ini cerita gue...
Dimana gue harus di jodohkan sama pria yang usianya jauh banget dari gue, dan dia juga seorang duda. It's a nightmare!
Tapi pada akhirnya gue juga mulai suka sama si duda ganteng ini. Tapi gue harus menempuh perjalanan sulit untuk memperjuangkan cinta gue. this is my story, I am the eldest Lady Master of my family.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eldest Lady Master 8
.
"Kamu tidak ada pertanyaan lagi?"
Lilo menggelangkan kepalanya.
"Enggak! Semua pertanyaan gue udah kejawab dari jawaban loe tadi." jawab Lilo.
Jarvis mengerutkan keningnya. Dia tidak bisa memahami ucapan Lilo barusan.
"Maksud mu?"
"Loe pikir aja sendiri!" jawab Lilo
"Tapi apa pertanyaan yang ingin kamu tanyakan padaku?"
"Ada banyak. Tapi udah kejawab semuanya tadi dengan satu jawaban itu."jawab Lilo.
"Lilo... Jangan bertele-tele. Jelaskan saja, aku masih tidak mengerti."
"Pertama, paman tidak mau memikirkan bagaimana perasaan orang lain kan... Itu sudah jelas menjawab pertanyaan gue, dimana pertanyaan gue adalah; apa paman ini bisa menjadi pria yang memahami perasaan gue nantinya. Jadi,sudah jelas kalau jawabannya adalah enggak!" jelas Lilo.
"Kedua... Kalaupun benar si bibik Andara suka sama elo, terus pada akhirnya dia gangguin gue karena enggak suka sama gue, dan mungkin dia bakalan ngelakuin sesuatu yang berbahaya bagi keselamatan gue, mungkin gue juga harus survive sendiri. Mengingat kalau paman ini tidak peduli dengan hal-hal seperti itu. Jadi pertanyaan gue juga udah kejawab." tambah Lilo.
Jarvis terdiam mendengar semuanya itu.
"Ketiga... Awalnya gue pikir kalau gue beneran jadi istri loe, gue mungkin bisa perlahan-lahan nerima takdir gue itu, termasuk buat perlahan-lahan nerima elo, tapi pas dengerin lie ngomong kayak git tadi, gue enggak perlu mikir banyak lagi. Gue udah yakin kalau pemikiran awal gue itu enggak ada gunanya. Perjodohan ini enggak perlu sampai gue harus membuka hati gue Nerima semuanya itu, tapi hanya perlu setuju dan jalanin peran gue sebagai pasangan loe, dan enggak perlu mikirin apa-apa lagi. Apa lagi sampai mikirin kalau gue sama elo mungkin bisa hidup bersama dengan saling menjaga. Itu bisa di katakan MUSTAHIL! Itu aja yang gue pikirin." Lilo meminum jus jambu yang ada di depannya. Rasanya dia sudah cukup mengatakan apa yang ada di pikirannya..
Sementara Jarvis masih terdiam sembari terus menatap wajah cantik Lilo.
"Gue udah kenyang. gue mau balik aja. Thanks buat makan siangnya." Lilo beranjak dari tempat duduknya, namun dengan cepat Jarvis menahan tangannya.
"Jangan!" ucapnya
"Jangan pergi...." Jarvis menatap dalam mata indah Lilo yang begitu jernih dan seakan-akan menghipnotisnya..
"Sebentar saja... please..." pintanya dengan begitu memelas.
"Apa lagi mau loe?" tanya Lilo seraya menepis tangan Jarvis.
"Duduklah. Aku ingin mengatakan sesuatu."
"Tapi gue enggak tertarik sama sekali."
"Please..." pinta Jarvis lagi
walaupun enggan, Lolo akhirnya kembali duduk untuk mendengarkan entah apa yang akan Jarvis katakan.
"Cepat katakan sesuatu! Waktu gue amat sangat berharga." ujar Lilo
"Kamu tidak ingin tahu kenapa kita sampai di jodohkan?" Lilo menatap sekilas ke arah Jarvis, Walaupun dia ingin tahu, tapi dia juga tidak mau membuat Jarvis tahu, kalau dia penasaran dengan itu.
"Kalau elo mau cerita silahkan, kalau enggak, gue juga enggak mau maksa!" jawab Lilo.
Jarvis kembali tersenyum. Berhadapan dengan Lilo membuatnya merasa lebih rileks
"Jujur saja aku tidak mengetahui bagaimana awalnya kedua orang tua ku bisa mengenal tuan Dika Darma, yang merupakan kakek buyut mu itu. Yang jelas aku baru mengetahui semuanya setahun yang lalu, saat itu aku baru kembali kemari setelah melakukan perjalanan bisnis ke New York. Aku menemukan sebuah surat perjanjian, di mana sepertinya aku telah di serahkan pada keluarga mu untuk menjadi bagian dari keluarga mu. Entah apa yang sudah keluargaku lakukan pada keluarga mu, atau entah hutang apa yang keluarga ku ambil dari keluarga mu, intinya adalah, aku yang harus membayar semuanya untuk kesalahan mereka itu. Tapi yang aku heran, kenapa mereka justru menginginkan aku untuk menikah dengan cicit pertama dari tuan Dika." jelas Jarvis.
