Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Malam ini Bella dan Alan tengah berada di sebuah tempat yang romantis, sesuai janji Alan kemarin jika ia akan membawa Bella untuk dinner di luar hotel.
Dan hari ini Alan menepati janjinya. Bella menggunakan dress hitam panjang dengan belahan tinggi hingga ke pahanya, dengan gaun model turtleneck dan punggung yang terbuka membuat Bella terlihat sangat mempesona.
Alan menatap Bella dengan tatapan kagumnya, ia tahu jika Bella saat ini menjadi pusat perhatian dan Alan menyukai itu. Ia bangga jika wanitanya menjadi pusat perhatian karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang indah.
Setelah dinner, mereka kembali ke hotel. Alan dan Bella sudah di pengaruhi oleh wine yang mereka minum, dan itu menyebabkan Alan menjadi lebih liar dari biasanya.
Begitu sampai kamar, Alan tidak mmeberi ruang untuk Bella meskipun hanya sekedar melepas antingnya.
Alan menggendong Bella menuju ranjang, kemudian mulai mencium Bella dengan sangat agresif. Bahkan suara dering ponsel miliknya tidak bisa menghentikan apa yang sdang ia lakukan bersama Bella.
Bella berusaha menghentikan Alan, karena ia hawatir ada yang penting karena ponselnya tidak berhenti berdering.
"Ini bukan saatnya mengangkat telepon sayang" ucap Alan dengan nafas tersengal
Karena ia tidak ingin Bella terus bicara tentang telepon, Alan sengaja mempercepat gerakannya dan membuat Bella seketika terdiam dan lebih banyak berteriak memohon kepada Alan untuk berhenti.
Namun Alan tidak pernah menghiraukan permohonan diatas ranjang, justru Alan semakin menyukai rin-tihan Bella ketika memohon kepadanya.
Setelah permainan ranjang mereka selesai, Alan dan Bella masih sama-sama kelelahan. Mereka saling memeluk satu sama lain.
"Sakit?" tanya Alan dan dijawab dengan anggukan oleh Bella
"Sorry sayang"
"Iya aku tahu kamu memang liar"
"Hahaha"
"Kamu gak cek ponsel kamu?"
"Kayaknya kamu lebih baik dibuat menjerit kesakitan"
"Hahahaha sayang" ucap Bella sambil mencubit lengan Alan
Alan mengambil ponselnya di nakas dekat tempat tidur, ia melihat 9 panggilan tidak terjawab dari Tevy, dan juga pesan bertubi-tubi yang tidak terbalas sejak pagi.
"Siapa?" Tanya Bella
"Tevy, aku lupa balas chatnya tadi pagi"
"Kamu telepon dia dulu, aku mau ke kamar mandi?"
"Ngapain ke kamar mandi?"
"Sayang, aku harus membersihkan semuanya"
"Masih ada selanjutnya, jadi lebih baik kamu siapkan diri kamu"
Bella tersenyum menanggapi Alan. Kemudian Alan menelfon Tevy dan sambil memeluk tubuh Bella.
Alan mendengarkan apa yang Tevy bahas, karena ia tahu saat ini Tevy sedang kesal karena di abaikan, namun Bella juga memiliki rasa cemburu meskipun ia terlihat tenang selama ini.
Tangan Bella mulai meraba milik Alan, memainkannya dengan jarinya yang membuat Alan memejamkan matanya.
"Sayang kamu denger kan?"- Tevy
"Iya, aku dengerin" - Alan
Bella terus memancing Alan, bahkan saat ini Bella sudah berada diatas tubuh Alan. Alan yang sudah tidak bisa menahan diri kemudian mematikan telepon sepihak saat Tevy masih bicara kemudian ia segera menarik Bella dan melakukannya untuk yang ke dua kali.
.
.
Pagi ini Alan dan Bella bangun dengan tubuh yang sangat pegal, mereka benar-benar menghabiskan waktu sepanjang malam, bahkan Alan dan Bella baru saja tidur di jam 4 pagi.
Dan pagi ini Alan harus menghadapi konsekuensi kemarahan Tevy karena ia mematikan ponselnya begitu saja, dan memilih bercinta dengan Bella.
Bella sudah keluar dari kamar mandi denga pakaian olahrganya, sementara Alan masih sibuk dengan ponselnya karena ia harus membujuk Tevy yang sedang marah.
"Sayang, aku turun dulu ya" ucap Bella
"Okey sayang, kalau kamu kembali dan aku gak ada. Aku lagi kerja ya"
"Okey"
Bella mengambil ponselnya kemudian meninggalkan Alan yang masih di tempat tidur.
"Aku gak ngerti sama kamu, tiap kali kamu business trip kamu selalu begini, tiba-tiba kamu gak ada kabar, tiba-tiba telepon kamu matikan. Sebenarnya kamu lagi sama siapa disana?" - Tevy
"Sayang, aku sibuk dari pagi kamu bisa tanya Helia atau Ghaly. Dan semalam aku baru sampai waktu aku telepon kamu, aku kebanyakan minum aku bahkan gak tahu kalau telepon itu mati" - Alan
"Next, kalau ada business trip aku mau ikut" - Tevy
"Kalau begitu kamu bisa urus paspor asisten kamu, karena semua pekerjaanku mendadak" - Alan
"Kok aku, kamu gak bisa bantuin apa?" - Tevy "Sayang, aku sudah sangat sibuk sama pekerjaanku, kamu bisa menelpon seseorang buat bantu kamu, gak semua harus aku" - Alan
"Kalau aku gak begini kondisinya, aku gak akan minta bantuan kamu" - Tevy
Alan menghela nafasnya membaca pesan Tevy, ia merasa bersalah dengan apa yang sudah ia katakan.
"Maaf sayang. Helia akan bantu" - Alan