NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

..

Matahari Bandung sore itu perlahan turun, menyisakan semburat jingga di atas langit resor. Begitu sutradara meneriakkan kata "Cut!", seluruh kru langsung bernapas lega. Jadwal syuting utama film hari itu resmi selesai. Namun, bagi Galasky Ardayana, kerjaannya belum benar-benar tuntas.

Di sudut set syuting, Devan mendekati Gala sambil membawa tabletnya. "Gal, tim publikasi mau ambil materi video promosi tambahan. Konsepnya behind the scene natural, ala-ala paparazi yang gak sengaja menciduk lo lagi berduaan sama Jesica di taman. Biar pas rilis nanti, media sosial langsung heboh. Lu paham kan?" bisik Devan.

Gala menghela napas panjang, melirik jam tangannya. "Oke, lima belas menit ya. Cepetan," jawab Gala dengan suara baritonnya yang datar, kembali mengaktifkan mode profesionalnya demi tuntutan kontrak promosi film.

Jesica yang sudah tahu rencana itu langsung merapikan tatanan rambutnya, berjalan anggun mendekati Gala dengan senyuman paling manis yang ia punya. Kamera tersembunyi milik tim publikasi mulai merekam dari balik semak-semak, mengambil sudut pandang seolah-olah mereka sedang diciduk secara diam-diam.

Jesica dengan sengaja memperkecil jarak, tertawa renyah sambil sesekali menyentuh lengan Gala agar terlihat natural di depan kamera. "Bang Gala, nanti setelah film ini bungkus, kita ada jadwal press tour bareng loh di Jakarta. Kamu jangan dingin-dingin banget dong pas diwawancara nanti," ucap Jesica manja, matanya melirik ke arah kamera tersembunyi untuk memastikan sudut wajahnya terlihat sempurna.

Gala menanggapi dengan senyuman tipis khas aktor papan atas—akting ramah yang biasa ia gunakan untuk konsumsi publik. "Iya, Jes. Gua profesional kok kalau urusan promosi," jawab Gala irit bicara, matanya tetap waspada menjaga batasan fisik agar tidak terlalu berlebihan.

Mereka tidak sadar bahwa beberapa meter di belakang barisan kru kamera, ada sepasang mata sayu yang sedang mengintai dengan pandangan setajam silet.

Airaya Greline Pradipta berdiri di balik bayangan kru lighting besar, melipat kedua tangan di dada dengan hoodie hitamnya yang dinaikkan menutupi kepala. Masker hitamnya terpasang rapi, namun sorot matanya bener-bener memancarkan hawa panas cemburu tingkat dewa.

"Ooh... jadi begitu ya caranya kerja profesional? Pakai sentuh-sentuh lengan segala," gumam Aira berbisik di balik maskernya, bibirnya mengerucut judes. Tangannya meremas tali tas selempangnya kuat-kuat setiap kali melihat Jesica mencoba mendekatkan tubuhnya pada Gala.

Meskipun Aira tahu ini murni set-up promosi film demi rating, tetep saja darah Adytama-nya mendidih melihat wanitanya—maksudnya, prianya—dipepet ulet keket spek internasional begitu. Aira sengaja berdeham cukup keras—"Ehem!"—membuat beberapa kru di dekatnya menoleh bingung, namun Aira langsung pura-pura melihat HP-nya dengan muka lempeng.

Gala yang memiliki insting tajam refleks melirik ke arah kerumunan kru. Begitu matanya menangkap sosok mungil ber-hoodie hitam dengan aroma stroberi yang samar-samar terbawa angin, sudut bibir Gala hampir saja berkedut menahan tawa. Dia tahu Tuan Putri-nya sedang mode reog cemburu di balik kamera.

"Oke, cukup ya. Tim publikasi udah dapet banyak footage," potong Gala tegas kepada tim media, langsung mundur satu langkah menjauh dari Jesica tanpa memedulikan wajah kecewa sang artis.

Gala berjalan tegap menghampiri Devan yang sedang beres-beres tas. "Dev, urusan syuting di Bandung resmi kelar hari ini kan?" tanya Gala dengan nada baritonnya yang penuh wibawa.

"Iya, Gal. Tim kru malam ini langsung packing balik ke Jakarta. Mobil logistik juga jalan subuh," jawab Devan fokus mencatat di tablet.

"Bagus. Kalau gitu, lu balik duluan aja malam ini bareng kru yang lain. Bawa mobil MPV kantor," perintah Gala pendek, membuat Devan langsung mendongak dengan dahi mengernyit bingung.

