Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini 🙏🙏🙏
Bahira Anjani wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun,harus terjebak cinta seorang CEO yang memiliki perangai gila.
Kenapa dikatakan gila.? selain memiliki sifat yang tegas dan berwibawa,sang CEO juga memiliki sifat yang sangat humoris. Dan yang lebih mengagetkan lagi,dibalik sifatnya yang baik hati dan penuh kasih sayang,sang CEO memiliki sifat tempramental,egois dan sangat kejam.
River Bagaskara dialah CEO gila itu.Pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun.Yang selalu ditinggalkan oleh para kekasihnya,karena perangainya yang gila itu.
Hanya Bahira Anjani lah yang mampu merubah perangai gila River Bagaskara.Walau pun banyak sekali konflik yang menguras airmata dan juga menciptakan kesakitan bagi keduannya.
Konflik apa saja yang mewarnai kisah cinta CEO gila dan wanita penyabar dan juga baik hati.?
Akankah kesabaran dan pengorbanan cinta Bahira Anjani akan membuatnya bersatu dengan River Bagaskara.?
Dan ada kisah apa yang membuat River Bagaskara memiliki perangai gila itu.
Hanya TERJEBAK CINTA CEO GILA yang mampu menjawabnya.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan setelah membaca karya ini.Like pada setiap Babnya,Vote dan juga Rate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCG 08
Malam ini River dan kedua sahabatnya tengah menghadiri acara resepsi pernikahan salah satu rekan bisnis mereka.
Sudah dipastikan para undangan yang hadir adalah para pengusaha dan kalangan atas. Para mantan kekasih River pun nampak terlihat disana.
Sudah pasti semua menjadikan River bahan perbincangan.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang memadang River dengan pandangan meremehkan. River dimata para mantan kekasihnya, posesif, tidak romantis, jauh dari kata perhatian dan otoriter. Tak jarang River bisa dengan tega memaki mereka didepan umum jika mereka melakukan kesalahan.
"Jejeran para mantan sinis amat sama loe.?" ucap Aezar
"Bodo amat, bikin gue enggak jatuh miskin ini kan.?" sahut River menyepelekan.
"Hai River..!" sapa seorang wanita cantik.
"Hai juga.!" jawab River singkat.
"Pacar mana.? sama mereka berdua aja terus pergi kemana mana. Apa belum dapet pacar lagi.?" ucap wanita itu.
"Gue mana pernah enggak punya pacar..? sehari itu para jalang kepergok selingkuh juga gue udah dapet lagi." jawab River ketus.
"Mulut kamu jahat banget ya.?"
"Apa namanya kalau bukan jalang.? punya hubungan sama gue selingkuh sama cowok laen. Mau apa pun alesannya enggak pantes selingkuh. Akhiri dulu sama gue, bilang River kita putus, kelar. Dikira gue bakal melarang atau loe kira gue bakal nangis sembari kayang gitu.? minta kalian enggak ninggalin gue." ucap River panjang lebar dengan kesalnya.
"Kamu itu harusnya sadar diri dong, kesalahan kamu apa.? jangan bilang kita jalang."
"Loe selingkuh dari gue mentang mentang gue belum tau loe besoknya dateng lagi kegue minta beliin ini, minta itu. Apaan itu namanya kalau bukan jalang.? bilang gue menyebalkan tapi duit gue mau." suara River pun mulai meninggi.
Aezar dan Bendino segera melerai perdebatan River dan mantan kekasihnya itu. Namun bukan River namanya kalau menuruti apa kemauan kedua sahabatnya itu.
"Udah pi udah, lihat noh loe jadi tontonan." ucap River.
"Bodo amat." tukas River
"Gue River Bagaskara enggak ada yang namanya enggak punya cewek, dan enggak ada yang namanya sakit hati atau sedih ditinggal para jalang pergi. Gue udah dapet berlian sekarang, bukan jalang kaya loe dan noh semua mantan gue." ucap River seraya menunjuk kearah semua para mantan kekasihnya.
"Loe mendingan pergi deh. Mau ini mulut semakin pedes ngomongnya.?" ucap Bendino kepada sang wanita.
River meraih telfon genggamnya dan menghubungi seseorang, dengan suara keras dan cukup lantang River memberi perintah.
"Tarik semua investasi dan saham kita dari perusahan xx malam ini juga." ucap River berapi api.
Semua mata pun mendelik seketika mendengar ucapan River, begitu pun dengan sosok wanita dan juga pemilik perusahaan xx yang tak lain adalah ayah dari sosok wanita itu yang kini juga tengah berdiri tidak jauh dari mereka.
"Sapi kontrol loe, jangan begini kenapa.?" ucap Bendino
"Gue enggak mempermasalahkan dia selingkuh dari gue, karena gue fikir itu urusan pribadi, dan dia berarti bukan cewek baik baik kalau sampai selingkuh. Tapi ini apa, malah ngeledek gue kayanya. Dia fikir gue enggak laku kali sama perempuan." ucap River berapi api.
"Iya tapi enggak harus begini sapi..?" Bendino masih mencoba untuk menasehati.
