NovelToon NovelToon
Alesha, Gadis Absurd.

Alesha, Gadis Absurd.

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Arka tak pernah berniat ikut campur dengan kehidupan Alesha. Namun, karena gadis absurd itu adalah sepupu dari sahabatnya sendiri, mereka terus dipertemukan dalam berbagai keadaan. Tingkah Alesha yang tak pernah bisa ditebak sering kali membuat Arka hanya bisa menggelengkan kepala. Mulai dari masalah sepele hingga kekacauan yang menghebohkan sekolah, Alesha selalu punya cara untuk membuatnya ikut terseret. Mau tak mau, sebagai ketua OSIS, Arka harus berkali-kali turun tangan menghadapi ulah gadis yang paling sulit dipahami itu.

Siapa sangka, dari semua kekacauan tersebut, perlahan tumbuh perasaan yang tak pernah mereka rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08.

Di kelasnya, Kevin masih mengikuti pelajaran seperti biasa. Wajahnya tetap tenang, seolah tidak ada yang berubah.

Namun, beberapa menit kemudian, suara bisik-bisik mulai terdengar dari bangku belakang.

"Eh, lo udah tahu belum? Murid baru yang tadi masuk itu adiknya Kevin."

"Iya? Serius?"

"Iya. Katanya namanya Alesha."

Kevin yang mendengar namanya disebut hanya melirik sekilas, lalu kembali fokus pada buku di depannya.

Teman sebangkunya yang menyadari itu langsung bersuara.

"Adik lo mulai terkenal, ya."

Kevin menoleh datar.

"Baru juga sehari."

"Tapi kayaknya dia lebih gampang dikenal daripada lo waktu awal masuk."

Kevin hanya menghela napas kecil.

"Dia memang begitu."

Tak lama kemudian, bel pergantian pelajaran berbunyi. Suasana kelas kembali ramai ketika guru berikutnya masuk.

Sementara itu, di kelas sebelah, Alesha masih duduk rapi sambil mencatat materi yang diberikan guru.

Meski sesekali ia masih merasa asing, senyum kecil tetap terlihat di wajahnya.

"Kayaknya sekolah baru ini nggak buruk-buruk amat," pikir Alesha.

Namun, tanpa ia sadari, beberapa teman sekelasnya mulai memperhatikannya. Bukan hanya karena dia adik Kevin, tapi karena sikapnya yang berbeda dari kebanyakan murid baru.

Dan hari pertamanya di sekolah baru ternyata baru permulaan.

Jam pelajaran terakhir akhirnya selesai. Guru yang mengajar keluar dari kelas, membuat suasana yang sejak tadi tenang perlahan berubah ramai.

Beberapa siswa mulai memasukkan buku ke dalam tas, sementara yang lain sibuk mengobrol menunggu bel pulang.

Alesha ikut merapikan barang-barangnya. Ia melihat jadwal pelajaran yang tertempel di meja, mencoba mengingat ruangan dan kebiasaan baru di sekolah itu.

"Les, lo langsung pulang?" tanya Dinda.

Alesha mengangguk.

"Iya. Kak Kevin nungguin."

"Oh iya, kakak lo."

Dinda tersenyum kecil.

"Beruntung banget punya kakak yang perhatian."

Alesha tersenyum tipis.

"Iya, kadang nyebelin, tapi baik."

Mereka tertawa kecil.

Tak lama kemudian, bel pulang pun berbunyi.

"Tring... tring..."

Siswa-siswa langsung berhamburan keluar kelas. Alesha berjalan bersama Dinda menuju koridor.

Di sisi lain, Kevin yang baru keluar dari kelasnya sudah berdiri bersama Arka, Alvian, dan Reza.

"Jadi gimana? Adik lo betah?" tanya Alvian.

Kevin melihat ke arah kelas Alesha.

"Kayaknya."

Reza menyeringai.

"Kayaknya?"

"Dia belum cerita banyak."

Arka yang sejak tadi diam hanya berkata singkat.

"Kalau lihat dari wajahnya, dia tidak punya masalah."

Kevin mengangguk kecil.

"Iya."

Tak lama kemudian, Alesha terlihat keluar dari koridor bersama Dinda.

Melihat kakaknya sudah menunggu, Alesha langsung berjalan menghampiri mereka.

"Akhirnya keluar juga," ujar Kevin saat Alesha mendekat.

Alesha mengangkat alis.

"Emang gue lama?"

"Iya."

"Padahal cuma beberapa menit."

Kevin hanya menatapnya datar.

"Menurut kakak, itu lama."

Alesha mendengus kecil, lalu menoleh ke arah Arka, Alvian, dan Reza.

"Kalian masih di sini?"

Reza langsung menjawab,

"Kita nunggu Kevin, bukan nunggu lo."

Alesha menyipitkan mata.

"Oh, jadi gue nggak penting?"

"Belum tentu," balas Reza santai.

Kevin langsung menatap Reza.

"Jangan cari masalah sama adik gue."

Reza langsung tertawa kecil.

"Iya, iya."

Alvian yang melihat itu hanya tersenyum.

"Baru beberapa hari, tapi kayaknya lo udah terbiasa sama suasana sini."

Alesha mengangguk bangga.

"Iya dong. Sekolah baru juga harus dinikmati."

Arka yang berdiri di samping mereka hanya melirik sekilas.

