NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: RahmaYesi.614

Cinta Indira terpaksa harus menjadi pengantin pengganti untuk calon suami sepupunya yang menghilang dihari pernikahan. Keputusannya menyetujui untuk menggantikan pernikahan itu, membawanya dalam penderitaan yang tiada habisnya.

Rafa, pria yang menikahinya ternyata sangat kejam dan kasar. Berada di sisi Rafa membuat Cinta tidak bisa berhenti merasakan kesedihan. Namun, dibalik kasarnya Rafa, ada kelembutan yang kadang dia perlihatkan pada Cinta. Hal itu membuat Cinta jatuh hati pada Rafa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Azan subuh berkumandang. Dengan tertatih Cinta melangkah menuju kamar mandi. Seluruh tubuhnya terasa sakit karena ulah Rafa tadi malam. Sementara pembuat ulah itu masih tertidur pulas.

Setelah membersihkan diri, Cinta melaksanakan sholat subuh. Lalu dilanjutkan membaca Qur'an sebentar. Setelah itu, Cinta beranjak meninggalkan kamarnya menuju dapur.

Di dapur sudah ada para Maid yang sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing. Cinta terus melangkah menuju dapur meski dengan langkah yang ragu.

"Selamat pagi, Nyonya."

Sapa seorang Maid yang lebih tua dari Maid lainnya. Cinta menebak, dia adalah ketua dari teman-teman Maid lainnya.

"Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" Sambungnya.

"Mmm, boleh saya memasak untuk tuan Rafa?"

"Tuan Rafa tidak pernah sarapan di rumah, Nyonya."

"Begitukah?" Tanya Cinta kecewa.

"Jika kamu yang masak, mulai hari ini aku akan selalu sarapan di rumah." Sahut Rafa yang melangkah menuruni anak tangga menuju dapur.

Semua mata Maid tertuju pada Rafa. Dia turun dengan hanya memakai celana boxer saja. Seluruh ototnya terlihat jelas, ditambah dengan perut kotak-kotaknya yang sangat indah.

Selama mereka bekerja di rumah ini, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Dimana mereka dapat melihat langsung hampir seluruh tubuh majikan mereka itu.

"Selamat pagi, Tuan." Ucap seluruh Maid serempak sambil menundukkan kepala mereka.

Rafa melangkah melewati Maid satu persatu. Kini Rafa berdiri tepat di depan Cinta.

"Aku suka nasi goreng." Menyentuh kedua pipi Cinta.

Cinta terkejut. Pipinya mulai memerah dibalik cadarnya, karena mendapat perlakuan seperti itu di pagi hari.

"Masaklah nasi goreng yang enak. Aku akan mandi terlebih dahulu, sambil menunggu sarapan siap." Menarik tubuh Cinta dalam pelukannya.

Cinta semakin salah tingkah dan pipinya semakin memerah. Untungnya tersembunyi dibalik cadarnya.

"Saya akan menyiapkan sarapan segera, Tuan." Ucap Cinta gugup.

Segera Rafa melepas pelukannya. Dipegangnya erat kedua bahu Cinta yang menyebabkan Cinta merintih merasakan perih di bahunya yang memang masih membekas gigitan Rafa tadi malam.

"Panggil aku sayang!" Tegasnya sedikit membentak.

"..."

"Sesulit itukah lidahmu menyebut sayang?"

"..."

"Sekali lagi kamu memanggilku dengan kata Tuan. Aku pastikan kejadian tadi malam terulang lagi. Lebih menyakitkan dari itu."

Kemudian, Rafa berlalu menuju kamarnya. Sedangkan Cinta masih berdiri gemetar di tempat semula.

Matanya mulai berkaca-kaca, para Maid tidak berani mendekati Cinta. Bukan karena takut pada Cinta. Tapi, mereka mulai mendapat peringatan dari Rafa, kalau Cinta adalah miliknya yang harus dijaga seperti menjaga harta kesayangannya.

"Bismillah ya Allah." Ucap Cinta mencoba menenangkan hatinya.

Perlahan dia mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng. Dan beberapa Maid akhirnya membantu Cinta mengumpulkan berbagai bahan makanan untuk membuat nasi goreng.

