NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Ternyata Aku Istri Kedua

Berbagi Cinta: Ternyata Aku Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Fantasi / Misteri / Cinta Dramatis Yang Sedih / Tamat
Popularitas:14.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Muhammad Yunus

Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya


Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.


Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.


Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??


Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegangan

" Sepertinya ada tamu!" Suara Ahmad Bapak Akbar membuat hati Akbar semakin ketar-ketir

" La iya! Ayo kita turun, barangkali nyari Kamu Mas!!" Lia ikut menoleh ke arah Akbar

Ingin rasanya Akbar membawa mobil Bapak nya dan penumpang nya putar balik, sungguh Akbar masih belum berani jika semuanya akan terbongkar hari ini, apa lagi keadaan sang Bapak___

Pupus sudah harapan Akbar saat ketiga orang yang tadi bersama dirinya di dalam mobil kini sudah melangkahkan kaki mereka menuju teras rumah

Apa ini akan menjadi Akhirnya?? Akbar meremas rambutnya Tidaaaaaaaakkk!! sungguh Akbar belum siap, tetapi nasi sudah menjadi bubur saat Akbar mendengar suara Ibu nya menjerit-jerit

Tergesa Akbar turun dari mobil , langkah lebarnya menuju sumber suara, Mata Akbar terbelalak terkejut kedua kalinya saat melihat tubuh Bapaknya sudah terduduk di teras rumahnya bersama Rinjani dengan nafas tersengal-sengal

Akbar langsung menghampiri mereka dengan kekhawatiran hakiki, tenggorokan Akbar tercekat saat melihat Via dan Keyra duduk di kursi teras yang sudah usang

Apa ini?? Apakah Keyra mengatakan bahwa dia adalah istri Ku??, atau Bapaknya melihat Via yang duplikat dirinya dalam jenis kelamin yang berbeda??

Belum sempat masuk rumah, Akbar harus kembali ke Puskesmas, Tetapi kali ini tidak dengan mobil Bapak nya melainkan mobil nya bersama dengan Keyra

Rinjani yang khawatir dengan keadaan Bapak mertua nya bersikeras untuk ikut, begitu juga Keyra kedua istri Akbar ikut mengantar Bapak Akbar

Tak ada obrolan sama sekali diperjalanan menuju Puskismas, hanya isakan Ibu Akbar yang terdengar, semua tengelam dalam pikiran masing-masing

Keyra duduk di samping Akbar yang mengemudikan mobil dengan Via, sedangkan Keyra duduk bersama kedua mertuanya, mengapit Bapak Akbar yang di dudukan di tengah dan di sebelahnya Ibu Akbar

" Maaf Kami sudah berusaha semaksimal mungkin Tetapi Allah berkehendak lain!!"

Perkataan Dokter terus mendengung di telinga Akbar. Akbar tak percaya sang Bapak akan pergi secepat itu

Belum hilang rasa keterkejutan nya, Sang Ibu luruh tak sadarkan diri, beban fikiran Akbar bertumpuk seperti memory yang penuh

Akbar berdiri di ambang pintu Menatap wajah Bapaknya yang sudah pucat pasi, Padahal belum genap satu jam yang lalu Bapak nya masih sehat walafiat

Akbar tak bergeming, Kejadian nya begitu cepat, andai saja Keyra dan Via tak datang mungkin Bapak nya masih ada saat ini, Andaikan Kemarin pun Akbar tak membawa Keyra menemui Rinjani, mungkin hubungan nya dengan Rinjani masih harmonis

Akbar meraup wajahnya kasar, mengabaikan lelehan Bening yang mulai menetes, sederet penyesalan nya kian menyesakkan dadanya

Saat ini bahkan Ibunya belum sadarkan diri. Akbar menatap Keyra yang duduk bermain ponsel android nya seperti tidak terjadi apa-apa, padahal kenyataannya Bapak mertua alias Bapak dari suaminya baru saja meninggal dunia

Sedangkan Rinjani sibuk menemani Ibunya yang belum sadarkan diri

Apa ini?? Akbar seperti di cemooh oleh takdir, Bagaimana hidup nya kedepan??

" Sayang perut ku kram! bisa antar aku pulang sebentar??"

Akbar terperangah tak percaya dengan kalimat yang keluar dari bibir wanita yang dicintainya itu, Rasanya Akbar salah dengar, tidak mungkin bukan wanita yang di cintai nya justru memikirkan dirinya sendiri, sedangkan disini suaminya tengah terguncang karena kepergian orang tuanya??

Raut wajah Keyra tampak kesal melihat Akbar yang menatap nya diam

" Sayang Ayo Aku sudah jenuh, Batree ponsel ku juga habis!!"

" Keyra aku tak salah dengar??" Akbar menatap tak percaya wanita yang Lima tahun menjadi prioritas utama nya itu

" Bapak baru saja meninggal, apa kamu tidak merasa sedikit saja rasa kehilangan?? bahkan Ibu ku belum sadarkan diri!!" Akbar mencoba menahan amarah di dadanya. tidak ingin membuat istri tercintanya merasa tertekan

Keyla tampak biasa saja, ekspresi wajahnya tidak menampakkan sedikit pun kesedihan.

