Kinan adalah seorang gadis berusia 22 tahun, sejak awal Kinan telah mengalami kehidupan yang kurang menyenangkan dikhianati kekasih dan sahabat yang amat ia percaya, lalu karena keputusan besar yang dia ambil keluarga yang tersisa juga memutuskan hubungan dengannya. Tak habis sampai disitu hal lain datang sebagai musibah Kinan mengetahui dirinya hamil disaat dia dan Dirga (Kekasihnya) telah memutuskan hubungan.
Kinan tidak yakin mengenai ayah dari anak yang ia kandung itu, kecerobohan yang dia lakukan dimalam itu mungkin saja penyebabnya.
Malam dimana dia tau Hanna (Sahabat) mengkhianati Kinan pergi ke sebuah Bar menenggak alkohol yang sebelumnya tidak pernah ia cicipi barang setetes pun sampai akhirnya Kinan setengah tidak sadarkan diri, tapi ada sesuatu yang ia ingat, ia dipapah keluar dari bar oleh seorang lelaki, meski tak yakin Kinan berfikir dialah ayah dari anak yang ia kandung kini, tapi naasnya Kinan bahkan tidak tau wajah lelaki yang memapahnya malam itu.
Aiman KraditaPutra adalah sesosok lelaki yang berjiwa hangat tetapi dalam hati penuh dengan luka dan kesepian. Dia adalah pewaris tunggal perusahaan LK (Bos Kinan)
Aiman sudah menikah, satu tahun telah menjalani rumah tangga, namun sampai sejauh ini Aim tidak pernah merasakan apa itu artinya menikah atau berumah tangga, karena satu tahun yang dia dapatkan hanya cemoohan, tidak dihargai, dan rasa diinjak-injak juga pengkhianatan semuanya seakan tak terkendali hingga suatu hari setelah pemikiran yang panjang diam-diam Aim memutuskan untuk menceraikan istrinya.
Terlepas dari kisah mereka, teka teki dan rasiah Kinan Aim selidiki dengan jelas.
Bagai mana kisah selanjutnya?
Kira-Kira anak siapa yang di kandung Kinan? dan bagai mana kisah asmara mereka akan berakhir?
Ikuti terus Novel Amatir ini ya.. Stay terus 'seeyou'😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaniH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag. 9
Sejak tadi Mina tak henti mendengus mengacak rambutnya frustasi mengutuk keputusan Kinann, harusnya hari ini dia sedang menikmati awal hidupnya menjadi besan orang kaya bukan duduk meratap penuh emosi seperti ini.
Mina melirik handphonenya yang ia letakan diatas nakas, beberapa saat kemudian meraih lalu mengaktipkannya.
^^^Kluuunggg....^^^
Mina menerina pesan yang dikirim salah satu teman arisannya, teman itu memotret gedung resepsi
"Jeng mewah banget, kelihatan bukan dekorasi murahan, ternyata jeng Mina nggak bohong calon menantu jeng Mina memang orang kaya" dia lalu memotret mobil pengantin yang telah dihias dengan rantayan bunga lalu mengirimkannya kembali kepada Mina "Jeng saya lihat pengantin lelakinya keluar dari mobil ini (Mobil mewah dengan merek yang terkenal) ini mobil asli miliknya'kan? bukan sewaan, beruntung sekali loh jeng Mina ini"
Lalu yang lain mengirimkan swaphoto bersama beberapa teman arisan yang lain, "Jeng, tinggal jeng Mina yang belum datang, posisi Jeng udah dimana, harusnya udah disini'kan? sebentar lagi acaranya'kan mau dimulai"
"Jeng, boleh nggak sebelum pengantinnya naik ke pelaminan kita nyamperin dulu situ, mau foto foto dulu dengan calon pengantin pasti cantik deh"
Lalu Mina kembali menerima sebuah photo dekorasi pelaminan dengan emot 😱😍😚.
"Kece abis dekorasi pelaminannya, pokoknya ini dekorasi termewah pertama yang aku liat jeng,"
"Oo ia Jeng, orang orang bilang Muanya Si A ya, terkenal bangeeeet, jadi ngiri deh"
Orang orang terus mengirimi pesan pesta pernikahan membuat Mina semakin frustasi, Mina melemparkan handphonenya ke atas tempat tidur penuh kesal.
Semua kekacauan ini Mina tidak henti menyalahkan Kinan, "Dasar anak bodoh tidak tau diri tidak tau di untung" Umpat Mina.
Para tamu undangan sudah terlihat resah menoleh kiri kana menunggu acara dimulai.
Dirga mengusap wajahnya dengan kasar menarik nafasnya penuh keresahan, Kinan tak juga kelihatan sementara waktu sudah menunjukan pukul 10:15 acara melorot 45 menit penghulu pun sudah berdiri duduk enggan menunggu lagi.
"Bagai mana ini Pah?" Tanya Dila, ibu Dirga. Dila duduk mengurung diri disebuah ruangan dia malu untuk keluar merasa tidak sanggup mendengar gunjingan tamu undangan, mereka banyak membicarakan Dirga yang akan menikahi dua perempuan sekaligus, tapi bukan itu yang jadi persoalan kabar kehamilan Hanna yang tiba tiba sudah tersebar dan sampai di telinga saudara dan kerabat, banyak dari mereka yang merasa tak percaya sekaligus penasaran akan kebenaran itu beberapa juga sudah menanyainya lewat pesan tapi Dila tak bisa memberi jawaban. Dila menganggap kehamilan itu benar benar aib dan neraka yang membakar wajahnya.