"Denger nih baik baik sama loe, Gue River Bagaskara, yang tampannya mendunia, punya harta yang enggak akan habis termakan usia, pemilik tanah disurga, enggak ada ceritanya enggak punya pacar, dan enggak akan ada yang bisa menolak pesona gue, paham loe...?" seraya menunjuk tepat diwajah sang mantan kekasih.
"Iya udah hayuk balik, pesta orang ini." ajak Aezar.
"Siapa bilang ini pestanya laron..?" sungut River
Dan akhirnya dengan bermacam rayuan dan bujukan, Aezar dan Bendino berhasil membawa River keluar dari pesta itu.
Pagi pun tiba
"Semalem bikin ramai dipesta orang gitu, ada apa.?" tanya nyonya Bagaskara setelah River menduduki kursinya untuk sarapan bersama.
"Papa sama mama kalau udah denger kabarnya, udah pasti tau ceritanya lah." jawab River.
"Tapi jangan seperti itu, kamu itu bisa enggak sih, jangan emosian gitu..?" tuan Bagaskara.
"Enggak bisa." jawab tegas River.
Tuan dan nyonya Bagaskara lagi lagi hanya bisa membuang nafas kasar mereka. Tapi beberapa detik kemudian mereka dibuat terperangah oleh ulah putranya itu, kala telfon genggam miliknya berdering.
"Ya queen.!" sapa River dengan senyum sempuran tercetak dibibirnya.
"Jangan jemput aku ya, soalnya aku enggak kerja hari ini."
"Kamu kenapa.?" River bangkit dari duduknya "jangan bilang kamu sakit.?"
"Enggak, aku sama ibu mau kerumah bude, sepupuku mengadakan syukuran babynya.
"Oo." jawab River sembari mendudukan kembali bokongnya "Terus kamu sama ibu berangkat naik apa.?"
"Taksi king...!"
"Kamu kirim alamatnya, nanti aku jemput kalau mau pulang."
"Uta, nanti aku kirim, sekalian aku cari pacar lagi boleh..?"
"Aku bikin botak kamu." ancam River
"Enak tau yang botak botak king..!"
River terkekeh "masih pagi queen, nanti siangan dikit gilanya."
Orang tua River sampai sulit menelan makanan mereka menyaksikan prilaku putra tunggalnya itu. Raut kebahagiaan yang tidak pernah mereka lihat, jika sedang berbicara dengan para mantan kekasihnya dulu. Senyum lebar sempurna yang selalu tergambar dibibirnya, sungguh pemandangan yang sangat langka.
"Kapan calon menantu mama dibawa kesini.?" tanya nyonya Bagaskara setelah sambungan telfon River terputus.
"Nanti hari libur ya ma.?" sahut River
"Oke, mama tunggu."
Usai menyelesaikan sarapan, River berpamitan kepada kedua orang tua dan segera menuju keperusahaannya.
River dengan cepatnya menyelesaikan semua pekerjaan, agar bisa segera menjemput Keyra dan ibunya. Pukul empat sore pemuda itu sudah berada dialamat yang kekasihnya kirimkan.
Keyra yang melihat mobil River tiba, segera menghampiri kekasihnya itu. Senyum mengembang dari keduanya nampak sangat indah terlihat.
Para sanak saudara Keyra seketika saja membeliakkan mata mereka, kala melihat sosok kekasih Keyra. Sebagian kecil dari mereka pasti tidak asing dengan sosok River Bagaskara.
"Tampannya kalau tanpa jas dan berantakan gini." puji Keyra saat sudah berhadapan dengan River.
"Berantakan kok tampan sih queen.? mata kamu mabuk apa.?" sahut River.
"Enggak tahu kenapa aku lebih suka penampilan kamu begini dan pakaian casual" ucap Keyra "udah yuk masuk, bentar lagi selesai kumpulnya dan pulang kita."
Keyra memperkenalkan River kepada semua anggota keluarga dari almarhum ayahnya itu. Sambutan hangat dan ramah pun diterima oleh River
Hingga pukul enam sore River, Keyra dan ibu, baru beranjak meninggalkan rumah itu.
"Ibu ngerepotin kamu ya River..?"
"Enggak bu, emang aku yang minta alamat bude, biar aku yang jemput aja. Sekalian aku mau kenal keluarga calon istri aku." jelas River.
"Ibu, aku mau jadi pengantin." ucap girang Keyra dengan bertepuk tangan riang.
"OTAK RABIES." umpat River dan ibu.
Keyra terbahak "mau malam ini apa king nikahnya.?"
"Sekarang aja disini ya.? ibu penghulu sekaligus walinya, ini pewangi jadi saksinya." timpal River.
"Ayo, ibu siap.?" tanya Keyra
"Udah sah, kalian suami istri." jawab ibu dengan wajah polosnya.
River dan Keyra pun terbahak bersama sama.
Saking asiknya bercengkrama, tanpa terasa mereka sudah tiba kediaman Keyra, dan kembali canda tawa mereka tercipta.