NovelToon NovelToon
Fotografer Plus Plus 2

Fotografer Plus Plus 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sama seperti bosnya, Adnan juga punya hobi mengambil foto dengan kameranya. Namun hobinya berubah jadi obsesi ketika dia ketagihan mendapatkan job 'fotografer p|us-p|us'. Semua itu berawal saat Adnan menemukan kamera tua milik mendiang ayahnya di lemari.

Kamera tua itu mampu membuat Adnan melihat dalam mode tembus pandang, lalu mode menampilkan yang tak kasat mata, bahkan sampai mode ronsen yang digunakan dalam kedokteran. Gilanya lagi, kamera itu mampu bisa membuat wanita klepek-klepek pada Adnan. Bagaimana bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 - Sopir Pribadi

"Nggak, Mbak! Bukan apa-apa. Ini kameranya ternyata rusak. Aku nggak bisa foto, makanya kaget." Adnan segera memberi alasan kepada Tari. Dia berusaha tenang dan bergegas masuk ke rumah.

"Aku masuk dulu ya, Mbak! Permisi," kata Adnan seraya masuk ke rumah. Ia juga tak lupa mengunci pintu.

Adnan menatap kamera yang kini ada ditangannya. "Bagaimana bisa? Apa tadi itu nyata?" gumamnya tak percaya.

Adnan lantas kembali mencoba kameranya. Diam-diam dia mengarahkan kamera ke Tari yang masih ada di halaman rumah. Dari balik tirai jendelanya, Adnan bersembunyi.

Benar saja, setelah Adnan mencoba lagi, ternyata kameranya memang tembus pandang. Dia bisa melihat Tari dalam keadaan tanpa busana, meski perempuan itu sedang mengenakan pakaian. Tahi lalatnya bahkan bisa terlihat jelas melalui kamera Adnan.

"Ini gila! Kamera apa ini? Kenapa Bapak punya kamera macam ini?" ucap Adnan. Takjub sekaligus heran.

Adnan menenggak salivanya satu kali. Karena pemandangan perempuan tanpa busana bukanlah hal biasa untuknya. Dia pun memilih berhenti. Akan tetapi dahinya berkerut saat melihat ada tiga tombol kecil misterius di kamera. Tiga tombol itu punya tiga warna berbeda. Yaitu merah, kuning dan hijau.

Salah satu dari tombol yang berwarna kuning sudah aktif. Karena penasaran, Adnan mencoba menekan yang warna merah. Ia lalu mencoba melihat melalui kameranya lagi dan mengarahkannya pada Tari.

"Sial!" Adnan refleks mengumpat karena apa yang dilihatnya kali ini lebih sulit dipercaya. Bagaimana tidak? Kali ini kameranya bisa memperlihatkan keadaan organ, darah dan saraf pada Tari.

"Apa-apaan itu? Apa kameranya jadi mode ronsen sekarang?" ucap Adnan.

Kini hanya tombol hijau yang belum ditekan. Adnan pun menekan tombol yang hijau. Kemudian mencoba merekam ke arah Tari lagi.

Kali ini Adnan tidak kaget. Karena keadaan kamera sekarang jadi normal. Kameranya memperlihatkan yang seharusnya terlihat.

"Oh... Jadi hijau adalah mode normal. Gila nih kamera! Dimana Bapak beli kamera model begini?" kata Adnan. Dia merasa menemukan sebuah benda ajaib.

Saat itulah ide bisnis Adnan seketika muncul. Apalagi sekarang dia juga sedang sangat membutuhkan uang.

"Aku bisa pakai ini buat dapatin uang tambahan!"

Adnan bergegas masuk ke kamar. Dia membuka laptopnya dan membuka blog pribadinya. Dia membuat iklan jasa fotografer melalui akun media sosialnya.

"Kira-kira apa ya nama yang cocok biar iklannya menarik minat orang?" Adnan berpikir sambil mengarahkan matanya ke kanan atas.

"Fotografer paruh waktu... Emm... terlalu biasa..."

