NovelToon NovelToon
Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Sebuah pernikahan yang berdiri di atas pilar rasa utang budi, bukan cinta. Nindya menerima lamaran Haris karena takdir mempertemukan mereka dalam tragedi berdarah yang hampir merenggut nyawa Haris—dimana Nindya bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu dan dikaruniai seorang putra yang menggemaskan, Nindya harus menelan kenyataan pahit: rasa terima kasih Haris tidak pernah berubah menjadi cinta. Di balik dinding rumah tangga mereka yang dingin, Haris masih menyimpan bayang-bayang masa lalunya bersama wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Manis Dibalik Kamera

​Dari kejauhan, mata tajam Nindya memperhatikan setiap gerak-gerik Haris. Wajah suaminya yang pucat pasi serta langkah kakinya yang terburu-buru menuju area luar ballroom sudah cukup menjadi petunjuk baginya. Nindya tahu betul, hanya ada satu orang yang bisa membuat Haris sepanik itu: Siska.

​"Ada apa, Nin? Kamu melihat sesuatu?" tanya Noval pelan, menyadari perubahan sorot mata Nindya yang penuh antisipasi.

​Nindya menoleh pada Noval, mengikis jarak di antara mereka. "Mas Haris baru saja menerima telepon dan pergi dengan panik. Aku yakin Siska ada di hotel ini dan mengancamnya."

​Dengan gerakan yang sangat halus, Nindya merogoh tas tangan (clutch) malamnya. Ia mengeluarkan sebuah alat perekam sekaligus kamera mikro berukuran sekecil kancing baju—teknologi canggih yang sebelumnya telah disiapkan oleh tim hukum Pak Lukas untuk mengumpulkan bukti.

​"Aku tidak bisa keluar menyusulnya tanpa membuat Haris curiga," bisik Nindya mantap sembari menyerahkan alat tersebut ke telapak tangan Noval. "Noval, tolong bantu aku. Ambil rekaman percakapan mereka di luar."

​Noval menatap alat kecil di tangannya, lalu menatap Nindya dengan binar kagum atas keberanian dan kesiapan wanita itu. Tanpa ragu sedikit pun, Noval menggenggam alat tersebut dan mengangguk tegas. "Serahkan padaku. Kamu tetap di sini dan beraktinglah seperti biasa."

​Dengan langkah santai namun penuh wibawa, Noval berjalan meninggalkan ballroom menuju area lobi utama hotel. Sebagai seorang CEO kaya raya dan tamu VIP di acara tersebut, keberadaannya sama sekali tidak memicu kecurigaan petugas keamanan maupun orang sekitar.

​Saat melangkah menyusuri area lounge lobi yang remang dan elegan, mata Noval menangkap sosok Haris yang sedang berdiri di dekat pilar besar. Di sampingnya, Siska berdiri bergaun merah terang—wanita yang siang tadi diceritakan Nindya.

​Siska tampak memegang erat lengan Haris dengan guncangan penuh emosi. Wajahnya merah padam, bibirnya terus mencecar Haris tanpa henti.

​"Mas Haris jahat! Katanya Mas cinta sama aku!" cerceh Siska dengan suara tertahan namun sarat keputusasaan. "Kenapa bukan aku yang kamu gandeng di depan semua jajaran direksi?! Kenapa harus Nindya? Kamu janji bakal nyeraikan dia, tapi sekarang kamu malah pamer dia di depan umum!"

​Haris mengusap wajahnya kasar, tampak sangat frustrasi sembari mencoba melepaskan cengkeraman tangan Siska. "Siska, tolong mengerti! Nindya itu istri sahku! Direksi menanyakan dia, bukan kamu! Kalau aku bawa kamu ke dalam, karir dan reputasiku hancur malam ini juga!"

​"Aku nggak peduli soal reputasimu, Mas! Aku mau kepastian!" teriak Siska tak berdaya, makin mempererat pegangannya di lengan Haris.

​Di balik pilar yang tak jauh dari mereka, Noval menyunggingkan senyum dingin. Dengan tenang, ia mengarahkan kamera mikro di sela jarinya, merekam setiap detail pertengkaran, cengkeraman tangan Siska, hingga pengakuan Haris soal status hubungan mereka dengan sangat jernih. Satu bukti emas perselingkuhan Haris kini resmi terkunci rapat di tangan Noval.

"Sayang, tolong jangan begini... nanti ada orang yang melihat kita!" bisik Haris penuh kepanikan, matanya liar memindai sekeliling lobi hotel yang remang-remang. Cengkeraman Siska di lengannya terasa seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja membakar habis reputasinya.

​Siska berkacak pinggang, menatap Haris dengan tatapan menuntut yang tidak main-main. "Lalu aku harus bagaimana, Mas? Aku nunggu kamu seharian, tapi kamu malah asyik pamer istri sah di dalam!"

​Haris mengusap wajahnya kasar, mencoba mengurai frustrasi di dadanya. Demi meredam emosi selingkuhannya agar tak nekat menerobos masuk ke ballroom, Haris akhirnya mengambil jalan pintas yang fatal.

​Ia menggenggam kedua bahu Siska, menatapnya dengan raut memohon yang memuat kebohongan baru. "Baiklah, dengarkan aku. Tunggu aku selesai dari acara ini. Nanti malam aku akan menginap di tempatmu, ya? Kita lewatkan malam berdua. Tolong, luluhlah demi aku malam ini..."

