NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

“Dia menikahiku untuk menyelamatkan kerajaannya. Aku menikahinya untuk menyelamatkan keluargaku. Namun, tak satu pun dari kami menyadari bahwa cinta akan menjadi pengkhianatan paling berbahaya.”

• Dante Alessandro Vieri (32 tahun): Bos mafia Italia yang tampan, gagah, bermata biru safir, dingin, penuh perhitungan, dan tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Di balik kekuasaannya, ia menyimpan luka lama yang membuatnya tidak percaya pada cinta.

• Bianca Elena Laurent (24 tahun): Gadis cantik keturunan Spanyol dan Timur Tengah, bermata cokelat keemasan, berambut hitam panjang, cerdas, berani, serta memiliki harga diri yang tidak mudah dihancurkan. Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri rahasia seorang mafia.

• Luciano Vieri: Adik tiri Dante yang menginginkan takhta keluarga.

• Isabella Moretti: Perempuan dari masa lalu Dante yang menyimpan rahasia tentang kematian ibunya.

• Adrian Laurent: Kakak Bianca yang menghilang setelah membawa sebuah dokumen berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Dosa Masa Lalu Dante Vieri

Bianca masih menggenggam surat peninggalan Elena. Tangannya gemetar, sementara matanya terus membaca kalimat pertama yang terasa seperti sebuah vonis.

Anak yang kau cintai adalah alasan mengapa aku harus mengorbankan hidupku.

Bianca mengangkat wajahnya.

Dante berdiri beberapa langkah darinya. Wajah pria itu terlihat tegang, seolah ada sesuatu yang selama ini berusaha dikuburnya kini muncul kembali.

“Apa maksud surat ini, Dante?”

Dante tidak segera menjawab.

“Sayang, aku bisa menjelaskan.”

“Kalau begitu, jelaskan sekarang!”

Suara Bianca menggema di ruangan yang masih berantakan akibat baku tembak.

Dante menarik napas panjang.

“Lima belas tahun lalu, ketika aku masih berusia dua puluh tahun, aku pernah menyelamatkan seorang bayi perempuan dari sebuah rumah yang terbakar.”

Bianca mengerutkan kening.

“Bayi perempuan?”

Dante mengangguk.

“Aku tidak tahu siapa bayi itu. Aku hanya mengikuti perintah Elena untuk membawanya keluar sebelum api melahap seluruh bangunan.”

Bianca menatapnya tidak percaya.

“Bayi itu aku?”

“Ya.”

Air mata Bianca kembali jatuh.

“Kenapa kau tidak pernah menceritakannya?”

“Karena setelah kejadian itu, Elena memintaku merahasiakan semuanya. Dia mengatakan bahwa suatu hari seseorang akan mencoba menggunakan identitasmu untuk menghancurkan keluarga kita.”

Bianca mundur.

“Lalu apa hubungannya dengan kematian Elena?”

Dante menundukkan kepala.

“Aku terlambat menyelamatkannya.”

### 1. Malam yang Mengubah Segalanya

Dante akhirnya menceritakan kejadian lima belas tahun lalu.

Saat itu, ia baru kembali dari luar negeri. Vittorio sedang memperluas kekuasaan keluarga Vieri, sementara Alessandro mulai menentang keputusan ayahnya.

Pada suatu malam, Dante menerima telepon dari Elena.

Perempuan itu terdengar ketakutan.

“Dante, tolong aku. Mereka menemukan Bianca.”

Dante langsung berangkat menuju rumah keluarga Laurent.

Namun ketika tiba, bangunan itu sudah terbakar.

Di tengah kepulan asap, ia menemukan Elena sedang melindungi seorang bayi perempuan.

“Bawa anak ini pergi!” teriak Elena.

Dante menggendong bayi itu.

“Bagaimana dengan Anda?”

Elena menggeleng.

“Aku akan menyusul. Jangan biarkan mereka menemukan Bianca.”

Dante ingin menolak, tetapi Elena memaksanya pergi.

Malam itu, ia berhasil membawa bayi tersebut ke tempat aman.

Namun Elena tidak pernah datang menyusul.

Keesokan harinya, ia menerima kabar bahwa perempuan itu telah meninggal.

Dante kemudian mengetahui bahwa Vittorio berada di balik penyerangan tersebut.

Namun ia tidak memiliki bukti untuk melawan ayahnya.

Sejak saat itu, Dante menyimpan dendam.

Dan tanpa disadarinya, perempuan yang diselamatkannya malam itu adalah Bianca, perempuan yang kelak menjadi istrinya.

### 2. Pengakuan yang Menyakitkan

Bianca mendengarkan semuanya dengan wajah pucat.

“Jadi kau sudah mengetahui bahwa aku adalah bayi yang diselamatkan Elena?”

“Ya.”

“Dan kau tetap menikahiku tanpa mengatakan apa pun?”

Dante mendekat perlahan.

“Aku jatuh cinta kepadamu sebelum mengetahui seluruh kebenarannya.”

Bianca tertawa getir.

“Bagaimana aku bisa mempercayaimu?”

“Bianca...”

