NovelToon NovelToon
Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Murni / Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda
Popularitas:556
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.

Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 RASA IRI

Selama seminggu Tania berkerja dirumah Buk Seno dan kini Tania kembali kerja di restoran, Buk Seno pun sudah masuk kembali mengawasi restorannya bersama Burhan yang berada disana pada sore hari. "Bagaimana kabar kalian semua selama saya tinggalkan"

"Sepi lah Buk" ucap Rangga dengan spontan.

"Yang penting restoran baik-baik saja tidak kurang satupun dan para pelanggan bertambah"

"Kalau masalah pelanggan Buk itu berlimpah terus, kadang sampai ngak ke ambil-ambilkan" Buk Seno tersenyum lebar.

"Terima kasih atas semangat kalian semua, walau saya tidak ada disini semangat kalian untuk bekerja tetap sama dalam memajukan resto ini"

"Tentu Bu, kami cari hidup dari sini apapun akan kami lakukan agar selalu hidup." Buk Seno sangat puas memiliki karyawan berdedikasi tinggi dalam bekerja di restorannya.

Sementara Tania yang sudah selesai beres-beres hari itu duduk menunggu pelanggan sambil menyiapkan pak kotak untuk bungkusan. "Senang ya satu minggu nyantai dirumah Bos, dijemput dan diantar jadi anak emas Buk Seno kamu ya Tania" Santi menyindir Tania karena selama ini tidak masuk, selalu berada dirumah Buk Seno.

"Ngak, aku kerja disana Kak ngurusin Buk Seno, Ibu Seno yang minta aku bantuin Ibu, dan aku disana sama seperti kerja di resto, juga datang pagi dan pulangnya sudah sangat larut, aku diantar Mas Burhan atas permintaan Ibu Kak"

"Senang Dong dapat gaji tambahan dan berada di dekat Mas Burhan ya?" Tania tidak mengerti perkataan Santi yang sebenarnya diliputi rasa cemburu kepada Tania.

"Ngak kak aku tak ada minta uang tambahan dan aku sama Mas Burhan ngak banyak bicara, dia cuma jemput aku dan ngantar itu saja"

"Alah bohong kamu, masa ngak ada gaji tambahan, kan kamu kerja private. rawat Bos atau sudah kenyang aja lihat wajah ganteng Mas Burhan"

"Kak aku tulus bantuin Buk Seno, aku tak pernah mengharapkan imbalan apapun dan soal Mas Burhan dia laki-laki yang baik dan sopan siapa pun pasti suka sama dia tapi aku tahu batasan aku kak, jadi jangan kwatir"

"Kau boleh dekat ibu Seno tapi jangan dengan Mas Burhan dia milik ku Tania kau harus tahu itu" Tania bingung dengan percaya diri Santi mengklaim Mas Burhan miliknya. Dan tanpa dia sadari bahwa percakapan itu didengar oleh Buk Seno yang tak sengaja berdiri disana.

"Aku tak ingin mencari persaingan Kak, aku kerja disini agar aku dan ibuku bisa makan, kalau kakak naksir dengan Mas Burhan itu urusan Kakak bukan aku, aku hanya kerja titik itu saja. Aku menghormati Buk Seno dan Mas Burhan sebagai Bos aku tak lebih. Jadi kakak ngak usah cemas."

Tania meninggal kan Santi sendiri, Buk Seno cepat-cepat sembunyi agar dia tidak ketahuan mendengarkan percakapan itu.

Sekali lagi Buk Seno takjub melihat ketegasan Tania. Dia tahu bahwa telah lama Santi menyukai Burhan namun Burhan tidak pernah menyukai Santi yang terlalu agresif.

Sore itu Burhan datang kembali ke resto Mama nya, Santi dengan antusias, mendekati Burhan namun Burhan selalu memperhatikan Tania yang nampak sibuk melayani pembeli. Cara Tania melayani pembeli dengan senyuman menarik simpati pembeli.

