Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU NENEK.
Feng Li Nan juga merasa heran, kenapa para Pembunuh bayaran tidak bisa membunuh gadis itu. Bukankah para pembunuh bayaran itu memiliki ilmu yang cukup tinggi, lalu di mana salah mereka..? Kenapa hanya membunuh gadis yang lemah, bodoh dan tidak memiliki ilmu beladiri sama sekali , mereka gagal melakukannya. namun kekesalannya melihat kegagalan para pembunuh bayaran untuk membunuh gadis itu, sedikit terhibur saat melihat kemarahan pada Nyonya Lu
"Dasar gadis Sialan, dia selalu membuat masalah. apakah Dia tidak merasa bersalah setiap membuat masalah seperti ini. kenapa dia tidak bisa menjaga sikap dengan benar. bukankah Dia baru kembali dari Kuil Agung. Lalu apa yang Dia hasilkan dari Dia tinggal di Kuil Agung selama satu minggu ini. Dasar gadis tak tahu diri. Ayo kita temui Dia . " Ucap nyonya Lu dengan wajah terlihat sangat marah .
"Ibu , Sabar Bu.. Nanti ibu sakit lo..." Ucap Feng Li Nan dengan wajah lembut munafik.
Dengan segera Nyonya Lu dan Feng Li Nan keluar menuju pintu gerbang. Saat mereka sampai di pintu gerbang, mereka melihat Guang Manyue sedang berdebat dengan dua penjaga. Di sekitar mereka terlihat banyak penduduk yang melihat pertengkaran mereka. Segera nyonya Lu Dan Feng Li Nan mendekati mereka.
" Ada apa ini.. kenapa kalian membuat keributan di depan pintu gerbang, apakah kalian tidak merasa malu. " seru Nyonya Lu dengan wajah marah. Mendengar suara teguran , Guang Manyue yang sedang berdebat menghentikan ucapannya . Dia melihat kearah orang yang menegur mereka. Terlihat seorang ibu dan seorang wanita muda bersama beberapa pelayan sedang berdiri menatap kearah mereka. Wanita paruh baya itu berwajah cantik dan anggun. terlihat wajahnya sedikit beneran karena marah . sedangkan Wanita muda yang berdiri di sisi nya terlihat tersenyum licik. Dan para Pelayan menatap Dia dengan tatapan menghina. seketika Lu Guan Yue menyadari siapa mereka ini. ibu kandung tubuh ini, dan si teratai putih.
( Oo.. Inikah Nyonya Lu yang bodoh itu.? Ibu yang menindas Putri kandung nya hanya karena menjaga perasaan Putri yang bukan darah dagingnya, yang sudah dia rawat selama ini ...? Harimau saja masih lebih pintar dari Dia, seekor hewan tidak akan tega membunuh dan membenci darah dagingnya, Tapi Dia.. karena hasutan dari Putri angkatnya dan menjaga kasih sayang pada sang Putri Angkat, dia tega mengabaikan dan menindas putrinya sendiri. Tanpa tahu kebenarannya, dia menghukum dan mengabaikan Putri kandungnya . Dan dengan tega mengirim ku ke Kuil Agung selama satu minggu. Benar- benar ibu hebat. Ck.. Kasihan sekali.. Sekarang dia begitu membela gadis itu, tapi dia tak akan pernah menduga, kalau Bencana kehancuran keluarga Jendral Feng karena ulah sang Putri angkat. ) . ucap Guang Manyue dalam hati, sambil menatap wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu gerbang . Tapi yang tidak di sadari Guang Manyue adalah, suara hatinya terdengar oleh Nyonya Lu . Semua yang dia ucapkan tadi sangat jelas di dengar oleh wanita paruh baya tersebut . Terlihat wajah Nyonya Lu kaget bukan main.
" Siapa.. Siapa yang berbicara ngawur ini ha..?" Serunya marah. Dia yang sedang menatap Guang Manyun tidak melihat gadis itu membuka mulutnya . jadi tentu bukan dia. Dia menatap sekitarnya.
"Ibu..bicara ngawur apa..? siapa yang bicara ngawur Bu...?" Tanya Feng Li Nan dengan wajah heran.
.
"Kau tidak mendengar suara wanita yang sedang bicara ngawur. ?" Tanya Nyonya Lu keheranan.
"Bicara ngawur..?Li Nan tidak mendengar wanita yang sedang berbicara Bu...Aku malah sedang mendengar laporan Pengawal yang membicarakan Adik Manyue.. ibu bisa lihat dan dengar sendiri perkataan mereka " Dan Nyonya Lu memang melihat kalau pengawalnya sedang melaporkan kesalahan Guang Manyue .
" Dia datang langsung marah- marah nyonya.. Dan saat kami meminta dia masuk lewat pintu samping, dia menolak..." Ucap pengawal membela diri dengan nada bangga. .
"Pintu samping...? " Ucap Nyonya Lu terlihat berwajah heran.
(Heran kan... apakah kau tidak tahu kalau selama ini Putri kandungmu tidak pernah di ijinkan menginjak pintu depan rumahmu Nyonya . Mereka mengatakan kalau kaulah yang melarangnya. Bukankah ini larangan yang hebat Nyonya Lu..) ucap Guang Manyue dalam hati. Nyonya Lu kembali bingung saat mendengar suara itu . mendengar ucapan dan nada suara itu, Dia mulai curiga, kalau suara itu adalah suara Guang Manyue. Dia menatap gadis itu. Tapi dia tidak melihat Guang Manyue membuka mulutnya. Dan di depan Nyonya Lu, terlihat Ansi berusaha menyangkal perkataan Penjaga
"Dia bohong Nyonya.. Dia tadi menghalangi kami masuk kedalam Halaman kediaman, mereka berkata kalau Nona Guang Manyue tidak boleh lewat pintu utama, kami hanya boleh masuk lewat pintu samping. Dan itu perintah Nyonya sendiri. Apakah semua yang di katakan mereka benar adanya nyonya. ? apa benar kami tidak di ijinkan lewat pintu gerbang utama..? " Tanya Ansi sambil menatap nyonya Lu. . Sedangkan nyonya Lu masih menatap pada Guang Manyue dengan wajah penasaran.
"Apakah suara itu suara Guang Manyue..?Tapi kenapa Feng Li Nan tidak mendengar juga..?Apakah hanya aku yang bisa mendengar suara itu, . " Ucap Nyonya Lu dalam hati. Dia menatap kembali pada semua orang. Walaupun Dia curiga pada Guang Manyue, tapi dia masih Mencari siapa sebenarnya yang barusan berbicara. Pada saat itu tiba-tiba terdengar suara kembali.
(Kenapa nyonya Lu tidak menjawab pertanyaan Ansi, atau dia bingung menjawab pertanyaan sederhana itu. Tinggal jawab saja Iya atau tidak, gampang kan.. Lalu aku akan membuat dia semakin benci padaku. Dan kalimat yang aku harapkan akan terucap dari mulutnya. Kalimat pengusiran yang di tunjukkan padaku . dan aku dengan senang hati akan keluar dari kediaman ini. Atau, apakah aku tambah saja apinya ya.. biar dia semakin marah. ) ucap hati Guang Manyue. Mendengar suara itu kembali, tatapan Nyonya Lu terlihat mengarah pada Guang Manyue. Dan Dia melihat kalau Guang Manyue tidak membuka mulutnya. Dan tak lama Guang Manyue berkata.
"Nyonya Lu.. Kalau memang itu perintah anda, baiklah kami minta maaf, kami salah nekad ingin lewat gerbang utama, seharusnya kami sadar, kalau kami hanya boleh masuk lewat pintu samping.. maafkan kami Nyonya... " Ucap Guang Manyue dingin.
( sekarang aku ingin tahu, apa yang akan Nyonya Lu lakukan padaku, apakah Dia akan semakin membenciku, lalu segera mengusir ku dari tempat ini ...? Waah.. Jika itu terjadi, itu sangat Kebetulan sekali. Karena aku mengharapkan Dia segera mengusir ku. Dari pada aku terkena sial mereka , lebih baik aku keluar dari rumah ini. Kalau soal janji, aku bisa melakukannya dari luar Kediaman ini . Ayo Nyonya.. Usir saya. Biarkan aku pergi dari kediaman kalian) ucap Guang Manyue lagi.
Mendengar serentetan ucapan Guang Manyue, barulah Nyonya Lu menyadari, kalau suara yang dia dengar adalah suara Guang Manyue.
("Ternyata suara itu suara hati Guang Manyue.. Lalu Apa yang terjadi, kenapa aku bisa mendengar suara gadis itu tanpa dia membuka mulutnya ., tunggu... apakah ini suara hati Gadis itu. Dan apa tadi, Dia ingin pergi dari rumah ini..? lalu apakah benar semua yang dia katakan tentang Nan'er.. kalau Nan'er akan membawa bencana di rumah ini..? ) tanya Nyonya Lu dalam hati dengan wajah kaget dan Syok . Kini di dalam hati mulai ada keraguan dan waspada pada Feng Li Nan. Walaupun itu hanya sedikit saja. Setelah terdiam cukup lama, nyonya Lu menatap Pengawal dan Ansi bergantian. Dia tidak bisa menilai keduanya. Karena sejak tadi dia tidak mendengar omongan Ansi, tapi dia sempat mendengar kata- kata Guang Manyue . Dan juga penjaga yang menyuruh Guang Manyue lewat pintu samping. Karena itu Dia menatap kembali pada Penjaga.
"Jadi keributan ini hanya karena Dia mau masuk kedalam rumah lewat gerbang utama ..?" Tanya Nyonya. Lu dengan wajah heran . Sedangkan Feng Li Nan terlihat gelisah dan wajahnya sedikit pucat . Namun beda dengan penjaga di depan mereka. mendengar ucapan Nyonya Lu penjaga tersebut merasa kalau tindakan Dia tadi benar adanya. Karena itu dia berbicara dengan lantang dan bangga .
"Benar Nyonya.. Semua ini gara- gara gadis sialan itu memaksa masuk lewat pintu gerbang ini . Hamba sudah menyuruh dia lewat pintu samping, tapi dia memaksa masuk lewat pintu gerbang ini.. Dan saat Kami tidak mengijinkannya, Dia marah dan memukul kami Nyonya " Ucap penjaga berbicara dengan nada seolah mereka telah teraniaya . Tentu saja ucapan penjaga tersebut membuat Nyonya Lu kaget.
" Jadi Kalian tidak memperbolehkan Dia masuk lewat Pintu ini. ? Kenapa, kenapa kalian tidak memperbolehkan Mereka lewat pintu ini? sejak kapan itu...?" Tanya nyonya Lu dengan wajah heran .
( Ha ha ha.. Kenapa wajah anda kaget dan heran nyonya. Apa yang mereka lakukan memang perintah yang harus mereka kerjakan. jangan menyalahkan mereka , Mereka tidak salah, mereka tidak tahu kalau perintah tersebut adalah perintah Putri kesayangan anda . Yang Mereka tahu , perintah itu perintah Anda.. Putri anda benar- benar gadis yang baik kan..? Tapi lihat saja apa yang Putri anda lakukan agar Penjaga tak menjawab pertanyaan anda , sebentar lagi pasti Putri kesayangan anda akan berpura-pura kepalanya pusing lalu jatuh pingsan . Bukanlah itu senjata ampuh yang selalu dia lakukan. Dan anda yang bodoh selalu mempercayainya. Dasar gadis penuh drama...) terdengar kembali suara Guang Manyue yang berbicara dalam hatinya dengan nada sinis. mendengar omongan Guang Manyue, nyonya Lu kaget dan tak percaya . Dia ingin memarahi gadis itu karena telah menuduh Feng Li Nan sejak tadi. Namun sebelum dia berbicara tiba-tiba Feng Li Nan berkata.
" Adu ibu.. Kenapa kepalaku sakit sekali..sangat sakit ibu.." Gadis itu memegang kepalanya dengan wajah kesakitan. Dan tak lama Dia menjatuhkan diri, dan pingsan. Melihat semua itu, nyonya Lu menatap Guang Manyue dengan tatapan kaget dan tak percaya .
(Nah..benar kan. dasar gadis penuh drama. Dia takut kalau sang ibu yang bodoh ini akan mendengar kebenaran perbuatannya. Dia takut nyonya Lu tahu kebohongan yang selama ini dia lakukan dengan menggunakan nama sang ibu. Dasar gadis munafik) kembali Guang Manyue mengumpat dalam hati. Mendengar kembali ucapan Hati Guang Manyue , keraguan di dalam hati nyonya Lu semakin bertambah . Namun dia berusaha menyangkal dan tidak percaya .
" Apa benar seperti itu. ? Tidak, itu tidak mungkin.. Mana mungkin Li Nan memiliki sifat jahat seperti itu) ucap nyonya Lu dalam hati. Karena itu dia berkata pada pelayannya.
" Bawa dia masuk ke kediamannya, nanti aku akan menyusul kesana ..."Ucapnya dengan tegas.
" Baik Nyonya.. " Jawab dua pelayanan Li Nan. Mereka segera berjalan menuju tubuh Feng Li Nan yang pingsan. sedangkan Nyonya Lu tetap berdiri di sana sambil melihat pelayanan peegi membawa Feng Li Nan . Setelah mereka pergi , Nyonya Lu menatap kembali pada kedua penjaga
" Siapa yang menyuruh kalian menghalangi Nona kedua masuk melalui gerbang utama ini " Tanya nyonya Lu pada si penjaga dengan nada kesal .
"Nyonya.. Bukankah itu perintah nyonya sendiri pada kami. ? " Jawab si penjaga. Tentu saja ucapan penjaga membuat nyonya Lu kaget bukan main .
(Ini... Kenapa ucapan hati gadis itu benar adanya ) kata nyonya Lu dalam hati .
"Aku..? aku yang memberi perintah pada kalian.. ? kapan itu ? " tanya Nyonya Lu dengan tatapan rumit .
"sejak kedatangan Nona Guang Manyue.. " ucap salah satu dari mereka. Terlihat wajah nyonya Lu kaget bukan main
(Ha ha ha... Kaget kan...? Dan sebentar lagi karena melihat sang ibu tidak ikut kembali masuk kedalam kediaman , Putri kesayangan akan siuman dan kembali kemari untuk membawa sang ibu pergi . Tentu saja semua itu dia lakukan agar sang ibu tidak bertanya lebih lanjut pada para pengawal . dan dia akan berkata, ibu...ayo kita masuk, tidak baik berbicara di depan pintu gerbang. Lagi pula kepalaku sakit sekali, Kita ajak saja adik masuk kedalam rumah... Ck..Dasar gadis penuh akal licik dan munafik. ) ucap Manyue dalam hati. Dan benar saja apa yang di katakan Guang Manyue dalam hatinya . baru saja ucapannya berhenti, tiba-tiba Li Nan muncul kembali bersama dua pelayannya yang membawa Dia masuk kedalam. Dan gadis itu berlari kedalam pelukan sang ibu.
" Ibu... " Seru nya dengan suara manja.
" Lo.. Kau sudah sadar..! laku kenapa kau kemari lagi..? " Ucap Nyonya Lu dengan wajah kaget. Bukan kaget karena Feng Li Nan sadar, tapi kaget karena kebenaran ucapan hati Guang Manyue.
"Aku sudah sadar dan aku tidak melihat ibu..ayo kita masuk Bu.., aku takut ibu sakit, lagi pula tidak baik kita berbicara di depan pintu gerbang . Kita ajak adik masuk ke dalam saja Ya ?" Ucap Li Nan dengan suara lembut dan manja. Tentu saja tingkah Li Nan dan kata- kata yang Dia ucapkan membuat nyonya Lu kembali di buat kaget. Sebab semua ucapan hati Guang Manyue benar adanya.
(Kenapa gadis itu bisa menebak apa yang akan di lakukan Feng Li Nan... apakah selama ini kami salah..?) ucap nyonya Lu dalam diam. tak lama terdengar kembali ucapan Guang Manyue.
(Dan jika sang ibu tidak mau masuk, Dia akan berpura-pura sakit kepala lagi agar sang ibu mau kembali ke kediaman. Aah.. Gadis, penuh tipu muslihat) kembali terdengar suara Guang Manyue yang membuat nyonya Lu menatap Li Nan dengan tatapan kesal. Melihat sang ibu tidak beranjak pergi, Li Nan terlihat kesal. Dan..
" Ibu... Kepalaku sakit sekali, kita masuk saja ya.. Kita ngomong dengan kakak baik- baik di dalam " Ucap Li Nan dengan wajah menyedihkan. Melihat kenyataan di depannya membuat nyonya Lu merasakan perasaan kecewa sekaligus sakit. Apakah selama ini Dia benar- benar di bodohi gadis ini. Lalu apa yang telah mereka lakukan pada Guang Manyue. Perasaan kecewa, marah, sedih dan penyesalan melanda hatinya. Akhirnya dia hanya bisa berkata.
" Baiklah ayo kita masuk.. " Ucap nyonya Lu dengan wajah terlihat muram.
Mereka segera masuk kedalam kediaman Jendral Feng. Namun saat mereka melangkah menuju tempat tinggal nyonya Lu, seorang pelayan dari kediaman Nyonya tua Feng datang menghalangi langkah mereka.
" Selam nyonya besar Lu.. " Ucap Pelayan paruh baya tersebut sambil menunduk memberi hormat .
"Ada apa Bibi Wang.. apakah ada pesan dari ibu..?" tanya Nyonya Lu dengan wajah masih terlihat muram.
" Maaf hamba mengganggu perjalanan kalian, Nyonya tua meminta nyonya dan kedua Nona untuk datang ke kediaman Nyonya tua... " Ucap Pelayan paruh baya yang merupakan pelayan kepercayaan nyonya Tua Feng. Melihat pelayan itu, membuat Guang Manyue tersenyum sekilas. Karena Dia tahu kalau Nenek tua Feng yang memiliki nama asli Wan Ji sangat memperhatikan Dia. Nenek dan Kakek Fenglah yang berusaha menemukan Dia . Dan Selama dua tahun di rumah ini, hanya Nenek Feng lah yang banyak membela dia. Sedangkan Kakek Feng yang jarang keluar dari kediamannya tidak banyak tahu keadaan Guang Manyue . Dan Manyue juga tahu kalau si Gadis Teh hijau Li Nan tidak terlalu suka pada sepasang lansia tersebut. Karena semenjak mereka tahu kalau Li Nan bukan Putri asli Tuan Feng Ji Dan ( sang Jendral besar) mereka seolah memberi batasan pada gadis itu. Dan kini Nenek tua itu telah memanggil mereka bertiga untuk datang ke tempatnya . Bisa di tebak saat ini wajah Li Nan pasti terlihat kesal.
" Baik Bibi Wang.. Kami akan kesana... " Ucap Nyonya Lu dengan segera.
" Kalau begitu saya pergi dulu Nyonya. " Ucap Bibi Wang dengan sopan
" Pergilah Bi... " Jawab nyonya Lu. Segera pelayan tua itu pergi meninggalkan mereka.
"Waah.. Pertunjukan lagi. Pasti si Teratai hijau ini akan berusaha untuk tak bertemu dengan Nenek. Karena Dia tahu kalau dia tidak bisa merayu Nenek agar membenciku. ) kembali Nyonya Lu mendengar suara Guang Manyue . Dan benar saja, Tiba-tiba Li Nan berkata
" Bu.. Sepertinya aku tidak bisa ikut kalian bertemu Nenek. Karena aku merasa kepalaku sangat sakit.. " Ucap Li Nan sambil memegang kepalanya.
" Ada apa kamu nak... Apakah kau sakit..? Lebih baik kita panggil Tabib. Jun... Panggilkan tabib...! " Seru Nyonya Lu sambil memegang lengan Li Nan.
" Tidak usah Bu.. Biar aku kembali dulu ke tempat tinggal ku . Aku akan istirahat sebentar pasti pusing ku hilang.. " Ucap Li Nan buru- buru.
" Tidak Li Nan.. Kau harus, di periksa.. Pelayan panggil tabib.." Ucap nyonya Lu dengan cepat. Terlihat Li Nan wajahnya cemas. Sedang kan Guang Manyue berusaha keras menahan tawanya
" Tumben ibu bertindak benar. Ha ha ha.. Rasain kau Yue Ri, lalu apa yang akan kau katakan jika Tabib mengatakan kau sehat saja. Tapi dia kan Putri kesayangan , apapun yang dia lakukan bukan masalah untuk ibu. Lebih baik aku berfikir, bagaimana caranya agar bisa keluar dari rumah ini. Terlepas dari keluarga jahat yang akan segera musnah dari dunia ini. mungkin itu jalan terbaik yang harus aku lakukan ) ucap hati Manyue yang membuat Nyonya Lu terdiam dan tiba-tiba merasakan perasaan bersalah pada Guang Manyue .
(Ya Dewa.. Apakah selama ini aku salah sangka pada Putri kandungku. Apakah benar kalau semua sikap Li Nan hanyalah kebohongan semata. ..? Benarkah gadis ini selalu memfitnah Putri kandungku ) ucap Nyonya Lu dalam hati. . Tak berapa lama pelayan datang bersama seorang tabib. Dengan segera tabib memeriksa Li Nan.
"Tabib,Bagaimana keadaan Putriku..? " Tanya Nyonya Lu saat tabib sudah memeriksa Li Nan.