"Berisik."

Alesha langsung menoleh.

"Hah?"

"Suara lo."

Alesha terdiam sebentar, lalu menunjuk dirinya sendiri.

"Gue?"

Arka hanya mengangguk kecil.

Kevin menahan senyum melihat ekspresi adiknya.

"Jangan dipikirin. Arka memang begitu."

Alesha mengangguk pelan.

"Ooh... tipe yang hemat kata."

"Kurang lebih," jawab Alvian.

Alesha tersenyum kecil. Entah kenapa, meskipun baru mengenal mereka, ia merasa tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan diri.

Tanpa mereka sadari, hari-hari berikutnya akan membuat mereka semakin sering bertemu.

Sebelum pulang, Alesha sempat berpamitan dengan Dinda.

"Sampai besok, ya."

"Iya, Les. Jangan lupa besok jangan telat," balas Dinda sambil tersenyum.

Alesha mengangguk.

"Siap."

Setelah itu, ia berjalan kembali menghampiri Kevin yang sudah menunggu di dekat motor.

"Udah selesai pamitnya?"

"Udah."

Kevin menyerahkan helm cadangan kepadanya.

"Pakai."

Alesha menerima helm itu sambil tersenyum kecil.

Di belakang mereka, Reza masih memperhatikan dengan ekspresi geli.

"Lucu juga lihat lo jadi kakak yang perhatian."

Kevin langsung menoleh datar.

"Kenapa?"

"Nggak biasa aja. Biasanya lo cuek."

Alvian ikut menimpali.

"Iya, biasanya orang lain yang minta bantuan lo."

Kevin tidak menjawab, hanya memasang helmnya.

Sementara Arka yang sejak tadi diam hanya berkata singkat.

"Karena dia adiknya."

Kalimat sederhana itu membuat mereka bertiga terdiam sebentar.

Kevin hanya melirik Arka sekilas, lalu menyalakan motor.

Alesha sudah duduk di belakangnya.

"Ayo pulang."

Motor pun perlahan meninggalkan area sekolah, sementara Arka, Alvian, dan Reza masih berdiri melihat kepergian mereka.

"Adiknya memang beda," gumam Reza.

Alvian mengangguk.

"Kayaknya sekolah bakal jadi lebih ramai."

Perjalanan pulang terasa cukup santai. Alesha duduk di belakang sambil melihat pemandangan jalan yang perlahan mulai ia kenali.

"Kak."

"Hm?"

"Sekolah tadi lumayan seru."

Kevin tersenyum tipis.

"Baru sehari."

"Iya, tapi teman-temannya baik."

"Bagus kalau begitu."

Alesha terdiam sebentar, lalu kembali berbicara.

"Tapi kayaknya banyak yang kenal sama kakak."

Kevin tetap fokus mengendarai motor.

"Memangnya?"

"Iya. Dari tadi orang-orang ngomongin kak Kevin."

Kevin hanya menghela napas kecil.

"Jangan terlalu dipikirin."

Alesha terkekeh.

"Padahal menurut gue lucu."

"Lucu?"

"Iya. Kakak terkenal, tapi mukanya tetap kayak orang yang nggak peduli."

Kevin tidak menjawab. Ia hanya menggeleng kecil mendengar komentar adiknya.

Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah.

Alesha turun dari motor dan melepas helmnya.

"Akhirnya sampai."

Kevin memarkirkan motor, lalu berjalan masuk bersamanya.

Begitu pintu terbuka, suara oma langsung terdengar dari ruang keluarga.

"Kalian sudah pulang?"

"Iya, Ma," jawab Kevin.

Alesha tersenyum sambil masuk ke dalam rumah. Hari pertamanya di sekolah baru ternyata berjalan lebih baik dari yang ia bayangkan.

Oma tersenyum melihat Alesha yang terlihat lebih ceria dibandingkan kemarin.

"Gimana sekolah barunya?"

Alesha langsung duduk di sofa sambil meletakkan tasnya.

"Seru, Oma."

"Benarkah?"

"Iya. Teman-temannya baik, gurunya juga ramah."

Kevin yang baru saja duduk hanya melirik adiknya.

"Padahal baru hari pertama."

Alesha menoleh.

"Ya terus kenapa? Hari pertama juga bisa jadi menyenangkan."

Oma tertawa kecil melihat perdebatan kecil mereka.

"Kamu memang tidak berubah, Les."

Alesha tersenyum bangga.

"Memang harus begitu."

Kevin hanya menggeleng pelan.

Tak lama kemudian, terdengar suara dari arah tangga. Opa turun sambil melihat mereka yang sedang berkumpul di ruang keluarga.

"Sudah pulang?"

"Iya, Pa," jawab Kevin.

Opa lalu menatap Alesha.

"Bagaimana sekolahnya?"

Alesha langsung menjawab dengan semangat.

"Bagus, Opa. Aku sudah punya teman."

"Syukurlah."

Opa tersenyum lega. Ia memang sempat khawatir Alesha akan kesulitan beradaptasi di lingkungan baru.

Sementara itu, Alesha mulai bercerita tentang hari pertamanya, mulai dari kelas, teman-temannya, hingga suasana sekolah.

Namun, saat sampai pada bagian tertentu, Kevin langsung tahu cerita itu akan menjadi panjang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!