NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14.

Demi menghindari konflik semakin berkepanjangan, Tuan Bahtiar yang sejak tadi hanya diam menyaksikan akhirnya mengambil tindakan. Beliau menghampiri sang putra, lalu menyerahkan sebuah amplop berwarna krem dengan logo hotel tercetak elegan berwarna emas di bagian depannya.

Sultan menerimanya dengan sedikit kebingungan. "Apa ini, Pa?"

"Ambillah... papa sudah menyiapkan hadiah sederhana untuk kalian. Kartu aksesnya ada di dalam," jawab Tuan Bahtiar singkat.

Bu Retno, Cantika, dan Tedy yang kebetulan melihat logo pada amplop tersebut seketika saling berpandangan. Mereka mengenalinya, karena hotel itu bukan hotel biasa, melainkan salah satu hotel mewah bintang tujuh milik keluarga konglomerat Rafsanjani.

"Bawalah istrimu pergi dari sini. Tidak seharusnya di hari pernikahan kalian diwarnai dengan keributan seperti ini," lanjutnya, sorot mata yang biasanya penuh wibawa itu tampak kekecewaan di sana.

Nyonya Kirana mengangguk setuju. "Ini hari bahagia kalian. Pergilah dan nikmati waktu kalian berdua."

Tuan Bahtiar kemudian menatap Sultan dengan tegas. "Biar Papa yang urus semuanya di sini. Kalian tidak perlu khawatir. Pergilah!"

Sultan tersenyum kecil, lalu memasukkan amplop tersebut ke dalam saku jasnya lantas memeluk sang ayah. "Makasih, Pa."

Tuan Bahtiar menepuk punggung putranya pelan. "Jaga istrimu baik-baik."

Sultan mengangguk. Setelah itu, dia menghampiri Kahiyang yang masih berdiri di samping Bu Arimbi.

"Sayang, ayo, kita berangkat," ajaknya seraya menggandeng tangan sang istri.

Kahiyang mengangguk kecil mengikuti langkah Sultan menghampiri Eyang Bramantyo dan Uti Halimah, lalu mencium tangan mereka berdua.

"Maaf, atas kekacauan yang terjadi, Eyang," ucap Sultan lirih.

Eyang Bramantyo mengusap kepala Sultan dan Kahiyang dengan lembut. "Sudahlah, ini bukan salah kalian. Sekarang pergilah dan nikmati hari bahagia kalian. Jangan pikirkan mereka."

Kahiyang tersenyum tipis. Setelah itu, mereka berpamitan kepada kedua orang tuanya. "Ma, Pa, Kahiyang pergi dulu."

Bu Arimbi langsung memeluk putrinya. "Pergilah, Nak. Jangan biarkan kejadian tadi merusak kebahagiaan kalian."

Pak Andika juga menepuk bahu menantunya. "Jaga diri baik-baik dan jangan terlalu dipikirkan."

Kahiyang mengangguk. Kemudian ia menoleh kepada Tuan Bahtiar dan Nyonya Kirana. "Terima kasih, Pa, Ma."

Nyonya Kirana tersenyum sambil menggenggam tangan menantunya. "Selamat bersenang-senang," bisiknya sambil mengedipkan sebelah matanya.

Kahiyang tersenyum malu. "Iya."

Sultan kemudian menggenggam tangan istrinya dan mengajaknya berjalan meninggalkan ruangan. Tak lama kemudian, keduanya menghilang di balik pintu.

Suasana kembali hening selama beberapa detik. Namun, ketenangan itu rupanya tidak berlangsung lama. Bu Retno mendengus pelan sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapannya mengikuti kepergian Kahiyang dan Sultan dengan sinis.

"Orang biasa saja gayanya selangit. Pakai acara bulan madu di hotel mewah bintang tujuh segala!" celetuknya dengan nada mengejek. "Jangan-jangan uangnya di dapat dari hasil korupsi."

Ucapan itu sontak membuat wajah Nyonya Kirana berubah masam. Telinganya terasa panas mendengar tuduhan tersebut. Perlahan ia menoleh ke arah Bu Retno. Sorot matanya sama sekali tidak menunjukkan keramahan.

"Lancang sekali mulutmu, Jeng," ucap Nyonya Kirana tenang.

Bu Retno mengangkat dagu. "Saya hanya mengatakan apa yang saya pikirkan."

"Oh, begitu?" Nyonya Kirana melangkah mendekat sambil tersenyum tipis. "Saya jadi berpikir...bagaimana jika mulutmu yang pedas itu ditampol pakai sambal mercon, biar jontor sekalian!"

Beberapa orang yang mendengar ucapan itu langsung menahan napas dan saling berpandangan dengan ekspresi campur aduk. Bu Arimbi bahkan sampai menutup mulutnya, berusaha menahan senyum.

Sementara Bu Retno terdiam kaku dengan mulut ternganga dan mata membelalak lebar. Ia hendak membalas tetapi kalah cepat dengan Tuan Bahtiar yang lebih dulu bersuara.

"Sudah, Ma. Cukup...!" tegur pria berwibawa itu sambil memegang bahu istrinya. "Jangan diladeni."

Beliau menyadari jika tidak segera dihentikan, dua perempuan itu bisa kembali membuat rumah tersebut seperti arena perang.

Nyonya Kirana masih menatap Bu Retno beberapa saat sebelum akhirnya mendengus kesal, emosinya belum terlampiaskan.