Adnan berpikir lagi. Dia melakukannya sambil menskrol media sosialnya. Sampai akhirnya dia teringat dengan cerita Wildan saat merintis jadi fotografer dulu. Katanya nama jasa fotografer Wildan dahulu adalah fotografer p|us-p|us. Katanya Wildan bisa menarik minat banyak kliennya dengan nama itu. Tapi Wildan juga tak lupa menyebutkan kalau beberapa kliennya punya permintaan di luar nurul, alias aneh.

"Menurutku semua manusia memiliki sisi aneh. Yang penting aku bisa dapat uang!" kata Adnan. Dia memutuskan untuk memakai nama fotografer p|us-p|us untuk iklannya.

Adnan tersenyum lebar. Untuk pertama kalinya, dia merasa memiliki harapan untuk melunasi hutang mendiang ayahnya.

Setelah berkutat dengan laptop, Adnan kembali bermain dengan kameranya. Kali ini dia yang jadi model untuk kameranya. Adnan menggunakan mode tombol merah dan hijau saja. Menurutnya menjijikan mengambil foto telanjangnya sendiri.

"Ini benar-benar kamera ajaib!" seru Adnan girang. Dia memperhatikan keadaan organ tubuhnya dan atensinya tertuju pada pankreas.

Sebagai pengidap penyakit diabetes tipe 1, Adnan tahu kalau pankreasnya sudah nyaris tak berfungsi. Dia menatap organnya itu cukup lama. Namun karena tak mengerti ilmu anatomi, Adnan tidak bisa mengetahui perbedaannya.

Karena lelah, Adnan memutuskan untuk tidur. Dia harus bekerja besok pagi.

...***...

Pagi hari menyapa. Adnan terbangun dan langsung mandi. Dia hanya sarapan alakadarnya. Yaitu hanya makan sebungkus roti stroberi yang harganya dua ribuan.

Selanjutnya, barulah Adnan pergi ke rumah keluarga Narendra. Hari itu dia tak lupa membawa kamera tuanya. Ia hanya mengenakan kemeja berwarna biru dongker dan celana kain hitam. Dia berusaha berpenampilan rapi agar bisa profesional.

"Masuk dulu, Ad! Sarapan yuk! Itu Liza nya baru sarapan," tawar Glenda, yang tak lain adalah istrinya Wildan.

"Makasih, Mbak. Aku udah sarapan," tolak Adnan sopan. Dia terlalu enggan untuk sarapan bersama majikannya. Adnan sadar kalau dirinya harus tahu diri.

"Yang benar? Ya sudah, kalau gitu minum teh sama makan kue ya? Kebetulan kemarin aku beli kue enak," kata Glenda.

"Ya udah, Mbak. Boleh deh kalau itu." Adnan kali ini tak bisa menolak. Dia lalu duduk ke kursi yang ada di teras.

Tak lama, Bi Surti datang dan menyodorkan teh dan kue. "Nih aku tambahin tempe mendoan biar kau semangat kerja di hari pertama," ucapnya.

"Wah... Makasih, Bi. Ini pasti enak banget," sahut Adnan bersemangat. Mengingat tempe mendoan adalah makanan favoritnya.

Adnan mulai makan dengan lahap. Lalu sesekali minum teh. Namun saat sedang nikmatnya makan, Liza keluar dengan langkah cepat.

Liza tampak cantik seperti biasa. Rambut panjangnya tergerai indah. Ia mengenakan pakaian kasual dan sopan untuk pergi ke kampus. Ia mengenakan sweater panjang dan celana jeans panjang.

"Ayo kita berangkat! Nanti aku telat!" Liza mendesak. Wajahnya tampak cemberut.

"I-iya, Mbak!" Adnan bergegas masuk ke mobil.

"Eh! Jangan panggil aku Mbak lah! Emang aku kelihatan setua itu? Lagian kita seumuran kan?" timpal Liza yang terkesan seperti mengomel.

"Iya, Mbak. Eh, anu..." Langkah Adnan terhenti di depan mobil. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena bingung harus memanggil Liza apa.

"Panggil Liza aja!" perintah Liza sembari masuk ke mobil duluan. Dia duduk di kursi belakang seperti majikan pada umumnya.

