Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 : Perjanjian
Suara pengawal bayangan yang berlutut di lantai marmer mendadak membuat suasana di dalam kamar utama kembali sunyi mencekam. Mo Jue terdiam cukup lama, rahangnya yang tegas mengeras sempurna. Cengkeraman tangannya di atas meja kayu berukir naga tampak begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Permaisuri..." Mo Jue mendesis pelan, suaranya terdengar bagaikan desisan angin malam dari jurang yang dalam. "Sepertinya wanita tua itu sudah mulai kehilangan kesabarannya."
Selama ini, faksi Permaisuri dan Selir Ruan selalu menggunakan cara-cara licik di balik layar untuk menjatuhkan Mo Jue dari perebutan singgasana. Namun, insiden malam ini menandakan bahwa mereka mulai berani menyusupkan tangan langsung ke dalam kediaman utamanya.
Mo Jue mengalihkan pandangannya perlahan, menatap tajam ke arah Su Yinyin yang masih berdiri tidak jauh darinya.
"Dan kau," suara dingin Mo Jue memecah keheningan, mengunci pergerakan wanita itu. "Masih ada satu hal yang belum kau jelaskan padaku. Kenapa orang-orang Permaisuri begitu yakin bisa menggunakanmu sebagai pintu masuk untuk menggeledah kamarku?"
Su Yinyin menelan ludah dengan susah payah. Pertanyaan itu tepat menghujam ke inti masalah. Di dalam tubuh asli ini, Su Yinyin memang dipaksa menjadi mata-mata oleh keluarga Su dan faksi istana utama. Meskipun ia telah berniat mengubah jalan cerita, jejak masa lalu itu tidak bisa dihapus begitu saja dalam semalam.
Sebelum Su Yinyin sempat merangkai kata untuk membela diri, layar sistem biru kembali menyala terang di hadapannya, menampilkan pilihan darurat yang mendesak.
[Ding!]
[Peringatan Krisis! Pertanyaan Target Memerlukan Jawaban Strategis.]
[Pilih jalur respons Host:]
[1. Mengaku jujur sebagai korban manipulasi keluarga Su (Peluang kepercayaan +5, risiko dicurigai bertambah).]
[2. Mengalihkan topik dengan menyerang balik faksi Permaisuri (Peluang kepercayaan +10, risiko kemarahan target).]
[3. Mengajukan taruhan untuk membuktikan kesetiaan lewat Misi Paviliun Utara (Peluang kepercayaan +20, membuka petunjuk rahasia).]
Su Yinyin melirik sekilas angka-angka di layar sistem. Poin kesukaannya baru saja naik ke angka -78; ia tidak boleh mengambil risiko membuat Mo Jue kembali membencinya. Tanpa ragu, ia memilih opsi ketiga di dalam kepalanya.
Su Yinyin mengangkat dagunya, menatap langsung mata kelam Mo Jue tanpa sedikit pun rasa gentar.
"Yang Mulia ingin tahu kenapa mereka percaya padaku?" ucap Su Yinyin dengan suara tenang namun penuh penekanan. "Karena di mata mereka, aku hanyalah pion bodoh yang bisa disetir kapan saja. Tapi mereka lupa... pion di atas papan catur bisa saja berbalik memakan rajanya jika ia tahu siapa pemain yang sebenarnya memegang kendali."
Mo Jue menyipitkan mata. Alis tajam pangeran itu sedikit berkedut, tertarik dengan keberanian kata-kata wanita di hadapannya.
"Dan bagaimana cara pion sepertimu membuktikannya?" tantang Mo Jue, berdiri tegak dan melangkah mendekati Su Yinyin hingga jarak di antara mereka kembali menyempit.
"Beri aku waktu tiga hari," jawab Su Yinyin mantap, menahan napas saat aroma maskulin pria itu kembali mengurung ruang geraknya. "Aku akan pergi ke Paviliun Utara, mencari tahu apa isi kotak giok rahasia yang disembunyikan oleh orang-orang Permaisuri di sana, dan membawanya langsung ke hadapanmu."
Mo Jue terdiam. Manik matanya menatap lekat-lekat manik mata Su Yinyin, mencari setitik keraguan atau kepalsuan. Yang ia temukan justru binar tekad yang begitu kuat—sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia lihat dari sosok Putri Su Yinyin selama enam bulan pernikahan mereka.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +12 menjadi -66!]
[Catatan: Target menerima taruhan Host. Kewaspadaan masih tinggi, tetapi rasa ingin tahu terhadap perubahan Host telah mencapai puncaknya.]
Sudut bibir Mo Jue terangkat sebelah, membentuk senyuman tipis yang berbahaya namun memukau.
"Baiklah," bisik Mo Jue rendah di dekat telinga Su Yinyin. "Kuberikan kau waktu tiga hari. Tapi ingat, Su Yinyin... jika dalam tiga hari aku mendapati kau berkhianat atau bermain-main di belakangku, kepala indahmu itu akan menjadi hiasan pertama di gerbang kediamanku."
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