NovelToon NovelToon
Gairah Sekertaris Tuan Zico

Gairah Sekertaris Tuan Zico

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Balas Dendam / Lisa / Perubahan Hidup / Balas dendam. / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Tamat
Popularitas:692.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ria Mariana

Lisa Mariana diusir oleh ayah kandungnya yang merupakan presiden direktur dari perusahaan Savior Group. Menjadi wanita mandiri kini adalah tujuan hidupnya. Dia kini menjadi sekertaris pribadi dari Tuan Zico Abraham Alexander yang merupakan pemilik perusahan Mendrova Group.

Sikap Lisa sangat cuek dan dingin dengan para lelaki. Lisa juga menjadi karyawan terbaik di sana walau semua pegawai membencinya. Lisa memiliki julukan wanita es yang tidak bisa ditaklukan oleh siapapun karena slogan dirinya memang tak mengenal cinta. Lisa hanya ingin membuktikan pada sang ayah jika dirinya bisa hidup tanpa bantuan beliau walau di luar sana dia mendapat cemooh dan hinaan dari banyak orang karena menganggapnya remeh.

Namun, suatu saat sang bos tiba-tiba menyatakan perasaan padanya dan mengajaknya untuk berkencan. Lisa menolaknya mentah-mentah orang nomor 1 di kota itu. Tuan Zico sangat geram, Lisa adalah satu-satu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Zico sakit

Sinar mentari masuk ke sela-sela tirai putih mengenai wajah Lisa. Lisa Mariana tersenyum tipis tatkala hari ini dia bisa bekerja kembali tanpa harus pusing tidak punya uang, apalagi kemarin Zico mengembalikan uang pinalti dua kali lipat. Wanita itu terbangun sembari mengucek matanya, kakinya melangkah turun dari tempat tidur lalu menuju ke kamar mandi. Walau wajahnya baru bangun tidur namun kecantikannya seakan tidak pernah sirna. Lisa bercermin, dia melihat ada kantong mata muncul di bawah matanya.

Sebagai sekertaris dari Tuan Zico dia juga harus merawat penampilannya. Lisa mengusapkan gel pada bawah matanya secara perlahan, dia seperti wanita pada umumnya yang ingin tampil cantik di depan orang.

Setelah urusan di kamar mandi selesai selama setengah jam. Lisa keluar lalu berganti pakaian. Lisa kali ini memakai blazer dan rok span berwarna merah cetar. Rambutnya dia luruskan menggunakan catok supaya terlihat lebih rapi. Lisa juga memasukan beberapa buku di tasnya karena sore ini dia ada jadwal kuliah.

Kini penampilannya sangat cantik dengan kacamata yang menghiasi di matanya. Lisa lekas berangkat ke kantor dan kali ini naik taksi saja supaya penampilannya tidak rusak saat berada di dalam taksi.

Sembari menunggu sampai kantor, Lisa memainkan ponselnya. Dia melihat media sosial, matanya terfokus pada foto ketika adik perempuannya mencium ayah. Lisa bukanlah anak tunggal, dia masih punya adik perempuan kesayangan ayahnya. Adik Lisa sangat cantik, dia beberapa kali operasi plastik bahkan semua biaya ditanggung ayahnya. Lisa tak iri hati karena itu adalah adiknya.

Sesampainya di kantor.

Lisa turun dari taksi. Dia masuk ke sana lalu menghampiri lobi untuk mengambil berkas. Benar saja jika kali ini dandanan Lisa sangat nyentrik apalagi kaki jenjangnya begitu sempurna sekali.

"Nona Lisa cantik sekali hari ini," ucap Nurmala, dia adalah resepsionis di lobi.

"Kamu juga cantik. Oh ya, Tuan Zico sudah datang?"

Nurmala menggeleng. Lisa lalu berpamitan untuk masuk ke ruangannya sendiri. Saat berjalan di lorong ada orang-orang yang melempar telur padanya saat itu. Mereka menunduk malu dan tak berani menatap Lisa. Saat berpapasan bulu kuduk mereka merinding, Lisa langsung berhenti dan menyapa mereka.

"Hai, semangat pagi!" ucap Lisa.

Mereka tersentak lalu menatap Lisa. "Semangat pagi Nona Lisa."

Lisa mengernyitkan dahinya. "Jangan lupa jika hari ini ada jurnal yang harus dikumpulkan!"

"Baik, Nona Lisa." Mereka menunduk hormat lalu berjalan menjauhi Lisa. Mereka benar-benar sangat ketakutan sekali.

