Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Digendong Paman Max
Saat didalam mobil tiba-tiba Wening memegang perutnya. "Perutku sakit sekali, jangan-jangan aku datang bulan?ucap Wening dalam hati". Ayu yang melihat Wening langsung bertanya. Wening kamu sakit perut iya?tanyanya. Wening hanya mengangguk dan melihat ke arah rok nya."
"*Gawat ucapnya dalam ha*ti. Ayu yang mengerti langsung melihat ke arah tasnya. Gimana ini aku juga tidak bawa hari ini."ucap Ayu. Max yang melihat dan mendengar pembicaraan mereka langsung mendadak berhenti. Bukan mendadak tapi emang sudah sampai rumah mereka.
Melihat Pamannya berhenti mendadak Ayu langsung panik dan berkata. "Gawat, Pamanku itu tidak suka yang aneh-aneh. Dulu waktu aku makan didalam mobilnya. Dia buang mobilnya beserta aku, gawat gawat."ucap mereka berdua sambil berdoa agar Paman nya tidak marah.
Saat mereka sibuk berdoa. Tiba-tiba saja pintu mobil terbuka. Wening langsung berkata. " Maaf , aku bikin kotor mobilmu." Setelah beberapa saat Wening merasa ada yang aneh. Dia pun membuka mata dan betapa kagetnya setelah tahu. Ternyata dia ada digendongan Paman Max. Begitupun Ayu dia pun kaget melihat tingkah Paman Mudanya itu.
Sadar akan posisi itu Wening langsung mencoba untuk turun dari gendongan Max. "Aku ... aku bisa jalan sendiri. Turun kan aku."ucap Wening. Lagi lagi Max tidak menjawabnya. Hanya berkata sedikit tapi membuat semua diam.
"Diam. Aku gendong kamu masuk kedalam ucapnya dengan nada lembut tapi ada rasa dingin sedikit." Lalu dia pun membawa Wening ke dalam dan menggendongnya ala bridal style.
Sementara Ayu yang masih didalam mobil dia terbengong sendiri. Kaget melihat kejadian Paman Muda nya yang katanya anti perempuan. Malahan menggendong sahabatnya Wening.
"Lhoooo terus aku gimana?Masa aku jalan sendiri? Iya sudah kalau begitu aku bisajalan sendiri ucapnya dengan nada hampir mau menangis." Karena dia tidak mau mengganggu Paman Muda nya. Ayu akhirnya memutuskan pulang ke rumahnya sendiri.
Sesampainya didepan pintu. Max dengan hati-hati menurunkan Wening. Lalu mereka masuk kedalam rumah. Setelah pintu terbuka Wening dibuat terpukau dengan isi rumah Max. "*Wah besar sekali rumah Paman Max,ucapnya dalam hati*."
Sementara Max dia segera membuka lemari. Dia mengambil sandal wanita dengan motif kelinci dan berwarna pink. Dia lalu menyuruh Wening untuk duduk. "Ayo duduk ucap Max."
Wening hanya diam dan nurut apa kata Max. Lalu dia pun duduk. Setelah Wening duduk. Max langsung berjongkok. Lalu dia pun memegang sepatu Wening dengan hati-hati. Lalu membuka sepatu Wening. Wening yang melihat itu dia berkata.
"Aku ... biar aku sendiri sambil menahan tangan Max yang ingin melepas sepatunya." Max lagi-lagi hanya diam dan memberikan tatapan mautnya. Melihat itu Wening langsung menurut.
Max dengan hati-hati membuka sepatu kiri nya. Lalu memakaikan sandal. Dan begitupun dengan sepatu satunya. Dia mengganti dengan sangat hati-hati. Wening yang melihat itu hanya tersenyum dan berkata dalam hati.
"Sandal wanita yang lucu dan cantik. Orang sepertinya ... punya barang wanita dirumahnya ... wajar kan?ucap Wening dalam hatinya." Seakan mengerti apa yang dipikirkan Wening. Max pun mencoba menjelaskan.
"Kemarin lihat di toko. Aku ingat kamu suka memakai gantungan kelinci. Aku pikir cocok banget untukmu, jadi aku membelinya."ucap Max dengan suara yang begitu lembut. "Dia kok bisa tahu aku suka kelinci?batin Wening."
Saat selesai memasang sandal kaki sebelah kiri Wening. Mereka saling pandang untuk beberapa saat. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. "Jangan terlalu buru-buru, jangan bikin kelinci ini terkejut,batin Max." Sedangkan Wening hanya diam menerima setiap perlakuan lembut Paman Max nya.
akhirnya bisa di penjara juga
tapi pada salah paham semua
max kurang hati hati😭