NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terluka

Aku tidak bisa tidur malam ini,

Bagaimana kalau Ibu dan Ayah mencariku.

Kamar ibu ditinggalkan berantakan dan terkunci.

Cahaya lilin dipadamkan, aku melihat pintu kamarku dijaga pengawal.

Kakiku terasa sakit, benar saja luka kemarin yang baru saja sembuh infeksi.

Kulit kakiku koyak dan bernanah jangan-jangan gara-gara tadi malam di dalam penjara.

Raja Yuko tidak mempercayaiku, padahal dia sudah ikut kemana-mana.

Baru kali ini aku mengajak pria menginap di rumah kakek.

Aku harus memikirkan cara kembali.

Tiba-tiba aku dengar suara erangan yang kuat dari kejauhan, aku menjadi takut.

“Nona…Nona harus bangun, Nona harus ikut kami ke istana timur” ucap Pengawal

Aku keluar dari kamar.

Mengikuti langkah kaki pengawal dari belakang, sementara seorang dayang memegang lentera di belakang.

Kami melintasi beberapa gerbang, rasanya lumayan jauh. Aku menghafal letak istana ini dari kemarin tempat yang aku temui berbeda-beda.

Kami melintasi sumur, di samping sumur ada pohon besar.

“Bangunan itu tempat tinggal Tabib Swanzi” kata Dayang seolah melihat apa yang aku perhatikan.

Aku mengangguk.

Tiba di sebuah ruangan, seorang perempuan di ikat, meronta-ronta.

“Obati dia!” kata Raja Yuko yang sudah duluan di sana.

Sementara tabib Swanzi sudah disana juga bersama asistennya, entah baru selesai mengerjakan apa yang kucium hanyalah aroma dupa yang menyengat di ruangan ini.

Aku mendekat, meraba kulit tangan dan melihat mata serta lidah wanita itu.

Dia dehidrasi,

Aku meraba perutnya, terasa keras.

Kalau aku tidak salah diagnosis kebocoran organ dalam.

“Lakukan, obati dia sampai sembuh” kata Raja Yuko.

“Kalau dia bisa sembuh olehmu” kamu boleh pulang dan membawa hadiah, ucapnya.

“Dia harus ku operasi segera” kataku

“Kalau kau tabib bantu aku memberikan bius untuk wanita ini” ucapku pada Swanzi di sampingku

Dia menatapku sambil meremehkan,

“Tidak berguna, dia bukan tabib yang kita inginkan Raja”

Ucap Swanzi.

“Apa maksudmu, nyawanya terancam kita harus lakukan sesuatu” kataku

Saat aku hampir saja mengeluarkan pisau bedahku.

Swanzi merapalkan kata-kata dari telapak tangannya keluar cahaya biru menyentuh tubuh wanita itu, dan dia pingsan.

Suhu tubuh wanita itu menjadi panas demam, tubuhnya berkeringat.

“Kalau kau memang menggunakan Teratai Emas sebagai bahan pengobatan, kenapa tidak kau berikan saja pada Putri Rena racikan yang kau bisa” katanya.

Aku baru paham, ternyata mereka tidak menggunakan pengobatan biasa.

Aku mengambil kesempatan.

“Mana barang-barangku?”, kataku.

Pengawal datang membawa kotak kayu yang berisi tas ranselku, akhirnya HP dan barang-barang lain bisa aku dapatkan.

Ku buka bungkusan Bunga teratai, bunga itu terlihat sedikit layu.

“Mana Air” pintaku, dayang membawakan semangkuk air.

Teratai itu kutaruh di mangkuk air tadi kembali segar dan bercahaya, kilaunya berbeda dengan yang kulihat selama ini.

Cahayanya seperti lampu senter berbeda dengan kilau saat aku bawa ke duniaku, batinku.

“Tolong sediakan alat penumbuk” seorang datang membawakan alat penumbuk dari emas dengan bentuk bunga teratai.

Aku menumbuk bunga itu tiba-tiba aku ingat semua apa yang tertulis dibuku aku seperti mengucapkan Bahasa yang tidakku ketahui, aku merapalnya…lalu aku mengoleskan di dada dan perut Putri Rena.

Tiba-tiba cahaya emas itu keluar dari telapak tanganku, Putri Rena tersentak sekali.

“Renaaaaa…” seorang perempuan mendekat.

“Kalau terjadi apa-apa pada putriku, kubunuh kamu” katanya

Aku gugup, berusaha terlihat tenang, kuhitung 2 detik setelahnya tubuh Rena mulai cerah, tanda-tanda vitalnya membaik.

“Ku perhatikan matanya, dan lidahnya” aku begitu yakin dia akan sembuh.

Putri Rena terbangun, “Ibu… “ ucapnya.

Raja Yuko mendekat, aku melepas ikatan tangan Putri Rena.

“Kakak….” Mengenggam kedua tangan Raja Yuko, Raja Yuko tersenyum ke arahku, senyuman pertama yang muncul setelah semua yang terjadi.

**

Aku bangun mendengar suara berisik diluar, dayang datang untuk membawa air menyeka wajahku.

Kubuka jendela kamar tempatku di sandera.

Putri Rena sudah berjalan-jalan di taman, udara pagi yang sejuk.

Sepertinya aku akan segera pulang…

Selesai berganti pakaian, aku membawa tas ranselku.

“Kuharap kamu akan kembali kesini lagi” ucap Raja Yuko

Ini untukmu, dia memberikanku sebuah tas kerut kecil berwarna hijau yang disulam dengan kain emas, bunga berwarna putih, bunga melati ditengahnya, aku langsung memasukan ke dalam tas ransel.