Lisa kembali masuk ke dalam lift, dia memencet lantai teratas dan menunggu sejenak. Sebenarnya dia heran kenapa orang-orang takut kepadanya? Bahkan saat mereka disapa Lisa mereka berharap itu tak terjadi. Wajah Lisa itu datar dengan ekspresi yang membingungkan, sorot matanya memandang tanpa berkedip jika berbicara pada orang lain seolah membaca pikiran orang tersebut.

Pintu lift terbuka, Lisa keluar lalu masuk ke dalam ruangannya. Benar saja jika ruangan Zico masih kosong. Lisa mencoba masuk ke ruangan itu dan membuka tirainya, benar saja jika Zico betah memandang pemandangan dari jendela besar di ruangannya. Pemandangannya sangat indah, bukan hanya gedung-gedung tinggi melainkan pemandangan laut yang tak terlalu jauh di sana.

Lisa kini kembali ke ruangannya, dia membuka laptop dan lekas mengerjakan pekerjaannya. Sampai setengah jam kemudian Zico belum datang, Lisa terus menatap jam tangannya.

"Kenapa Tuan Zico belum datang?" gumam Lisa.

Lisa mengambil ponselnya lalu akan mengirim pesan pada Jack. Saat bersamaan Jack menelponnya.

"Hallo Nona Lisa, Tuan Zico tidak bisa datang hari ini karena sakit."

"Tuan Zico sakit apa?"

Telepon pun terputus, Lisa menghela nafas panjang. Apakah seorang asisten pribadi bisa bersikap seperti itu? Rasa-rasanya tidak sopan tatkala tengah bertelpon namun mematikannya tiba-tiba. Ah... biarlah. Itu sudah jadi hal unik di kantor ini.

Lisa harus mengatur ulang jadwal pertemuan Zico dengan kliennya. Zico sendiri pun jika sedang sakit tidak pernah memberitahukan Lisa jika tidak bisa berangkat ke kantor.

**

Jam makan siang pun tiba, Lisa sudah menghandel semua pekerjaan Zico pagi ini dan setelah jam makan tidak ada kesibukan lagi bagi Lisa. Lisa memutuskan untuk makan diluar sembari membelikan makanan untuk Zico. Ya, Lisa setelah ini akan menjenguknya. Sebenarnya Zico bukanlah orang yang gampang sakit namun terkadang ada-ada saja yang menjadi alasan utama Zico tidak berangkat bekerja.

Lisa makan terlebih dahulu lalu meminta pelayan untuk dibungkuskan bubur ayam spesial. Saat makan Lisa sesekali mengusap kacamatanya yang berembun karena uap panas dari makanannya. Lisa sendiri sebenarnya tidak minus, kacamata dia pakai hanya untuk menegaskan karakternya saja.

Makanan untuk Zico pun datang, Lisa lekas membayar lalu pergi dari sana. Dia mencari taksi dan menuju ke apartemen Zico namun ternyata Zico tidak ada di apartemennya melainkan di rumah orang tuanya. Lisa menyuruh sang sopir taksi untuk berputar arah. Alasan Lisa untuk menjenguk Zico adalah hanya ingin berterima kasih karena Zico sudah memberikan kesempatan dirinya untuk kembali bekerja dan teman-temannya juga terselamatkan dari PHK.

Tak membutuhkan waktu yang lama, Lisa sampai juga di sana. Ibu Zico terkenal sangat galak dan dingin. Sering kali Lisa mendapat tatapan tajam dari beliau. Untung saat beliau tidak ada di rumah, Lisa bisa masuk tanpa berdebat dengan beliau.

"Nona? Kenapa datang ke sini? Tugasmu hanya mengurus jadwal hari ini saja si kantor," ucap Jack.

"Sudah selesai. Aku hanya ingin membawakan makanan untuk Tuan Zico," jawab Lisa.

"Apa hanya untuk sekedar pencitraan saja?"

Wajah Lisa datar lalu menatap sekilas Jack. Lisa tak menggubris lalu mengetuk kamar pribadi Zico.

Tok... tok... tok...

Setelah mendengar suara untuk memperbolehkan masuk, Lisa langsung masuk namun sudah tertebak jika ada Violet di sana. Violet berdiri sembari tangannya bersedekap menatap tajam Lisa. Lisa menunduk hormat pada Zico tanpa memperdulikan Violet.