"Burhan bagaimana Menurut kamu Santi dan Tania sebentar lagi kita akan memilih karyawan terbaik yang selama ini selalu dipegang oleh Santi"

"Pakai poling pelanggan aja Ma, siapa mereka pilih, setiap suara yang masuk akan kita kasih kupon gratis"

 "Iya itu sudah bisa diatur oleh manajemen resto nanti. Tapi Mama ingin tanya kamu bagaimana penilaian kamu dengan kedua gadis tersebut"

"Burhan apa kamu tidak menyukai Tania, rasanya apa yang kamu cari selama ini ada pada diri Tania, dia sangat perhatian kepada Mama walau dia masih baru, tapi perjuangan dia menyelamatkan Mama sangat luar biasa. Mama ingin punya menantu seperti itu keibuan, baik dan pintar"

Burhan terdiam karena dia tak ingin melawan atau menjawab perkataan ibunya yang akan memicu sakitnya nanti. "Aku suka dia baik dan telaten, serta pekerjaan keras walau dia wanita"

"Apakah kamu tidak tertarik dengan dia Burhan? Buk Seno mulai memancing perasaan anaknya.

"Siapa yang melihat Tania pasti akan tertarik Ma dia sangat ramah dan murah senyum"

"Bagaimana jika Mama menyukainya untuk calon menantu Mama Nak" Burhan terdiam, dia tahu kemana arah ucapan Mamanya yang mulai menjodohkan dirinya"

"Terserah Mama saja Mana yang terbaik untuk Mama sekarang bagi Burhan"

"Benaran Burhan kamu mau kalau ibu dekatkan dengan Tania Nak" Hati Buk Seno sangat girang karena baru kali ini anaknya menyerah seperti ini. ada rasa tidak percaya akan ucapan anaknya Buk Seno mengulang lagi perkataanya.

"Benaran kamu Burhan mau Mama dekatkan kepada Tania, nanti jangan-jangan kau permainkan dia, kasihan dia sudah banyak menolong Mama" Burhan menatap wajah Mamanya yang penuh harap, ada rasa kasihan kepada Mamanya yang sudah mulai tua walau dipoles make Up.

"Aku terserah Mama saja aku menyerah pada pilihan Mama" Burhan kembali menegaskan jawaban.

"Apa kamu menyukai Santi, kalau kamu pernah menyukai Santi sebaiknya kamu katakan sebelum kamu Mama dekatkan dengan Tania"

"Tidak aku tak pernah berfikir untuk melirik Santi atau mendekatinya kami hanya berurusan bisnis menu" Tanpa disadari Santi yang berdiri dekat pintu karena ingin masuk ke ruangan Buk Seno mendengarkan diskusi kedua ibu beranak tersebut.

Hatinya merasa sakit ternyata Burhan tak pernah meliriknya atau menyukainya tapi dia tidak membela diri ketika Mamanya menawarkan untuk. mendekatkan Tania kepada Burhan.

"Mama ingin kalau kamu tidak memiliki Pacar atau dekat dengan Santi Mama berharap kamu dekati Tania agar dia punya perasaan kepada kamu Nak, Mama sangat hutang budi kepadanya. Rasanya tidak ada yang bisa membayar semua jasa nya menyelamatkan nyawa Mama malam itu."

"Baik sabtu besok aku akan bermain kerumahnya menemui ibunya, kala Mama mau ikut silakan kita pergi bareng"

"Iya Mama ingin ikut,Mama ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibunya telah mengizinkan anaknya menolong Mama" Dada Santi semakin sesak mendengar rencana Burhan dan Mamanya. Dia sangat kecewa karena Tania merebut Burhan darinya.

"Sial kamu Tania aku yang memasukan kamu di Resto ini tapi kamu yang jadi batu sandungan bagiku rupanya memiliki Mas Burhan, aku tak akan biarkan ini"

Santi menjauh dari Pintu tersebut, rasa iri dan benci kepada Tania kini mulai muncul di hatinya, karena sudah tahunan dia bekerja semua sudah tahu bahwa dirinya menyukai Burhan, Namun Burhan selalu menghindarinya. Tapi Tania yang baru saja masuk telah bisa mengambil hati kedua Bosnya, Buk Seno dan Burhan.