" Mas, Aku juga pernah kehilangan sosok Papa bahkan tidak hanya Papa tetapi kedua orang tua ku, aku bukan nya tak berempati terhadap Bapak mas tetapi aku takut jika bersedih hati akan berdampak buruk untuk anak kita, kan kata Dokter aku tidak boleh setres!!" ucapan Keyra mampu membuat kemarahan Akbar pada Keyra mereda, Akbar membenarkan apa yang istrinya ucapkan, mana mungkin Keyra tak sedih ketika Bapak mertuanya meninggal hanya saja Akbar merasa Keyra mencoba tegar demi anak mereka yang tengah berjuang tetap berada dalam rahim istri nya

" Ya sudah ayo mas antar pulang!!" Akbar merangkul lembut Keyra untuk mengantarkan nya pulang bersama dengan putri kecilnya, mengabaikan sejenak perasaan nya yang tak karuan

Tetapi ternyata Setelah kepergian Akbar, Rinjani mencari sosok nya, keadaan Ibunya kritis Dokter membutuhkan Akbar untuk berbicara serius dengan Dokter.

" Mas Akbar kemana sih??" Cemas Rinjani

Bagaimana tidak cemas, klinik membutuhkan tanda tangan Akbar untuk persetujuan pemulangan jenazah dan juga persetujuan penanganan Ibunya

Saat ini Rinjani tidak membawa apa-apa, bagaimana caranya mau menghubungi Akbar

" Bu Bagaimana??" Suster mendatangi Rinjani yang masih kebingungan mencari keberadaan Akbar

" Tolong tunggu Suster, suami saya belum ketemu!" Rinjani menatap suster meminta kelonggaran waktu

" Tapi keadaan pasien harus segera di tangani Bu!!"

Rinjani memejamkan matanya rapat ' Kemana gerangan suaminya?? mengapa di saat seperti ini Akbar malah pergi? mungkinkah Akbar memulangkan Keyra dan anaknya?? disaat seperti ini??

Mata Rinjani mengikuti beberapa perawat dan dokter yang masuk kedalam ruangan dimana Ibu Akbar berada

" Bu Tolong pasien harus segera dirujuk!!"

Rinjani meremas tangan nya dengan cemas , ya Allah bahkan keadaan nya saat inipun tidak sehat, tega sekali Akbar menempatkan dirinya di posisi seperti ini??

Wanita dengan wajah pucat itu melangkah tergesa menghampiri wanita yang sudah dia anggap Ibu kandungnya, wanita yang beberapa jam yang lalu masih menggenggam tangan nya.

" Tolong lakukan yang terbaik Dokter, saya akan menyetujui segala sesuatu nya, rujuk Ibu saya ke rumah sakit terbaik!!"

Rinjani tak bisa menunggu sampai suami sableng nya itu datang, Rinjani tidak mau sampai ibu mertuanya ikut merenggang nyawa karena menunggu Akbar yang tak kunjung datang

"Bu administrasi nya??"

" Sus , saya bisa pinjam ponsel??" Rinjani berbicara dengan nada sopan pada Suster yang sibuk membantu menyiapkan surat rujukan untuk Ibu mertuanya

" Tentu Bu silahkan!!" suster itu menatap kasihan pada Rinjani yang masih terlihat lemah tetapi justru mengurus kedua orang tuanya yang membutuhkan tenaga nya, dalam hati perawat itu bertanya-tanya apakah wanita di depan nya itu tak memiliki saudara atau suami??

" Oh syukur lah Anda mengangkat telpon saya Pak!!" Suara Rinjani terdengar ramah dan juga penuh kelegaan, ini nomor ke empat rekan kerja nya yang Rinjani cukup hafal yang dirinya coba hubungi, karena kerap kali melakukan kerja sama dengan perusahaan nya, Rinjani bersyukur rekan kerja nya mau mengangkat Nomor asing yang tak dikenal, mungkin ini keberuntungan untuk Rinjani

"________________

" Ini saya Rinjani Aqilla!"

"_____________________

" Saya ingin meminta bantuan Anda ini sangat mendesak!"

" _____________________

" Anda benar' tetapi Maaf saya butuh kes dan sekarang juga!!" Nada Rinjani lirih dan penuh rasa sungkan

" ______________________

" Ya Allah saya sangat berterima kasih Pak, Saya akan segera mengirimkan lokasi saya saat ini, sebelum nya saya mengucapkan beribu terimakasih ya Pak! Asisten saya sedang berada di jarak yang tidak bisa saya libatkan, sedangkan ini mendesak, segala kart saya berada di rumah!" Rinjani tersenyum dalam akhir panggilan nya , sebelum tangan nya mengetik lincah mengirimkan lokasi dimana dirinya berada saat ini pada seseorang yang baru saja di hubungi nya