"Loh, terus lu balik ke Jakarta pake apa, Gal? Kan mobil sport lu ditinggal di apartemen?" tanya Devan heran.

Gala memasang ekspresi wajah semen cor-coran andalannya, sangat tenang dan tak terbantahkan. "Gua mau istirahat di Bandung dua hari lagi. Gua mau menyetir mobil sport gua yang sengaja disuruh supir Ardayana Group anter ke sini siang tadi. Dan soal Yaya... gua bakal tetep jagain dia di sini sebelum dia gua balikin ke apartemen Jakarta. Lu paham kan, Dev? Ini murni amanah Bang Elang agar anaknya gak keluyuran di Jakarta sendirian."

Devan menelan ludah susah payah, melihat aura otoriter Gala yang tidak menerima penolakan. "Oke, oke, gua paham, Gal. Gua balik duluan malam ini bareng tim produksi. Lu hati-hati di Bandung ya, jagain putrinya Pak Elang bener-bener," jawab Devan pasrah, menganggukkan kepalanya patuh lalu melenggang pergi menuju lobi depan.

Devan bener-bener gak sadar kalau dia baru saja ditendang secara halus agar dua sejoli itu bisa bebas melancarkan aksi liburan rahasia mereka tanpa gangguan manajer!

Begitu area set syuting sudah sepi dari kru dan Jesica sudah masuk ke dalam kamarnya, Gala melangkah lebar mendekati balik kamera tempat Aira sedang berdiri menyandarkan tubuhnya di pilar bangunan dengan wajah ditekuk habis-habisan.

Gala langsung meraih pergelangan tangan Aira, menariknya lembut menuju ke arah area parkir VIP di mana sebuah mobil sport putih mewah milik Gala sudah terparkir rapi di sana, berkilau di bawah lampu taman.

"Gak usah pasang muka judes begitu, Yaya. Masker kamu sampai mau lepas karena kamu cemberut terus," ledek Gala rendah, suara tawa beratnya terdengar begitu seksi saat membukakan pintu mobil sport untuk Aira.

Aira menghentakkan kakinya kesal sebelum masuk ke dalam kabin mobil yang mewah dan sempit. "Ih! Om Gala lagian ngeselin banget! Sengaja kan menikmati sentuhan Tante Jesica tadi? Pura-pura aja promosi film, padahal dalem hati seneng dapet jatah ngetawain hal kecil bareng dia!" cerocos Aira frontal meluapkan cemburunya begitu pintu mobil ditutup rapat, mengunci mereka berdua di dalam kabin.

Gala ikut masuk ke kursi kemudi, menyalakan mesin mobil sport yang langsung menderu gahar membelah kesunyian malam Bandung. Pria 35 tahun itu tidak membalas makian Yaya dengan kemarahan. Sebaliknya, tangan besarnya yang hangat terulur, menggenggam erat jemari mungil Yaya lalu membawanya ke atas paha kokohnya sepanjang jalan.

Gala menoleh sekilas, menatap mata sayu Yaya dengan pandangan pekat penuh kepemilikan yang membuat jantung Yaya auto-dugem lagi.

"Om udah suruh Devan pulang duluan ke Jakarta, Yaya. Mulai detik ini, gak ada kru, gak ada Jesica, gak ada kamera, dan gak ada ulet keket manapun yang bakal mengganggu kita," bisik Gala dengan suara baritonnya yang berat, serak, dan seksinya gak masuk akal di kuping Aira. Sebuah seringai tipis terukir di bibir tegas sang aktor terbaik. "Dua hari ke depan di Bandung... cuma ada gua dan lu, Airaya. Jadi siap-siap aja, karena gua gak akan lepasin lu dari dalam kamar vila pribadi gua nanti."

Untaian kalimat posesif bin sensual dari mulut Gala sukses membuat tubuh Yaya menegang hebat, wajahnya langsung memerah padam sepanas kepiting rebus di balik maskernya. Sirna sudah mode reog cemburunya, diganti dengan detak jantung yang mau copot menyadari bahwa singa lapar ini baru saja mendeklarasikan masa liburan intim mereka berdua tanpa rem!

1
Ana Wahyu Fajri
sukaa,,sukaaa😍
Ana Wahyu Fajri
malu banget om Gala🤣
jhiee: 🤣🤣🤣 wkwkwk
total 1 replies
Ana Wahyu Fajri
ayo Yaya,,lanjutkan godaanmu🤭
jhiee: berat ini mah godaan gala😭
total 1 replies
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!