Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.
Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.
Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.
"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku
"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Hari masih gelap, tetapi aku sudah mendengar ramainya suara kayuhan sepeda depan rumahku. Orang-orang sekitar rumah sudah mulai beraktivitas ada yang menjadi petani, berjualan dipasar ataupun menjadi pekerja pabrik, disini masyarakatnya masih banyak yang menggunakan sepeda. Istilah bike to work sangat cocok jika di pakai disini karna memang seperti itu lah kenyataannya dan keadannya yang terjadi sepeda menjadi alat transportasi yang cukup penting bukan seperti di kota besar sepeda merupakan salah satu ajang pamer kekayaan.
Kubuka mata kemudian mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan merasakam kesejukkan udara dipagi ini. Udara pagi disini sangat berbeda dengan di Jakarta, lebih segar meskipun kalau siang hari tidak ada bedanya dengan Jakarta tetap panas juga. Aku tinggal diKabupaten kota Solo, jelas jauh berbeda dengan di Jakarta disini jam 8 malam saja jalanan sudah mulai sepi orang-orang sudah mulai masuk dan menutup pintu rumah, beda dengan jakarta seloah selalu terbuka 24 jam. Anganku sebenanrnya bisa tinggal di daerah saja dan menikmati ketenangan hidup seperti ini, tidak perlu tergesa-gesa dan hidup dengan kemacetan, tapi jika aku menikah dengan Reza pastilah akan tinggal di Jakarta. Ya sudah lah yang penting Reza bisa memberikan kenyamanan dan ketenangan buatku.
Kemudian aku duduk di tepi kasur dan membangunkan adikku disebelah yang masih terlelap.
Sambil ku goyang-goyangkan bahunya "Put ayok bangun kita kepasar" kubangunkan Ia berkali-kali dan akhirny iA membuka mata.
"Aku cuci muka dulu ya Dek" kutinggalkan Putri yang masih mengumpulkan nyawanya.
"ehmm"
Setelah kami merapikan diri tanpa mandi pagi kunyalakan sepeda motor bapak dan kami berdua menuju kepasar yang jaraknya sekitar 5km. Cukup jauh tapi ini pasar yang cukup besar, jika yang dekat dari rumah ku takut ada banyak barang yang kurang daripada aku bolak-balik.
Sesampainya dipasar kukeluarkan list belanjaan ku , untuk acara besok aku ingin memasak masakan khas Solo, seperti Nasi Liwet , Timlo dan Sosis Solo. Semenjak Ibu meninggal aku mulai mengurusi kebutuhan dapur, lumayanlah masakanku tapi tetap tidak seenak Ibu, yang sungguh aku rindukan sampai hari ini.
Setelah kebutuhan terbeli semua akhirnya aku memutuskan untuk kembali kerumah, hampir 2 jam aku muter-muter disini dan kulihat Putri sudah cemberut karena kusuruh membawa barang belanjaan yang banyak
"Mbak, kesel aku tau gitu lungone mbek Mas Tama wae,abot tenan iki Mbak" ucap Putri kesal.
"Rapopo ben kuat awakmu" sanggahku.
Kemudian aku kembali melajukan motorku ke rumah. Ditengan jalan aku melihat ada penjual serabi langgananku dari dulu, kuhentikan motorku dan kuberbicara sama sang penjual.
"Mbah saya pesan 30 serabi ya, ini uangnya besok pagi-pagi antarkan kerumah ya Mbah"
"Oh iya, anak'e Pak Bowo ya nanti aku antarkan kerumah jam 9an nggeh."
Sesampainya dirumah aku bereskan semua belanjaanku, ku siapkan semua bahan mentah yang akan aku masak, aku akan memulai dengan memasak opor untum tambahan di nasi liwet yang menurutku paling lama, aku memblender semua bahan-bahan yang diperlukan bawang merah, bawang putih, kunyit kemiri seelah itu aku tumis dan kuberi sedikit sereh dan daun jeruk dan daun salam,ayam kampung yang sudah kubeli tadi kucuci dan kumasukkan ke tumisan ku tadi barulah kutambahkan air dan santan. Kumasak dengan api kecil agar santan tidak pecah dan daging bisa empuk dengan bumbu yang mereseap didalamnya.
Saat ku sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak timlo ,Bapakku menghampiri ku didapur.
"Mbak, hapenya bunyi itu dari tadi , diangkat dulu siapa tau penting"
Siapa ini yang menelepon karna tidak tertera nama pemanggilnya.
"Halo pagi" sapaku
"Pagi Bu dengan Ibu Sarah?"
"Iya benar"
"Kami dari Kiffani & Co Gold, pesanan Ibu sudah selesai dan bisa diambil saya sudah hubungi Bapak Reza tetapi tidak bisa dihubungi. "
"Oh baik Mbak nanti saya minta Reza untuk ambilkan, terimakasih infonya ya"
"Iya sama-sama terimakasih kembali" telepon pun ditutup
Reza kemana sih ini, seharunya kemarin kan dia bisa ambil. Kutekan nomornya tersambung tetapi tidak dijawab.
