NovelToon NovelToon
KETIKA AKU HARUS MEMILIH

KETIKA AKU HARUS MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Serafina Olivia mencintai Ravin Haryaka Arthadipa sejak ia berusia 17 tahun. Pria yang setahun lebih tua darinya itu, merupakan anak dari rekan bisnis sang papa. Tumbuh dan besar di lingkungan yang sama, membuat Sera semakin menyukai Ravin. Hingga suatu hari, rencana perjodohan dua keluarga pun terdengar. Tanpa berpikir dua kali, Sera pun menerima perjodohan itu demi bisa hidup bersama pria pujaan hatinya. Bahagia hanya terasa di awal cerita. Semuanya berubah, saat rahasia hati Ravin terungkap. Pria itu tidak pernah mencintai Sera. Hatinya hanya untuk wanita lain. Di tengah lelah menanti cinta Ravin yang tak kunjung berlabuh padanya. Sera pun di hadapkan pada dua pilihan. Bertahan dalam ketidakpastian dan sakit hati. Atau pergi untuk membebaskan hati dengan cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Satu Bulan Pernikahan.

Sera berusaha menjadi istri yang baik untuk Ravin. Mulai dari bangun tidur. Menyiapkan pakaian kerja pria itu. Dan juga membantu bi Sari membuat sarapan.

Di sore hari, Sera pulang kantor tepat waktu. Kemudian kembali membantu bi Sari menyiapkan makan malam mereka.

Jika tidak bisa meluluhkan hati pria itu dengan cinta, setidaknya Ravin dapat merasakan perhatian yang Sera berikan.

Meski tak jarang Ravin melewatkan sarapannya, dengan alasan meeting. Dan pulang larut karena lembur, Sera tak pernah lagi mempermasalahkannya.

Yang terpenting, hubungannya dengan Ravin satu tingkat lebih maju.

“Kak. Apa nanti malam kakak bisa pulang tepat waktu?” Tanya Sera pada Ravin saat mereka sedang menikmati sarapan.

“Memangnya kenapa, Ra?” Tanya pria itu.

“Hari ini, tepat satu bulan pernikahan kita. Aku ingin kita merayakan dengan makan malam bersama.” Ucap Sera.

Ravin mungkin tidak mengingatnya. Selain karena sibuk bekerja, pernikahan mereka juga hasil dari perjodohan.

Bahkan sampai 1 bulan lamanya tinggal dan tidur seranjang berdua, Ravin tidak ada niat untuk menyentuh Sera.

“Satu bulan.” Gumam Ravin kemudian menatap Sera.

Sang istri menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. “Iya. Kita sudah satu bulan menikah. Tidak terasa, ya.”

Ravin ikut tersenyum tipis. Kemudian mengangguk pelan.

Satu bulan.

Sudah selama itu pula ia menyembunyikan Rania di apartemennya. Dan untungnya, tidak ada yang mencurigai Ravin lagi.

Ravin memberikan pekerjaan melalui daring atau online. Sehingga Rania tidak perlu bekerja ke luar apartemen.

“Baiklah. Aku akan pulang lebih awal.” Ucap Ravin kemudian.

Senyum Sera pun semakin merekah. Hanya sebuah janji akan pulang lebih awal, membuat hati gadis itu terasa sangat bahagia.

Setelah selesai sarapan, mereka pun pergi ke kantor bersama. Ravin tidak ada meeting pagi ini. Jadi, pria itu ada waktu untuk mengantar Sera.

Namun, jika Ravin tidak bisa. Maka Sera akan menghubungi salah satu sopir di rumah sang mama untuk mengantarnya.

“Maaf karena sering merepotkan kakak.” Ucap Sera ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

“Kamu tidak perlu meminta maaf, Sera. Sudah menjadi tanggung jawab aku, untuk memastikan keamanan kamu.” Ucap sang suami.

Sera menyunggingkan sudut bibirnya. Ucapan Ravin seolah pertanda, jika hubungan mereka masih memiliki harapan.

Mobil mereka pun tiba di pelataran gedung Mahendra Corp.

“Kak, nanti sore aku akan pulang lebih awal. Jadi, kakak tidak perlu menjemputku lagi.” Ucap Sera sebelum turun.

Ia akan mempersiapkan makan malam untuk mereka. Jadi, Sera akan pulang lebih awal dari jam kerja normal.

“Baiklah. Kalau ada apa - apa, hubungi aku.” Ucap pria itu.

Sera mengangguk pelan. Seperti biasa, sebelum keluar dari dalam mobil, ia meminta tangan sang suami untuk di cium.

Dan Ravin pun membalas dengan melabuhkan kecupan singkat pada kening gadis itu.

“Kakak hati - hati.” Ucap Sera kemudian.

Ravin mengangguk pelan.

Dalam perjalanan menuju kantor, Ravin mengirim pesan pada Rania. Kalau dirinya tidak bisa mampir ke apartemen hari ini.

“Sera menyiapkan makan malam untuk merayakan sebulan hari pernikahan kami.”

Pesan yang Ravin kirim, ketika Rania menanyakan alasan dirinya tidak bisa mampir ke apartemen.

.

.

.

“Kenapa kamu pulang cepat hari ini, sayang?” Tanya mama Safina pada Sera, saat gadis itu duduk di sampingnya di dalam mobil.

Sera menghubungi sopir untuk menjemputnya ke kantor. Dan kebetulan, sopir itu sedang bersama mama Safina di luar. Jadi, mama Safina pun ikut menjemput sang putri.

“Hari ini, tepat satu bulan pernikahan aku dan kak Ravin, ma. Kami mau makan malam berdua di rumah. Jadi, aku mau mempersiapkannya.” Ucap Sera.

Mobil pun melaju pelan meninggalkan pelataran gedung Mahendra Corp. Dan berbaur bersama kendaraan lain di tengah padatnya lalu lintas.

Mama Safina terdiam. Ia seolah memikirkan sesuatu.

“Bagaimana kabar rumah tangga kalian? Sudah ada kemajuan?” Tanyanya kemudian.

Sera menghela nafas pelan. “Sudah, ma. Setidaknya, kak Ravin sudah bisa bersikap hangat sama aku.”

Kening mama Safina berkerut halus. “Sudah — ia tak melanjutkan ucapannya. Namun memberi tanda melalui isyarat mata. Sebab ada orang lain bersama mereka.

Sera yang mengerti arah pembicaraan sang mama, kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

Mata sang mama sontak membulat sempurna.

“Astaga. Sera! Apa kamu yakin suami kamu pria normal? Atau jangan - jangan, dia memiliki wanita lain di luar sana?” Geram mama Safina.

“Ma. Jangan mengatakan hal seperti itu. Kami setiap malam tidur di atas ranjang yang sama.” Tukas Sera.

“Tidur seranjang, tetapi dia tidak berniat menyentuh kamu. Kamu yakin dia normal? Atau mungkin kebutuhannya sudah di penuhi wanita lain di luar sana.” Ulang mama Safina.

“Tidak! Kak Ravin tidak mungkin seperti itu. Dia hanya perlu waktu untuk terbiasa dengan hubungan ini.” Ucap Sera pelan.

“Beradaptasi kok sampai satu bulan lamanya?” Imbuh mama Safina lagi,

Wanita paruh baya itu menjadi semakin curiga dengan sang menantu.

Sera memilih diam. Semakin ia membela Ravin, semakin sang mama berpendapat. Gadis itu tidak mau berpikiran buruk tentang sang suami.

Sera tiba di rumah pukul empat sore. Ia meletakan tas dan mengganti pakaian kerjanya dengan baju yang lebih santai.

Setelah itu, Sera pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam istimewa untuk dirinya dan Ravin.

Dua jam kemudian, makanan yang Sera buat telah selesai dimasak. Ia meminta bibi untuk menyiapkan nanti, setelah Ravin pulang agar tidak terlalu dingin.

Gadis itu pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Sebentar lagi, mungkin Ravin akan pulang dari kantor.

Ia sudah berjanji untuk pulang lebih awal bukan?

Sera membersihkan dirinya lebih lama dari biasanya. Ia ingin terlihat lebih cantik malam ini.

Dan setelah 1 jam lamanya berada di kamar mandi, gadis itu pun keluar dengan handuk kimono yang membalut tubuhnya.

“Apa kak Ravin belum pulang?” Sera memindai ruang ganti.

Tidak ada tanda - tanda kepulangan sang suami. Sera pun memeriksa ke dalam kamar. Juga mendapati hal yang sama.

Sepi.

Kening Sera berkerut halus. Ia pun memeriksa ponselnya. Jam 7 lewat 20 menit. Tidak ada pesan dari sang suami.

Sera kemudian bergegas keluar dari kamarnya.

“Bi, apa kak Ravin sudah pulang?” Tanya Sera pada bi Sari.

“Belum, non. Bibi baru saja dari depan.” Ucap wanita paruh baya itu.

Sera mengangguk pelan. Ia pun kembali ke kamarnya untuk mengganti baju dan bersiap.

“Mungkin dia terjebak macet.” Sera berusaha berpikir positif.

Namun, hingga pukul 8 malam. Sang suami tak kunjung datang.

Sera pun memberanikan diri untuk menghubungi pria itu.

Satu kali panggilan tak terjawab. Sera kembali mengulangnya, bahkan hingga tiga kali.

“Kak. Kamu dimana? Apa terjadi sesuatu?”

Gadis itu memutuskan untuk mengirim pesan.

“Non, apa bibi siapkan makanannya sekarang?” Tanya bi Sari.

“Tunggu sebentar, bi.” Ucap Sera tanpa menoleh. Ia kembali memeriksa ponselnya.

Dan balasan pesan dari Ravin baru datang 30 menit kemudian.

“Maafkan aku, Sera. Sepertinya, malam ini aku pulang terlambat. Ada masalah di proyek Bogor.”

Sera pun mencoba menghubungi sang suami. Tetapi pria itu tak menjawab panggilannya lagi.

“Masalah apa? Kenapa baru mengabari sekarang?” Gumam Sera.

Ucapan sang mama seketika kembali terngiang di kepalanya.

1
sunaryati jarum
Ya bagus Sera , setelah tahu kebenarannya langsung hempaskan ,Ravin.Dan kamu jangan sampai disentuh Ravin, jika kau cerai kau masih Virgin.
sunaryati jarum
Raditya itu Wira yang menyamar sebagai sopir Sera, ternyata suruhan mamanya.Mama Sera tahu siapa Raditya.Sehs
Seharusnya dia pewaris sebenarnya, sungguh menarik
Naufal Affiq
bagus sera,selidiki terus suami mu yang tukang bohong itu,jadi jangan percaya lagi sama omongannya,ikuti aja alur cerita suami mu itu
sunaryati jarum
Bagus Serta, jangan lemah Wira sepertinya saudara Ravin, ibunya Ravin pelakor.
Naufal Affiq
bagus sera,jangan diam aja seperti orang bodoh,ikutin aja permainan si ravin itu,
dyah EkaPratiwi
bagus sera
Noviie 🍃🍃
Fix nih Wira itu kakaknya Ravin.. tp kenapa namanya bisa ganti y??
Noviie 🍃🍃
Tuh kan.. ini Wira pasti mirip papanya waktu muda.. makanya pada ga asing sama wajahnya..
Noviie 🍃🍃
Kayaknya Wira ini kakaknya Ravin deh…
Noviie 🍃🍃
Siapakah Wira ini???
Noviie 🍃🍃
Ooo kamu ketahuan Ravin….
Noviie 🍃🍃
Recommended ❤️❤️
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
Naufal Affiq
harus tegas ra,biar tau suami laknat mu itu,
dyah EkaPratiwi
nah gitu Ra harus tegas
dyah EkaPratiwi
ravin bener2 kurang ajar
dyah EkaPratiwi
wah Wira berarti raditya
dyah EkaPratiwi
gemes banget sama Sera aja coba selidiki ra
dyah EkaPratiwi
betul mama mu Sera cinta boleh bodoh jangan
dyah EkaPratiwi
sera please jangan bodoh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!