siapa si Arvin itu' Saga baru masuk ke ruangan Lesya.

"dimana cewe tua nyebelin itu?" Saga mencari keberadaan Lesya, namun ia tidak menemukannya sama sekali. hingga pikirannya tertuju di sebuah toilet yang ada di tempat itu. ia menunggu hingga 30 menit, namun Lesya tak kunjung keluar dari toilet tersebut sehingga membuat Saga menghampirinya.

tok tok

"hei Lesya, buka pintunya" Saga mengetuk beberapa kali tidak ada balasan sama sekali "gua dobrak kalo lu gak mau buka!" ancamnya untuk membuat Lesya membuka pintu toilet.

brakk

"Lesya!!"

.

.

.bersambung

.

1
Retno Anjar
critanya kok muter2 ja sich🙏🙏
Deandra🕊🌻
gara" gw sering nonton drama Thailand yg berhubungan dengan boy's love atau LGBT,,gw d kira belok🤣🤣🤣astgaa tapi demi apa gw baper banget ngelihat pasangan sesama jenis😁😁semangat thorrrr
Deandra🕊🌻: siapp
total 3 replies
Deandra🕊🌻
ohh God,,di tiktok bnyak postingan sad soal p'mew..skrg d SNI Dikta n Alden juga...sadnesssss😓😓
azril arviansyah
semoga dina cepet kebongkar kejahatannya
Deandra🕊🌻
berasa d Thailand😁😁 apa cmn gw doang yg pengen Dikta sama Alden bersatu🤔🤔. biar beda aja sich sama yg lainnya...
azril arviansyah
lagi dong upnya
Deandra🕊🌻
perasaan gw ikutan kacau saat sttus Alden n Dikta juga berantakan😁😁 seketika jiwa tuk baca novel jadi memudar🤩🤩thorrr semangatttt
azril arviansyah
kok penjahat nya masih aja menang kapan dapat karmanya
azril arviansyah
lanjut
azril arviansyah
next
azril arviansyah
duh arga gimana sih
azril arviansyah
lagi thor
azril arviansyah
duh kenapa yang tau itu liyora malah saka bukanya saga ya
azril arviansyah
srmoga tidak terjadi apa2 dengan kandungan lesya
azril arviansyah
aduh andi gak peka banget deh
azril arviansyah
lagi thor upnya
RayyanSA: siap kak, ini masih ngorek2 kepala biar updateannya menarik
total 1 replies
azril arviansyah
lanjut
azril arviansyah
kenapa sih saka gak di suruh pergi aja biar dina ikut pergi juga
azril arviansyah
alhamdulilah lesya bisa hamil
azril arviansyah
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!