NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Cinta pemaksaan

Setelah pertemuan nya dengan Ara, Sean pulang kerumah utama dengan mood cukup baik .

" Ibu " kata Sean duduk dan memeluk ibunya sejenak untuk menghilangkan rasa lelah .

" Wahhhh, kau bawa bolu pandan lagi" semangat Ayah melihat paper bag yang di taruh Sean di atas meja .

" Mmmh, aku pikir bolu pandan ternyata salad " lesu Ayah kembali menaruhnya diatas meja .

" Ayah, kalau sudah tua itu makan yang sehat biar nggak gampang stroke" kata Sean mengecup tangan kanan Ayah nya itu .

Plakkk

Tangan yang baru saja dikecup Sean kini malah menampar lengannya " kau mendoakan aku stroke" suara meninggi Ayah .

" Iya, biar Aku bisa menguasai semua hartamu " tawa meledak Sean yang langsung berlari ketika Ayah tidak berhenti melempar nya dengan seluruh bantal sofa yang ada .

" Anak kurang ngajar " ucap Ayah yang merasa lelah setelah cukup lama berlarian mengejar Sean .

" Ayah, aku punya hadiah bagus untuk kau lihat " kata Sean meminta berkas pada Bimo yang masih berdiri shock didekat sofa melihat Sean dan Ayahnya.

" Kalian ini sudah sama tua, kelakuan masih seperti 20 tahun yang lalu " gelang kepala Ibu .

" Aku masih muda" jawab mereka bersamaan lalu saling tatap karena jawaban mereka serentak.

" Muda? " Ibu menertawai Ayah dan Anak yang masih merasa muda itu .

" Bimo pulanglah " kata Sean setelah menerima berkas itu .

" Ayah, duduklah aku ingin bicara serius " ucap Sean.

" Bicara apa?" ketus Ayah yang sudah bad mood .

" Aku menemukan 23 orang koruptor di perusahaanmu, puncak tertinggi nya berada pada adik sepupu Ayah tercinta" senyum lebar Sean melihat perubahan ekspresi di wajah Ayahnya.

" Dia korupsi dana perusahaan hampir 852 milyar" ucap Sean menaruh berkas diatas meja agar di baca sang Ayah .

" Apa" terkejut Ayah dan Ibu bersamaan .

" Sekarang mengerti kan kenapa perusahaan sulit berkembang, sudah aku katakan pada Ayah jangan terlalu percaya pada orang lain sekalipun itu keluarga kita " pernyataan Sean .

" Kau sudah memecatnya?" pertanyaan singkat Ayah tanpa berkomentar apa-apa melihat data-data di perusahaan.

" Aku pecat, proses secara hukum dan miskinkan " ucap Sean memangku kedua tangannya.

" Sean tapi bagaimanapun mereka adalah keluarga kita " ucap Ibu juga melihat data-data nya .

" Bagiku , mereka yang tidak menghargai apalagi melakukan kejahatan padaku bukanlah keluarga lagi" pernyataan Sean.

" Sean tapi setidaknya hargai keluarga kita bagaimana mereka adalah kerabat , cukup pecat saja " pernyataan Ayah masih mempertimbangkan beberapa hal .

" Tidak, orang tuaku adalah generasi terakhir yang menghargai kerabat toksik dan aku adalah pemutus mata rantai itu " pernyataan Sean .

" Ayah sudah memberikan hak penuh memimpin perusahaan padaku dan keputusanku adalah siapa yang tidak kompeten disuatu bidang tidak akan ditempatkan disana " tegas Sean yang tidak terbantahkan.

" Aku tidak menyangka keluargaku sendiri seperti ini " ucap Ayah menarik nafas berat menatap Sean yang perlahan menghilang menuju kamarnya.

" Jadi selama ini mereka melarang agar aku tidak menjadikan Sean pemimpin karena takut kebusukan mereka terbongkar" ucap Ayah yang tiba-tiba menyimpulkan satu hal.

............

Keesokan harinya.

Begitu Sean turun dari mobilnya semua staf dan karyawan menyambutnya namun ada seseorang yang menarik perhatian Sean .

Ara duduk di dekat kursi tunggu resepsionis dengan wajah kesal dan juga sedih di wajahnya .

" Tuan muda, ada nona kecil sepertinya dia ingin ketemu " bisik Bimo pada Sean yang akan berjalan lurus menuju lift .

Sean memutar langkah nya dan menghampiri Ara " Kak Sean " kata Ara langsung berlari memeluk Sean dengan perasaan sedih mengejutkan semua orang yang melihatnya.

" Kenapa?" tanya Sean mengelus kepala Ara menatap pada resepsionis yang tiba-tiba wajahnya memucat .

" Nona kecil kenapa bisa tau alamat kantor ini?" tanya Bimo tersenyum setelah Ara melepaskan pelukannya pada Sean karena sekarang mereka bekerja di perusahaan utama.

" Di kasih tau resepsionis kantor lama yang ramah, tidak seperti resepsionis disini yang menghina orang lain " sindir Ara menatap resepsionis itu .

" Menghina?" ulang Sean melirik kedua wanita itu yang juga merupakan masih bagian dari keluarga besarnya.

" Ganti mereka" perintah Sean tanpa banyak bicara dan mengajak Ara ikut bersamanya .

" Tidak, Ara mau ke kampus sebentar lagi masuk " kata Ara menolak ajakan Sean.

" Lalu mengapa kesini?" pertanyaan Sean.

Ara mengambil kotak kecil dari saku depan rok jeans nya dan mengeluarkan cincin .

" Mulai hari ini kak Sean pacar Ara" bisik Ara memakaikan cincin itu ke tangan Sean yang masih berdiri terdiam .

" Daaaa, Ara mau ngampus dulu " kata Ara berlari pergi setelah memakaikan cincin .

" Ara, tapi perjanjian beberapa mi," Sean jadi terdiam melihat Ara yang sudah menghilang ditengah keramaian orang-orang.

Sean kembali berjalan sesekali menatap cincin di jarinya yang dipasangkan Ara tanpa Sean duga .

" Status baru nih Tuan muda " goda Bimo yang memang mendengar apa yang dibisikkan Ara karena dia berdiri tepat di belakang Sean.

" Bim kenapa gadis kecil itu begitu nekat dan memaksa " lesu Sean menarik nafas berat .

" Sudah, jalani saja dulu " senyum tertahan Bimo menatap Tuan muda nya yang biasanya keras jadi terus diam tak berkutik ketika berhadapan dengan Ara .

" Carikan aku nomer ponsel Ara " perintah Sean yang diangguki Bimo .

" Ngapain bicara di telfon, datang aja ke kampusnya bicara langsung " ucap Bimo yang sangat mendukung hubungan mereka.

" Tapikan jadwalku cukup padat hari ini " ucap Sean yang benar-benar ingin tau siapa Ara sepenuhnya.

" Aku bisa mengosongkan beberapa jam" ucap Bimo .

...........

Setelah menghubungi Ara sebelumnya di jam makan siang Sean menunggu Ara disebuah restoran dekat kampus Ara .

" Kak Sean " kata Ara tersenyum lebar begitu datang bersama Melly .

" Aku ingin bicara sebentar dengan Ara, Bim makanlah dulu bersama teman Ara " perintah Sean yang diangguki Bimo .

"Ayo nona " kata Bimo dengan senyum khas nya .

" Ara " Melly malah memeluk lengan Ara semakin erat .

" Tidak apa-apa, kakak itu juga ganteng " bisik centil Ara mengedip kan matanya.

Setelah mereka tinggal berdua Sean menatap Ara yang duduk dihadapan nya .

" Ini maksudnya apa?" pertanyaan Sean menatap cincin yang masih melingkar di jarinya yang tadi pagi di pasangkan Ara .

" Kak Sean jadi pacar Ara " pernyataan Ara .

" Perasaan Aku belum menerima untuk menjadi pacar kamu" ucap Sean menatap Ara yang langsung mengklaim Sean adalah pacarnya.

" Kalau tidak menerima kenapa cincinnya masih dipakai " goda Ara mengangkat sebelah alisnya.

" Itu, itu, ka, karena, aku, aku , lupa melepasnya " kata Sean gelagapan akan segera melepas cincin nya .

" Mmmmh, nggak boleh di lepas " kata Ara memegang kedua tangan Sean.

" Tapikan aku belum mengenal kamu sepenuhnya " ucap Sean menatap Ara yang bahkan belum sebulan di kenal nya .

1
Yel
ehh jgn lah sampai sean nikah dgn yg lain jg 🫠 ga relaaa
partini
siapa sih Thor ortunya Ara penasaran
Yel
lagi thor 🤭
Yel
selama ini kan ara trs yg ada untuk sean, nah nanti bikin ga direstui dulu trs bikin sean yg ngejar 🤣
partini
bikin konflik ga ada restu dari pihak cewe Thor ,Ara kan cinta ma Sean masih so so only bisa dong jodohin ma yg lain buat Sean kelimpungan sebentar
Arin
Nah lo.......cara Daddynya Ara menilaimu, tergantung bagaimana kemarin Sean memperlakukan Shania. Apakah seperti pasangan? atau menjaga jarak..... Kalau sudah merasa bahwa dirimu akan mengecewakan Ara, paling tidak akan direstui
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Dewi kunti
Apa yang akan.......
Dewi kunti
bapamu gendeng Sean
Yel
itu ayah sean minta di geplak 🤣
partini
ko ayah gitu ,,ga beres ini mah jangan dia yg punya istri dua ayo buk cari tau jangn anda di poligami
Arin
Wah.... Hati-hati Bu.... Kalau suamimu mengizinkan anakmu Sean buat ber istri 2 jangan-jangan suamimu juga sama..... ingin juga punya istri 2🤣🤣🤣🤣
partini
Thor bikin Ara tantrum Dong biar Sean kelimpungan,aku yakin mantan Sean pasti menggatal deh
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua
Dewi kunti
🤭🤭🤭🤭🤭Oalah noooookkk ,sean njededek😂
Arin
Memang cari masalah si Sean nih..... udah tau pacarnya suka tantrum. Masih saja mau di pegang-pegang tangannya sama cewek lain
Yel
jambak ra jambak!! 🤣
partini
3 bilang dikit Sean parah 😂
Yel
baru aja mau blg thor, bnyk juga cewenya sean 🤣 ada rose, shania, irene lagi
Dewi kunti
🙈🙈🙈🙈 aduuuuuuhhhh nich bocil tantruman,sabar Sean 🤭🤭🤭
Dewi kunti
wis timbang rame terus Ndang dirabeni wae, kesuwen
partini
ehhh putus,, alamak kalian berdua ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!