"Tuan, maaf jika saya tiba-tiba datang ke sini tanpa konfirmasi dulu dengan Tuan Zico. Saya hanya ingin membawakan bubur ayam kesukaan anda."

Zico tersungging tipis, Lisa menyodorkan bubur itu ke arahnya namun Zico tidak mau menerimanya.

"Hahaha... Lisa, Tuan Zico tidak akan mau bubur tak berkelas itu. Tuan Zico punya chef pribadi yang membuatkan bubur ayam berkelas. Tuan Zico tak akan mau menerimanya. Benar 'kan Tuan Zico?" ucap Violet.

"Benar, aku tak akan menerimanya kecuali jika Lisa yang mau menyuapiku," jawab Zico.

Violet nampak kaget, dia sangat kesal sekali mendengar ucapan dari Zico. Lisa masih saja tanpa ekspresi tanpa bisa tertebak apa isi dalam pikirannya.

"Hei Lisa, pergilah! Aku yang akan menguapi Tuan Zico." Violet merebut bubur itu pada tangan Lisa.

"Berikan bubur itu pada Lisa! Itu dari Lisa dan dia yang harus menyuapiku. Violet, pergilah!" sahut Zico.

1
Crystal
Ku kira bakal ada perang dunia ketika Lisa pulang ke rumah ayahnya. Ternyata cuman gini doang konfliknya😑
Crystal
Pengalihan isu gimana si ceritanya, kok ga di ceritain di awal episode
Hana Aini
akhirnya..tidak jelasssss
Pia Palinrungi
is the best
Pia Palinrungi
thor koq habis aja mestinya biar zico sm lisa nikah dl dn punya anak
Pia Palinrungi
alena mestinya kamu sadar lisa itu baik sm kamu yg tdk ada hubungan darah dengan tp masih menggangap kamu adenya
Pia Palinrungi
lisa sm alena saudara sw ayah namanya bukan saudara tiri thor, lisa kamu berhati malaikat tdk pernah dendam walaulun ayahmu menbeda2kan kasih sayangnya
Pia Palinrungi
akhirnya luluh jg lisa, zico jgn sia2kan cinta lisa
thor kamu bikin aq menggigil 🤣🤣🤣🤣🤣
Pia Palinrungi
kamu nggaknpantas disebut sebagai ayah yg telah menyakiti putri sendiri, ttp ttp sabas lisa kamau telah menemukan pria sejati yg akan membahagiakanmu lupa masa lalu melangkah kedepan u masa depan nikmatilak kebahagiaan dgn zico
Pia Palinrungi
oohhh noo ternyata lisa suhu jg thor🤣🤣🤣🤣, tp seneng karena takluk sm zico doang, lanjut thor yg lebih dahsyat lg🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Pia Palinrungi
oohh ternyata itu masalah lisa sm ortunya, udh zico kamu ambil kelakuan baik sm lisa, biar lisa bisa membuka hatinya u kamu
Pia Palinrungi
wowww zico kelicikan cassanova keluar u memiliki lisa dgn kelemahan lisa akan ketakutannya sm tikus sm trauma2nya lisa, semnagta zico semoga kamu berhasil😅😅😅😅😅
Pia Palinrungi
lisa2 kamu sebenarnya maunya apa, zico itu tulus mencintaimu, nanti kamu hamil baru zico nggak mau pertanggungjawab gimn tuh
tp ttp dukung zico u mengambil hati dn cinta lisa
Pia Palinrungi
waduhhh lisa bener2 nggak mau semudah itu menerima zico, ttp semangat zico jgn berhenti berjuang u mendapatkan cinta sila kamu akan kaget kalau kamu tahu sila itu siapa
Pia Palinrungi
yah nggak kecewa sihhh krn zico yg mengambil.pertamam sila, tp apakah sila akanmembuka hatinya u zico...??
Pia Palinrungi
aduhh lisa kamu harus kosentrasi jgn sampai terjebak, semoga aja zeco cepet ketemu lisa sebelom terjadi apa2
Pia Palinrungi
thor pleasss jgn sampai violet menjebak lisa, kalau tdk dijebak mah lisa bs bikin jadi perkedel mereka semua
Pia Palinrungi
semoga aja violet tdk menjebak lisa
Pia Palinrungi
slogan zeco lain dr yg lain🤣🤣🤣🤣
Pia Palinrungi
kalau cintamu tulus zeco lama2 lisa akan luluh makanya jgn singgung harta sm uang u menakluknya lisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!