_________________________

Di rumah Keyra dan Akbar, Akbar sedang menidurkan Via yang tiba-tiba cerewet, bukanya membantu Akbar, Keyra malah asik berendam di bathtub dengan alasan meredakan kram perut nya, dan untuk kesekian kalinya Akbar tetap mengutamakan kepentingan Keyra dia atas segala nya, tanpa Akbar sadari bahwa kehancuran bisa menimpa nya kapan saja terlebih cinta buta nya pada Keyra sampai melupakan kepentingan kedua orang tuanya yang bahkan satunya sudah tak bernyawa dan terbujur kaku di klinik kesehatan karena dirinya lebih mementingkan wanita yang membuatnya jatuh cinta sedalam-dalamnya

1
Sandisalbiah
gak rindu mereka sih Thor.. cuma gemez aja ama kelakuan mereka yg masih jalan di tempat.. harusnya Akbar itu banyak² bersyukur dgn usahanya yg sekarang banyak kemajuan dan itu krn bantuan Rinjani makanya dia bisa buka usaha tp air susu mala di balas air tiba.. berkali Akbar berusaha menyakiti Rinjani, bikin tambah illfeel aja ama dia
Sandisalbiah
sukurin.. mamam itu hasil pemikiran dr otak dangkalmu Akbar.. cari penyakit sendiri.. bodoh kok di pertahankan.. susah sendiri jadinya kan..?
Sandisalbiah
kali ini beneran OTW Nurry junior kah..?
Sandisalbiah
apa sih isi otak Akbar.. plin plan banget jd laki... sebentar minta maaf.. sebentar jd setan lagi.. manusia yg gak bisa menghargai, menjaga perasaan org lain gak bakal dapet ketenangan dlm hidupnya.. bahkan Akbar juga henti² merendahkan dirinya sendiri.. sebodoh itu jd manusia.. berulang kali mengulangi kesalahan yg sama.. bukan introspeksi diri, ini malah makin terperosok dlm kebodohan yg menyengsarakan diri sendiri..
Sandisalbiah
mungkin jagoan yg di order Nurry udah dateng peke paket kilat...
Sandisalbiah
bodoh kuadrat kala Rinjani tetap mempertahankan nama Akbar di hatinya... mantan haruslah jd masa lalu, tak harus di buang tp tdk juga harus selalu di ingat.. cukup jadikan pelajaran agar kedepannya bisa melangkah lebih baik..
Sandisalbiah
Akbar bodoh krn cintanya pd Kyra, Rinjani bodoh krn cintanya pd Akbar dan... semoga mereka bisa belajar dr kesalahan ini, belajar dr kebodohan itu agar bisa mengambil keputusan bijak buat masa depan mereka..
Sandisalbiah
cinta boleh.. bodoh jangan.. jadikan Akbar ini contoh yg buruk agar tdk di tiru.. mencintai secara membabi buta sampai tak kenal tabiat perempuan yg di cintai secara igal² itu.. akhirnya rugi sendiri
Sandisalbiah
kamu di mata Kyra itu ibarat ATM berjalan Akbar... jgn berharap terlalu tinggi.. yg Kyra cintai itu hanyalah uang dan kamu mesin pencetaknya td lebih...
Kayla Rane: KK mmpir di novelku yg on going yuk. mohon Krisan dan dukungannya terimakasih 🙏😇
total 1 replies
Sandisalbiah
penasaran dgn azab yg bakal Kyra terima... krn jiwa iblisnya itu totalitas.. kelakuan, kepribadian, omongan semua itu setan banget.. gak ada sisi manusianya..
Sandisalbiah
jungkir balik dunia Akbar krn cinta buatnya.. ayah dan ibunya pun jd korban
Sandisalbiah
hah.. puas hati.. saat mata pria bodoh itu menyaksikan sang belahan jiwa tercinta ternyata titisan siluman ubur² dgn kelakuan dajjalnya... gimana Akbar... kelakuan istri tercintamu begitu membagonggan bukan...
Sandisalbiah
fakta baru kalau Akbar beneran bego, bagaimana seorg suami tdk tau kondisi istrinya yg sebenarnya... gampang banget dia di begoin Kyra dan mirisnya sampe sekarang dia blum sadar juga.. hais..
Sandisalbiah
kasihan.. pd Akbar... dia pri bodoh yg dgn sadar membodohi dirinya sendiri.. fakta terpampang nyata di depan mata tp di memilih menutup matanya... kenyataan berulang menampar nuraninya tp dia tetap kekeh pd keputusan utk mengabaikannya.. kurang bodoh gimana lagi coba..??
Sandisalbiah
kamu dan Kyra itu sama, sifatnya, sombongnya, serakahnya dan yg paling nyata.. kalian itu dua manusia yg gak pernah bisa atau tau cara bersyukur... makanya kalian jodoh...
Emily
udah talak kok malah berduaan kan guoblok
Dewa Nara
saudari Thor
Dewa Nara
karyawan Thor
Dewa Nara
katanya keyra lumpuh
Dewa Nara
lah maknya si via kemana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!