Sekitar setengah jam, Cinta akhirnya menyelesaikan acara memasaknya. Dia juga sudah menata sarapan di atas meja makan dengan sangat rapi. Dan pada saat itu, Rafa turun dengan sudah berpakaian rapi. Cinta tersenyum menyambut kedatangannya.

Tapi anehnya, Rafa melewati meja makan. Dia melangkah tanpa menoleh sedikitpun pada Cinta, atau setidaknya melirik ke meja makan.

Cinta menundukkan wajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca. Betapa menyedihkannya dirinya pagi itu. Cinta menyalahkan dirinya yang sudah berani berharap pada seorang Rafa.

"Tuan, sarapannya sudah siap?"

Maid yang lebih tua mengingatkan pada Rafa. Siapa tahu Rafa mungkin lupa, karena memang tidak biasa sarapan pagi di rumah.

"Makanan yang dibuat oleh wanita kampungan tidak cocok untuk lidah saya." Ucap Rafa datar tanpa menoleh.

Mendengar pernyataan itu, air mata Cinta benar-benar jatuh. Ditatapnya nasi goreng spesial buatannya untuk suaminya itu.

"Ya, aku lupa. Aku hanya wanita kampung yang terlalu mudah percaya." Batinnya.

Rafa berlalu meninggalkan rumah, meninggalkan Cinta yang menangis.

Beberapa Maid bergosip dan memandang rendah Cinta. Mereka bahkan berlagak mencicipi nasi goreng buatan Cinta lalu memuntahkannya di depan Cinta.

"Sadar atuh Cinta. Kamu itu hanya pengganti, bukan istri Tuan Rafa yang sebenarnya." Ejek mereka.

Cinta hanya diam dengan air mata yang terus menetes dipipinya.

"Sudah. Kalian itu jangan bicara sembarangan. Pergi sana kerjakan tugas kalian." Usir Maid yang lebih tua.

"Nyonya, maafkan mereka. Saya sebagai yang tertua mewakili mereka untuk meminta maaf pada Nyonya." Ucapnya sambil membungkuk.

"Tidak perlu, saya bukan siapa-siapa. Saya tidak lebih baik dari kalian semua. Kalian benar, saya hanya istri pengganti saja di sini." Ucapnya sambil menangis.

Lalu Cinta berlari menuju kamarnya. Di tutup rapat pintu kamar. Lalu dia menangis sejadi-jadinya. Rasanya lebih baik suaminya yang dulu, meski tidak mencintainya, tapi waktu itu dia tidak pernah menyakiti hati Cinta sesakit ini.

"Aku benci Rafa. Aku membencimu Rafa…" Teriaknya memaki.

Maid yang tadi membungkuk padanya, mendengar tangisan Cinta dari luar kamarnya.

"Kasihan Nyonya. Semoga Nyonya menemukan kebahagiaan suatu saat nanti." Ucapnya mendoakan.

Sementara itu, Rafa baru saja tiba di kantornya. Dia disambut oleh semua karyawannya.

"Selamat pagi, Bos." Sambut Jesika.

"Jadwal hari ini?"

"Pagi ini sampai pukul 10, menandatangani dan mengecek ulang beberapa berkas proyek minggu lalu." Jelasnya sambil menyesuaikan langkah di samping Rafa.

"Pukul 11 sampai jam makan siang, meeting dengan klien dari Kuala Lumpur. Dan nanti pukul 15.00 sore, pertemuan dengan model baru di Star Entertaiment." Jelasnya.

"Oke. Sekarang, kamu siapkan sarapan. Saya lapar."

"Baik Tuan." Ucap Jesika.

Begitu tiba di ruangannya di lantai delapan. Rafa langsung melepas jasnya. Dia menarik tubuh Jesika dalam pelukannya.

"Kalau tuan ingin kenyang, Tuan bisa menyantap sarapan di kamar ganti, saja." Goda Jesika yang mulai membuka satu persatu kancing kemeja Rafa.

"Kamu tau, aku tidak menyantap sarapan sebanyak itu. Aku hanya mencicipi sedikit saja." Bisik Rafa.

