Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#9
"Halo, sayang... jangan lupa nanti sore ke mansion, Mommy," kata Agatha pada sang putra.
"Ya, ya, ya....," jawab Regan.
"Dan kau sudah berjanji akan menginap di mansion, Mommy, selama seminggu... jangan lupakan janjimu itu... kau sudah mengatakannya bulan kemarin," kata Agatha panjang lebar.
"Oh God... oke, Mom... oh ya, aku baru sadar Mommy sudah tidak pernah ke perusahaanku lagi dan meneleponku tiap hari... aku sangat lega dengan hal itu... apa Daddy sudah datang?" Regan baru tersadar akan hal itu.
"Mommy sudah punya teman... dan sepertinya Mommy sudah tidak membutuhkan kalian berdua... teman Mommy sangat manis dan penurut."
Regan tertawa mendengar perkataan Mommy-nya yang sekaligus menyindirnya.
Lalu sang Mommy pun menutup ponselnya.
Regan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Mommy-nya yang terkadang terlalu kekanakan.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
"Sayang, apa kau yakin tidak mau memakai ini? Ini baju yang sangat indah," tanya Agatha pada Seren.
"Tidak, aunty... terlalu banyak tamu yang datang, jadi aku akan merasa tidak nyaman jika memakai baju itu... aku ingin memakai celana dan kemejaku saja... bolehkan, aunty?" mohon Seren.
Agatha menyuruh Seren memanggilnya dengan sebutan Mommy atau aunty, tapi Seren lebih nyaman memanggil Agatha dengan sebutan aunty karena menurutnya akan berlebihan jika dia memanggil Agatha dengan sebutan Mommy.
Seren sadar dia mendapat perlakuan yang berbeda dari Agatha ketimbang pelayan-pelayan lainnya di mansion.
Tapi tidak ada yang merasa cemburu pada hal tersebut. Mungkin karena usia Seren yang masih sangat muda dan semua pelayan di sana menganggapnya sebagai putri mereka sendiri.
"Baiklah, sayang... terserah kau mana yang membuatmu nyaman," Agatha tersenyum.
Seren tidak ingin terlihat cantik di depan banyak orang. Itu membuatnya merasa diperhatikan oleh banyak orang. Ya, bukannya terlalu percaya diri, tapi Seren sadar bahwa dirinya sangat cantik, itulah mengapa dulu ada yang akan menjadikannya pelacur kelas atas karena kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuhnya.
Tidak mempunyai siapapun di dunia ini, membuat Seren benar-benar memproteksi dirinya sendiri dari orang-orang di luar sana. Banyak orang jahat di luar sana.
Tinggal di mansion membuatnya senang karena dia tidak perlu keluar dari mansion. Itu memberinya rasa aman. Apalagi penghuni mansion sangat baik terhadapnya.
Seren belum terbiasa menerima kebaikan dari seseorang. Apalagi seorang konglomerat seperti Agatha. Seren sadar bahwa dirinya hanya seorang pelayan dan dia selalu mengingatkan dirinya akan hal itu.
Seren adalah pelayan termuda di mansion. Semua pelayan di mansion rata-rata berusia paruh baya sekitar umur 50an.
Seren berpikir mungkin mereka sudah setia bekerja dengan Agatha selama bertahun-tahun.
Seren memakai baju kemeja bigsize-nya dan celana jeans belelnya serta topi lusuhnya.
Seren membantu para pelayan untuk menyiapkan kue dan berbagai makanan di meja taman.
Satu persatu tamu berdatangan. Sebenarnya tidak terlalu banyak yang diundang oleh Agatha. Hanya saja karena mereka membawa anggota keluarganya akhirnya taman itu menjadi sedikit penuh.
"Aunty, apakah aku boleh ke dalam tempat tanaman itu saja?" tanya Seren dan menunjuk ke rumah hijau tempat pembudidayaan tanamannya.
Seren mulai merasa tidak nyaman karena tamu yang datang semakin ramai.
Agatha memakluminya dan mengizinkannya.
Lalu Seren pun masuk ke rumah hijau dan menata tanaman-tanaman baru yang ada di sana.
"Mom...," sapa Regan dari belakang sang Mommy.
Agatha menoleh dan sangat senang dengan kedatangan putra semata wayangnya.
"Oh putraku tersayang... kau sudah datang... Mommy menunggumu dari tadi," Agatha memeluk Regan karena sudah 2 minggu dia tidak bertemu dengannya.
Lalu Agatha melihat ke arah Angela.
"Siapa gadis ini, sayang? Apa pacarmu?" tanya Agatha sambil tersenyum.
Tentu saja itu membuat Angela malu-malu.
"Bukan, Mom... dia Angela, sepupu Al... dia baru datang dari Amerika," jawab Regan santai.
"Halo, sayang... kau cantik sekali," kata Agatha.
"Halo, aunty... senang bertemu dengan aunty," jawab Angela dengan tutur kata yang lembut.
Dia ingin mendapat perhatian Mommy Regan agar bisa mendekati Regan lebih intens.
sumpah ceritanya bagus banget, smua judul udah aku baca berulang2.
& ini paling penting GK ada PelakorNya.
suka karena part-nya juga GX terlalu bnyak GX bertelele 🤗👍👍👍