“Kamu tidak membukannya” katanya

“Nanti saja, setiba aku di duniaku” ucapku

“Terima Kasih” ucapnya, baru kali ini aku melihat senyum tulus Raja Yuko yang selalu dingin dan mengancamku.

Aku percaya diri dan tersenyum menatapnya, saatku melentikan jari merapalkan mantra.

Aku merasakan hembusan kencang telapak tangan yang kuat mendorongku cahaya hitam melesat menepuk bahuku, aku muntah darah.

Aku tiba di kamar mandi, rumahku.

Sempat kudengar, kalau kau memang yang terpilih…

Kau harus kembali, karena kau Pencuri, pencuri ilmu Ayahku.

**

“Mayanza, apa yang terjadi?” tanya Ibu.

“Kemana kamu pergi beberapa hari ini?” cecar ibu sedangkan aku sedang makan.

Aku susah menelan untuk berbohong pada Ibu.

“Di rumah sakit ada operasi, jadi aku lembur berkerja”

“Kamu bilang kamu cuti kan?” Kata Ibu.

“Sudah..sudah…Mayanza sudah besar dan dia sudah bisa mengurus dirinya sendiri yang penting dia pulang” Kata Ayah menengahi.

“Ayah, bisa bantu aku mengambil mobil di rumah kakek”

“Ya Ampun jadi….kamu kemari naik apa tadi pagi?”

“Aku diantar teman” ucapku

“Pria itu?” tanya ibu

Aku tau yang ibu maksud adalah Raja Yuko.

“Bu..bukan teman yang lain”

“Sebaiknya kamu sendiri yang kesana, mobil kakekmu belum kembali” kata Ayah.

Aku baru ingat aku meminjam mobil kakek waktu itu mobil antiknya.

**

Aku mengunci kamar ibu dari dalam, bagaimana aku masuk.

Sedangkan ibu tiba-tiba ikut ke kediaman kakek.

“Aku ke kamar mandi dulu”

“Kan diatas bisa…”

“Perutku sakit” ucapku

Aku merapalkan mantra, aku tidak pernah mencoba berpindah ke tempat satu dunia….

Aku berusaha mengingat lagi, tidak ada satupun ingatan,

Aku bertanya pada Bibi Sarah,

“apakah kamar ibu ada kunci cadangan.

Kunciku ketinggalan,”ucapku gelisah

Bibi Sarah terlihat curiga, “akan aku cari dulu” katanya

Ternyata hasilnya nihil,

Aku berpikir...

“Kita pulang saja bu, nanti kita ambil barang-barang di kamar ibu yang penting aku ambil mobilku dulu”

“Anak ini bisa-bisanya pelupa” Ibu terdengar mengomel.

Kami akhirnya pulang dengan kunci duplikat mobilku yang sudah kubawa dari rumah, kunci asli ada di kamar.

**

Aku membuka membaca buku yang belum habis aku baca, tiba-tiba bahuku nyeri telapak tangan berwarna hitam itu semakin pekat dan menyakitkan.

Aku merintih….

Kenapa Raja Yuko berbuat begini, padahal aku sudah menyelamatkan Putri Rena.

Aku harus kembali mengambil air sumur suci untuk menyembuhkan bahuku.

Kembali ke dunia Zink.

Tapi aku juga harus menemukan cara untuk masuk ke kamar Ibu di kediaman kakek...

Aku baca buku dan ketiduran.

Jendela kamar menghembuskan angin yang sejuk dari luar membuat mataku semakin berat.

**

"Dimana catatan ayahku" kata Swanzi

"Aku tidak tau" jawabku

"Tidak mungkin, darimana kamu memiliki kekuatan Ayahku.

Kenapa kamu yang terpilih" kata Swanzi mendekat penuh amarah tatapan matanya begitu tajam kabut asap hitam di sekelilingnya kukunya yang tajam mencekik leherku dan tangannya mencengkram bahuku, aku kesakitan...

Dari bahuku keluar asap.

Aku menangkis tangannya dengan semua kekuatan yang kumiliki.

Lalu aku mencabut tusuk kondeku mengarahkan ke lehernya agar ia melepaskan cengkraman tanganya ke leherku.

Aku terhentak.

Bangun.

aku terbangun dari tidurku, duduk di atas kasur putih dengan buku tua di samping.

Aku mimpi buruk.

Aku menoleh ke arah luka di bahuku.

Luka berwarna hitam itu semakin membesar, dan asap dalam mimpi itu nyata.

Asap hitam dari luka itu keluar dari kulitku.

Jendela kamar masih terbuka...

dan diluar gelap...

Aku teringat pemberian Raja Yuko yang di berikan kepadaku sebelum perpisahan.

Ku buka tas hijau bersulam bunga melati.

Gelang giok putih berlilitkan emas membentuk akar di setiap ujung sambungannya membentuk bunga.

Aku memakai gelang itu dan tanganku di cengkram kuat.... Aku berusaha melepasnya tidak bisa terlepas.

Akar gelang itu mencengkram kulit tanganku.

Aku dijebak...

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜....

𝙰𝚔𝚊𝚗𝚔𝚊𝚑 𝙼𝚊𝚢𝚊𝚗𝚣𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚔𝚎 𝙳𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚉𝚒𝚗𝚔 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝙰𝚒𝚛 𝚂𝚞𝚖𝚞𝚛 𝚂𝚞𝚌𝚒.

𝙰𝚝𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚝𝚊𝚜𝚒 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚕𝚞𝚔𝚊𝚗𝚢𝚊...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!