Waktu melorot jauh dari yang sudah ditentukan, keterlambatan ini tentu karena Kinan yang tak kunjung datang.
Dila sudah berulang kali mencoba menghubungi Kinan menelpon dan mengirimnya pesan singkat, tapi Kinan masih tak memberi balasan, biar begitu Dila tak henti mencoba 'Sayang? Kenapa belum sampe, Ada apa? Apa ada masalah? Apa perjalannanya macet? Apa perlu kami jemput? Mamah khawtir sekali Nak, tolong jawab Mama' pesan Dila penuh akan kecemasan.
Selepas mengirim pesan Dina terus menatap layar handphone dengan harapan Kinan akan segera membalasnya, dalam hatinya Dila sempat curiga Kinan sengaja menghilang untuk membatalkan pernikahan Dila sangat cemas tapi sebisa mungkin Dila membuang perasaan buruk itu.
"Sayang pernikahannya.." Dila ingin Kinan segera datang tapi Dila enggan untuk menuntut, "Kami sangat gelisah setidaknya tolong balas pesan Mama, Mama takut terjadi sesuatu, kamu baik baik aja'kan?"
Dila terus menunggu dan berharap dengan gelisah.
Pintu telah kembali diketuk setelah sebelumnya diketuk untuk mengingatkan waktu pernikahan sudah tiba, kepada orang pertama Dila sempat bertanya apa Kinan sudah datang? Karena jawabannya belum Dila meminta dipanggil lagi apabila Kinan sudah sampai'
"Tuan" seorang perempuan merengkuh dengan sopan "Waktu akad akan dimulai" kata seorang perempuan yang ditugaskan untuk menjemput Dila dan suami.
"Apa pengantinnya sudah datang?" Tanya Dila lagi dengan mata berbinar.
"Sudah dari tadi nyonya," kata perempuan itu, mendengarnya Dila sangat senang Dila akhirnya bisa bernafas lega.
Dila dan Suami(Hadi) bergegas keluar senyum bahagia terpancar dari wajah keduanya, mimpinya menjadi seorang mertua yang lama mereka dambakan setelah mengenal Kinan beberapa detik lagi tercapai.
Dila yang tidak sabar bergegas untuk duduk berdiri tak jauh dari sisi pengantin tapi alangkah terkejutnya Dila saat melihat tempat yang disediakan disamping Dirga hanya duduk satu orang saja.
Hanna tersenyum anggun menyambut kedatangan calon mertuanya tapi dibalas dengan wajah datar.
Dila menoleh kesana kemari mencari keberadaan Kinan yang katanya sudah sampai sejak tadi tapi Kinan tidak juga terlihat lalu saat bersamaan dalam kondisi masih terkejut dan cemas Mila menerina notif pesan yang berisi,
"***Mah, Kinan minta maaf, Kinan tidak akan datang untuk menikah, Kinan merasa tidak mungkin melakukan pernikahan.
Dalam hidup, seorang perempuan berharap seorang lelaki bisa menikahi satu perempuan saja begitu juga dengan harapan yang Kinan gantungkan pada Dirga, Kinan berharap dalam hidupnya Dirga akan menikahi satu perempuan untuk selamanya... sekarang disana sudah ada Hanna Kinan tidak ingin jadi perempuan kedua yang Dirga nikahi atau jadi orang pertama dari dua perempuan pemilik Dirga. Mah Kinan minta maaf karena telah mengecewakan Mama dengan keputusan ini, Kinan harap Mamah akan mengerti alasan Kinan melakukan ini' itulah sebagian pesan yang dikirim Kinan***
Dila termenggu penuh sesal rasa kecewa telah menggulung hati Dila tapi Dila tidak ingin menyalahkan Kinan atas kekacauan ini layak keluarganya mendapatkan ini, penghianatan Dirga terlalu berat sebagai perempuan Dila bisa merasakan sakit dan kecewa itu, sejak tau kehamilan Hanna Dila sempat berkecil hati pada Kinan dan kini yang ditakutkannya telah telah terjadi dan berakhir.
Dila akan mencoba menerimanya dengan lapang dada tidak akan menyalahkan apalagi membenci Kinan.
"Mah.." Suami Dila (Handi) mengusap pundak istrinya, Hadi lalu menuntunnya untuk duduk, raut wajah keduanya telah berubah penuh kecewa.
Setelah tau Dirga terpaksa harus menikahi Hanna saja, jujur Handi juga tidak sanggup memberikan restu itu untuk orang lain terlebih untuk seorang penghianat seperti Hanna.
"Papah malu Mah" keluh Handi "Papah tidak pernah membayangkan ini akan terjadi pada keluarga Kita, Papah sungguh malu sama semua orang Papa juga bersalah pada Kinan Papah bersalah sama dia Papah tidak akan sanggup bertemu dengan dia lagi Mah," Ucap Hadi setengah berbisik sambil mentap Hanna dari belakang penuh sesak "Rasanya kalau suatu saat papa bertemu Kinan kulit wajah papa mau meleleh Mah," Handi menunduk menyalahkan dirinya.
"Mamah tidak bisa membayangkan ini sebelumnya Pah, dada Mama sampe sesak saat tau Dirga menghamili Hanna dan memutuskan menikahinya" Nafas Dila terengah menelan kekecewaan akan pernikahan ini, air mata ingin sekali keluar tapi Dila berusaha menahannya untuk tidak jatuh agar tidak merusak riasan, "Dunia Mama rasanya hancur berantakan."
seamngat yaa