"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.
"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.
Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.
Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.
Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"
Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Koalisi
Dirinya sama sekali tidak mengetahui apapun tentang Chandra. Pasalnya mereka sudah 6 tahun tidak bertemu. Malah pertemuan pertama mereka setelah 6 tahun menjadi seperti ini.
Mobil melaju menembus jalanan perkotaan, tidak begitu macet mungkin karena ini bukan waktu sibuk. Wanita yang menghela nafas, entah seperti apa bentuk mobil orang ini. Pria yang paling materialistis.
Tapi dirinya sama sekali tidak peduli. Lebih baik kehilangan sepertiga uangnya. Daripada kehilangan keseluruhan. Keluarga yang dipercayai olehnya ternyata menghianatinya, saudara sepupunya juga menghianatinya, bahkan kekasihnya.
“Sejak kapan mereka menjalin hubungan?” Wanita yang bertanya kepada Chandra.
“Mereka kuliah di kampus yang sama denganku. Mereka sudah menjalin hubungan sejak 5 tahun lalu. Dan kamu adalah orang ketiganya. Benar-benar orang ketiga, kamu adalah selingkuhan Danu…” Chandra yang tengah menyetir malah menertawakannya.
“Jadi Aku adalah orang ketiga? Tapi itu sama sekali tidak adil, mereka yang mendorongku untuk menjalin hubungan dengan Danu.” Stefanie mengepal dan tangannya, sama sekali tidak terima dengan pernyataan yang diucapkan oleh Chandra.
“Tapi memang itulah kenyataannya. Kamu adalah orang ketiga. Sedangkan mereka dari awal adalah pasangan penipu. Coba kamu ingat-ingat lagi siapa yang memperkenalkan Danu padamu?” Pemuda yang memberi penjelasan begitu pelan.
“Gina…” jawaban dari mulutnya, wanita yang menahan rasa sesak di dadanya. Memang benar sepupunya lah yang mengenalkan Danu padanya.
Jadi semuanya sudah direncanakan? Sebuah rencana untuk menjebaknya dalam pernikahan. Hanya untuk menguasai seluruh harta mendiang kedua orang tuanya.
Hingga handphonenya tiba-tiba berdering, dengan nama pemanggil Lisa.
Wanita yang meraba-raba meraih handphonenya. Kemudian bertanya kepada Chandra.”Siapa yang menghubungiku?”
“Seorang wanita bernama Lisa…Lisa itu siapa? Aku tidak ingin ikut campur dengan urusanmu. Tapi kita harus terlihat bagaikan pasangan di hadapan semua orang. Tidak boleh ada satu kesalahan pun, kamu juga tidak boleh ke GR an. Aku melakukan segalanya benar-benar karena uang. Kalau tidak mana mau aku menikah dengan wanita jelek buta sepertimu.” Chandra mengangkat sebelah alisnya.
“Dia adalah ibu Danu. Calon ibu mertuaku, dia cukup ramah dan baik. Kali ini aku benar-benar mengecewakannya…” wanita yang menghela nafas. Mungkin hanya Danu yang berkomplot untuk menjebaknya. Tapi kedua orang tua dan begitu baik padanya.
“Aku tidak yakin.” Chandra menepikan mobilnya. Wajahnya menatap ke arah wanita itu.”Begini saja, aku akan mengangkat teleponnya menggunakan model loudspeaker. Sedangkan kamu hanya boleh diam dan mendengarkan. Kita buktikan orang ini benar-benar Baik atau tidak.”
Stefanie menelan ludah, Lisa merupakan salah satu orang yang dipercayai olehnya. Wanita yang berkata menganggapnya sebagai anak kandung sendiri karena menjalin hubungan dengan Danu.
Hingga pada akhirnya Stefanie mengangguk.”Lisa adalah orang baik…” ucapnya kepada Chandra.
Chandra mengerutkan keningnya, tapi perlahan wajahnya tersenyum mengangkat panggilan.
“Halo, Stefanie ini Tante…Kamu ada di mana sekarang?” Suara seseorang di seberang sana.
“Stefanie sekarang sedang berada di kamar mandi. Aku adalah calon suaminya yang baru.” Chandra menjawab kalimat dari seseorang di seberang sana.
“Calon suaminya yang baru!? Jangan-jangan kamu adalah gigolo yang disewa oleh Stefanie, hanya untuk membuat putraku cemburu!” Suara bentakan dari Lisa di seberang sana.
Chandra hanya tertawa, pemuda yang menjawabnya dengan tenang.”Kalau iya memangnya kenapa, lagi pula pernikahan putramu sudah gagal. Stefanie akan menjadi milikku.” Senyuman sejatinya lenyap dari wajah Chandra. Jangan harap dirinya akan mengembalikan wanita ini. Surat nikah kini sudah berada di tangannya.
“Begini saja, aku akan membayarmu 100 juta rupiah. Kalau kamu berhasil membujuk Stefanie untuk kembali ke tempat pernikahan.” Sebuah perjanjian yang diucapkan oleh Lisa.
