NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4: Smiling Through the Insults

"Kurang ajar! Lepaskan tanganmu dariku, pangeran bodoh!" raung Lu Cangqiong dengan suara melengking. Wajahnya yang tampan kini bertabur lumpur hitam pekat dan dedaunan busuk.

Dengan mengerahkan seluruh Qi di dalam dan-tiannya, Lu Cangqiong akhirnya berhasil menghempaskan tekanan gaib yang menindihnya yang sebenarnya hanyalah ulah Mu Xuanyuan yang berpura-pura berniat baik membantunya bangun.

Lu Cangqiong bangkit berdiri dengan napas terengah-engah, bajunya yang tadinya ungu megah kini basah kuyup dan berbau kotoran kolam.

Pangeran Ke-5 dan Pangeran Ke-7 yang menyaksikan kejadian itu menyeringai geli, berusaha setengah mati menahan tawa agar tidak dimurkai oleh Pangeran Ke-3. Sementara para pengawal kerajaan menundukkan kepala dalam-dalam, berpura-pura tidak melihat kehancuran harga diri junjungan mereka.

"Wah, Kakak Ke-3 sudah bisa berdiri!" seru Xuanyuan gembira. Ia bertepuk tangan riang dengan senyum lebar yang terlihat sangat murni tanpa dosa.

"Tapi wajah Kakak penuh cacing lumpur. Apakah cacingnya enak? Kenapa Kakak memakannya?"

"Tutup mulutmu!" bentak Lu Cangqiong seraya menarik pedangnya dari sarung. Sinar perak tajam terbias di udara, memancarkan aura membunuh yang dingin.

"Kau sengaja, kan?! Kau sengaja membuatku mempermalukan diri di depan semua orang!"

"Pangeran Ke-3, harap tahan diri Anda!" Feng Wuchen melangkah cepat, menempatkan tubuhnya di antara Lu Cangqiong dan Xuanyuan. Matanya bagaikan bilah es yang siap merobek siapa saja yang berani menyentuh majikannya.

"Singkirkan pengawal sampahmu ini, Xuanyuan!" teriak Lu Cangqiong, napasnya memburu penuh amarah.

"Hari ini, kalau aku tidak memotong salah satu jari tanganmu, aku bukan Pangeran Ke-3 Kekaisaran Tianming!"

Di saat suasana mencapai titik didih, Mu Xuanyuan justru menginjak ibu jarinya sendiri, lalu terjatuh telentang ke atas rumput dengan gerakan yang sangat konyol.

"Aduh! Burung kayuku jatuh! Jangan diinjak, Kakak!" jerit Xuanyuan sambil merangkak memeluk burung kayu sederhananya, matanya berkaca-kaca seolah-olah dunia baru saja runtuh hanya karena mainan murahannya kotor.

Melihat tingkah Xuanyuan yang benar-benar tampak gila dan tidak berdaya, Pangeran Ke-5 menggelengkan kepala seraya melangkah mendekati Lu Cangqiong. Ia memegang lengan Pangeran Ke-3 untuk menahannya.

"Sudahlah, Kakak Ke-3," ujar Pangeran Ke-5 pelan.

"Lihatlah dia. Dia hanya orang gila yang beruntung karena kau tersandung. Jika Kakak menghunus pedang dan melukai orang bodoh yang bahkan tidak bisa berkultivasi di dalam kediamannya sendiri, berita ini akan sampai ke telinga Baginda Raja dan para Tetua Kekaisaran. Mereka akan menganggap Kakak Ke-3 bersikap picik dan tidak berjiwa besar."

Pangeran Ke-7 ikut menambahkan, "Benar, Kakak. Membuang darah di kediaman orang gila ini hanya akan mengotori nama baik Kakak. Lagi pula, lihatlah betapa menyedihkannya dia."

Lu Cangqiong mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga bukunya memutih. Matanya menatap tajam ke arah Xuanyuan yang masih tengkurap di rumput sambil mengelap burung kayunya dengan jubah sutra mahal. Rasa benci dan hina bergejolak di dada Lu Cangqiong, tetapi ucapan saudara-saudaranya ada benarnya.

Membunuh atau melukai pangeran gila secara terang-terangan hanya akan merusak reputasinya sebagai kandidat kuat Putra Mahkota.

"Cih!" Lu Cangqiong menyarungkan kembali pedangnya dengan hantaman keras. Ia menunjuk wajah Xuanyuan dengan jari yang gemetar karena menahan murka.

"Mu Xuanyuan... syukuri otak gila yang kau miliki itu! Karena kegilaanmu itulah kau masih bernapas hari ini. Tapi ingat, tiga hari lagi adalah Ujian Perburuan Musim Semi Kerajaan. Jika kau berani menampakkan wajah bodohmu di hadapan Ayahanda, aku sendiri yang akan memastikan kau dilemparkan ke jurang binatang buas!"

