Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Mengajukan Resign
🍃🍃
Pagi ini untuk pertama kalinya bagi Azwa mendatangi kantor dalam waktu yang cepat dari rekan-rekan kerja lainnya. Gadis itu tengah duduk termenung di meja kerjanya, menatap satu persatu meja milik anggota divisi lainnya yang sama seperti dia. Belum ada yang datang, dirinya sengaja datang cepat hanya untuk duduk lebih lama di kursi miliknya itu.
Hingga beberapa menit kemudian, satu persatu pegawai mendatangi meja masing-masing. menatap heran pada Azwa yang tumben sekali sudah nongol.
"Tumben cepat datang, Wa?" tanya kakak yang lebih senior darinya
"Lagi pengen aja kak" jawab Azwa tersenyum
"Itu apaan?" Sepasang mata itu tak sengaja menangkap sebuah benda berupa kertas berukuran F4 diatas meja Azwa.
"Bukan apa-apa kak," pukas Azwa, menaruh kertas itu di pahanya. kali ini cara bicaranya cukup singkat. entah mungkin karna tidak terlalu akrab dengan wanita itu.
"Yasudahlah. kamu mau coffe gak?" tawarnya.
"Boleh juga tuh" sahut Azwa girang.
"Oke. kakak tinggal dulu" ucapnya, beranjak berdiri dan berjalan menuju pantri.
Para pegawai sudah berangsur ramai, mereka sama-sama menatap heran pada Azwa yang datang lebih dulu dari mereka. Azwa hanya mengulum senyum sambil menyesap kopi hangatnya hingga membekas di bibir atas gadis itu. Hingga tak berapa lama sahabatnya, Keysha, juga baru datang.
"Wah murid teladan!" ledeknya, menduduki tubuhnya diatas kursi.
"Apaan sih" Azwa memutar bola mata, jengah.
"Pemecah rekor murid teladan hari ini" ledek teman yang lainnya kepada Azwa, membuatnya tersipu malu.
"Jangan gitulah kak, besok gak ada lagi lho yang paling teladan dan paling lelet" gerutu Azwa, kembali menyesap kopinya hingga tetes terakhir.
"Haa? maksudnya?" tanya mereka serempak, termasuk Keysha.
"Ada deh. Azwa ke ruang ketua dulu yee kakak-kakak cantik" pamitnya segera berlari terbirit-birit melewati meja-meja itu. Keysha terpaku, ia pun mengedikkan bahu lalu kembali menyalakan komputernya.
Azwa yang melihat Ketua Divisi tadi melewati meja mereka semua, ia pun segera mengejarnya hingga pria jakung itu telah memasuki ruangan pribadinya. Azwa menghembus nafas dengan kasar, kembali menarik nafas lalu membuangnya hingga gepalan tangannya bersiap untuk mengetuk pintu itu.
Tok tok tok
"Masuk!" sahut dari dalam. Azwa pun dengan ragu segera memasuki ruangan itu. tampak Yoga tengah menyalakan komputernya.
"Azwa, tumben datang kesini?" Yoga heran.
"Saya mau menyerahkan ini. Bapak yang kasih ke HRD ya" ucap Azwa, menyodorkan amplop coklat berukuran F4 itu pada atasannya.
Yoga menyipitkan mata, menatap lekat pada gadis itu sembari meraih amplop itu dengan ragu. perasaannya mulai campur aduk.
"Jangan bilang kalau ini-"
"Saya mau resign, Pak" tuturnya, menundukkan kepala. sungguh ini keputusan yang sangat bodoh yang ia lakukan selama seumur hidup ini. merelakan pekerjaan yang ia cintai demi mencari orang yang tidak jelas keberadaannya. Sungguh bodoh, namun mau bagaimana lagi? mimpi itu terus menghantuinya hingga membuat kepalanya sakit seperti diremat saat terlelap.
Sontak saja Yoga kaget, dirinya tersentak lalu terduduk di kursi kebesarannya. tampaknya ia mulai frustasi.
"Kenapa, Azwa? padahal kesalahanmu cuma satu yaitu sering telat dan kamu tidak pernah dipanggil oleh Direktur. Apa dia mengetahui sikapmu itu?" tanya Yoga,.memandang lekat pada wanita yang mematung dihadapannya ini.
"Ti-tidak, Pak. sesuatu yang mengharuskan saya untuk berhenti. soalnya saya mau ke luar kota" jelas Azwa
"Kamu bisa mengajukan cuti, kenapa harus resign"
"Ck! aduh pak, saya hanya pegawai biasa yang mana mungkin mengambil cuti berbulan-bulan" Azwa terkekeh, tersenyum getir.
"Kamu mau pindah?"
"Bisa dibilang seperti itu"
"Hhh ..." Yoga frustasi.
"Hmmm, setidaknya saya sudah memberitahu kepada Bapak. sepertinya ini saya berikan sendiri saja ke bagian HRD. terimakasih, Pak. senang kenal dengan anda selama dua tahun ini" tutur Azwa dengan sopan, mengulum senyum yang lembut padanya lalu segera beranjak pergi dari ruangan itu.
Yoga tidak mengejarnya, ia meremat rambut dengan kasar lalu segera mengejar Azwa menuju ruang HRD itu.
"Shit!" gerutunya kesal.
Azwa berjalan dengan cepat, gadis itu tampak terburu-buru hingga perhatian rekan-rekannya tertuju padanya, termasuk Keysha. sepertinya gadis itu mulai merasakan sesuatu yang tidak enak.
Azwa memasuki lift, menekan tombol menuju lantai 5 tempat ruangan HRD berada. lift pun mulai gerak, Azwa dapat merasakan pergerakan menuju ke atas. dalam diam ia menatap pantulan tubuhnya yang mengenakan rok span selutut dan blazer hitam senada dengan rok.
"Mungkin ini keputusan terbaik. demi Tante Sekar juga. semoga Azwar benar-benar berada disana. aku mengambil keputusan selama enam bulan di kota itu, tidak mendapatkan hasil aku akan pulang kesini" ucapnya bicara sendiri pada pantulan dirinya itu.
Ting,
Lift pun terbuka.
Dilantai dasar, Yoga berlari menuju lift terdekat, tempat Azwa memasukinya tadi. tentu saja hal itu kembali menjadi pusat perhatian anggotanya. Keysha pun segera meninggalkan pekerjaannya, berlari terbirit-birit mengejar atasannya itu.
"Pak, tunggu-tunggu!" sergah Azwa menghentikan pintu lift itu agar ditahan oleh Yoga.
"Kamu mau kemana?" tanya Yoga, saat pintu lift telah tertutup
"Saya melihat Azwa memasuki lift dengan terburu-buru. Ada apa dengannya pak? apa bapak juga mau mengejarnya?" tanya Keysha, menatap lekat pria tinggi itu.
"Azwa,-
🍃🍃
Like
Koment
Hadiah
Vote
😉😉
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya