NovelToon NovelToon
Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern

Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.

sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Setelah menggosok seluruh sisa kotoran dari kulitnya, Qin Feng menghela napas puas di dalam kolam pemandian alami. Air hangat kaya energi Qi itu benar-benar mengembalikan vitalitas tubuhnya ke tingkat yang belum pernah ia bayangkan.

"Fuuuh... segar sekali," gumam Qin Feng santai.

Dia memiringkan tubuhnya, hendak beranjak berdiri untuk keluar dari kolam. Namun, saat tatapan matanya tak sengaja melirik ke permukaan air kolam yang jernih dan tenang bagaikan cermin, Qin Feng mendadak membeku seketika.

Bayangan sosok pria di dalam pantulan air menatapnya balik.

Pria di dalam air itu bukan lagi kakek-kakek renta berwajah kempot dengan kulit keriput parah dan kantung mata menggantung seperti yang ia lihat sebelumnya. Sosok di pantulan air itu memiliki garis rahang yang tegas, kulit bersih yang kencang, serta binar mata tajam dan dalam yang memancarkan aura wibawa mendalam. Rambut dan janggutnya yang tadi putih kelabu kini menyisa warna perak kehitaman yang tertata rapi.

Ia terlihat persis seperti seorang pria paruh baya berusia awal 50-an tahun—seorang pria dewasa yang memancarkan pesona ketampanan matang dan penuh karisma!

Qin Feng melotot lebar. Dia secara spontan meraba pipinya, lalu bayangan di air ikut meraba pipi. Dia memiringkan kepala ke kiri, bayangan di air ikut memiringkan kepala.

"B-Buset! Siapa paman tampan di dalam air ini?!" jerit Qin Feng histeris, suaranya kini terdengar jauh lebih berat dan bertenaga.

Dia meraba-raba rahang dan dadanya dengan wajah tak percaya.

"Tunggu dulu... ini wajahku?! Efek air kolam dan Pemurnian Tubuh tadi bikin aku memuda puluhan tahun?!" Qin Feng menepuk pipinya sendiri dengan cengiran lebar yang mendadak muncul di wajahnya. "Hahaha! Mampus! Meskipun masih kelihatan tua usia lima puluh tahunan, tapi ini sih kakek-kakek versi Om-Om Karismatik! Pria di Bumi umur dua puluh empat tahun saja kalah tampan dari wajah baru kakek Gu Tian ini!"

Dengan narsisnya, dia mengusap janggut perak-hitamnya di depan pantulan air sambil mengedipkan satu mata.

Puas mengagumi wajah barunya yang mendadak tampan, Qin Feng melangkah keluar dari kolam pemandian. Karena jubah lamanya sudah hancur dan basah kuyup akibat kotoran racun, dia memutuskan untuk mencoba mengalirkan sedikit energi Qi dari Ranah Fondasi Bintang 4 yang baru saja ia capai.

BZZZZT!

Dengan satu jentikan jari, hawa hangat memancar keluar dari pori-pori kulitnya. Aliran energi murni itu seketika menguapkan seluruh sisa air di tubuh dan rambutnya dalam sekejap mata, membuatnya kering sempurna tanpa perlu kain lap.

"Wah, praktis sekali!" puji Qin Feng pada kekuatan kultivasi dasarnya. "Tidak perlu repot-repot pakai hairdryer lagi!"

Dia mengambil jubah cadangan berwarna biru tua yang tersimpan rapi di dalam lemari batu di sudut kolam, lalu mengenakannya. Jubah panjang itu melekat pas di tubuhnya yang kini tegap dan berisi.

Namun, saat suasana hatinya sedang membaik, riak ingatan mendalam milik Gu Tian kembali terpicu di dalam kesadarannya.

Rasa tenang di dalam goa mendadak berganti dengan keheningan yang dingin. Qin Feng menyandarkan tubuhnya ke dinding goa, memejamkan mata sambil mencerna alasan sebenarnya mengapa Gu Tian mengasingkan diri di dalam goa ini.

"Kenapa orang sekuat Gu Tian sampai tergesa-gesa memaksakan diri menembus Ranah Kaisar hingga akhirnya tewas terbunuh oleh backlash energinya sendiri...?" bisik Qin Feng.

Jawabannya terhampar jelas di dalam ingatan masa lalu.

Sebelum Gu Tian masuk mengasingkan diri ke dalam perut gunung ini, dia ternyata sempat mengalami pertarungan paling mengerikan sepanjang hidupnya. Dia dijebak dan dikepung oleh puluhan ahli kuat dari berbagai sekte besar dan keluarga bangsawan teratas di benua ini yang iri serta takut pada kekuatannya yang tak tertandingi.

Pertarungan di puncak gunung hari itu benar-benar mengubah lautan menjadi merah.

Meskipun dikepung oleh puluhan monster kultivasi tingkat atas sendirian, Gu Tian bukannya menyerah. Dengan kemarahan membara dan teknik pedang pemusnahnya, Gu Tian berhasil membantai enam orang ahli tingkat tinggi hingga tewas di tempat, sementara sisanya luka-luka parah dengan organ dalam hancur dan terpaksa melarikan diri dengan ketakutan!

Namun, harga yang harus dibayar Gu Tian sangat mahal. Dia terluka parah di dalam organ vitalnya, racun pembunuh menggerogoti meridiannya, dan dia tahu musuh-musuhnya yang tersisa akan kembali begitu luka mereka sembuh.

Dalam keadaan terdesak dan kehabisan waktu itulah, Gu Tian memaksakan diri melakukan pemusatan energi gila-gilaan untuk menembus Ranah Kaisar—satu-satunya ranah yang bisa membantunya menyapu bersih seluruh musuhnya secara instan. Naas, luka dalam yang parah memicu kegagalan total, membunuh jiwa asli Gu Tian, dan membuka jalan bagi jiwa Qin Feng untuk masuk.

Qin Feng membuka matanya perlahan. Binar matanya kini bercampur antara rasa takjub dan hela napas panjang.

"Gila... kakek ini beneran monster," gumam Qin Feng sambil meraba dadanya. "Dikepung puluhan ahli tingkat tinggi, tapi masih sempat membunuh enam orang dan bikin sisanya cacat parah..."

Namun, kenyataan pahit langsung menampar kesadarannya.

"Masalahnya... musuh-musuh tua yang kabur dalam keadaan terluka parah itu pasti masih hidup di luar sana!" Qin Feng menepuk jidatnya sendiri. "Kalau mereka tahu Gu Tian belum mati—bahkan jiwanya digantikan oleh orang seperti aku yang kultivasinya baru Ranah Fondasi Bintang 4—aku bisa dicincang jadi daging cincang sebelum sempat menikmati wajah tampan ini!"

1
syarif ibrahim
jangan terlalu lama cerita di penerimaan murid baru.... 🤔🤔🤔
Hindra Hin: siap, terimakasih atas sarannya. itu sangat membantu
total 1 replies
syarif ibrahim
bunuh semua musuh mu yg dulu.... 👍
syarif ibrahim
perlahan-lahan saja.... yang penting bertambah kuat setiap hari..... 👍
syarif ibrahim
jadi sakti kayaknya nih... 🤔🤭
Hindra Hin: nikmati prosesnya 🙏🙏👍
total 1 replies
syarif ibrahim
lanjutkan petualanganmu.... 👍
zerotwo
Bagus up terus 🤭🤭🤭
Hindra Hin
Jangan lupa di komen dan like cerita ini, jika kalian suka.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!