NovelToon NovelToon
The Character!! Kembali Menjadi Figuran

The Character!! Kembali Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menjadi NPC
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: dopamine girl's

Revano, seorang penulis, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Vian-tokoh yang ia ciptakan sendiri.
Sialnya, tubuh itu rapuh, keluarganya berantakan, dan hidupnya jauh berbeda dengan apa yang ia tulis.

Revano mencoba memperbaiki semuanya. Namun semakin lama ia hidup sebagai Vian, semakin banyak rahasia yang terkuak.
Hingga perlahan, satu kebenaran menghantamnya:

Vian bukan sekadar karakter.
Dan mungkin... ia bahkan tidak benar-benar memasuki raga Vian.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dopamine girl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Sekolah Vanesa Indah-sekolah besar dengan dua kompleks: SMP dan SMA berdampingan. Jarak bangunannya tidak terlalu jauh karena mereka satu cabang yang sama. Dari luar tampak megah, dari dalam hiruk pikuknya selalu jadi cerita.

Vano menghentikan motor tepat di depan gerbang SMP. Ia menatap Ashilla lama, mata menyipit indah seperti sedang menghafal setiap detail adiknya itu. Senyum kecil terbit di balik helm full face-nya.

"Nanti Abang jemput pas istirahat," ucapnya lembut.

Ashilla mengangguk kecil. Ia memeluk tubuh Vano sebentar- kebiasaan manisnya sejak kecil. sebelum berlari masuk. Revano hanya terkekeh geli sebelum melajukan motor menuju gedung SMA di sebelah.

Di sisi lain, Ashilla memasuki gerbang kelas 9 IPA A. Dari luar saja terdengar teriakan-teriakan lelaki yang berantem kecil, bercanda, saling maki, dan gelak tawa yang pecah.

Begitu Ashilla masuk, semuanya terhenti seketika. Seolah tombol pause ditekan. Semua kepala menoleh. Ada yang langsung senyum, ada yang teriak menyambut, ada yang sekadar mendengus karena merasa kalah cantik.

"HALO BESTIII!"

Seorang gadis lincah dengan rambut blonde panjang dikuncir kepang satu melompat ke arah Ashilla. Milan. Tubuh mungil itu benar-benar nyaris menjatuhkan Ashilla kalau saja salah satu temannya tak cepat menahan.

"Milan, jangan berulah!" sentak temannya-Raya-dengan sinis.

Milan cemberut, menghentakkan kaki beberapa kali.

"Lo nggak apa-apa kan, As?" tanya Raya dengan tatapan menyelidik.

Ia memicingkan mata seolah mendeteksi sesuatu. "Ngomong-ngomong, kok lo kelihatan beda? Kayak... lemes?"

Ashilla tersenyum kecil. Memeluk kedua tangannya dengan gugup. Bibirnya ia gigit sebelum menormalkan ekspresi.

"Nggak apa-apa kok. Mungkin kurang enak badan."

"Kalau gitu izin aja," timpal Sarah, sepupunya dari keluarga Dharmawangsa yang sedari tadi mendengar. Tenang dan pintar seperti biasa.

Ashilla hanya tersenyum kecil sebelum berjalan ke bangkunya. Di sana, ia terdiam. Banyak pikiran bercabang-tentang rumah, tentang pesta semalam, tentang Vian, tentang perasaan kosong yang masih menggantung. Namun semua itu buyar begitu sebuah tepukan mendarat di pundaknya.

Ia menoleh.

Dan wajahnya langsung datar.

Kakak kelas itu lagi. Orang yang akhir-akhir ini terus mencoba mendekatinya.

Mata mereka bertemu. Lelaki itu langsung salah tingkah-padahal sebelumnya sok percaya diri.

Ashilla menarik napas berat sebelum menatap dingin, tanpa basa-basi.

"Kenapa, Kak? Ini bukan kelas Kakak. Harusnya Kakak nggak di sini."

Sederhana, jelas, tapi menusuk.

Lelaki itu tersenyum kikuk. "Aku beliin kamu boneka. Lihat, ini lucu banget. Mirip kamu."

Ia mengangkat boneka kecil berbentuk kelinci. Memaksa terlihat keren, padahal ujung telinganya memerah jelas

Shilla menatap boneka di tangan lelaki itu. Dengan kasar ia mengambil dan melemparkan boneka itu ke dinding dengan keras. Napasnya menderu. Tangan nya sedikit bergetar dengan gejolak aneh yang menyesakan .

Menyadari bahwa ia telah melakukan hal yang salah. Ia menatap lelaki itu dengan pandangan yang memelas. Seolah menjadi korban ia pun mulai terinsak kecil dengan air mata yang berhasil lolos ." Maaf kak aku gak sengaja, sebaiknya kakak gak usah temuin aku lagi karena kondisi ku sendang tidak baik untuk di kunjungi siapapun" alasannya.