Kutinggalkan pesan saja
"Za kamu dimana kenapa tidak ada kabar,
tadi toko emasnya bilang klo cincin sudah bisa diambil"
Setelah mengirimkan pesan tersebut aku melihat jam dinding didapur, hah ternyta sudah hampir jam 12 dan aku belum mandi. Akhirnya kuputuskan untuk mandi terlebih dahulu karna badanku sudah lengket dan keringetan. Aku tidak melihat Tama karna pagi ini dia sedang Ujian Kelulusan SMA hari terakhir dan Putri setelah membantuku sebentar ia kembali kekamar dan tidur-tiduran sambil memainkan ponselnya karna selama anak kelas 3 ujian Ia libur sekolah. Semoga saja Tama mendapatkan nilai yang baik, aku yakin sih dengan kemampuan adik laki-laki ku itu karna Ia selalu mendapat juara umum saat disekolah. Kudengar dari Bapak Tama ingin masuk kekedokteran dan sedang menunggu hasil penerimaan kampus negri di Jogja. Aku senang dengan pilihannya tapi aku ragu dengan biaya yang akan dikeluarkan,semoga saja Ia mendapat beasiswa penuh. Sedangkan Bapak sedari tadi membersihkan rumah agar terlihat lebih kinclong , persiapan untuk menyambut tamu agung pikirku, yah meskipun tidak banyak yang berubah setelah dirapikan Bapak tapi lumayan lah terlihat bersih saja.
Selesai mandi kemudian aku bersantai-santai sejenak di teras depan sambil mengeringkan rambutku. Kenapa perasaanku tidak enak daritadi, Reza tidak ada kabar beberapa hari ini dan dia susah dihubungi, kucoba telpon Mama nya saja menanyakan kabarnya. Aku juga sudah lama tidak menelepon Tante Arini terkadang Mama Reza suka mengajak aku jalan berdua dengannya ke mal, kami sudah sedekat itu seperti anak dan Ibu, beruntung aku nanti memiliki mertua seperti dirinya.
Kutekan nomor Tante Arini, tersambung tapi tidak diangkat. Ehm apa Tante sedang tidur siang ya. Tak berapa lama ponselku berbunyi, ternyata dari Yeni teman kantorku.
"Halo Yen"
"Sar lagi apa lu? Udah luluran persiapan buat besok? goda Yeni
"Duh boro-boro luluran masih jadi tukang masak nih, yang ada luluran sama kunyit" candaku
"hehe moga lancar ya , eh tadi vendor desain nanyain tuh sudah ada pembayaran belum, bete bapaknya marah-marah aja" keluh Yeni
"minggu depan kali baru juga masukkin invoice kemarin udah minta dibayarin aja"
tiba-tiba aku teringat akan Reza
" Yen, Pak Reza ada dikantor gak? Lu lihat dia gak hari ini?" tanyaku
"Enggak Sar, tadi gue juga ada mau minta tandatangan dia nya gak ada, kemana laki lu jangan-jangan kabur yak?"
"ih amit-amit jangan deh"
"ya udah siap-siap deh sana calon nyonya bos"
kemudian kumasuki kamarku, kulihat ada beberapa cd mp3 bajakan berisi lagu-lagu Indonesia, ini kumpulan cd yang dulu aku beli saat aku masih sekolah. Kemudian kumasukkan cd tersebut ke dvd player dan lagu pertama yang muncul dari penyanyi Marcell Siahaan engan judul Firasat.
🎶Kembali
Kulihat Awan Membentuk Wajahmu
Desah Angin Meniupkan Namamu
Tubuhku Terpaku
Semalam
Bulan Sabit Melengkungkan Senyummu
Tabur Bintang Serupa Kilau Auramu
Akupun Sadari
Kusegra Berlari
Cepat Pulang
Cepat Kembali Jangan Pergi Lagi
Firasatku Ingin Kau Tuk Cepat Pulang
Cepat Kembali Jangan Pergi Lagi...
Akhirnya
Bagai Sungai Yang Mendamba Samudra
Kutahu Pasti Kemana Kan Ku Bermuara
Smoga Ada Waktu
Sayangku
Kupercaya Alam Pun Berbahasa
Ada Makna Dibalik Semua Pertanda
Firasat Ini
Rasa Rindukah Ataukah Kedamaian
Aku Tak Perduli
Kuterus Berlari
Cepat Pulang
Cepat Kembali Jangan Pergi Lagi
Firasatku Ingin Kau Tuk Cepat Pulang
Cepat Kembali Jangan Pergi Lagi
Dan Lihatlah Sayang
Hujan Turun Membasahi
Seolah Turun Air Mata
Cepat Pulang
Cepat Kembali Jangan Pergi Lagi
Firasatku Ingin Kau Tuk Cepat Pulang
Cepat Kembali Jangan Pergi Lagi
Firasatku Ingin Kau Tuk Cepat Pulang
Pulang...
Aku Pun Sadari
Engkaulah Firasat Hati..🎶
Sambil mendengarkan lagu-lagu lama yang mengingatkan masa sekolah dulu kucoba untuk tidur sejenak dan menjauhkan perasaan burukku.
"Baik-baik ya Reza sayangku" ku ucapkan dalam hati.
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak