Keluarga Ashford membesarkan dua putri. Sayangnya, yang mereka sayangi adalah orang yang salah.
Selama dua tahun, Sera Ashford hidup seperti bayangan di rumahnya sendiri. Saat adik angkatnya, Yara, memakai barang bermerek dan menerima telur Star Beast tingkat Gold di hari ulang tahunnya, Sera hanya diberi 500 kredit sebulan dan tidur di gudang sempit seluas tujuh meter persegi.
Tiga kakaknya selalu memukul dulu, lalu tidak pernah bertanya. Ayahnya melihat semuanya, tetapi memilih diam. Ibunya, seorang kontraktor tingkat Raja yang mampu meratakan satu blok kota, bahkan tidak pernah sekali pun memeriksa rekaman keamanan yang bisa membuktikan bahwa semua tuduhan terhadap Sera adalah fitnah.
Jadi, ketika Yara kembali menjebaknya dan menyuruhnya merangkak, Sera tidak berlutut.
Dia menandatangani surat pemutusan hubungan keluarga, menerima satu pukulan terakhir di wajahnya, lalu pergi ke wilayah pinggiran Dustmere Colony yang tidak mengenal hukum. Di dagunya masih ada darah, dan di kepalanya terdengar suara asing yang belum pernah ia dengar sebelumnya.
Supreme Star Beast System aktif.
Sekarang Sera membuka Star Beast Station di tengah tempat rongsokan. Dia menyembuhkan Star Beast yang gagal diselamatkan klinik papan atas, mengevolusi makhluk yang seharusnya mustahil berevolusi, dan memasang harga yang bahkan membuat para penguasa perang terdiam.
Pelanggan pertamanya? Pewaris keluarga terkaya di koloni itu. Pria dingin yang tidak pernah tersenyum pada siapa pun, tetapi selalu menemukan alasan untuk kembali.
Sementara itu, kakak-kakak Sera mulai menonton rekaman lama. Ibunya mulai gelisah.
Dan Sera? Dia baru saja memulai.
Kisah fantasi progresi sci-fi tentang penjinakan Star Beast, tokoh utama wanita yang tajam dan tidak mudah ditindas, romansa slow burn dengan pewaris dingin, serta sebuah keluarga yang terlambat menyadari siapa yang sudah mereka buang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galaxy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Bab 008 - Quiet Before the Storm
Memar di rusukku berubah menjadi ungu tua.
Aku sedang menekan bagian itu lewat baju ketika pintu station berbunyi.
Di layar luar, Lucian Blackwell berdiri di depan toko.
Jaketnya rapi. Rambutnya rapi. Wajahnya juga tetap seperti tidak pernah kekurangan tidur. Orang seperti dia berdiri di distrik pinggiran terlihat salah tempat, tapi anehnya dia sudah beberapa kali datang sampai penjaga jalan di luar mulai berhenti menatap.
Dia membawa kotak kecil.
Aku membuka pintu.
"Ada comm system," kataku. "Orang biasa biasanya mengabari dulu."
Lucian masuk dan menaruh kotak itu di meja.
"Untuk lenganmu."
Aku membuka kotak.
Di dalamnya ada salep medis Nexarin-7, versi militer. Bukan salep murah yang biasa dijual di apotek umum. Satu tabung kecil saja bisa membuat pekerja distrik pinggiran berpikir tiga kali sebelum membeli.
"Kau membawa obat lagi?"
"Lukamu belum sembuh."
"Kau memeriksa dari mana?"
"Perbanmu terlihat kaku. Kau bergerak lebih lambat dari kemarin."
Aku melihat lenganku sendiri.
Dia benar.
Aku mengambil salep itu dan memasukkannya ke laci.
"Terima kasih."
Lucian tidak menjawab. Dia melihat Healing Pod, lalu melihat Ember yang sedang melingkar di rak belakang dengan tubuh dibuat kecil.
"Pakai sekarang," katanya.
"Aku bisa pakai nanti."