“Selama ini aku mengira pernikahan kita adalah awal dari kehidupan baru. Ternyata sejak awal aku sudah menjadi bagian dari perang keluarga kalian.”

Dante mengusap wajahnya.

“Aku tidak pernah menjadikanmu alat untuk mendapatkan kekuasaan.”

“Tapi kau menyembunyikan masa laluku!”

Dante terdiam.

Bianca kemudian menyerahkan surat Elena kepadanya.

“Aku ingin tahu apa yang terjadi setelah malam itu.”

Dante membuka halaman berikutnya.

Namun sebelum ia sempat membaca, Marco masuk dengan tergesa-gesa.

“Don, kami menemukan sesuatu dari mobil Luciano.”

“Apa?”

Marco menyerahkan sebuah perangkat penyimpanan kecil.

“Kami menemukan rekaman percakapan antara Luciano dan Vittorio.”

Dante segera memutarnya.

Suara Vittorio terdengar jelas.

“Bianca harus ditemukan sebelum Rafael membuka mulut.”

Luciano menjawab, “Bagaimana dengan Dante?”

“Biarkan dia bersama perempuan itu. Selama dia mencintai Bianca, dia akan menjadi kelemahannya sendiri.”

Dante mengepalkan tangan.

Kemudian terdengar kalimat yang membuat Bianca membeku.

“Dan ingat, Luciano. Jangan sampai Dante mengetahui bahwa dialah yang secara tidak langsung menyebabkan kematian Elena.”

Rekaman berhenti.

Bianca menatap Dante.

“Apa maksudnya?”

Dante tidak bergerak.

### 3. Kematian yang Menyimpan Kesalahan

Dante akhirnya mengungkapkan rahasia terakhir.

Lima belas tahun lalu, sebelum rumah Elena terbakar, Dante pernah memberikan informasi lokasi tempat persembunyian keluarga Laurent kepada salah satu orang kepercayaan Vittorio.

Saat itu, ia percaya bahwa ayahnya hanya ingin mengamankan keluarga.

Ia tidak mengetahui bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk melakukan penyerangan.

“Aku tidak pernah tahu mereka akan membunuh Elena,” ucap Dante lirih.

Bianca menatapnya dengan air mata.

“Tapi kau yang memberikan informasi itu?”

Dante mengangguk.

“Aku memang melakukan kesalahan. Dan kesalahan itu terus menghantuiku.”

Bianca menutup wajahnya.

“Ya Tuhan...”

Dante mencoba mendekat.

“Aku sudah menghabiskan bertahun-tahun untuk mencari orang yang bertanggung jawab. Aku ingin memastikan tidak ada seorang pun yang bisa menyakitimu lagi.”

“Tapi kau tidak pernah memberitahuku!”

“Aku takut kehilanganmu.”

Bianca menatapnya tajam.

“Dan sekarang kau hampir benar-benar kehilangan aku.”

Kalimat itu membuat Dante terdiam.

### 4. Surat Terakhir Elena

Bianca mengambil kembali surat tersebut.

Ia membuka halaman terakhir yang belum dibaca.

Tulisan Elena tampak sedikit berantakan.

Bianca, ada sesuatu yang harus kau ketahui. Dante memang pernah memberikan informasi tentang tempat persembunyian kita. Namun dia tidak mengetahui rencana pembunuhan itu.

Jangan membencinya hanya karena kesalahannya. Aku mengenal Dante. Dia juga korban dari kekejaman Vittorio.

Bianca berhenti membaca.

Ada satu kalimat terakhir yang membuat dadanya sesak.

Jika suatu hari kalian saling mencintai, jangan biarkan dosa masa lalu menghancurkan masa depan kalian.

Bianca menurunkan surat itu.

Dante menatapnya penuh harap.

“Aku tidak meminta kau langsung memaafkanku.”

Bianca mengusap air matanya.

“Aku hanya membutuhkan waktu.”

Dante mengangguk.

“Aku akan memberimu waktu sebanyak yang kau butuhkan.”

### 5. Kabar dari Rumah Sakit

Ponsel Bianca berdering.

Nomor rumah sakit.

Ia segera mengangkatnya.

“Hallo?”

“Apakah Anda keluarga Tuan Rafael?”

“Ya. Bagaimana keadaan ayah saya?”

Dokter menjelaskan bahwa Rafael telah melewati masa kritis, tetapi masih belum sadar sepenuhnya.

Bianca menghela napas lega.

“Bisakah saya menemuinya?”

“Tentu. Namun pasien masih membutuhkan istirahat.”

Setelah menutup telepon, Bianca menatap Dante.

“Aku ingin menemui ayah.”

Dante mengangguk.

“Aku akan mengantarmu.”

Mereka meninggalkan vila bersama Marco dan beberapa pengawal.

Namun di perjalanan, Marco menerima panggilan darurat.

“Don, ada masalah di rumah sakit.”

Dante langsung menoleh.

“Apa lagi?”

“Ruang perawatan Rafael kosong. Dua pengawal ditemukan tidak sadarkan diri.”

Bianca merasa jantungnya berhenti.