​Mendengar janji manis tersebut, wajah tegang Siska perlahan mengendur. Senyum kemenangan tipis terukir di bibirnya yang berpulas lipstik merah menyala. "Janji, ya, Mas? Kamu tidak boleh bohong lagi. Kalau kamu sampai tidak datang ke apartemenku malam ini, aku tidak akan segan-segan mendatangi rumahmu besok pagi!"

​"Iya, aku janji, Sayang. Sekarang kamu pulang duluan ya, naik taksi online," bujuk Haris lega sembari mengusap pelan lengan Siska.

​Siska akhirnya mengangguk luluh, memeluk Haris sekilas sebelum berbalik melangkah anggun meninggalkan lobi hotel. Haris menarik napas lega luar biasa, mengusap keringat dingin di pelipisnya tanpa menyadari bahwa jurang kehancurannya baru saja digali lebih dalam.

​Di balik pilar marmer yang tenang, Noval menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Alat mikro di jemarinya telah bekerja dengan sangat sempurna. Rekaman video beresolusi tinggi beserta audio yang sangat jernih berhasil menangkap seluruh adegan tersebut—mulai dari cengkeraman tangan, panggilan mesra 'Sayang', hingga janji Haris untuk menginap di apartemen Siska nanti malam.

​"Pertunjukan yang sangat menyedihkan, Haris," gumam Noval pelan dalam hati sembari menyimpan alat tersebut ke dalam saku dalam jas mewahnya.

​Noval tidak membuang waktu. Ia kembali melangkah masuk ke dalam ballroom yang benderang. Mata tajamnya langsung menemukan Nindya yang sedang berdiri tenang sembari menyesap minumannya, tetap memancarkan pesona anggun meski diapit oleh beberapa kolega bisnis yang mencoba mengajaknya berbincang.

​Noval mendekat, memberi kode halus melalui tatapan matanya. Nindya yang sigap menangkap sinyal tersebut langsung berpamitan sopan pada para relasi dan menghampiri Noval di sudut yang lebih privat.

​"Bagaimana, Val?" bisik Nindya pelan, jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

​Noval menyunggingkan senyum hangat yang menenangkan, menyentuh pelan punggung tangan Nindya untuk memberinya kepastian. "Semuanya terekam sempurna, Nin. Gambar dan suaranya sangat jelas. Haris berjanji akan menginap di apartemen Siska nanti malam setelah acara ini selesai."

​Nindya menghembuskan napas perlahan, mata indahnya berbinar penuh ketegasan. Rasa sakit hati akibat pengkhianatan Haris telah lama menguap, berganti dengan tekad baja untuk memenangkan hak asuh Arka.

​"Janji menginap malam ini..." gumam Nindya dengan senyum dingin yang sangat anggun. "Itu artinya, kita punya lokasi dan waktu yang tepat untuk eksekusi bukti pamungkas bersama tim pengacara besok pagi."

1
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Aduuh masih tidak punya malu mengharap Nindya kembali.Dalsm mimpi saja tidak akan, Haris.Kamu mengadu tentang Siska pada Nindya tidak malu diketawain dan disyukurin
sunaryati jarum
Ingin hati mau melihat Arka putranya namun kelelahan hat dan fisiknya membuatnya tidur.
sunaryati jarum
Kehancuran hidupmu yang terpampang jelas,akibat kamu tidak setia Haris.
sunaryati jarum
Bab sebelumnya bawa mobil dari taman ke kontrakan kok sekarang cari taksi.Sunnguh karma yang.ksmu terima tunai,Haris.
sunaryati jarum
Masih beruntung kamu menyesal dan sadar akan semua kesalahanmu,hingga Masi ada waktu untuk memperbaiki diri,walau sudah terlambat
sunaryati jarum
Jika niat Haris baik jangan terlalu kejam zRin,dan kamu Haris ingat Arin masih trauma akan perbuatanmu,dia tidak percaya padamu,Ris.Itulsh konsekuensi atas pengkhianatan kamu dalam rumah tanggamu.
sunaryati jarum
Haris itu ayahnya mungkin ingin memperbaiki kesalahannya,jika tidak berbuat buruk, berikan waktu Haris untuk menemui Arka putranya tapi dengan izinmu, bukan diam- diam seperti ini
sunaryati jarum
Otw bahagia Nindya dan Arka
sunaryati jarum
Nah terima dan jalani serta perbaiki diri
sunaryati jarum
Simpan penyesalanmu,anakmu saja tanpa diajari , merasakan bahwa kamu tidak pernah hadir memberi kasih sayang dan perhatian
sunaryati jarum
Nikmati buah kesombongan dan pengkhianan yang kau lakukan ,Haris.Jangan- jangan dalam kandungan Siska bukan benih Haris.👋👋👋🤣🤣🤣
Ade Chubi
syukurin
sunaryati jarum
Bagus Nindya Haris jika datang membujuk tinggal ingatkan semua kesalahannya.
Datu Zahra
katanya gundik kecelakaan, kaki terkilir parah, masa ya udha jalan². cepet amat sembuh
Alia Chans
kasihan banget ya jadi Nindy😣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Semangat dengan status dan kehidupan barumu
sunaryati jarum
Nikmati kehidupan yang telah kamu pilih Haris.Itulah jika kebaikan kau balas dengan pengkhiatan,kau dan Siska tidak akan pernah menemukan kebahagiaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!