"Lukanya di lengan kiri. Bagian belakang sulit kau jangkau."
Aku melihat salep itu, lalu melihat lenganku sendiri. Perban memang kaku. Saat kulepas sedikit, bekas luka dari malam Helena datang masih merah.
"Kau selalu menyuruh pemilik toko?"
"Aku pelanggan."
"Pelanggan biasanya membayar, bukan memberi perintah."
"Aku membayar."
Itu benar, dan menyebalkan.
Aku menyerahkan tabung salep. Lucian memakai sarung tangan medis dari kotak, lalu mengoleskan Nexarin-7 ke bagian luka yang tidak bisa kujangkau. Gerakannya rapi. Tidak lambat. Tidak berlebihan.
Dia tidak bertanya kenapa aku berani memotong daging sendiri.
Dia juga tidak menyuruhku jangan melakukan itu lagi.
Obat selesai dioles, aku membalut ulang lengan.
"Kau belajar dari mana?"
"Pelatihan dasar Blackwell."
"Pewaris keluarga kaya belajar membalut luka?"
"Pewaris keluarga kaya sering menjadi target."
Aku tidak punya jawaban untuk itu.
Ember mengangkat kepala.
Fire Wyrm itu belum pernah melihat Lucian terlalu dekat. Matanya menatap pria itu, lalu melihat Fire Squirrel yang duduk di bahu Lucian.
Fire Squirrel langsung duduk lebih tegak.
"Jangan menantang dia," kataku pada Fire Squirrel. "Kau belum siap."
Fire Squirrel mencicit tidak puas.
Lucian melihat Ember. "Dia sudah menetas."
"Tadi malam."
"Tier?"
Aku menatapnya.
Lucian mengerti. "Rahasia."
"Diamond."
Dia berhenti memegang kaleng kopi yang baru kuambil dari rak.
Aku melempar kaleng itu kepadanya.
Dia menangkapnya.
"Kau bisa terlihat terkejut juga."
"Aku tidak terkejut."
"Tanganmu berhenti."
"Itu bukan bukti."
Aku membuka kaleng kopi milikku. Kopi murah dari distrik pinggiran. Rasanya seperti air pahit yang pernah bertemu mesin rusak.
Lucian melihat kaleng di tangannya.
"Kalau tidak mau, jangan minum."
Dia membukanya dan minum.
Aku ikut minum, lalu menyesal.
"Rasanya buruk."
"Ya."
"Kau tetap minum?"
"Kau juga."
"Aku miskin. Alasanku jelas."
Lucian menatap kaleng kopinya. "Aku sedang belajar."
"Belajar apa?"
"Makanan dan minuman buruk."
Aku menahan tawa. "Kurikulummu berat."
Kami duduk di dekat meja depan. Aku di kursi. Lucian berdiri dulu, lalu akhirnya duduk di lantai dekat Healing Pod seperti biasa. Fire Squirrel turun dan mendekati Ember dengan hati-hati.
Ember membuka satu mata.
Fire Squirrel berhenti.
Pintar.
Lucian menaruh kaleng kopinya di lantai.
"Soal keluargamu."
Aku tidak suka awal kalimat itu.
"Blackwell punya tim hukum. Kalau kau mau, mereka bisa memastikan surat pemutusan itu tidak bisa dipakai untuk menyerangmu nanti."
"Tidak."
"Aku belum selesai."
"Aku sudah tahu akhirnya. Tidak."
Lucian menatapku.
Aku menekan rusukku yang sakit, lalu melepaskan tangan.
"Kalau aku memakai pengacara Blackwell sekarang, Yara akan bilang aku hanya bisa hidup dengan bantuanmu. Helena akan bilang aku mencari keluarga lain untuk melawan keluarga sendiri. Caelen akan berdiri di sana dengan wajah bersalah. Aku malas melihat semuanya."
"Itu bukan alasan hukum."
"Itu alasan hidup."
Lucian tidak membantah.
Aku minum kopi lagi, lalu kembali menyesal.