" Sekali lagi maaf kan aku kak Dylan" Dylan yang belum sepenuhnya sadar dari keterkejutan nya terdiam. Matanya menatap nanar pada boneka yang sudah tergeletak di lantai dingin. Ia marah namun melihat air mata yang lolos dari orang yang ia cintai seketika membuat nya sesak. Ia merasa bersalah,dan seperti nya ia telah melakukan kesalahan yang patal hingga membuat gadis sebaik shilla marah.

"Baiklah, jangan benci aku oke" ucapnya pelan sebelum keluar dari kelas itu dengan langkah tak bersemangat.

Seketika ruangan tiba-tiba riuh, entah oleh gosip pan anak gadis atau teriakan mengejek dari para lelaki penghuni kelas .

"Uuuu!!,, makanya jadi lelaki jangan terlalu sombong . Baru aja pdkt tapi nempelnya kek lem, cewk juga takut kali"seru gerombolan lelaki yang ada di belakang.

"Lagian ashilla gak mungkin Nerima cowo petekilan kek dia"

"Iya lagi , kalau lihat ashilla dan si Dylan kesannya bukan pasangan kekasih. Tetapi tuan dan si babu" gelak tawa dari arah belakang yang seluruh suaranya terdengar dari lelaki terdengar riuh. Ashilla mengabaikan segala omongan tak bermutu itu. Toh topik yang mereka obrolin gak akan merusak citra diri nya sebagai anak manis yang di cintai semua orang.

"As Lo gak papa kan" ucap raya menghampiri as dengan tatapan khawatir. Dibelakang nya Milan dan Sarah juga menunjukkan ekspresi yang sama. Khawatir dan cemas.

"Aku oke tadi terbawa suasana. Mungkin efek kurang enak badan"Sengah nya

"Kalau gitu lebih baik ke UKS aja, bolos sehari nggak akan ngaruh apa-apa buat lo," ucap Raya sambil memutar mata. Namun Ashilla hanya menggeleng pelan. Ia tetap duduk di tempatnya, memaksakan diri menahan rasa pusing yang dari tadi menusuk pelipis.

Ashilla ingin terlihat sempurna. Anak baik yang kuat. Anak yang keluarga Dharmawangsa bisa banggakan-meski hatinya sendiri sedang berantakan.

Waktu bergulir pelan sampai bel istirahat berdentang tepat pukul 10.30.

Kelas langsung ramai, kursi bergeser, suara tawa memecah dinding. Ashilla berdiri perlahan, ditemani Milan, Raya, dan Sarah yang sudah siap membawa tas kecil masing-masing.

Namun tujuan mereka bukan kantin SMP.

Ashilla berjalan keluar gerbang kecil yang menghubungkan dua gedung. Udara siang menerpa lembut rambut panjangnya. Mereka melangkah menuju kantin SMA-tempat yang biasa ia datangi kalau ingin bertemu seseorang.

Revano.

Revano belum datang menjemput seperti nya dia belum selesai menyelesaikan kelasnya. Dengan inisiatif ia berjalan ke kantin terlebih dahulu di temani dengan teman-teman nya. Ia akan membuat Revano terkejut melihat dia yang sudah duduk manis di meja tempat mereka biasa makan.

Namun ternyata semuanya pupus seketika, seluruh anak-anak sekelas dengan nya sudah keluar bahkan teman satu geng nya sudah duduk di dekat mereka. Namun tidak ada Vano di antara mereka. Dan Vano tak terlihat di manapun.

" Bang Vano nya mana kak" sala satu laki-laki dengan rambut yang merah mencolok menanggapi. Telinga terdapat anting dan di seluruh jarinya terdapat tato yang entah gimana gak di marahi oleh pihak sekolah.

"Ouh si Vano tadi pulang lebih awal, kakak gak tau sih soalnya gak tanya , Lo tau gak Lex!" Ucap pria itu melempar pertanyaan pada pria yang berpenampilan yang berbanding terbalik dengan nya. Ia rapih wangi dengan rambut panjang dengan gaya mullet " katanya adiknya tiba-tiba sakit tapi gue gak tau adik yang mana yang ia maksud" ucapnya .

Seolah dihantam realita, pikiran ashilla kosong , yang ia dengar dalam pikiran saat ini hanya satu ' adiknya sakit '. Dia tahu jelas dia siapa namun seolah menolak ia membantah perkataan itu dalam diamnya. Pikirannya tidak baik-baik saja . Begitu pula dengan perasaan tidak nyaman yang selalu menyelimuti nya.

Dan itu semua gara-gara seseorang yang datang tiba-tiba. Menghancurkan seluruh eksistensi dan segala yang ia miliki dalam sekejap. Tak ada yang tersisa . Matanya buta dengan pikiran nya yang menolak tegas kedatangan dia.

Pikirannya hanya satu . Dia seharusnya tidak datang dan dia seharusnya tidak berada di sini. Semua ini gara-gara Vian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!