Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.
Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.
Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.
Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon janda
Saat Sena memasuki kamar atasanya dengan izin Alya sendiri, dia terpanah oleh ruangan yang begitu rapi padahal semalam ketika meninggalkannya masih berantakan dan koper tergeletak sembarangan.
"Kapan mbak membereskan semuanya?" tanya Sena dengan mulut terbuka. Sebagai perempuan pemalas sepertinya, ini hal mustahil dilakukan hanya dalam semalam.
"Saat terbangun dini hari," jawab Alya yang masih bersiap-siap.
Ada yang berbeda dengan penampilan Alya kali ini. Rambut panjang blondenya tidak lagi tercepol rapi, melainkan dibiarkan tergerai sembarangan, di sisir seadanya tanpa model apapun. Sebab rambut Alya sudah bagus dari sananya.
"Mbak semakin cantik dengan rambut tergerai." Sena menaikkan kedua jempolnya.
"Kamu bisa saja." Alya terkekeh.
Setelah bersiap-siap, dia menyambar Trolley makeup yang berada di sisi tempat tidur.
"Kita harus bergegas," lanjut Alya dan dibalas anggukan oleh Sena.
Keduanya naik taksi menuju gedung resepsi yang akan dipergunakan oleh pengantin. Pestanya malam, sehingga Alya tidak perlu terburu-buru berangkat pagi.
"Jika memungkinkan dua atau tiga jadwal dalam sehari ambil saja Sena," ucap Alya tiba-tiba. "Apalagi paketnya reguler di mana kita nggak harus menunggu sampai acara selesai."
Alya masih fokus pada ponselnya sehingga tidak menyadari ekspresi terkejut Sen, tetapi tidak kunjung protes.
"Saya membutuhkan uang lebih untuk membayarmu juga merawat alat-alatku," lanjut Alya dan dijawab anggukan oleh Sena.
Mereka tiba di gedung yang disewa oleh mempelai pengantin. Alya tidak membuang waktunya meski tidak juga buru-buru merias pengantin. Sebab dia tahu akad dan resepsi adalah momen sakral seumur hidup yang tidak boleh beratankan.
"Saya senang banget bisa memakai jasa mbak di hari istimewa ini. Awalnya saya khawatir jadwal mbak bentrok dan berakhir menolak permintaan saya," ujar klien Alya yang telah selesai di rias dan puas dengan maha karya yang Alya ciptakan.
"Kamu tampak cantik dengan balutan gaun dan make upnya. Semoga pernikahanmu bahagia, sehidup semati dan sesurga," bisik Alya menepuk pundak kliennya.
Dia segera berpamitan ketika memastikan semuanya telah selesai. Namun, saat tiba di lobi perutnya terasa aneh, dia seolah ingin memuntahkan isinya.
"Aku akan menyusul," ucap Alya pada Sena dan berlari ke arah kamar mandi. Terlalu buru-buru dia sampai menambrak seorang pria berjas putih.
Bahkan pria yang Alya tabrak mengikuti sampai ke depan kamar mandi pemisah antara laki-laki dan perempuan. Berdiri di sana dengan gugup dan terus menatap pintu kamar mandi.
"Alya," panggil pria itu setelah Alya keluar.
"Ad-Adrian?" Bahkan rasanya Alya tidak sudi memanggil Adrian dengan sebutan mas lagi.
"Syukurlah mas menemukan kamu. Sekarang kamu tinggal di mana? Apakah kamu baik-baik saja? Kamu sakit?"
"Aku baik-baik saja dan nggak perlu peduli berlebihan," jawab Alya menarik tangannya yang digenggam oleh Adrian. "Tolong urus surat cerai kita secepatnya, aku ingin terbebas darimu."
"Tapi mas...."
"Kasian istri dan calon anakmu jika dibiarkan berlarut-larut. Safira membutuhkan status yang sah," potong Alya cepat dan berlalu.
Menyisakan Adrian dengan kekacauannya, apalagi melihat betapa cantik Alya dengan rambut tergerai. Dia yakin setelah perceraian banyak pria yang akan mendekatinya dan Adrian tidak mau itu terjadi.
"Harusnya mas nggak egois seperti ini!" sentak Adrina dengan wajah kesalnya. Memang Adrian datang ke gedung itu bersama Adrian tetapi berbeda tujuan dengan Alya tadi.
"Berhenti menganggu kak Alya dan biarkan dia bahagia. Apakah menduakan cintanya nggak cukup untuk mas?"
"Mas mencintainya Adrina."
"Mis mincintiinya Idrini," cibir Adrina. "Urus noh pelakor mas di rumah. Jangan sibuk memperhatikan calon janda mas."
.
.
.
Hari ini isi banya dikit, semoga malam udah lancar jaya isi kepala author.
Jangan lupa meninggalkan jejak ya🥰
makin besar kepala aja diaa....
Biarkan Alya dengan kebahagiaan nya