"Masalahku, aku selesaikan sendiri. Kalau nanti aku butuh pengacara, aku akan bayar."
"Dengan uang toko?"
"Dengan uang toko."
"Baik."
Dia tidak memaksa.
Itu membuatku lebih mudah bicara.
Lucian mengambil sesuatu dari saku jaket. Sebuah data chip kecil.
"Caelen mulai memeriksa rekaman rumah Ashford. Beberapa orang Blackwell mendengar dia mencari penyelidik."
Aku menatap chip itu.
"Itu informasi?"
"Ya."
"Kenapa memberiku?"
"Karena kau perlu tahu siapa yang bergerak."
Aku mengambil chip itu, tapi tidak langsung membukanya.
"Kau tahu apa yang terjadi dua tahun terakhir?"
Lucian menatap kaleng kopinya. "Cukup banyak."
"Dari mana?"
"Blackwell punya akses bisnis ke banyak sistem keamanan, laporan academy, dan data medis. Setelah Yara menyelidiki station, aku menyelidiki balik."
"Kau menyelidiki aku?"
"Situasinya."
"Jawaban politis."
"Jawaban benar."
Aku ingin marah, tapi tidak bisa sepenuhnya. Kalau dia tidak mencari tahu, dia tidak akan tahu Yara bergerak. Kalau dia mencari tahu terlalu banyak, itu juga membuatku tidak nyaman.
"Jangan gali hal yang tidak perlu."
"Aku tidak akan membagikan apa pun tanpa izinmu."
Aku menatapnya.
Lucian tidak menghindar.
"Aku tahu kau dikurung di gudang. Aku tahu formulir academy-mu dirobek. Aku tahu kalung itu bukan kau yang ambil."
Tangan yang memegang kaleng kopi mengencang.
Kaleng itu penyok sedikit.
Aku menaruhnya di meja sebelum tumpah.
"Kalau kau tahu, jangan bicarakan seperti laporan cuaca."
"Baik."
Dia langsung berhenti.
Tidak ada kata kasihan. Tidak ada kalimat panjang. Itu cukup.
Aku mengambil data chip dan memasukkannya ke laci.
"Aku akan lihat nanti."
Lucian berdiri.
"Pakai salep itu malam ini. Nexarin-7 bekerja lebih baik sebelum luka lewat tujuh puluh dua jam."
"Kau juga dokter?"
"Tidak."
"Tapi tahu banyak soal luka."
Dia tidak menjawab.
Fire Squirrel melompat kembali ke bahunya.
Sebelum keluar, Lucian melihat Ember sekali lagi.
"Jangan biarkan banyak orang melihatnya."
"Aku tahu."
"Diamond-tier Fire Wyrm akan membuat orang datang."
"Orang sudah datang."
"Yang lebih buruk."
Dia pergi setelah mengatakan itu.
Aku mengunci pintu dan membuka System Shop.
Kategori Star Beast Food sudah muncul sejak pendapatan station melewati satu juta. Daftarnya panjang. Ada makanan dasar, buah tipe api, suplemen mineral, bubuk sisik, cairan pemulih energi.
Aku memilih paket Basic Enhancement Feed untuk Ember.
Harganya mahal untuk ukuran makanan satu porsi.
Tapi Ember bukan Star Beast biasa.
Aku membeli tiga.
[DING!!!]
[Pembelian berhasil.]
[Basic Enhancement Feed x3 masuk ke inventory.]
Aku mengeluarkan satu kapsul makanan. Bentuknya seperti kristal merah kecil. Ember turun dari rak dan mendekat.
"Coba makan."
Ember menatap kapsul itu, lalu menatapku.
"Jangan pilih-pilih. Kau baru lahir."
Ember membuka mulut dan menelan kapsul itu.
Api di ujung ekornya membesar sedikit.
[Basic Enhancement Feed digunakan.]
[Target: Ember]
[Permanent stat increase: Strength +3, Vitality +2.]
"Bagus."
Ember menggerakkan ekor.