" Jangan khawatir Nyonya. Nona Muda Li baik- baik saja. " Ucap sang tabib
" Tapi dia tadi merasa kepalanya sakit, malah sampai jatuh pingsan. " Ucap Nyonya Lu. Seberkas perasaan curiga mulai tumbuh di hatinya .
"Kalau sampai seperti itu hamba tidak tahu Nyonya. Yang hamba lihat, tidak ada satu penyakit pun ada dalam tubuh Nona Muda. Dia sehat- sehat saja.. Mungkin hanya kecapean saja...tapi kalau anda kurang yakin, anda bisa memeriksakan pada tabib lain. ." Ucap sang tabib dengan wajah serius. Mendengar ucapan Tabib keluarga tersebut, Nyonya Lu terlihat wajahnya dingin. Dia menatap Li Nan yang duduk di sebelahnya dengan wajah pucat , dengan tatapan tajam. Melihat itu Gadis pembohong itu segera berkata.
" Ibu.. Mungkin tabib Sao kurang teliti memeriksa ku... Memang sekarang tubuhku sudah tidak bermasalah lagi .. " Ucap gadis itu buru- buru. ucapannya seolah menyalahkan tabib Sao.
" Maaf Nona.. Saya bukan hanya sekali memeriksa pasien. Sudah bertahun-tahun saya menjadi seorang tabib. Jadi saya tidak sembarangan memeriksa orang. Jangan sembarangan Menuduh orang. " Ucap tabib Sao dengan wajah terlihat tersinggung dan marah.
"Li Nan. Jaga ucapanmu. " Ucap Nyonya Lu marah.
" Tapi ibu. Aku mamang benar-benar sakit.. " Ucap Li Nan dengan wajah terlihat sedih.
"Cukup...!" Lalu nyonya Lu menatap Tabib Sao.
"Maafkan Putri saya tabib Sao. Sekarang anda bisa pergi. Sekali lagi maafkan kami... " Ucap nyonya Lu dengan bibir tersenyum.
" Tidak masalah Nyonya , hamba mengerti . kalau begitu hamba pamit undur diri.. " Ucap tabib tua tersebut dengan nada sopan.
" Silahkan, pelayan..antar tabib Sao." Ucap nyonya Lu . Seorang pelayan yang tadi membawa tabib Sao segera maju dan membungkuk memberi hormat dan segera mengantar tabib Sao keluar dari ruangan nyonya Lu. Setelah kepergian tabib Sao, nyonya Lu menatap Li Nan dengan tatapan tajam. Lalu berdiri dan berkata.
"Kita ketempat nenek. " Ucapnya dingin
"Baik ibu.. " Jawab Li Nan dan Guang Manyue bersamaan. Merekapun segera pergi ke tempat tinggal nyonya tua. Walaupun dengan wajah kesal , Li Nan tetap berjalan mengikuti sang ibu Terlihat Nyonya Lu pergi dengan wajah kesal. Ketika sampai di kediaman nyonya tua Feng, Mereka di sambut oleh pelayan kepercayaan nyonya tua. yaitu Bibi Wang dan Bibi Mou.
" Silahkan masuk Nyonya, Nona muda... " Ucap Bibi Mao sambil menundukkan kepalanya kepada nyonya besar Feng untuk memberi salam . Mungkin karena pengaruh perasaannya yang kesal, Nyonya besar Lu tidak menjawab salam sang Pelayan paruh baya tersebut. Wajahnya terlihat sangat kesal. Sedangkan Manyue dan Li Nan ikut masuk kedalam rumah tinggal sang Nenek.
"Salam ibu... " Ucap Nyonya Lu berusaha mengubah wajahnya agar terlihat tenang.
" Salam Nenek... " Ucap Guang Manyue dan Li Nan bersamaan .
" Duduklah kalian bertiga.. "Ucap nyonya tua lembut. Dia menatap Guang Manyue dengan tatapan sayang . Segera ketiganya duduk di kursi yang ada di depan sang Nenek
"Yue Yue.. Kau baru datang dari kuil, lalu kenapa tadi aku mendengar keributan di pintu gerbang..? " Tanya Sang nenek sambil menatap Guang Manyue dengan tatapan sayang .
" Tidak ada apa- apa nek.. Hanya Ada sedikit salah paham dengan penjaga.. " Ucap Ruang Manyue lembut.
" Iya bu... Ada Kesalahpahaman sedikit antara Yue'er dan penjaga baru.. " Ucap Sang ibu.
