NovelToon NovelToon
Salah Nikah

Salah Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:390.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Di balik suami yang posesif, menyimpan sebuah rahasia besar!

Alan akan selalu melempar benda-benda yang terdekat dengannya ketika ia kecewa dengan Nesa, ia memang tidak pernah memukul istrinya—pria itu akan menumpahkan kekesalannya pada barang-barang di rumahnya.

Nesa sebenarnya tidak tahan lagi, tapi hanya demi Ribi—putri semata wayangnya dirinya bersabar menghadapi perangai buruk suaminya yang tempra mental. Tapi bencana itu datang, saat Nesa mengetahui jika sang suami tidur dengan wanita lain hanya satu kalimat yang terucap.


"Mari kita cerai!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9

Hallo, ini adalah novel kesekian yang aku tulis di Noveltoon. Jujur saja aku kurang begitu menguasai Novel dengan dialog non baku. jadi harap dimaklumi kalau kesannya kaku.

semoga kalian suka dengan kisah yang kutulis kali ini. Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca.

kalian bisa follow akun IG-ku @Novi_Wu01

Luv,

Novi Wu

_________________

Alan memijit pelipisnya sendiri, ia tidak bisa berpikir jernih saat ini. Ia sudah ijin kepada HRD di kantornya—jika hari ini dirinya libur berkerja, tiba-tiba suara milik Rudi vocalis U-came dengan lagu legendarinya Bayangan bergema di dalam ponselnya. Cepat-cepat ia menyambar gawai tersebut dari atas nakas, berharap jika sang istri meneleponnya, dan ia akan menyuruhnya pulang. Sendirian tanpa anak dan istrinya benar-benar membuatnya sesak.

Ia melirik layar gawainya. Harapanya pupus saat ia membaca nama Hendra sahabatnya yang terpampang dalam layar ponselnya.

(Hendra memanggil) 

Membaca nama Hendra saja, sudah membuatnya malas. Ia hanya ingin Nesa yang meneleponnya bukan yang lain. Dengan perasaan tak karuan, ia menjawab panggilan sahabatnya itu.

"Kenapa, lo?" tanya Hendra, setengah mendengus.

"Nggak papa, gue cuma lagi nggak enak badan," jawab Alan, seadanya. Dirinya tidak ingin semua orang tahu, jika Nesa pergi dari rumah. Jika hal itu tersebar akan membuat harga dirinya runtuh dan hancur. Tapi untuk Hendra ia bisa menceritakan semuanya, bahkan kelemahan Nesa pun kadang ia beberkan pada sahabatnya itu.

"Ah, lu ... pakai ijin segala! Entar malam gue mau pergi lagi. Lu mau Ikut?" tanya Hendra, bermaksud mengajak untuk mencari hiburan di kala ia juga bosan dengan kehidupan rumah tangganya. Bedanya istri Hendra adalah tipe wanita yang galak, dan tidak bisa di atur, bahkan hubungan mereka hambar tanpa ada komunikasi sama sekali.

"Nggak—" Cepat-cepat Alan menjawab dengan lugas. "Istri gue kabur!" tambahnya lagi.

"Apa? Istri lo kabur dari rumah?" Hendra tampak terhenyak kaget. "Istri lo yang luar biasa cantik plus nurut, bisa kabur?" ledek Hendra.

"Sialan lo!" umpat Alan, kesal. "Gue mau jemput dia ke rumah Bapaknya, emang prempuan bikin hidup jadi rumit!" dengusnya.

"Udah tahu rumit, masih mau lo cari?" Pertanyaan Hendra membuat Alan seketika berpikir. 

"Eh ... gue tutup teleponnya sebentar." 

Alan menutup panggilan dari Hendra, lalu mengecek isi pesan yang ada dalam gawainya itu. Betapa terkejutnya ia, ada pesan dari Wina Bunga, seorang penjaja **** yang terakhir ia pakai, dan prempuan itu mengirimkan chat untuknya—dan parahnya ia tidak merasa membuka isi pesan tersebut. 

Hampir saja nyawanya melayang tatkala ia membaca isinya yang mengatakan ia sangat puas. Oh, Tuhan hampir saja jantung Alan akan lepas. 

Apakah istrinya pergi karena membaca isi pesan ini? Tapi Nesa tidak mengerti password untuk membuka ponselnya. Lalu siapa?

Perlahan Alan berjalan menuju pantri untuk membuat kopi, yang sudah lama ia tidak lakukan sendiri, karena selama ini hanya Nesa-lah yang melakukan ini semua.

Ia membuang bekas kopi sachet yang sudah habis di tempat sampah. Matanya tampak menajam saat melihat sebuah kertas yang tidak asing baginya. Ya, struk hotel tempat di mana ia bercinta dengan Wina kemarin.

 

"Damned!(Sialan)"umpat Alan dalam hati, ia benar-benar yakin, jika Nesa mengetahui sesuatu. Ia tampak mengacak-acak rambutnya sendiri, ingin rasanya ia berteriak mengetahui kenyataan—jika Nesa memergoki dirinya berselingkuh, dan parahnya ia menduakan Nesa dengan seorang wanita malam pemandu karaoke.

Setelah mengajukan cuti untuk beberapa hari, Alan langsung memesan tiket pesawat untuk menuju ke kota Semarang, tempat kelahiran istrinya.

***

Nesa tampaknya sudah mulai tersenyum, ia seolah tengah bebas dari penjara bersangkar emas. Dirinya melihat putrinya bersama dua tantenya sedang bermain game online bersama.

"Kue cah loro, nggak kuliah to? (Kamu berdua nggak kuliah?)" tanyanya, kepada kedua adiknya Siwi dan Salma.