Aku memberinya satu lagi, tapi menyimpan yang ketiga.
Tidak semua barang bagus harus habis di hari pertama.
Setelah makan, Ember bergerak di training pad. Ia menyemburkan api kecil ke target logam. Target itu hanya menghitam sedikit.
"Api biasa tidak cukup."
Ember menatapku.
"Jangan marah. Itu fakta."
Aku membuka System Shop lagi dan membeli dua Low-grade Fire Crystal. Harganya masih bisa kuterima. Mid-grade Fire Crystal terlalu mahal untuk sekarang.
[Pembelian berhasil.]
Aku menaruh satu kristal di depan Ember.
"Malam nanti latihan. Jangan telan sekarang."
Ember melilit kristal itu dengan ekornya.
"Aku tidak akan mengambilnya. Kau tidak perlu pelit."
Setelah itu aku membuka data Fire Squirrel milik Lucian.
Star Eye menampilkan jalur evolusinya lebih lengkap daripada sebelumnya.
[Fire Squirrel - Evolution Path Analysis]
[Path A: Blaze Squirrel]
[Kebutuhan: Fire Crystal, Flame Grass.]
[Hasil: peningkatan sedang. Ceiling: Silver-tier.]
[Path B: Violet Flame Marten]
[Kebutuhan: Violet Flame Crystal, Moonfire Essence, Stabilizer.]
[Hasil: rare evolution. Ceiling: King-tier.]
[Natural discovery probability: 0.3%.]
Aku membaca Path B beberapa kali.
King-tier ceiling.
Fire Squirrel kecil yang sering mencuri sayur itu punya jalur sampai King-tier.
Kalau memakai jalur biasa, ia hanya akan menjadi Blaze Squirrel dengan batas Silver-tier. Bagi banyak kontraktor itu sudah cukup. Tapi Lucian tidak akan memilih cukup kalau tahu ada pilihan terbaik.
Aku menyimpan data itu.
Besok atau lusa, saat dia datang lagi, aku akan memberitahunya.
Malamnya, aku menutup rak makanan dan menghitung stok.
Ember melingkar di pergelangan tanganku. Panas tubuhnya stabil. Tidak membakar. Rasanya seperti memakai gelang logam hangat.
Saat aku hendak mematikan lampu depan, komunikator berbunyi.
Pesan masuk.
Tidak ada nama pengirim.
Aku membuka pesan itu.
[Anjing liar distrik pinggiran juga berani membuka toko? Tutup sebelum besok. - Y]
Aku membaca huruf terakhir.
Y.
Tidak perlu menebak.
Yara.
Sistem langsung menampilkan peringatan merah.
[DING!!!]
[Enam sinyal kehidupan memasuki radius 100 meter.]
[Threat level: rendah.]
[Satu target membawa Star Beast tipe serang.]
[Saran: siapkan pertahanan station.]
Ember mengangkat kepala sebelum aku memanggilnya.
Api di ekornya berubah lebih terang.
Aku meletakkan komunikator di meja, lalu berjalan ke pintu.
"Jangan bunuh dulu," kataku.
Ember mengeluarkan suara kecil.
Di luar kaca depan, beberapa bayangan bergerak mendekat dari jalan gelap.
Yara benar-benar tidak sabar.
Baik.
Kalau dia mengirim orang, aku akan menerima.
Aku membuka menu pertahanan station.
[Station Wall: aktif.]
[Hostile Suppression: aktif.]
[Property Protection: aktif.]
[Boarding Guest Safety: aktif.]
Nama Grumble muncul di daftar boarding guest. Kalau pertempuran terjadi di radius station, sistem akan melindunginya sebagai aset pelanggan.
Bagus.
Aku tidak mau menjelaskan kepada Lena bahwa Earth Bear kesayangannya terluka karena urusan Yara.
Aku mematikan lampu depan, tapi membiarkan lampu dalam tetap menyala.
Kalau mereka ingin masuk, biarkan mereka melihat toko ini jelas-jelas.