Lalu dengan k*s*r, dia menc**m bibir Jesika. Di arahkannya tubuh Jesika ke tembok. Dit**d**nya tubuh itu.

"P*askan aku." Ucap Rafa penuh na***.

Segera Jesika berjongkok dan langsung menjalankan tugas lainnya sebagai sekretaris. Rafa benar-benar menikmati sarapan paginya itu. Namun, saat hampir menyelesaikan sarapannya, tiba-tiba saja dia teringat keindahan yang dirasakannya tadi malam.

Segera Rafa menarik dirinya. Dia mendorong kepala Jesika agar menjauh darinya.

"Kenapa, Tuan?" Tanya Jesika kaget.

"Keluar… keluar dari ruanganku." Teriaknya.

Dengan penuh perasaan kecewa, Jesika melangkah keluar dari ruangan Rafa.

Sementara Rafa terengah mengatur napasnya. Dia merasa sangat aneh tidak menentu. Ada perasaan kesal dan juga sedih. Semua kejadian tadi malam bersama Cinta terputar indah dalam ingatannya.

"Apa yang aku lakukan. Aarrggghh…" Teriaknya kesal penuh amarah.

Hal yang sama juga dirasakan Jesika. Kini dia berada di toilet. Membersihkan mulutnya dan merapikan lipstiknya.

"Kenapa dengan Rafa? Kenapa dia tiba-tiba mendorongku. Apa yang aku lakukan menyakitinya?" Menatap cermin didepannya.

"Dasar laki-laki tidak berperasaan. Dia kira aku senang selalu melakukan itu setiap pagi? Ah, harusnya aku menjebaknya dan menjadikan dia milikku. Bukan hanya memuaskan na***nya saja." Makinya kesal.

1
reti
apa rafa gak tahu gitu, reyhan berkhianat.
knp seorg mafia bisa kalah sm joy ya
kshan rafa.
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
ibarat film genre action misteri horor sdkit romantis dikiiiiiitttt ajja novel ini koyoke gt yaa
74 Jameela
asli sy cm sekedar bc bahkn cenderung scroll cepat krn msh blm mudheng smpai di bab ini..jln ceritae gmn..tp tetap penasaran
RahmaYesi: gak apa apa kak. Terimakasih sudah mampir 😄
total 1 replies
reti
uda dr kecil joy kejam n pembunuh
reti
ada hub saat masih kecil antara rafa n cinta.
skrg rafa berusaha melindungi cinta n membuat cinta menjadi wanita tangguh tdk cengeng dg cara menikahinya
yang aq pahami dr awal baca smpe bab ini
reti
pembunuhnya ya joy itu. uda kriminal dr kecil. biar warisan jatuh ketangan joy smua.
ini analisa aq dr awal baca smpe bab ini..
maaf kak author...😁🫶
reti
kak, disini karakter cinta itu cengeng,lemah ya.
jadi gemes aq
RahmaYesi: Halo kak, salam kenal. Selamat membaca semoga suka
total 1 replies
reti
ortu aneh. dpt menantu baik ditolak hnya krn kampungan. smntara yg pendidikan n murahan diterima
pngn tak pites aja mamanya rafa n febi 😀
Irene
oke ceritanya
RINA ASTUTI
waduh????
RINA ASTUTI
🤮🤮🤮🤮🤮🤮
RINA ASTUTI
lah ini para pembantu berani ngatai istri Tuannya. aneh semua ni orang orangnya Rafa
RINA ASTUTI
Cinta sama Rafa sama sama aneh. wajar sih mereka jodoh 👏🤭
RINA ASTUTI
nih si Rafa gimane yee. au dah serah lu Rafa.
RINA ASTUTI
Rafa ini rada aneh yeee
RINA ASTUTI
buset dah si Rafa ternyata...
RINA ASTUTI
suka suka, makin penasaran
RINA ASTUTI
Menarik
SicantikKinyisKinyis
Cinta ini kok kayak ngga mencerminkan seorang muslimah sih? Biasanya muslimah tuh taat pada suami, terleoas dari kenapa mereka bisa menikah. Maaf ya, aku ngehujat tokohnya, bukan authornya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!