Dengan kibasan jubahnya yang basah dan berbau lumpur, Lu Cangqiong berbalik dan melangkah pergi dengan gusar. "Ayo pergi! Tempat ini baunya seperti sampah!"

Pangeran Ke-5, Pangeran Ke-7, beserta rombongan pengawal kerajaan bergegas mengikuti dari belakang, meninggalkan kediaman pangeran yang dianggap paling menyedihkan di istana itu.

Begitu bayangan rombongan Lu Cangqiong benar-benar memudar di ujung gerbang luar, keheningan kembali menguasai taman.

Mu Xuanyuan yang tadinya berbaring di rumput sambil memeluk mainan kayu perlahan-lahan duduk. Ia mendesah pelan, merapikan jubahnya yang terkena sedikit selipan rumput. Raut wajah panik dan kekanak-kanakannya menghilang tanpa bekas, berganti dengan senyuman santai dan tatapan mata yang luar biasa dalam.

"Pria itu benar-benar emosional," gumam Xuanyuan seraya bangkit berdiri secara anggun.

"Hanya karena sedikit lumpur, aura pembunuhnya sampai keluar. Bagaimana bisa dia bermimpi menjadi Putra Mahkota dengan kesabaran setipis kertas?"

Gu Juechen melangkah mendekat sambil memegang kain lap bersih.

"Yang Mulia, apakah Anda yakin ingin membiarkan Pangeran Ke-3 terus bertindak sesuka hatinya? Di Ujian Perburuan Musim Semi nanti, dia pasti akan mencari kesempatan untuk mencelakai Anda."

"Mencelakai?" Xuanyuan terkekeh pelan seraya menerima kain lap dari Gu Juechen dan mengusap tangannya yang bersih. "Juechen, di ranah Immortal Emperor Puncak, jangankan ribuan binatang buas atau jebakan Pangeran Ke-3, bahkan jika seluruh benua ini digabungkan untuk menyerangku, mereka tidak akan sanggup menggores sehelai rambutku pun."

Feng Wuchen menyilangkan tangan di dada, matanya berkilat penuh rasa hormat. "Lalu apa rencana Anda untuk Ujian Perburuan Musim Semi nanti, Yang Mulia?"

"Rencana?" Xuanyuan menyeringai penuh intrik.

"Tentu saja datang dan menikmati pemandangan. Bukankah mengasyikkan melihat para pangeran sakti itu bersusah payah bertaruh nyawa melawan monster, sementara aku duduk di sudut hutan sambil menikmati teh buah ajaib dari ruang dimensiku?"

Namun sebelum pembicaraan mereka berlanjut, aroma harum bunga yang melati dan peony yang amat dikenal kembali bertiup halus. Di atas pohon beringin tua di tepi taman, sesosok pria berbuat jubah sutra merah terang tampak duduk santai sambil menopang dagunya.

Leng Yan mengibaskan kipas lipat keemasannya dengan gaya flamboyan yang tiada tanding. Wajahnya yang kotor oleh debu akibat ulah Xuanyuan sebelumnya kini sudah kembali bersih dan bercahaya, menyorotkan ketampanan yang memikat.

"Wah, wah... betapa pertunjukan yang luar biasa dari Pangeran Ke-14 yang manis ini," ujar Leng Yan dengan nada suara mendayu-dayu yang penuh kekaguman.

"Akting jatuh yang sangat dramatis! Cara memasukkan energi Qi tersembunyi untuk menindih Pangeran Ke-3 di lumpur... Khh! Luar biasa halus! Hampir saja aku bertepuk tangan di atas pohon ini!"

Xuanyuan memijat pelipisnya seraya menghela napas panjang.

"Leng Yan... apakah Rumah Bordil Paviliun Redup milikmu sudah bangkrut sampai-sampai pemiliknya punya waktu luang untuk nongkrong di atas pohon kediamanku sepanjang hari?"

Leng Yan melompat turun dari dahan pohon tanpa menimbulkan suara sedikit pun, mendarat dengan gerakan seanggun kelopak bunga yang jatuh. Ia melangkah mendekati Xuanyuan dengan mata yang memancarkan pendar puitis.

"Bagaimana mungkin Paviliun Redup bangkrut saat hatiku dipenuhi oleh keindahanmu, Pangeranku?" Leng Yan mengedipkan sebelah matanya seraya memegang dadanya dramatis.

"Aku datang untuk membawakan kabar penting. Mengenai Ujian Perburuan Musim Semi... dan mengenai lelang rahasia yang digagas oleh sahabatmu dari Balai Lelang Xingzhou."

Mendengar kata 'Balai Lelang Xingzhou', mata Xuanyuan sedikit menyempit. Akting bodohnya lenyap sepenuhnya, berganti dengan aura seorang penguasa sejati.

"Bicaralah," kata Xuanyuan tenang.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!