Adnan mengangguk dan segera menyusul masuk mobil. Ia tentu duduk di kursi kemudi. Dia berkendara dengan tenang menuju kampus tempat Liza kuliah.

"Berhenti sebentar, Ad!" titah Liza mendadak. Padahal sebentar lagi mereka tiba ke tempat tujuan.

"Tapi, Liz. Kita bentar lagi sam--"

"Udah nurut aja! Lagian majikannya kan di sini aku! Nggak usah ngebantah!" potong Liza galak.

"Ya sudah..." Adnan pun menepikan mobil. Dia mendengus kasar. Sungguh, dia merasa Liza sangat berubah. Dulu sikap gadis itu tak begini.

"Udah berhenti. Sekarang kamu mau apa, Liz?" tanya Adnan sambil menoleh ke belakang. Namun saat melihat Liza, dia langsung kaget.

"Astaga! Kamu ngapain? Kenapa lepas baju?" timpal Adnan yang refleks kembali menatap ke depan.

1
Mita Paramita
mungkin Gladys mau ngadain ritual sekte ulang kn acara yang pertama gagal 🫣 Adnan gentleman banget 😍
Mita Paramita
Adnan solusi ny mending cari tau dulu siapa Gladys mungkin aja dia tau tentang kamera ajaib itu makanya bikin jebakan jadi klien 🫣
Mita Paramita
akhirnya Adnan ada yang mau bantuin masalah nya 😉 Liza muka peka sama Adnan gak cuek lagi
Mita Paramita
kasian Adnan nanggung beban sendirian gak ada temen curhat 🤨 semoga Liza peka ngebantuin Adnan
Mita Paramita
mestinya Adnan jujur aja ke Liza kalo lagi di ikuti Gladys cs dan tentang kamera juga 🤨 siapa tau bisa menyelesaikan masalah bareng
Rommy Wasini Khumaidi
waduh,kok Gladys tau tempat majikan Adnan tinggal?
Mita Paramita
Adnan balik ke setelan awal jadi supir Liza tapi kenapa ketemu lagi Sama Gladys cs apa mereka temen kuliah Liza 🤨🤨🤨 nasib sial masih aja ngikutin Adnan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Adnan akhirnya pulang kerumahnya juga ... dapet sarapan gratis lagi dari tari. hidup Adnan selalu dikelilingi orang baik 😉
Mita Paramita
akhirnya Adnan bisa pulang juga🤨 maka ny Adnan kalo ada panggilan job tanyain dulu jangan langsung diambil
Rommy Wasini Khumaidi
deg²an aku,takut Gladys and the geng menghadang
Mita Paramita
Herman curiga seperti ny dikamar mandi ada orang lain 🤣🤣🤣 situasi Adnan terlalu dar der dor kalo sampe ketahuan
Rommy Wasini Khumaidi
aku ikut nahan nafas juga Nan,takut kamu ketahuan
Mita Paramita
Adnan sial banget ngumpet dikamar mandi trus dengerin suara desahan Sherly 🤣🤣🤣 serba salah posisi Adnan 🫡
Mita Paramita
Adnan udah merasa lega dikit ada lagi masalah baru🤣🤣🤣maju kena mundur kena nih🫡
Mita Paramita
Adnan Udah jauh jauh sembunyi malah dapet jackpot masuk ke kamar kupu2 malam 🤣🤣🤣 semoga aja gerombolan sekte itu udah bubar cape nyari Adnan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aliran sesat kan, serem bgt. lain kali milah milah juga klo terima job jgn sampe membahayakan diri sendiri Adnan
Mita Paramita
baca bab ini bikin dar der dor Adnan akhirnya bisa juga dari kepungan anggota ritual sekte 🤣🤣🤣 semoga dia gak ketangkap Gladys
Mita Paramita
Adnan mending kabur situasi nya makin horor nih ritual sekte nyaa 😈😈😈
Mita Paramita
kamera max ajaib bisa liat setan di tengah acara sektor gini😈😈😈
Dewi kunti
hiiiiiiiiiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!