Aury Sasikirana 20 tahun, dijual sang ayah lalu dibeli seorang pria dewasa yang sedang mencari calon istrinya.
Luke pencariannya membawa dia ke Jakarta dan bertemu dengan Kiran, seorang gadis yang juga mengalami sebuah kepedihan hidup yang sama dengan Dayana kekasihnya yang yaitu human trafficking (Perdagangan manusia/ Perbudakan modern) Kiran akan di jual oleh ayahnya sendiri.
Luke menawarkan bantuan pada Kiran dengan persyaratan Kiran mau membantu dia mencari Dayana di kota itu.
"Tolong belilah aku kepada ayahku, jika tidak malam ini ibu dan adikku akan dibuang!" Pinta seorang gadis muda pada Luke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percobaan.
Kiran dan Luke sudah naik ke mobil, keduanya siap berangkat ke tempat hiburan malam dimana bapak Kiran bekerja itu, “Pasang seat beltmu kucing kecil kita bisa di tilang polisi!”
“Hem....”
“Hemm, hemm apa? Sudah aku ulangi tiga kali tapi tidak bergerak juga!”
Kiran menatap Luke sebal, “Pasangkan makanya! Aku tidak mengerti memasang ikat kursi ini, harus berapa kali aku menjelaskan diriku seperti apa, aku tahu semua tapi tidak tahu caranya.”
Luke tertawa bukan malah kesal dibentak seperti itu, dia lupa tentang bagaimana Kiran. Segera Luke memberhentikan mobil dan memiringkan tubuhnya memasangkan seat belt untuk Kiran. Dalam hening Kiran mempelajarinya, sedikit menegangkan tubuhnya sebab jarak dia dan Luke yang begitu dekat.
Beberapa menit kemudian mobil pun melaju lagi, Kiran memilih diam ditempatnya dan Luke serius mengemudi sebab ia masih belum terlalu lihat mengemudi di kota yang ramai itu.
"..."
“Om?” Lihat Kiran pada Luke yang sangat serius itu.
“Hemmm?” sahut Luke tidak menoleh.
“Aneh bukan aku memintamu membeliku dari bapak? Dia pasti meminta dengan nominal yang sesuka hatinya.”
“Kau meragukan aku tidak mampu?”
Kiran menelan ludahnya, “Bukan seperti itu! Maksudku jika hanya untuk sejam dua jam artinya besok-besok Yuda akan mengincarku lagi.”
“... Aku akan mintamu untuk waktu yang lama, lebih tepatnya akan memintamu darinya untuk menjadi milikku selamanya.”
“Seperti orang melamar ya om, sialnya hanya untuk lepas dari Yuda, kau tidak bercanda? Yuda itu separuh iblis akan berapa banyak yang nanti dia minta padamu? Dan apakah kau mau begitu saja memberikan uang dalam jumlah yang besar untuk orang asing sepertiku?”
Luke tertawa, “Jika aku menginginkan sesuatu darimu bagaimana?”
Kiran diam sejenak, “Menginginkan sesuatu? Aku tidak punya apapun tapi—jika kau mau membuat aku jadi pembantumu aku siap, aku sudah jelaskan itu kan? hanya itu yang bisa ku lakukan, setidaknya menjadi pembantumu cukup baik dari pada aku harus jatuh ke tangan orang lain yang mungkin akan membuatku menjadi budak sekss atau istri ke sekian dari bandot tua hidung belang.”
“Mau jadi pembantuku? Kau tidak takut aku akan mengambil kesempatan?”
Ada titik rasa yang Kiran tidak tahu cara menjelaakannya tapi jika itu terjadi, mungkin Kiran bisa mempertimbangkannya lagi.
Kiran pun tersenyum,“Aku percaya kau cukup baik, kau juga tidak akan mengkhianati kekasihmu itu, “ Alihkan Kiran wajahnya dari Luke.
Luke pun tertawa seketika hahaha, “Little cat, kau sungguh membuat hari-hariku disini berisi lumayan jadi mainan diwaktu senggang.”
“Terserah kau menganggapku mainan atau apapun itu, setidaknya kau membuatku aman.”
