Pernikahan yang semula di impikan berjalan dengan indah dan bahagia namun nyata nya hanya ada tangisan dan penderitaan.
Kania, wanita yang semula sangat mencintai Ken pada akhirnya harus memilih mundur karena pria itu hanya pura-pura mencintai nya. Bahkan Ken menikahi Kania hanya untuk mengikat wanita itu agar Ken bisa bebas menyiksa dan membalas dendam atas meninggalnya kakak Ken.
Kania hancur, terlebih lagi diri nya harus kehilangan anak yang sedang di kandung nya karena ulah Ken sendiri. Sejak saat itu, Kania langsung mengubur cinta nya pada Ken bersama janin yang telah hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09.Hamil
"Kania.....Kania...."teriak Ken di tengah rumah.
"Maaf tuan,nona Kania sedang tidak berada di rumah."jawab pelayan.
"Hah,kemana dia?mengapa kalian membiarkan dia keluar rumah?"tanya Ken mulai emosi.
"Kata nona dia pergi sebentar untuk ke makam ibu nya."jawab pelayan.
Ken menghembuskan nafas kasar nya,pria itu nampak geram karena Kania keluar rumah tanpa sepengetahuan nya.
Tiba-tiba dari arah pintu,Kania muncul dan berjalan menghampiri Ken.
"Maaf,aku tadi pergi ke makam ibu ku!"sambung Kania.
Ken menatap tajam sambil mencaci maki Kania.
"Sejak kapan aku memperbolehkan mu ke keluar rumah?"tanya Ken.
"Apa salah nya?aku hanya pergi sebentar untuk ke makam ibuku.Apakah itu salah?"tanya Kania dahi nya mengeruk.
"Aku tidak butuh penjelasan mu!dengar wanita bodoh,kau tidak boleh keluar rumah tanpa izin dariku!"ucap Ken.
"Baiklah,aku minta maaf!"kata Kania.
"Cepat bersihkan ruangan kerja ku!jangan ada satupun debu yang menempel!"perintah Ken lalu pergi.
Kania pun langsung melakukan perintah dari Ken.Hari sudah malam,Kania sedang menyiapkan makan malam untuk Ken.Ken menuruni anak tangga sambil menerima telepon dari Malla.Pria itu menarik kursi lalu duduk dan mematikan sambungan telepon nya.
"Makanlah,aku sudah menyiapkan semuanya!"ujar Kania berdiri memandang Ken.Pria itu nampak cuek dan tidak menghiraukan ucapan Kania.
"Pergilah dari sini,aku tidak mood makan jika ada kau disini!"ujar Ken.
"Baiklah!"ucap Kania tersenyum tipis lalu pergi.
Keesokan pagi nya,Kania terbangun dari tidurnya.Kepala nya terasa pusing dan perut nya sangat mual hingga membuat wanita itu bolak balik toilet untuk muntah.
"Astaga ya tuhan,kenapa aku ini tidak seperti biasanya?"tanya Kania duduk tersungkur di depan closed.
"Dimana wanita itu?"tanya Ken yang sedang sarapan pagi.
"Tadi saya lihat nona bolak-balik toilet tuan karena muntah tuan.Mungkin nona sedang tidak enak badan."jawab bibi Yuni.
"Dia hanya alasan,cepat panggilkan sekarang juga."perintah Ken.
Tak seberapa lama,Kania datang dengan wajah yang pucat.
"Ada apa kau memanggil ku?"tanya Kania.
"Bersihkan semua ruangan di rumah ini,ada tamu istimewa yang akan datang."perintah Ken sambil menyuap makanan.
"Tapi Ken,aku sedang tidak enak badan!para pelayan bisa menggantikan ku sementara."ujar Kania.
"Jangan banyak alasan!aku memerintahkan mu,bukan yang lain!"bentak Ken.
"Baiklah kalau begitu."ujar Kania terpaksa.
"Oh ya,satu lagi.Jika nanti tamu istimewa ku datang,kau harus mengaku sebagai pelayan di rumah ini.Paham kan!"ucap Ken.
"Kenapa harus begitu,siapa tamu yang akan datang?"tanya Kania.
"Wanita yang paling ku cintai!"jawab Ken tersenyum pada Kania lalu pergi.
Raut wajah Kania seketika berubah menjadi datar,wanita itu menahan tangis dalam dirinya.Ia pun mulai membersihkan sudut-sudut rumah yang lumayan luas.Keringat dingin nya terus saja membasahi jidat nya.
"Ternyata benar,Ken memiliki wanita lain."batin Kania.
Kania kembali mual dan langsung berlari menuju toilet.
Di dalam toilet,Kania teringat bahwa dirinya terlambat datang bulan.Sontak ia kaget dan berpikir jika dirinya hamil.
"Apakah aku hamil?"tanya Kania pada diri sendiri."Aku sudah terlambat datang bulang."
Wanita itu langsung buru-buru menuju gudang dengan niat hati pergi ke Dokter untuk memeriksa apakah benar jika ia hamil.
Siang hari ketika Ken sedang tidak berada di rumah,Kania memutuskan untuk keluar sebentar.Tapi sebelum itu dia bercerita kepasa bibi Yuni jika dirinya pusing dan mual-mual.Bibi Yuni pun menyarankan agar Kania pergi periksa ke Dokter.
"Bibi,aku akan pergi sebentar,tolong katakan ke yang lain jangan memberitahu kan ke Ken.Nanti dia bisa marah."pinta Kania.
"Iya nona pergilah,sebelum tuan Ken keluar.Masalah itu gampang bisa di atur."ucap bibi Yuni yang kasihan.
Wanita itu pun lalu pergi menuju klinik terdekat.
Sesampainya di klinik,dia langsung di tangani oleh Dokter.
"Bagaimana Dok?apakah keadaan saya baik-baik saja?"tanya Kania yang duduk berhadapan.
Dokter tersenyum lebar kepada Kania.
"Maaf sebelum nya,kemana suami anda?"tanya Dokter.
"Em....suami saya sedang bekerja Dok!"jawab Kania.
"Owh begitu,dari hasil pemeriksaan,anda baik-baik saja.Tidak ada penyakit apa pun."kata Dokter.
"Lantas mengapa saya pusing dan mual?"tanya Kania yang belum paham.
"Memang begitu efek nya,selamat ya anda sedang mengandung dengan usia kehamilan dua minggu."jelas Dokter.
Sontak Kania tak percaya mendengar ucapan Dokter tersebut.Ia sangat-sangat terharu sekaligus tidak percaya.Matanya berkaca-kaca antara sedih dan bahagia.
Sepulang nya dari klinik,ia belum melihat Ken berada di rumah.
Kania dengan senang hati memberitahu kabar baik ini kepada bibi Yuni bahwa dirinya sedang mengandung.Mendengar hal itu,bibi Yuni pun ikut senang.