Tiga tahun mendekam di penjara, Annabella tak menyangka kebebasannya justru menjadi awal penderitaan baru.
Lucian Winston, CEO Wins IT yang menyimpan dendam atas penculikan adiknya, membebaskan Annabella demi satu tujuan: menjadikannya istri dan menghukumnya dengan caranya sendiri.
Annabella menolak, hingga Lucian mengancam keselamatan Aditya, pamannya yang sedang koma dan terancam kehilangan perawatan akibat kebangkrutan.
Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang tersisa, Annabella terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta dengan pria yang membencinya.
Namun, sampai kapan Annabella mampu bertahan di tengah dendam Lucian? Dan bagaimana jika di balik kebencian itu, ada rahasia yang mampu mengubah segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banyak Berubah
BRAK!
Ranti melempar rotan itu ke lantai dengan kesal. Kayu itu memantul... berhenti tepat di depan kaki Annabella.
"Kalau kau merasa kasihan, silakan lanjutkan sendiri!"
Dia pergi, menghentak-hentak. Meninggalkan Annabella yang masih terduduk lemah di lantai.
Minah menunggu. Sampai langkah Ranti benar-benar hilang. Baru dia berlari, berlutut, memeluk Annabella dari samping.
"Annabella... kenapa kau sebodoh ini?"
Suaranya serak. Marah, tapi lebih banyak ibanya.
"Kenapa kau selalu mengaku melakukan sesuatu yang tidak pernah kau lakukan? Kenapa tidak melawan saja? Kenapa kau biarkan mereka menyiksamu seperti ini?"
Annabella menunduk dalam-dalam. Jemarinya mencengkeram ujung baju yang sudah lusuh.
"Aku tidak bisa, Minah..."
"Kenapa?"
"Kalau aku melawan, Lucian bisa menghentikan biaya Paman Aditya. Aku... tidak sanggup kehilangan Paman juga."
Bukan karena dia lemah. Bukan karena dia tidak bisa membela diri. Dia bertahan karena Aditya adalah satu-satunya keluarga yang masih dia miliki. Dia rela jadi tempat sampah kebencian di rumah ini, asal pamannya tetap hidup.
"Bella..." Minah memeluknya lebih erat. Air matanya tumpah. "Sampai kapan kau harus menanggung semua ini?"
Dan tangis lirih Minah itu... membangunkan seseorang.
Dari sudut ruangan, penutup kardus yang jadi tempat tidur Yumna terbuka sedikit. Kepala kecil itu menyembul.
Dia melihat Annabella dipeluk Minah, lalu berlari menghampiri. Tapi langkah kecilnya terhenti. Matanya membelalak melihat punggung Annabella. Penuh bilur merah yang masih basah.
"Onty..."
Annabella panik, buru-buru menarik bajunya. Tapi sudah terlambat. Yumna sudah melihat semuanya. Dia langsung berlari, memeluk leher Annabella kencang sambil menangis.
"Onty! Ciapa yang bikin Onty telluka? Telluka begini!"
"Yumna, jangan menangis, Sayang."
"Yumna ndak mau di cini lagi! Cemua jahat! Ndak ada yang cayang Onty!"
"Jangan berkata begitu, Sayang."
"Kita pelgi caja, Onty. Kita pelgi dali cini..."
Hati Annabella hancur. Tuhan tahu betapa dia ingin mengiyakan. Ingin menggendong Yumna dan lari sejauh mungkin dari rumah ini.
Tapi wajah Paman Aditya yang terbaring di rumah sakit itu muncul lagi.
"Yang jahat itu Onty, Yumna."
"Ndak! Onty baik! Onty paling baik!"
Minah mengusap air matanya, menggenggam tangan Annabella hati-hati.
"Tidak, Annabella. Kau tidak boleh terus menyalahkan dirimu sendiri."
"Tapi aku memang pernah melakukan kesalahan besar, Minah."
"Benar. Kau pernah salah. Tapi itu sudah berlalu," kata Minah lembut tapi tegas. "Kau bukan lagi Annabella yang dulu. Aku melihatnya sendiri. Kau bekerja keras, kau rawat Yumna dengan baik dan kau tak pernah membalas mereka bahkan saat mereka terus menyakitimu."
"Kau sudah banyak berubah, Bella. Jangan menghukum dirimu sendiri seolah-olah kau tak berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik."
"Tetap saja aku mantan narapidana yang dibenci semua orang. Aku tidak layak hidup bahagia."
"Jangan berkata begitu!" Minah menggeleng kuat.
"Meskipun keluarga Winston membencimu, kau harus tahu satu hal. Nona Luviana sudah memaafkanmu. Dia tidak membencimu."
Napas Annabella tercekat mendengar nama itu.
"Nona Luviana ingin kau berubah. Ingin kau menjalani hidup yang lebih baik, bukan terus menyiksa dirimu sendiri seperti ini."
Annabella hanya memeluk Yumna erat-erat. Matanya kering, tapi hatinya perih.
Kebahagiaan? Kata itu terasa terlalu mewah untuknya. Bisa melihat Yumna aman dan biaya perawatan Aditya tetap terbayar saja, sudah seperti keajaiban.
Hari-hari berikutnya, teror yang sama terulang. Yogurt Lucian hilang lagi. Dan nama Annabella lagi yang jadi sasaran.
Tapi kali ini, Minah tidak tinggal diam. Diam-diam dia memperhatikan. Siapa yang bertugas di dapur. Siapa yang keluar-masuk saat rumah sepi.
Sampai suatu pagi, yogurt hilang lebih banyak dari biasanya.
"Pasti dia lagi!" Ranti menuding Annabella penuh keyakinan.
Annabella hanya terdiam, pasrah menunggu rotan.
Sebelum tuduhan itu jadi hukuman, Minah muncul dari belakang sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi.
"Jangan terburu-buru menuduh orang lain."
Ranti menoleh tajam. "Apa maksudmu?"
Minah tidak menanggapi. Dia berjalan melewati Ranti, menuju ruang makan utama tempat Lucian, Adara dan Arsen yang sedang sarapan.
"Maaf, Tuan. Nona. Saya minta izin untuk menunjukkan sesuatu," kata Minah, suaranya gemetar tapi jelas.
"Apa yang ingin kau tunjukkan?" Lucian mengangkat alis.
"Bukti tentang siapa yang selama ini mengambil yogurt Tuan."
" Minah, jangan membuat masalah!" Ranti membentak, wajahnya mulai gelisah dan pucat.
Minah mengabaikannya. Ia meletakkan ponselnya di atas meja marmer dan menekan tombol putar.
Semua orang mendekat.
Dalam rekaman yang agak gelap itu, terlihat jelas seseorang masuk mengendap-endap saat rumah sepi. Membuka kulkas, mengambil beberapa botol yogurt dan memasukkannya ke tas kain besar. Lalu memanggil dua pembantu lain dan membagi hasil curiannya.
Ruangan mendadak sunyi senyap.
Wajah Ranti dan Tina... pucat pasi seperti mayat. Keringat dingin membasahi pelipis mereka.
Minah menghentikan video, lalu menatap lurus ke arah Ranti.
"Sekarang, masih ada yang ingin menuduh Annabella mencuri?"
Tidak ada yang bersuara. Lucian menatap layar ponsel itu dengan ekspresi sedingin es membuat semua orang ketakutan.
"Siapa yang bisa menjelaskan ini, hah?!"
__
ketika mantan napi menjadi istri CEO Hero Lucian Heroin Annabella.
dtggu kelanjutan ny mom ,,
dn apa bnr Erwin tu kk ny anabella???