"Dan karena kamu adalah cicit pertama dari tuan Dika Darma, maka aku harus menikah dengan mu." Sambungnya.
"Oh." jawab Lilo singkat.
Jarvis hanya bisa kembali terdiam. Semuanya tidak seperti ekspektasinya sama sekali. dia pikir Lilo akan mengatakan sesuatu yang lebih antusias, tapi dia justru hanya mendengar 'oh' dari mulutnya.
"Kamu masih marah karena ucapanku yang tadi?"
"Jangan membahasnya lagi! Cukup inget aja apa yang gue bilang tadi." jawab Lilo.
"Kenapa kamu harus sampai seperti itu..."
Lilo tersenyum menyeringai.
"cowok yang enggak peka kayak elo ini mana ngerti! Jadi, mendingan loe diem aja!" jawab Lilo.
Jarvis memaksakan senyumnya. Dia tidak menyangka jika Lilo akan benar-benar marah padanya, dan bahkan sampai mengatakan hal-hal seperti itu tadi.
'apa ucapanku salah? kenapa dia terlihat begitu marah?' tanya Jarvis dalam hatinya.
Lilo meminum jus jambu miliknya. Dia benar-benar enggan untuk mengatakan sesuatu lagi pada Jarvis.
"Ekhem!" Jarvis sengaja ingin mencairkan suasana kembali
"Ada apa?!" tanya Lilo dengan begitu dingin
"Rasanya sangat canggung saat kamu terdiam." ujar jarvis
"Oh.." jawab Lilo yang kembali hanya mengucapkan satu kata yang begitu singkat
"Mau berbelanja? Setiap gadis selalu ingin berbelanja kan?" Jarvis tersenyum kaku, dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya untuk membujuk gadis muda yang sedang sedang mawh padanya.
"Gue bukan cewek murahan yang cuman pengen di belanjain sama seorang cowok atau bahkan om-om terlebih lagi bapak-bapak sampai aki-aki. Abis itu di tidurin. Sorry... Gue terlalu kaya buat di belanjain sama cowok yang baru di kenal... Duit gue kebanyakan, sampai gue bingung mau beli apa." jawab Lilo masih dengan begitu dingin.
Jarvis tertawa kecil. Kata-kata ya g Lilo ucapkan terdengar begitu lucu di telinganya.
Lilo melirik tajam ke arah Jarvis yang langsung terdiam dan tidak berani untuk kembali tertawa
"Sorry..." ucapnya dengan menahan tawanya.
Tawa Jarvis menghilang saat dia melihat Andara yang datang ke sana sendirian. Jarvis juga melihat bagaimana Andara mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, sampai dia tersenyum lebar saat melihat Jarvis ada di sana.
Dengan cepat Andara berlari mendekati Jarvis dan Lilo.
"Kak Jarvis, tenyata kalian makan di sini juga..." ucap Andara.
Jarvis terkejut saat melihat Andara datang ke sana dan bahkan mengatakan hal yang sama seperti yang dia ucapkan pada Jarvis tadi. Dia merasa ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan olehnya, saat dia melihat Andara yang tadi seolah-olah sedang mencari dirinya, dan dia begitu bahagia saat melihat dirinya ada di sana.
Jarvis melihat ke arah Lilo.
Dia melihat Lilo yang sedang tersenyum miring padanya. dia menebaknya dengan sangat tepat.
"Kak Jarvis... Aku ikut duduk di sini ya..." pinta Andara.
"Pffttt..." Lilo tertawa tertahan.
Semuanya yang dia katakan pada Jarvis beberapa saat yang lalu, sama persis seperti yang sedang terjadi saat ini.
Jarvis terlihat terkejut, kebingungan, dan jelas dia seperti seseorang yang sedang merasa takut juga. Takut, jika apa yang Lilo katakan itu benar. Dan pada akhirnya dia akan meninggalkannya.
'ini pasti cuma kebetulan saja' ujar jarvis dalam hatinya.
"Gue udah kenyang. Gue balik dulu." ucap Lilo seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Aku akan mengantarmu." Jarvis juga beranjak dari tempat duduknya.
"Kak Jarvis, aku baru sampai, kenapa kamu terburu-buru..." Andara menahan tangan Jarvis agar tidak meninggalkannya.
"Kamu datang ke sini sendiri. jadi makan lah sendiri. Lagi pula kami sudah makan." jawab Jarvis. Dia berjalan mendekati Lilo yang sedang tersenyum puas melihat apa yang terjadi tadi
"Ayo" Jarvis menggenggam tangan Lilo, kemudian berjalan bersama keluar dari restoran.
Sementara Andara, dia mendorong meja makan yang ada di depannya dengan keras, sampai semuanya terjatuh berantakan.
"Nona..."
seorang gadis memakai seragam pekerja di sana menghampirinya.
"Diam!! aku akan membayar semuanya!!!" teriaknya.
"Lilo!! Aku tidak akan membiarkan mu terus mendekati kak Jarvis ku!"
.
piiisssss
yg bener aja Jarvis mau nyari pngacara buat Andara.
kaya Dika tegas,GK mudah dibohongi bisa baca pikiran org kalo ada yg mau nrbuat jahat
Jarvis gak ada tegas tegasnya ciihhh lemah