(Waa... Inikah nenek Li yang selalu menjadi pelindung dan menyayangiku. Wajahnya cantik dan anggun walaupun sudah tua. Seolah masa tua tak mengikis kecantikannya. Apakah Kakek juga tampan. Di dalam buku seingat ku keluarga ini memang tampan dan gagah. . Mereka produk unggulan. Hanya Li Nan saja yang beda. Wajahnya tidak terlalu cantik. Kulit juga tidak secerah mereka. Dan kalau ku lihat, wajahnya juga nggak ada mirip-miripnya. Melihat semua itu, mengapa mereka tidak sadar sejak awal. bukankah v perbedaannya sangat jelas...) ucap Guang Manyue dalam hati . Dan semua yang dia ucapan dalam hati, ternyata bukan hanya sang ibu yang mendengarnya. Tapi Nenek Li juga mendengar. Dan wanita tua tersebut kaget bukan main. Dia yang sedang menatap Manyue terkejut mendengar ucapan yang dia dengar .
" (Apa ini..? Suara itu... Bukankah itu suara Manyue..? Tapi mulut gadis itu tetap diam.. Dia tidak membuka mulutnya. dia hanya menatap ke arahku, lalu mengapa aku bisa mendengar dia berbicara..? )" Ucap sang Nenek dalam hati . lalu dia menatap pada yang lain, Dan dia melihat kalau semua orang diam saja. hanya Menantu perempuannya yang sikapnya berbeda, Dan kebetulan Dia juga menatap kearahnya. Dengan penasaran dia bertanya pada pelayan kepercayaannya yang berdiri di sampingnya .
" Wang..apakah kau mendengar Yue'er berbicara.. ? " Ucapnya perlahan . terlihat Bibi Wang menatap sang majikan dengan tatapan bingung .
"Maaf Nyonya.. Hamba tidak mendengarnya. dan sepertinya Nona Yue Yue tidak berbicara.." Jawab Bibi Wang . Tentu saja ucapan Bibi Wang membuat Nenek Li kaget. Dia lalu kembali menatap sang Cucu.
( Bibi Wang Tidak mendengar.. ? Tapi aku mendengar jelas suara Yue'er.. Tunggu... Apakah tadi itu suara hati Yue'er..?) " Seru Nenek Li dalam hati . Setelah tertegun sejenak, Nenek Li baru bisa berbicara.
"Oo.. Aku fikir ada apa.. Tapi kau tidak apa- apa kan Nak...? " Ucap Nenek Li sambil menatap Manyue dengan tatapan sayang. Membuat Li Nan cemburu dan marah.
(Sial.. Kenapa nenek tua ini menyukai gadis sialan itu. Seharusnya tatapan sayang itu hanya milikku... Sial, benar- benar Sialan...Sejak mereka tahu kalau aku bukan darah daging keluarga ini, Kakek dan Nenek Li bersikap dingin padaku. Brengsek...semua ini gara- gara gadis desa sialan itu. kenapa dia harus kembali ke rumah ini, kenapa dia tidak mati saja.. ayah dan ibu memang bodoh. andai dulu mereka langsung membunuh Dia, dan tidak di jual, tentu sekarang dia tidak akan kembali lagi kerumah ini, dan tidak akan ada lagi ancaman yang akan merebut harta ini..dasar mereka bodoh.. mereka hanya mencari keuntungan saja..) teriak Feng Li Nan dalam hati. Dia menatap Manyue dengan tatapan kesal ,marah dan juga benci.
" Tidak Nek.. Manyue baik- baik saja... " Ucap Guang Manyue lembut.
"Baguslah kalau begitu.. Aku tidak ingin hanya gara- gara masalah sepele akan membuatmu menderita.. dan kau Lu'er. hukum penjaga yang telah menghina Cucu kesayanganku " Ucap Sang Nenek dengan nada kesak .
" Baik Bu.. nanti menantu akan menghukum mereka..." ucap Nyonya Lu lembut .
"Siapa yang telah menyakiti Nenekku ini, hingga Nenek ingin menghukum Dia ..? " Terdengar suara seorang pria saat nyonya Lu selesai berbicara Dan tak lama terlihat seorang Pria muda tampan masuk kedalam ruangan.
" Salam Nenek.. salam ibu..." Ucap Pria itu memberi salam
Maaf udahan dulu ya.
Bersambung
selalu up semangat💪💪💪💪