“Tidak mau, Kamu kira aku bodoh? Kalau aku menikah dengannya aku akan menjadi lebih kaya lagi. 100 juta rupiah, itu hanyalah uang jajanku sehari. Kalau aku berhasil merayunya.” Jemari tangan Chandra mencengkeram setir mobilnya erat. Nada suaranya terlihat tenang dan terkesan bercanda. Tapi sejatinya menyembunyikan kekesalan yang amat sangat terasa.
“Kamu sama sekali tidak akan pernah berhasil karena yang dicintai olehnya adalah Danu.” Helaan nafas terdengar dari wanita di seberang sana.”Aku dengar-dengar kamu hanyalah seorang anak haram yang tidak jelas siapa ayahnya. Bagaimana kalau begini saja, kita buat kesepakatan.”
“Kesepakatan macam apa yang ingin anda berikan?” Lagi-lagi nada suara yang begitu tenang.
“Jujur saja, seluruh anggota keluarga Stefanie hanya mengakui Danu sebagai calon suaminya. Keberadaanmu hanya akan menyulitkan, cepat atau lambat kamu akan dihabisi.” Kalimat yang diucapkan oleh Lisa terus terang.
Hal yang membuat Stefanie, mencengkram gaun pengantin yang begitu erat. Semua orang yang dianggap berpihak padanya, ternyata semuanya hanya palsu. Mereka saling bekerja sama dan terhubung, mereka berpura-pura baik padanya. Bahkan Lisa ibu kandung Danu, wanita yang sudah dianggap bagaikan ibu angkatnya. Mengetahui semuanya, atau mungkin juga terlibat dalam drama ini?
“Kenapa? Kenapa mereka ingin menghabisi ku?” Chandra melirik ke arah Stefanie. Pemuda yang mengetahui keadaan keluarga Stefanie begitu buruk. Tapi sama sekali tidak menyangka akan seburuk ini. Dulu Stefanie begitu pintar kuat dan tegar, tapi sekarang selain mengalami kebutaan, semua orang yang berada di sekitarnya ternyata hanyalah penghianat.
“Itu karena dari awal kami sudah membuat kesepakatan. Putraku, calon suami Stefanie saat ini, mempunyai perjanjian dengan seluruh anggota keluarga Triatmaja. Perjanjiannya mudah, Stefanie akan melahirkan satu orang anak dari Danu. Setelah anak itu lahir dan memenuhi syarat untuk kepemilikan hak aset setelah kematian Stefanie. Kami tinggal membereskan wanita buta itu. Lalu membagi semuanya…” kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh wanita di seberang sana.
Hal yang membuat Stefanie semakin mengeratkan jemari tangannya. Memegang gaun pernikahannya, air matanya mengalir namun wajahnya tanpa ekspresi. Tatapan matanya benar-benar kosong, selaku seorang wanita yang memang menjadi tunanetra.
Bagaimana dapat seperti ini? Semua orang di sekitarnya ternyata memainkan drama, hanya untuk merebut hak waris dari mendiang kedua orang tuanya. Ternyata memang benar-benar tidak ada yang mencintainya. Mungkin satu-satunya yang menjaganya tetap hidup adalah isi surat wasiat kedua orang tuanya. Di mana jika dirinya meninggal tanpa memiliki keturunan, maka seluruh aset akan diserahkan pada negara.
“Wah! Tante…aku jadi semakin tertarik dengan kesepakatan kalian. Jujur saja, Stefanie memang hanya memainkan drama denganku. Dia hanya cemburu karena Danu begitu dekat dengan sepupunya. Tante tahu kan bagaimana kalau wanita sudah merajuk? Tapi satu hal yang membuatku tertarik. Nanti kalau Stefanie melahirkan seorang anak, lalu kalian menghabisinya pasca persalinan. Apa yang akan kalian lakukan pada anak itu? Maaf…Aku hanya penasaran.” kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh Chandra. Matanya melirik ke arah Stefanie yang sudah menangis dari tadi.
“Mudah, tinggal bunuh saja. Akan ada banyak alasan bagi bayi yang baru dilahirkan untuk mati. Tentu saja seluruh aset akan jatuh pada tangan ayah kandung dari bayi itu. Dalam artian Danu yang akan mendapatkan semuanya. Jadi, sebelum bermusuhan dengan kami, kamu sebaiknya pertimbangkan semuanya. 500 juta tidak lebih tidak kurang. Bujuk Stefanie untuk kembali melanjutkan pernikahan.” Suara tegas dari Lisa penuh keserakahan di seberang sana.
“Begitu ya? Stefanie saat ini memang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi. Tapi kalau dipikirkan lagi…Bukankah lebih menguntungkan jika aku yang melaksanakan rencana itu sendiri? Aku mulai berpikir untuk membuat anak dengannya.”
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
siap" ya
🤣🤣🤣
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
😍
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