NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Arti

Takdir Cinta Arti

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗



Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...

Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?

Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...


semoga sukaaa ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.8

2 hari sebelum hari H pernikahan nya, Daffa pun pergi menemui Arti kerumah nya.

Tok tok tok! Bunyi pintu di ketuk.

ceklek!

Pintu di buka dan muncul lah Ayu dengan wajah bingung nya karena melihat Daffa datang.

"Asslamualikum bu," Sapa Daffa sopan sambil mencium punggung tangan Ayu.

"Wa alaikumsalam," jawab Ayu tersenyum canggung, ngapain Daffa kesini malem-malem bukanya lusa dia sudah akan menikah ngapain keluyuran kerumah mantan. Batin Ayu. "Eh iya kenapa Daff?"tanya Ayu.

"Ehm begini bu Daffa ingin ketemu Arti, apa boleh?" ucap Daffa lirih.

"Mau ngapain lagi Daf," kata Ayu dangan menghela nafasnya pelan, "bukanya kamu sudah mau menikah? kasian Arti kalau ketemu kamu lagi hanya akan membuka luka itu kembali nak," jelas Ayu sendu.

"Daffa mohon bu ini yang terakhir," pinta Daffa pada Ayu.

Ayu yang melihat wajah Daffa memohon pun menjadi tidak tega, biar bagaimana pun Ayu sudah mengenal Daffa dan sudah mengganggap Daffa seperti anak sendiri.

"Ya sudah masuk aja, Dia di kamar nya sama Sekar," kata Ayu yang akhirnya memberi izin.

Daffa pun langsung masuk dan naik ke lantai atas dimana letak kamar Arti.

tok tok tok!

Ceklek! pintu terbuka dan muncullah Sekar yang membuka pintu sambil masih dengan Hape yang bertengger di telinga nya.

"Heh Daffa ngopo, kok iso neng kene," tanya Sekar kaget dan bingung seperti Ayu tadi.

(Heh Daffa ngapain, kok bisa disini)

"Kar, Aku pengen ngomong mbi Arti," Kata Daffa membuat Sekar memanggut manggutkan kepalanya.

(Kar, Aku pengen ngomong sama Arti)

"Noh wonge lagi ngelamun nek balkon," Tunjuk Sekar dengan dagu nya ke arah Arti yang sedang duduk di kursi sembari meluk Gitar nya dan menatap pekarangan yang gelap gulita dengan tatapan kosong.

Daffa pun segera beranjak dan menghampiri Arti, namun masih enggan menegurnya, Daffa masih menikmati memandang wajah sang kekasih.

Hingga beberapa saat dia mematung di belakang Arti akhirnya dia pun mulai berani berjalan lebih dekat lagi.

Sekar pun asik berguling di kasur sambil chatting dengan Kekasihnya.(Membahas Daffa dan Arti tentunya).

Tanpa berucap, Daffa pun langsung merengkuh tubuh Arti dari belakang dengan begitu erat, Sontak Arti langsung terkejut saat ada tangah kokoh yang memeluknya.

Deg!

Arti yang terkejut hanya bida mematung, Seolah tau siapa yang sedang memeluk nya, Karena Arti begitu hafal dengan wangi parfum maskulin yang selalu di kenakan Kekasih nya itu.

"Bee," gumam Arti lirih, ternyata orang yang sedari tadi ia pikirkan datang dan memeluknya dengan erat.

"Biarkan seperti ini sebentar Yank," Kata Daffa lirih di telinga Arti, "Aku kangen banget sama kamu yank," sambungnya, tapi Arti hanya diam, dengan jutaan pertanyaan di pikiranya.

kenapa? kenapa Daffa ada disini?

kapan dia datang? untuk apa dia datang lagi? Dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang sulit dia ucapkan,

Namun lidahnya terasa kelu tak bisa berkata apapun,

Dia bahagia bisa merasakan pelukan hangat Daffa lagi tapi dia juga sakit dan sesak saat menyadari status pria yang memeluknya saat ini.

"Yank, berjanjilah pada ku,

Promise you wont Cry again,

Promise you will always be happy

and promise you will never forget me," Ucap Daffa pada akhirnya lirih di telinga Arti.

(berjanjilah kamu tidak akan menangis lagi,

Berjanjilah kamu akan selalu bahagia

dan berjanji lah kamu tak akan pernah melupakanku)

Arti masih terdiam terpaku dan entah kenapa air matanya menetes tapi lidahnya masih tetap kelu tidak bisa berucap.

Daffa pun beranjak pindah kedepan Arti, kini wajah mereka saling menatap, perlahan Daffa mendekatkan tanganya ke wajah Arti untuk menghapus air mata nya.

Dia tatap mata indah itu mata yang dulu selalu terpancarkan kebahagiaan keceriaan, kini mata itu redup sayu karena selalu mengeluarkan air mata,

perlahan dia kecup mesra mata itu dan dia tatap lagi.

"Berjanji lah sayang," ucap Daffa lagi dengan lembut, namun terasa sangat menyakitkan di hati Arti.

"A ..a..akuh," Arti terisak tidak mampu melanjutkan kata kata nya. Lalu Daffa meraih tangan Arti dan di bawanya ke dadanya.

"Kamu akan selalu menempati hati ini yank, kamu takkan tergantikan, Hanya kamu yang mampu membuatnya berdetak kencang, Hanya kamu yang layak mengisi hati ini, Aku mohon maafkan segala kebodohan ku, kesalahan ku, Meskipun nanti aku tidak bisa mendampingi kamu lagi tapi aku mohon Berbahagialah sayang, karena bahagia mu itu juga Bahagia ku," Ucap Daffa dengan menatap lekat mata Arti, Arti dapat melihat kejujuran dan ketulusan itu di mata Daffa, namun buat apa lagi kini semua percuma.

