"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Kosong
Logan mengusap wajahnya dengan frustasi. Wajahnya sudah memerah dengan tatapan membuncah menatap ponselnya yang tidak dijawab. "Athena!" Dia berteriak, tapi itu percuma saja.
"Logan, tenang dulu...." Ujar Miranda menenangkan.
"Aku akan mencoba bertanya pada security." Putus Logan. Namun, tentu saja usaha itu sia-sia. Tidak ada yang melihat Athena setelah pesta selesai. Maupun sosok itu keluar meninggalkan hotel dengan keamanan yang baik.
"Aku tidak mungkin meminta cctv. Bisa menimbulkan curiga." Pikir Logan, dia masih berusaha untuk waras ditengah guncangan.
"Kalau begitu, aku coba." Usul Miranda.
"Baiklah."
Logan kembali menghubungi Athena. Kali ini dia menatap lama panggilan yang memperlihatkan tulisan berdering itu. "Sial! Dimana kau! Aku tidak peduli kau pergi kemana dan dimana tapi tidak sekarang!" Gerutu Logan sendiri.
"Logan, sebaiknya kau istirahat saja. Kita lihat pagi ini, kalau Athena tidak muncul juga baru katakan pada semuanya."
"Sejam lagi."
"Iya, aku tau. Lebih baik begitu dulu." Logan menerima pesan dari Miranda. Dia menghela napas panjang sebelum kembali masuk ke kamarnya. Tubuhnya lelah dengan pikiran berkecamuk karena Athena.
"Awas saja kau Athena, nanti.... Aku akan benar-benar memberikan mu....." Karena lelah, Logan memejamkan matanya, dia butuh istirahat. Dan akhirnya dia kalah dengan rasa kantuk serta tenggelam dalam dunia mimpi sambil bibirnya terus bergumam sendiri.
Gedoran keras membuat mata itu langsung terbuka. Kakinya melesat cepat menyibak selimut menuju pintu secepat mungkin. "Logan!" Di depan pintu, semuanya berkumpul seolah ingin mengintograsi nya.
Logan menelan ludah sebelum mengeluarkan kata-kata. "Kakek?" Logan melihat kakeknya berdiri paling depan.
"Benar, yang dikatakan oleh Miranda?" Logan menoleh ke arah Miranda.
"Jawab!" Kakek nya mengetuk keras lantai.
"Kakek itu, Athena dia....."
"Minggir!"
"Daddy dengarkan dulu apa yang dikatakan oleh Logan."
"Aku bilang minggir! Kita langsung saja lihat kebenarannya, bibir putramu ini menjadi aneh saat dia menutupi sesuatu seperti waktu kecil."
"Kek, tunggu. Di dalam...."
"Ada apa didalam? Kenapa kau...."
"Suamiku? Ada apa?" Semuanya terpaku bersamaan saat melihat sosok pemilik suara itu.
"Astaga! Kenapa semuanya kesini?" Tangan itu langsung merapikan gaun tidurnya dengan cepat.
"Athena?" Miranda berujar tak percaya.
"Miranda, kau juga. Ada apa ini?"
"Kakek..... Ada apa ini?" Tanya Athena.
"Athena, kau... Bagaimana kau disini?"
"Pertanyaan apa itu? Kita sudah menikah. Tentu kita sekamar. Kau lupa semalam? Suamiku, kau tidak merasa dingin? Kau tidak memakai pakaian."
"Apa, ba...." Logan baru sadar dia tidak memakai pakaian dan menutupi dadanya yang terbuka.
"Athena, kau semalam...."
"Astaga, Miranda tidak perlu memperjelas nya." Ujar Athena dengan malu.
"Semalam aku dan suamiku tentu saja menikmati waktu bersama sebagai pasangan. Kami di kamar bersama, ya... Meksipun suamiku ini beberapa kali keluar untuk mencarikan ku sesuatu agar aku nyaman. Apa kau bertemu dengan suamiku dini hari Miranda?" Tentu saja Miranda langsung diam, dia tidak bisa mengatakannya. Lagipula, dia juga tidak memeriksa langsung kamar Logan, tapi tidak mungkin Logan berbohong padanya. Tapi kenyataannya, Athena dikamar dan terbaring di ranjang.
"Sudahlah! Kalian berdua segeralah berpakaian. Ini hampir terlambat!" Titah kakek meninggalkan kamar pengantin baru dan diikuti oleh yang lainnya.
"Logan, ini cukup memalukan. Lain kali, perhatikan pakaian mu." Bisik Leonard pada putranya, Jennifer hanya memasang wajah kesalnya tanpa bicara.