“Ayahku?”

Marco menelan ludah.

“Dia menghilang.”

Dante segera memerintahkan pengemudi mempercepat kendaraan.

### 6. Pesan dari Vittorio

Ketika mereka tiba di rumah sakit, petugas keamanan sedang memeriksa rekaman kamera.

Di atas ranjang Rafael ditemukan sebuah amplop hitam.

Bianca membukanya.

Di dalamnya terdapat sebuah foto Rafael yang sedang duduk di kursi dengan kedua tangan terikat.

Pada bagian belakang foto tertulis:

Jika kau ingin ayahmu hidup, datanglah ke tempat pertama kali Dante menyelamatkanmu.

Bianca menatap Dante.

“Tempat itu di mana?”

Dante membaca tulisan tersebut.

Wajahnya langsung berubah.

“Rumah tua keluarga Laurent.”

Bianca mengerutkan kening.

“Rumah yang terbakar lima belas tahun lalu?”

Dante mengangguk.

“Itu tempat semuanya dimulai.”

Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Dante.

Nomor tak dikenal.

Bawa Bianca sendirian. Jangan libatkan Marco atau anak buahmu. Jika tidak, Rafael akan mati.

Dante langsung menggeleng.

“Tidak. Ini jebakan.”

Bianca menatap foto ayahnya.

“Aku harus pergi.”

“Bianca, aku tidak akan membiarkanmu masuk ke sana sendirian.”

“Kalau mereka menginginkan aku, mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkanku.”

Dante menggenggam kedua tangannya.

“Kalau begitu, kita hadapi bersama.”

Bianca menatap pria itu lama.

Untuk pertama kalinya setelah semua pengkhianatan terbuka, ia kembali menggenggam tangan Dante.

“Aku masih terluka karena kebohonganmu.”

“Aku tahu.”

“Tapi aku tidak ingin kehilangan orang-orang yang masih kumiliki.”

Dante mengecup keningnya.

“Kali ini aku tidak akan menyembunyikan apa pun darimu.”

### 7. Orang di Balik Topeng

Malam semakin larut ketika mereka tiba di rumah tua keluarga Laurent.

Bangunan itu tampak gelap dan terbengkalai.

Dante berjalan di depan, sementara Bianca mengikuti dari belakang.

Pintu utama terbuka perlahan.

Di dalam, sebuah lampu menyala.

Seseorang duduk di kursi ruang tengah.

“Selamat datang.”

Bianca terkejut.

Pria itu berdiri perlahan.

Wajahnya tidak asing.

Ia adalah orang yang selama ini dianggap telah meninggal.

Alessandro Vieri.

Dante mengangkat pistol.

“Ayah?”

Alessandro tersenyum.

“Sudah lama, anakku.”

Bianca menatap pria itu dengan kebingungan.

“Bukankah kau sudah meninggal?”

Alessandro tertawa kecil.

“Itulah yang ingin mereka percayai.”

Dante melangkah maju.

“Di mana Rafael?”

Alessandro menunjuk sebuah pintu di belakangnya.

“Dia masih hidup. Untuk sementara.”

Bianca langsung hendak berlari, tetapi Dante menahannya.

“Jangan!”

Alessandro kemudian mengeluarkan sebuah dokumen.

“Dante, sebelum kau menyelamatkan Rafael, ada sesuatu yang harus kau ketahui.”

“Apa lagi?”

Alessandro menatap Bianca.

“Perempuan yang kau cintai itu bukan hanya anak dari keluarga Laurent.”

Ia meletakkan dokumen di atas meja.

“Dia adalah pemilik sah seluruh kekayaan keluarga Vieri.”

Dante mengerutkan kening.

Alessandro tersenyum dingin.

“Dan jika dokumen ini benar, maka selama ini kau telah menikahi pewaris yang seharusnya menjadi musuh terbesarmu.”

Bianca menatap dokumen tersebut.

Di bagian bawahnya terdapat tanda tangan yang sangat dikenalnya.

Tanda tangan Elena.

Namun kalimat terakhir dalam dokumen itu membuat Dante dan Bianca sama-sama terdiam.

Pernikahan Bianca Laurent dan Dante Vieri harus berakhir sebelum pewaris keluarga Vieri mengambil alih seluruh kekuasaan.

Alessandro tertawa.

“Sekarang, pilihlah, Dante. Cintai istrimu atau pertahankan keluargamu.”

1
nnda
ceritanya dipercepat kah kak? kok tiba² udah punya anak si Bianca sama Dante
Isabell: iya kak mohon maaf update hari ini agak amburadul 😖 ada bab yang hilang, nanti aku ubah dulu kak 🙏
total 1 replies
Frida
💪
Yiruma Nitya
Bagus loh kak sumpah, semangat terus, jangan lupa mampirin aku jg ya
Yiruma Nitya
Jadi penasaran
Zendyaa4
aku baca baca ini kak,tapi pelan pelan. semangat kakk💪
jangan lupa mampirr🤭
niaww
semngat trus kak isabelll
Isabell: terima kasih kak 😍semangat juga untuk mu kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!