Bu Retno mengepalkan tangannya. Harga dirinya sebagai keluarga yang selama ini dianggap terpandang seakan merasa dijatuhkan.

...

Di sisi lain, Kahiyang tampak kaget sekaligus heran ketika mobil berhenti di sebuah hotel mewah bintang tujuh. Ia menoleh ke arah suaminya meminta penjelasan.

"Ini hadiah pernikahan dari Papa sama Mama buat kita," kata Sultan, kemudian turun dari mobil yang dikendarai Ardan.

Sebelum berjalan memutar Sultan sempat melirik ke arah asistennya tersebut untuk memastikan semuanya telah dipersiapkan dengan baik. Ardan mengangguk pelan tanpa suara sambil mengkode dengan gerakan tangan.

Sultan tersenyum puas lalu melanjutkan langkahnya memutari mobil, membukakan pintu untuk sang istri.

"Turun, yuk," ajaknya pada Kahiyang dengan suara lembut.

Meski masih menyisakan keraguan tetapi wanita itu akhirnya turun juga dari mobil. Sultan segera menggandengnya masuk ke lobi hotel.

Begitu memasuki lobi, Kahiyang kembali dibuat terpukau. Interior hotel itu tampak begitu mewah dan elegan. Sultan yang menyadari kekaguman di wajah istrinya perlahan membawanya menuju meja resepsionis.

Seorang staf segera menyambut mereka dengan ramah tanpa berlebihan. Sultan hanya menyebutkan nama reservasi, lalu menyerahkan kartu akses yang tadi diberikan ayahnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, staf tersebut menyerahkan kembali kartu akses beserta sebuah map kecil kepada Sultan.

"Semua sudah kami persiapkan sesuai permintaan, Tuan," ujar staf itu dengan sopan.

Sultan mengangguk. "Terima kasih."

Kahiyang sempat melirik ke arah staf tersebut. Ada sesuatu dari cara mereka memperlakukan Sultan yang membuatnya merasa sedikit aneh. Namun, sebelum sempat bertanya, Sultan sudah mengajaknya pergi dari tempat itu. "Yuk, kita ke kamar sekarang."

Wajah Kahiyang merona seketika sambil tersenyum tipis. Mereka kemudian berjalan menuju lift. Dan begitu pintu lift tertutup, Kahiyang akhirnya tidak mampu menahan rasa penasarannya.

"Memangnya Papa sama Mama sering menginap di sini ya, Raf?" tanyanya sambil menatap Sultan.

Sultan tersenyum tipis. "Hanya sesekali."

Jawaban singkat itu justru membuat Kahiyang semakin penasaran. Namun, ia memilih tidak bertanya lebih jauh.

Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka di lantai tempat kamar mereka berada. Sambil tetap bergandengan tangan Sultan membawa Kahiyang berjalan menuju ke sebuah kamar. Begitu tiba di sana kartu akses ditempelkan pada pintu, hingga terdengar bunyi bip pelan.

Sultan membuka pintu, mempersilakan Kahiyang masuk lebih dahulu. Wanita itu melangkah masuk dan seketika terdiam sambil memperhatikan kamar tersebut yang sangat luas. Ruangannya didominasi warna-warna pastel dengan jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan Ibu Kota dari ketinggian. Di salah satu sisi terdapat ruang duduk kecil, sementara pintu kaca di ujung ruangan mengarah ke balkon.

"Waaah...!" gumamnya tanpa sadar.

Sultan tersenyum melihat reaksinya. "Gimana, suka?"

Kahiyang mengangguk pelan. "Bagus banget...!"

"Kalau begitu, istirahatlah. Aku mau mandi sebentar." Sultan kemudian mengambil beberapa barangnya dan masuk ke kamar mandi.

Kahiyang yang masih terpukau dengan suasana kamar memilih berjalan menuju balkon. Ia membuka pintu kaca, lalu melangkah keluar.

Angin sore menyentuh wajahnya. Dari ketinggian, gedung-gedung bertingkat terlihat mulai diselimuti semburat jingga cahaya matahari yang tertutup mega.

Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Sultan keluar dengan rambut yang masih sedikit basah. Setelah mengenakan pakaian santai, dia berjalan menghampiri Kahiyang yang masih berdiri di balkon.

“Apa yang kamu pikirkan, hummm?” tanyanya sambil memeluk pinggang Kahiyang dari belakang seraya meletakkan dagunya pada bahu sempit sang istri.

Wangi aroma sabun yang menenangkan memenuhi indra penciuman Kahiyang, membuat wanita itu memejamkan mata sejenak. Sesaat kemudian ia membuka matanya lalu memutar badan. Posisi keduanya sangat intim, membuat ritme jantung berdegup lebih cepat kala tatapan mereka bertemu begitu dekat.

1
〈⎳ FT. Zira
baru aja minum obat ya? 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin😂
total 1 replies
vj'z tri
loh kok tumben pinter /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terpaksa
total 1 replies
vj'z tri
wahhh saran w ambil pacul terus gali lubang kubur Lo sekarang /Hammer/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
vj'z tri
bukan anda salah bukan nenek moyang tapi suami moyang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
ayo mami bikin huru hara biar ada yg kejang kejang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kompor nya meleduk beneran
Nar Sih
beruntung nya kmu ayang punya suami seperti rafka
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pengin dong
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah semua udah terselesaikan masalah di kantor, sekarang tinggal nunggu resepsi pernikahan mereka...
lanjuut thor
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!