Setelah pintu tertutup, Logan dengan cepat mencekal lengan istrinya. "Kau mempermainkan ku!" Sentak Logan dengan tatapan tajamnya.
"Mempermainkan? Oh ya? Siapa yang mempermainkan siapa disini? Tentu kau lebih tau suamiku. Aku hanya sedikit membalas permainan mu untuk menemukan ponsel gaib mu itu."
"Kau...."
"Mataku ini masih memiliki penglihatan yang sangat baik. Begitu juga dengan telinga ku. Aku bisa melihat bentuk sempurna ponsel mu dan dering notifikasi nya." Athena dengan tenang melepaskan cengkeraman Logan.
"Kau tau, tapi kau melakukannya!"
"Iya, kenapa? Aku sudah bilang kan. Apapun yang kau lakukan padaku, aku akan membalas nya. Karena itu, perlakukan aku dengan baik. Hmm?"
"Ngomong-ngomong, tubuhmu benar-benar kekar seperti dewa Yunani, keras tapi sayang bibir mu ini....hatimu ini tidak cocok!" Logan langsung mundur spontan dengan cengkraman nya yang terlepas.
Darahnya langsung berdesir saat Athena meniup dada nya yang terbuka. "Aku harus mandi dulu." Athena masuk ke kamar mandi.
Logan menggeleng, kekesalan nya kembali memuncak. Kakinya bergerak cepat memasuki kamar mandi. "Ougggh, suamiku ini masih main kasar rupanya...." Athena tetap tenang saat lehernya dicengkeram oleh lengan Logan yang keras.
"Katakan, bagaimana kau masuk? Kau merencanakan nya kan? Katakan Athena! Kau benar-benar membuat ku seperti orang tidak waras! Mencari mu semalaman!"
"Jawab aku!" Athena mulai merasakan udara disekitarnya menipis. Melihat manik Athena yang tenang menatap nya, Logan melepaskan cengkraman tangan nya.
"Uhuk! Uhuk!" Athena meraup udara sebanyak-banyaknya. Kepalanya kembali terangkat menatap Logan yang masih diliputi oleh kemarahan. Bibirnya tersenyum, langkahnya pelan mendekat.
"Kau ingin tau? Baiklah, aku katakan.... Aku memiliki kartu akses pintu masuk kamar. Connecting room, ya ..." Athena mengangguk melihat reaksi wajah suaminya.
"Saking inginnya memberikan pelajaran pada istrimu ini, kau lupa.... Hotel memberikan fasilitas itu untuk pasangan pengantin baru. Aku disana, berbaring menikmati waktu ku. Jadinya, aku tidak melihat panggilan darimu. Ranjang nya begitu nyaman. Tapi, saat aku mendengar teriakkan suamiku, aku mulai khawatir. Dan saat aku disini, aku melihat keadaan mu yang berkeringat panas ditengah dinginnya kamar. Jadi, aku lepaskan pakaian mu dan memeluk mu. Bukan! Kau yang memeluk ku. Untuk masalah Miranda yang mengatakannya pada yang lain, itu bukan urusanku. Tapi, kalau kau ingin mempermasalahkan nya kembali, tidak masalah! Kalau tidak ingin berakhir dengan pemeriksaan ponselmu dan sekretaris mu itu."
"Miranda hanya sekertaris ku! Apa kau cemburu? Tentu saja, pasti karena itu! Kau benar-benar kekanakan!"
"Cemburu? Untuk apa? Aku istri sah dengan gelar yang diketahui oleh siapapun. Sedangkan dia? Hanya seorang sekretaris dengan gelar sebagai teman dan aunty kesayangan Aurora. Wanita seperti itu, tidak pantas disamakan dengan ku."
"Kau benar-benar licik!"
"Hahahaha." Tawa Athena menggantikan suara air yang menyala. "Suamiku ini, sebelumnya mengatakan aku tidak waras, sekarang licik! Tapi.... Tidak apa, aku suka!"
"Aaaaghh!" Logan berteriak saat senjata nya disemprot air oleh Athena.
"Athena!" Logan memeriksa keadaan miliknya disemprot air bertekanan sedang itu.
"Cepatlah mandi! Sebelum ada drama lainnya. Dan ingat suamiku, aku akan memperlakukan mu sebagaimana kau memperlakukan ku!" Tekan Athena sekali lagi. Logan langsung berbalik saat melihat punggung mulus Athena. "Shit!" miliknya yang tadinya kedinginan langsung bereaksi.
'Satu kosong!' Batin Athena seiring tubuhnya dialiri air yang menyegarkan.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