"Aku tidak boleh kalah Santi melihat Tania yang sibuk melayani Tamu disudut kursi Restoran, "Apa sih kelebihan kamu Tania, kamu memang cantik tapi kamu miskin, orang selevel Buk Seno mau mengambil kamu jadi menantu, apa mereka tidak Salah"

Pikiran Santi yang sudah mulai galau membuat dia tidak focus untuk bekerja hari itu, dia hanya ingin membuat Tania agar tidak betah disana "Aku harus singkirkan kamu Tania, aku bisa memasukan kamu kesini dan aku juga yang akan mengeluarkan kamu dari sini" Santi memiliki rencana besar untuk Tania agar gadis tersebut tersingkir.

Sore itu saat Buk Seno di kasir dan pengunjung yang cukup ramai Santi menjalankan aksinya, Tania yang selalu mengantarkan makanan untuk tamunya tidak sengaja pura-pura beradu dengan Tania dengan membawa minyak panas yang tidak terpakai lagi dengan panci steinless, Tania yang sedang membawa pesanan menumpahkan makanan yang sedang dibawanya dengan Napan, karena terkena minyak panas yang sengaja Santi tumpahkan ke tubuhnya. semua pesanan yang diambil oleh Tania dari chef bergelimpangan dilantai. Tamu yang perduli menolong Tania, Buk Seno juga menyusul Tania. "Aduh Tania kenapa?" Tania yang juga tersiram saus pedas dan minuman di bajunya diangkat ke dalam ruangan peristirahatan pegawai, tangan nya memerah karena tersiram minyak dari Santi untung saat itu Tania memakai celemek tebal. Sehingga minyak tidak seluruhnya mengenai badannya.

"Kamu kerja tidak hati-hati sudah berapa kerugian resto ini oleh kamu Tania begitu banyak pesanan yang kamu tumpahkan makanan enak semua, memalukan kamu itu, bergaya membawa membawa makanan itu semua akhirnya apa semua jatuh tidak bisa dimakan lagi" Santi berlagak menyembunyikan rencananya dengan menyalahkan balik Tania.

"Sudah Santi tangan Tania Melepuh, kenapa kamu membawa minyak keluar dari dapur bukankah sudah ada jalannya, itu jalan untuk pengambilan makanan dari chef kenapa kamu malah jalan disana" tanya buk Seno kepada Santi, kamu beri obat ini untuk sementara, kita bawa Tania ke klinik, Burhan akan menuju kesini" Mendengar Burhan yang akan membawa Tania Santi kelabakan.

"Pintu arah dapur terkunci dan kuncinya tidak ditemukan maka saya lewat berputar"

"Dia tidak apa-apa buk, nanti dia kebiasaan masa segitu saja tersiram minyak sedikit saja membawa napan sampai jatuh"

"Dia terkena minyak Panas, jangan kamu bilang ini ringan Santi."

"Bawa aja buk Kasihan paha dan tangan Tania. melepuh karena minyak dan sup panas serta cabe panas udah bercampur aduk jatuh, itu tangan nya sudah melepuh" Ucap Rangga yang melihat Tania meringis kesakitan.

"Ada apa ya Ma berkumpul disini" Tiba-tiba Burhan muncul. ditempat itu, Buk Seno menceritakan kejadian yang dialami oleh Tania dan Santi.

"Entahlah Nak lihatlah tangan Tania dan pahanya melepuh, kita bawa dia ke klinik Burhan"

"Baik Ma, Burhan dengan spontan mengangkat Tania dengan tidak dia sangka"

"Kamu Santi temani Tania"

"Baik Buk" Santi mengikuti Burhan yang sudah berjalan dulu" Dengan buru-buru Burhan membawa Tania yang sudah mulai kesakitan.

1
Delsi Irma
Hai singgah di ceritaku ya... 😍 jangan lupa komen dan like nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!