"Mungkin ini memang Takdir dari Tuhan yang telah Mentakdirkan kita untuk saling mencintai tanpa bisa saling Memiliki," Sambung Daffa lagi.

Entah kenapa setiap kata yang Daffa ucapkan seperti memiliki makna lain hingga tanpa permisi air matanya sukses mengalir lagi.

"Bee," gumam Arti lirih sambil terisak.

"Aku hanya ingin lihat kamu bahagia lagi Sayang, Aku hanya ingin lihat kamu terus Tertawa seperti dulu, Aku sakit setiap lihat kamu menangis, Aku sadar bahwa Akulah penyebab kamu menangis seperti ini, maafkan aku," ujar Daffa Lirih masih dengan mengganggam tangan Arti.

Daffa kembali memeluk Arti dengan erat, menyalurkan kerinduan yang beberapa minggu ini tidak bertemu dan bertegur sapa.

Sungguh mereka tersiksa dengan keadaan ini, andai boleh meminta, Ingin sekali rasanya mereka menghentikan waktu sejenak.

"Aku sangat sangat mencintai kamu yank,Selamanya akan seperti itu, Aku gak akan pernah ngelupain kamu sampai akhir hayatku, Hanya kamu pemilik hatiku," ucap Daffa.

"Aku aku juga sangat mencintai kamu bee, Tapi, ta tapi hiks hiks hiks," Tangis Arti makin pecah di pelukan Daffa.

"Ssstttt," Ucap Daffa sambil mengelus rambut Arti dalam pelukanya. "Aku bahagia yank, bahagia kamu masih mencintai ku, tapi aku mohon carilah pria lain yang jauh lebih baik dari ku, yang lebih bisa membahagiakan mu, aku gagal, aku gagal membahagiakan mu, aku telah menyakitimu, tapi plis jangan lupakan lelaki baj**gan ini, Tolong ingat aku selalu yank," Kata Daffa lirih.

"Enggak, enggak kamu gak baj**gan, Stop berkata seperti itu aku gak sanggup," Kata Arti menggelengkan kepalanya.

Arti pun mendongakan kepalanya keatas, mata mereka saling menatap dan mengunci pandangan mereka berdua.

Perlahan Daffa pun memajukan wajahnya dan

Cup!

Daffa mencium lembut bibir Arti, Awalnya hanya kecupan ringan tapi berubah menjadi lum*tan lum*tan lembut. Tak bisa di pungkiri Arti pun juga sangat merindukan Daffa.

Biarlah dia egois kali ini, anggap ini sebagai perpisahan yang terakhir kalinya.

Setelah beberapa saat bibir mereka saling berpagut akhirnya mereka mengakhirnya karena nafas mereka mulai tersenggal senggal.

Daffa kembali merengkuh badan Arti, Memeluk erat sangat erat seolah dia takkan bisa memeluk gadis ini lagi.

Begitu pun Arti juga memeluk erat tubuh Daffa, Dia juga merasa seperti ini pelukan terakhir nya dengan Daffa karena Daffa akan segera menikah,Fikirnya

"Aku pulang ya, jaga diri kamu baik baik, Ingatlah aku selalu di hati dan fikiran mu, jangan lupakan aku," Kata Daffa sambil membelai pipi mulus Arti.

"I love you sayang," Cup Daffa mengecup singkat kening Arti.

Arti hanya mengangguk sambil tersenyum, Meskipun tersenyum tapi air mata terus lolos di pipinya.

Perasaan apa ini. Batinya

Bersambung***

1
falea sezi
sumpah Thor ini novel terlebay kayak Indosi... entahlah pdhl lainya bagus bagus
falea sezi
tolol gt aja luluh huuhh lemah novel paling goblok yg pernah q baca
falea sezi
anak jalang aja kok di bela buang aja
falea sezi
dpet bekas dewi lu daffa bekas dewi si devano jg bekas
falea sezi
dewi jalang
falea sezi
laku anjing sekar jg pelakor murahan
Rina Yulianti
wah bakalan ada pelakor nih di antara dev dan arti
Rina Yulianti
ko cepat luluhnya si arti ke devano seharusnya tahan diri agar tau rasa tu si devano
Rina Yulianti
beneran deri anaknya dewi sama dafa berarti dewi ngejebak devano kalau gitu
Rina Yulianti
sedihhhh,,,,,cinta tak sampaiiiii
Rina Yulianti
pasti ini akal2nya si dewi pagar makan tanaman
Rina Yulianti
lanjuttt
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
kemarin janji ngak akan buat ulah lagi itu terakhir... sekarsng terakhir lagi.... janjimu basi dave
Dyah Oktina
asli dave adalah laki2 pada umumnya... goblok... 😠
Dyah Oktina
iya...saya juga gemes bacanya... biarin aja satya mukulin sampai habis... suami kok bisanya nyakitin mulu... cemburu d gedein tp deket sama temen cewek ngak mikir perasaan istri... 😠😠😡
Dyah Oktina
dafa nya mana mau sama dewi... selagi hidup aja dia ngak mau.. gemana sih arti 🤭
Dyah Oktina
maaf lagi... tp ngak mau tanya2 dulu.. apa yg menganjal d hati
Dyah Oktina
apa anaknya daffa sama dewi ya... setelah dewi kabur terus ketemu sama dava nikah deh mereka...
Dyah Oktina
dok kartini yg salah nangkep nama.. bu nita kok jd bu rita.. mana yg bener?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!