Luke tertawa lagi, “Kau salah little cat, aku menyeramkan, buas dan beringas....” Huaaaaa...Luke membesarkan suaranya menakuti Kiran.
“Enggak lucu!”
...***...
Menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Luke menurunkan Kiran di area tempat hiburan malam itu, “Hati-hati...” ucap Luke membuka seat belt Kiran, “Jika bingung bertanyalah kepada siapapun, segera kirim kabar apapun berkembangannya.”
Kiran diam sejenak menatap lirih pada Luke saat ia lihat suasana tempat hiburan malam itu begitu menakutkan dia yang tidak pernah memijakan kaki ditempat-tempat seperti itu.
“Aku berada tidak jauh dari sini, aku ada di applebee sebelah sana, ada beberapa rekan yang akan ku temui, setelah menerima kabar aku akan segera datang.” Paham Luke akan ketakutan Kiran.
Kiran pun mengangguk, “Doakan aku, semoga semuanya lancar,” Pegang Kiran tangan Luke dan laki-laki itu segera mengambil tangan Kiran menggenggamnya.
“Kau kucing hebat, anak baik semuanya akan baik-baik saja.” Usap Luke kemudian kepala gadis itu lalu membenarkan jaket miliknya yang Kiran kenakan lalu menutup dadanya yang terekspose.
Kiran mengannggukkan kepala segera turun, Kiranmerasa terlindungi, Tuhan tidakkah seharusnya ayahku yang seperti ini, memberikan rasa aman, nyaman, dan melindungiku tapi kenapa malah sebaliknya.
Luke terus memperhatikan gadis itu yang berjalalan masuk hingga ia hilang masuk kedalam sana.
...***...
Sesampainya di dalam sana Yuda segera menarik Kiran membawanya ke belakang sana btempat yang tampak sepi. Yuda kesal pada sang anak yang berpenampilan sangat buruk.
“Siapa yang akan tertarik jika kamu seperti ini!” Dorong Yuda putrinya itu dengan kesal.
“Apa bedanya ini sama saja.”
“Sama katamu? Apanya yang sama, kecantikanmu adalah asetmu, jika kau seburuk ini siapa yang akan mau? Siapa yang akan tertarik? Ayo ikuti aku!” Tarik Yuda kasar anaknya.
Kiran mau tidak mau hanya bisa pasrah ia terus ditariki hingga sampai kesebuah ruangan yang dia sendiri tidak tahu ini dimana, Yuda berbicara dengan seorang wanita yang sedikit tua namun berpenampilan cukup seksi.
Kiran menangkap Yuda meminta wanita itu untuk merapikan Kiran dan mengiming-imingi dia uang nanti.
“Yuhu Yuda, jika beraroma-aroma uang aku suka, ayo sayang, Luna maya, Gigi hadid lewat jika aku yang menanganinya,” Tarik wanita itu Kiran pergi dari sana.
Kiran sungguh ingin menangis, ditempat asing, gemerlap dan berisik seperti ini dia sendirian, dia diperlakukan seperti tawanan.
“Baru pertama ya?” Wanita itu tertawa pelan pada Kiran lalu ia mengeluarkan sebuah pakain dari tasnya, “Pakai ini lebih cantik, yakin dah kamu jadi incaran tamu-tamu disini.”
Kiran memeluk dirinya pakaian yang dikeluarkan wanita itu begitu terbuka berwarna silver dengan kain satin yang tipis.
“Sa-ya pakai ini saja.” Pegang Kiran pakaiannya.
Wanita itu menatap sebal Kiran, “Kamu fikir ini tempat mangkal waria, pakaian gituan mau dangdutan? Pakaian kamu bisa mempengaruhi harga kamu, tapi tergantung juga sih jika dalamnya masih bagus.” Hahah
Netra Kiran berkaca-kaca, demi Tuhan jika bukan karena ibu dan Ine dia tidak akan sudi berada ditempat ini.
"Om--" Kiran bingung bagaimana caranya menghubungi Luke, takut Yuda melihat dan merampas ponselnya.
.
.
.
VOTE AKU DONG!!🤭🤗