Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 8
Sebelum membaca tekan suka dan mohon kasih dukungan vote ya.. 😁
Benar saja ucapan Anggie saat di kafe, kalau Miya sudah pulang dan menunggunya di rumah. Gadis kecil itu terlihat sedang merajuk dan cemberut di atas sofa sambil melipat tangannya ketika Kayla sampai di rumah.
"Kau kenapa.. Jangan cemberut begitu aku kan sudah datang dan seragammu kenapa belum diganti? Ayo kekamarmu biar Mama bantu kau mengganti pakaian."
Miya menggeleng dan beranjak menjauhi Kayla. "Tidak mau! Mama jahat, tadi kemana? Miya cariin lama.." Celetuk Miya dengan gaya merajuknya.
"Mama pergi beliin cake buat kamu, soalnya kata Bi Ina kamu suka, tapi sudahlah kalau merajuk, cakenya Mama makan sendiri saja." Bohong Kayla, dia mengatakannya supaya Miya luluh.
Kemarin malam sebelum tidur ke kamarnya. Kayla menyempatkan membaca dongeng tidur untuk Miya, tapi sayangnya gadis kecil itu bukannya mendengarnya malah bercerita balik pada Kayla tentang dirinya hingga tertidur pulas.
Kayla terenyuh bagaimana gadis sekecil Miya hidup tanpa kasih sayang seorang ibu. Mungkin itulah yang menyebabkan gadis kecil itu jadi sedikit nakal.
"Benarkah Mama bawakan Miya cake coklat?" Miya berbinar penuh harap.
Oh tidak jangan katakan jika Miya adalah penyuka brownies, atau kue coklat maksutnya adalah brownies sebab yang Kayla bawakan dari kafenya atas usulan dari Anggie adalah rainbow cake.
"Iya Mama bawakan cake warna-warni buat Miya. Yukk Mama bantuin Miya ganti bajunya.. "
"Tidak mau, Cake-nya bukan cake coklat!"
Kayla mengeluarkan nafasnya kasar, ternyata punya anak repot juga. "Baiklah kalau begitu tidak usah ganti baju. Nanti Mama katakan pada Papa kalau Miya nakal dan biar Miyanya diomeli." Ancamnya.
Miya kembali melipat tangannya. "Biar saja, tanpa Mama katakan Miya nakal. Papa tetap galak dan suka mengomel."
'Ya, Papamu memang galak nak.. Sangat galak dan suka sekali membuat Mama naik darah.'
"Ganti bajunya ya sayang. Rainbow cake yang Mama bawain enak loh, gak kalah sama cake coklat kesukaan Miya."
"Miya cobain dulu baru ganti baju."
"Gak boleh, ganti baju dulu baru makan biar baju seragammu gak kotor."
"Gak mau! Kalau cake-nya gak enak gimana?"
Hal itu pun membuat Kayla jadi kesal dan geram oleh Miya yang terlalu keras kepala.
"Kau sama saja dengan Papamu. Keras kepala, angkuh dan menjengkelkan."
"Siapa yang angkuh dan menjengkelkan??" Ucap Adrian tiba-tiba saja sudah di belakang Kayla.
Hal itu sukses membuat jantung Kayla bekerja keras karena kaget. Yang benar saja Adrian sudah pulang, bukannya sepengetahuan Kayla ini masih jam kerja.
"Papa..! Mama jahatin Miya." Adu Miya sambil setengah berlari menuju Papanya dan memeluknya."
"Itu karena kau nakal tidak mau ganti baju." Balas Kayla tidak mau kalah.
"Miya cuma tidak mau mengganti pakaiannya kau sudah mengomelinya, harusnya kau bujuk dahulu. Ck, dasar manja mengurus anak saja tidak bisa." Sarkas Adrian menyebabkan Kayla meringis menahan rasa sakit pada hatinya.
Kayla memejamkan matanya sejenak seraya membuang kasar nafasnya. "Sebelumnya aku belum pernah punya anak jangan lupakan hal itu."
"Tidak usah banyak mengelek, Kau saja yang manja tidak bisa apa-apa." Tuding Adrian.
Lagi-lagi ucapan Adrian terasa mengoyak hati Kayla. Tanpa bisa di tahan lagi dia berlalu dari hadapan Adrian sebelum dirinya makin dihina Pria sok tahu itu.
Miya yang melihat hal itu tidak mengerti, kini gadis itu menurut pada perkataan Papanya.
Dia sudah mengganti bajunya dan sedang memakan cake yang di bawa Mamanya.
"Miya makan kue dapat dari mana?" Tanya Adrian heran saat melihat putrinya dengan lahab penuh minat memakan rainbow cake yang Kayla bawakan. Seingatnya tidak pernah ada kue dirumahnya. Apa mungkin Bi Ina yang membelinya? Kalau benar Bi Ina kenapa bukan brownies. Pikir Adrian mengingat kue paforit putrinya.
"Mama membelinya buat Miya, katanya kalo Miya udah ganti baju baru boleh mencicipinya." Jelas Miya menimbulkan rasa bersalah di hati Adrian.
Bodoh kenapa tadi dia langsung memarahi Kayla. Lagian omongan gadis itu juga masuk akal. Mana mungkin dia langsung bisa jadi ibu baik. Ini adalah pengalaman pertamanya. Tidak gagal, dia mungkin sudah berusaha membujuk tapi Miya saja yang terlalu nakal dan Adrian sudah salah mengomeli Kayla.
•••
TO BE CONTINUED
21-02-2020