"Lo iki dino sabtu, Mbak. Kampus prei (Loh, ini hari Sabtu, loh, Mbak. Kampusku libur)," jawab Salma, dengan mata masih menatap layar gawainya.

Karena hanya berkutat dengan pekerjaan rumah tangga saja, membuat Nesa bahkan lupa hari dan tanggal.

"Aku tak tidur dulu, ya. Aku capek, jagain ponakanmu lo, ya." Nesa merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai memejamkan matanya.

Sementara Siwi dan Salma mengangguk berbarengan.

Sang Ibu yang sangat senang, dengan cekatan memasak masakan kesukaan anak pertamanya itu, sayur lodeh dan pindang goreng ditambah dengan sambal terasi hijau. Makanan favorid Nesa, yang tidak pernah ia masak selama di Jakarta—karena Alan kurang menyukai masakkan berkuah santan, ia menganggap bahwa santan hanya masakan tidak sehat penimbun lemak.

Setelah selesai semua, sang ibu melesat menuju kamar anaknya untuk membangunkan Nesa yang tengah terlelap berdamai dengan mimpinya.

"Nduk, tangi! (Nduk, bangun)," ucap sang ibu, yang disambut kerjapan mata oleh Nesa.

"Njih, Buk (Iya, Bu)." Dengan nyawa masih belum terkumpul Nesa bangun sesuai perintah sang ibu.

"Makan dulu, Ribi sudah ada di meja makan," perintah sang ibu.

"Iya, bu. Nanti Nesa nyusul," jawabnya.

***

Pukul sebelas siang, Semarang memang terkenal dengan hawanya yang panas. Tapi beruntung karena Nesa tinggal di daerah yang sering mendapat julukan kota atas, bukan apa-apa, kota atas bisa diartikan Semarang bagian atas. Ya, di daerah Tembalang—rumah Nesa sejak kecil. Halamannya cukup luas, dan di halaman itu pula, sekelilingnya ada beberapa buah, yaitu rambutan dan mangga. Ketika dua buah itu sedang musim, Nesa dapat dengan puas memakannya, karena buah yang ada di halaman rumahnya itu selalu lebat jika musimnya tiba.

Saat Ribi tengah mencoba sepeda yang baru saja di belikan simbah kakungnya. Tiba-tiba ia di kagetkan dengan kedatangan Alan, sang Suami yang sudah ada di depan pintu gerbang. Ribi yang melihat kedatangan sang ayah langsung berhambur menuju pelukan ayahnya dan berkata lantang, "Ayah!"

Nesa menatap tajam ke arah suaminya itu, dengan tatapan tidak suka. Sementara sang ibu yang mendengar Ribi memanggi ayahnya langsung keluar dari rumahnya.

Alan langsung masuk, dan menghampiri sang ibu mertua yang memasang wajah kurang suka dengan kedatangannya.

"Buk." Alan meraih tangan wanita paruh baya itu dan menciumnya.

"Kenapa kamu ke sini?!" tanya Ibu Nesa, ketus.

"Jemput anak dan istri saya, buk," jawabnya santai.

"Enak aja, nggak bisa!" sembur sang ibu mertua.

~Bersambung.

NB :

-Nduk adalah panggilan sayang untuk anak perempuan jawa.

1
falea sezi
kok g lanjut
falea sezi
keluarga nendra baik semua
falea sezi
Nessa bloon booddoh inget anak km mau anak mu kena HIV oh bloon
falea sezi
blooon cak
Muhammad Afif
tulis tu jangan lame lame
IG __NoviWu: maaf bapak, penulisnya memang hiatus. Sedikit tidak tahu diri memang 🙏
total 1 replies
Widi Widurai
bersyukur aja cepet ketauan. dan slama itu alan ga mau jamah. bisa bisa kamu ketularan dia. ikut apes iy
Adiba Shakila Atmarini
lnjut up..
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Eswida Primaningrum
,
Eswida Primaningrum
,
Red Velvet
Kalau Nendra mau ikutin Nessa dan keluarganya Nendra ikhlas ya gak papa Nes meski awalnya gak seiman.
Red Velvet
Pelan2 aja Nendra, pepet aja terus si Nessa dan keluarganya. Dgn ctt "seiman" biasanya org tua langsung merestui dan Nessa gak akan bisa berkutik lagi karena restu sdh ditangan😁😁😁
Red Velvet
Adnan kalau memang suka sama Nessa ya harus diyakinkan dlu mamanya itu mau menerima Nessa. Karena sulit membina rumah tangga tp mertua gak suka sama kita, yg suka aja biasanya ada konflik apalagi yg gak suka begini bisa2 tekanan batin Nessa nikah sama Kau🤨
Red Velvet
akhirnya dilanjut lagi... jd penasaran dgn siapakah nanti Nessa akan berlabuh🤔
Erbanana
Nesa ingat kamu dan Nendra beda keyakinan.
Red Velvet: sulit memang jika keyakinan yg jd penghalang. Semoga saja kisah ini gak akan terlalu rumit, kasian Nessa🥺
total 1 replies
Yunia Afida
Alhamdulillah up lagi, semangat terus💪💪💪💪💪,
arandita olivia
di tunggu kelanjutannya kak... semangat bagus bget ceritanya
Deriana Satali
Kirain crtnya berakhir tnp ujung tp ternyata di sambung lg semangat upnya thor
Sunariyah Sunariyah
ceritanya bagus bgt
suka bgt
mudah2 Han author nya GX lama2 up ny
Fitriyah Fino
semangat up kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!