Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marahnya Mr. Arrogant
Keesokan harinya.
Justin berangkat bekerja dengan tidak ada semangat. Kabar menikahnya Chelsea cukup membuat amarahnya memuncak. Pikirannya pun tak henti memikirkan pacarnya yang kabur itu.
Pria arogan itu memarahi semua pengawal, pegawai di rumahnya, dan pegawai yang bertemu dengannya di kantor. Semua orang yang bertemu dengannya akan terkena imbasnya. Hingga tak ada satu orang pun yang berani menyapanya.
"Selamat pagi Tuan. Saya sudah mengerahkan orang-orang untuk menangkap Nona Chelsea dan pria itu," ucap Gery melaporkan.
Hanya dia satu-satunya orang yang berani mengajak Justin berbicara. Karena melaporkan suatu masalah penting kepada Justin adalah hal yang wajib. Bukan karena Gery tidak akan kena marah. Justru Justin seakan sudah kebal dalam menghadapi atasannya yang arogan itu.
"Bodoh! Kerja Lo lambat bener!" bentak Justin.
"Cari orang yang bener buat tangkap dia. Kalau perlu bayar orang-orang yang ahli. Jangan pikirkan soal harga. Gue sanggup membayar berapapun itu," sambungnya dengan nada yang tinggi.
"Baik Tuan saya akan melaksanakan perintah anda," balas Gery dengan menundukkan kepalanya.
"Baik, baik, gak ada kemajuan aja! Payah!" semprotnya lagi.
Pria yang masih dalam kondisi marah itu mengatur napasnya yang menderu kencang. Rasanya kesal, kecewa, marah, cemburu, sedih semuanya bercampur menjadi satu.
"Kenapa Lo masih disini?" tanya Justin ketus.
"Masih ada yang ingin saya sampaikan Tuan," ucap Gery dengan pelan dan sopan.
"Apa lagi?!" tanyanya dingin.
Pengawal pribadi itu mendongakkan kepalanya untuk menatap mata sang atasan. Alangkah baiknya jika berbicara itu saling menatap. Begitulah sopan santun yang dijunjung dilingkungan Justin.
"Ini pesan dari bagian sekertaris Tuan," ucap Gery yang terjeda sebentar.
"Harga saham perusahaan ini menurun derastis Tuan dalam satu minggu belakang," lanjutnya.
Si petinggi perusahaan itu terperangah kaget. Matanya membulat seketika mendengarkan berita tersebut. Rasanya perusahaan miliknya selalu meningkat kalau tidak ya stabil. Kenapa tiba-tiba bisa menurun harga sahamnya.
"Dan Tuan Antonius sudah mengetahui kabar terkini Tuan. Beliau mengatakan kalau tuan muda tidak bisa segera memulihkan kondisi saham perusahaan. Maka dengan berat hati, perusahaan akan diambil alih oleh tuan besar." Gery melanjutkan penjelasannya.
"Breng$3k! Siapa yang berani main-main dengan gue?" geram Justin dengan mata yang membulat sempurna, wajah yang memerah, dan dua tangan yang mengepal erat.
"Cari tahu apa penyebab menurunnya harga saham. Dan cari tahu siapa dalang dibaliknya. Gue yakin ini semua ada orang yang mengendalikan," tegasnya dengan penuh penekanan.
"Cepat Lo lakukan perintah gue!" bentaknya dengan nada yang benar-benar tinggi.
"Sekarang!" teriaknya seraya menghentakkan tangannya kemeja. Dan Gery pun segera keluar dari ruangan itu.
Bersamaan dengan itu beberapa benda yang berada dimeja jatuh berantakan. Bahkan gelas kaca yang kebetulan berada di meja kerja sang CEO itupun pecah berserakan. Kini kondisi ruangan kerja itu sudah berantakan seperti usai terjadi pertarungan hebat.
"Aaaaaaaaaaa," teriaknya melepaskan amarah.
*
*
Sementara itu disisi lain, Jack dan Erika baru saja keluar dari sebuah klinik ibu dan anak. Pria pemilik tempat hiburan malam itu memeriksakan kondisi rahim Erika. Karena misi barunya adalah berhubungan dengan itu.
"Ini obatnya diminum secara teratur," perintah Jack memberikan obat yang berada disebuah kantong plastik.
"Pokoknya misi ini harus berhasil," imbuhnya tersenyum lebar.
"Ingat keuntungan kita akan besar kalau ini berhasil."
##
Apa yang misi yang dimaksud? Dan kenapa harus memeriksa rahim. Ada yang bisa tebak? Wah penasaran nih.
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...