NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.Investigasi Sepihak

"Tindakanmu benar-benar di luar nalar, Naya! Kamu hampir membunuh Menteri Wijaya di atas meja operasi!" bentakan keras Bima menggema, menghantam dinding ruang rapat komite disiplin yang dingin.

Naya duduk diam di kursi pesakitan. Tangan kanannya yang kini dibalut perban tebal tergeletak kaku di pangkuannya. Noda darah segar masih merembes samar dari balik balutan kain putih itu, menetes pelan ke lantai. Rasa sakitnya luar biasa, berdenyut menyiksa setiap kali jantungnya berdetak. Tapi hatinya jauh lebih hancur. Ia baru saja diseret paksa ke ruangan ini sesaat setelah mendapat jahitan darurat di IGD.

"Aku menyelamatkannya, Bima," jawab Naya parau, menatap tajam ke arah Bima yang berdiri angkuh di seberang meja. "Oksigen dari mesin anestesi mati total. Aku terpaksa melakukan pijat jantung terbuka. Kalau aku diam saja menunggu keajaiban, menteri itu sudah mati."

"Dengan cara merusak alat medis rumah sakit?" cibir Bima sinis. Pria buncit itu melemparkan patahan logam retraktor ke atas meja hingga berbunyi nyaring. "Jangan mengarang cerita. Teknisi kami sudah mengecek mesin anestesi, tidak ada yang rusak. Kamu terlalu panik. Kamu menekan alat pembuka dada ini dengan tenaga brutal sampai engselnya patah. Kamu ceroboh dan tidak profesional, Naya!"

"Mesin itu sengaja dirusak! Dan alat pembuka dada itu rongsokan!" Naya memukul meja dengan tangan kirinya, tak bisa lagi menahan amarah yang meledak-ledak. "Besi murahan itu patah karena kualitasnya sampah! Alat sialan yang kamu beli secara diam-diam itu yang merobek tendon tanganku! Panggil Suster Rina dan tim anestesi ke sini. Mereka saksi hidupnya. Kamu yang seharusnya disidang atas tuduhan korupsi, bukan aku!"

"Jaga mulutmu!" Bima menunjuk wajah Naya dengan marah. Urat di lehernya menonjol. "Semua perawat di ruang operasi itu adalah bawahanmu. Tentu saja mereka akan berbohong untuk melindungi atasan mereka yang tidak becus. Semua dokter di sini tahu kinerjamu sedang hancur. Kamu kelelahan, stres, dan sering berhalusinasi. Kamu kehilangan kendali, mematahkan alat medis, melukai tanganmu sendiri, dan sekarang kamu mencari kambing hitam!"

Naya menoleh ke arah barisan dokter senior yang duduk di meja komite. Tidak ada satu pun yang berani menatap matanya. Dokter Hendra membuang muka, menggigit bibir menahan rasa bersalah. Mereka semua menunduk, terlalu takut pada kekuasaan Bima dan ancaman pemecatan massal.

Napas Naya tercekat. Rasa dikhianati mencabik dadanya. Ia lalu menoleh perlahan ke ujung meja rapat, tempat Aksa Dirgantara duduk bersandar santai di kursi kebesarannya.

CEO muda itu duduk diam seperti patung es. Jas mahalnya terlihat tanpa cela. Mata gelapnya menatap lurus ke arah Naya, mengamati wajah pucat pasi dan pergelangan tangan wanita itu yang hancur bersimbah darah. 

Tidak ada simpati di sana. Hanya tatapan kosong yang mengunci rapat semua emosinya. Aksa sengaja duduk sebagai pengamat, membiarkan Naya diserang dan dicabik-cabik dari berbagai arah oleh para petinggi korup ini.

"Aksa," panggil Naya lirih, suaranya bergetar hebat menahan putus asa. Matanya memerah menatap mata hitam kelam pria itu. "Kamu ada di ruang sterilisasi tadi sore. Kamu memegang klem cacat itu. Kamu tahu persis kualitas barang yang Bima bawa masuk. Kamu membiarkan dia menuduhku seperti ini?"

Ruangan seketika membeku. Semua mata kini tertuju pada sang bos besar, menunggu titah yang akan menentukan nasib sang Kepala Bedah Umum.

Aksa tidak mengubah ekspresinya sedikit pun. Pria itu menatap tangan Naya yang bergetar menahan sakit, lalu mengalihkan pandangannya pada Bima.

"Lanjutkan evaluasinya, Dokter Bima," ucap Aksa dengan suara bariton yang datar dan mematikan. "Aku di sini hanya sebagai pengamat. Manajemen tidak akan ikut campur urusan teknis. Silakan tegakkan aturan disiplin kalian."

Jawaban sedingin es Aksa itu seperti palu godam raksasa yang menghancurkan sisa pertahanan Naya hingga berkeping-keping. Pria itu benar-benar ingin melihatnya hancur lebur menjadi debu. Aksa tidak peduli pada kebenaran. Pria itu buta sepenuhnya karena dendam.

Bima tersenyum lebar penuh kemenangan mendengar lampu hijau dari sang CEO. Ia merapikan jas dokternya dengan gaya angkuh.

"Berdasarkan bukti kelalaian prosedur ini, komite dengan suara bulat memutuskan untuk membekukan seluruh izin praktikmu di rumah sakit ini, Dokter Naya," vonis Bima tanpa belas kasihan. "Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan apakah kamu layak dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan perusakan fasilitas medis dan malapraktik yang membahayakan nyawa menteri."

"Membekukan izinku?" Naya tertawa sumbang. Tawa yang terdengar sangat menyayat hati.

Air mata kemarahan akhirnya menetes dari sudut matanya, jatuh membasahi pipinya yang sepucat kertas. Ia menunduk menatap tangan kanannya. Jari-jarinya benar-benar tidak bisa bergerak. Tendonnya putus. Saraf utamanya rusak berat. Karir emasnya sebagai dokter bedah terbaik sudah mati suri malam ini juga. Pisau bedah tak akan pernah lagi bisa ia genggam.

Dan pria yang duduk di seberang sana, pria yang dulu berjanji akan menjaganya, justru menjadi orang yang paling menikmati kehancurannya.

Ruangan itu seketika hening melihat Naya yang terus tertawa dalam keputusasaan absolut.

Naya berdiri perlahan. Ia menatap Bima dengan sorot jijik yang mendalam, lalu mengalihkan pandangannya lurus mengunci sepasang mata kelam Aksa.

Dengan gerakan pelan namun penuh amarah yang menyala, Naya menggunakan tangan kirinya untuk melepas jas putih kebanggaannya. Jas yang selama bertahun-tahun ia pakai untuk menyelamatkan ribuan nyawa itu kini dipenuhi bercak darah segarnya sendiri.

Ia melempar jas putih itu ke tengah meja rapat. 

Suara kain tebal yang menabrak kayu memecah kesunyian. Setelah itu, Naya menarik kasar kartu pengenalnya dan melemparnya ke meja. "Kalian tak perlu memecatku. Tanganku sudah mati, dan aku muak dengan rumah sakit busuk ini."

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!